She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
takjub


__ADS_3

# selamat menikmati episode kali ini ya readers....


Hari persidangan naik banding untuk kasus pemalsuan identitas kembali di buka. Kali ini Midea di dampingi seorang pengacara perempuan yang bernama Sagita Kristina. Dengan berbekal bukti bukti dan saksi saksi yang akan di hadirkan oleh Sagita nantinya maka persidangan naik banding ini pun di mulai.


Pada saat Majelis Hakim Memasuki Ruang Sidang, semua yang hadir berdiri untuk menghormati. Selama sidang berlangsung , pengunjung sidang harus duduk dengan sopan dan tertib ditempatnya masing-masing dan memelihara ketertiban dalam ruang sidang.


Hakim ketua majelis membuka sidang dan menyatakan sidang tertutup. Hakim Ketua Majelis memerintahkan Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi ahli kedalam ruang sidang.


Masih dengan alasan yang sama jika Midea di nyatakan bersalah oleh penuntut hukum. Sementara Sagita terus mempertahankan jika Midea melakukannya tanpa unsur kesengajaan.


Alhasil ruang sidang tersebut pun sedikit ricuh karena perdebatan antara Sagita dan penuntut hukum. Sementara Dea memandang takjub pada Gita yang benar benar membela kliennya.


Hal ini sangatlah berbeda pada pengacaranya yang dulu. yang hanya sekedar membantu tanpa harus repot repot berdebat panjang lebar pada jaksa penuntut hukum tersebut lantaran dirinya sudah dinyatakan bersalah di mata masyarakat dan di jadikan tersangka oleh pihak kepolisian. Jika pengacara sebelumnya memperjuang kan Dea hanya sebatas agar bisa mendapat kan hukuman ringan saja.


hakim ketua pun mengetuk palu mengisyarat kan agar sidang di tunda sejenak demi merilekskan anggota sidang yang mulai penat.


Midea dan Sagita berjalan keluar dari ruangan tersebut. Selama masa peristirahatan sidang Sagita terus menemani Dea meskipun wanita malang itu dalam pengawalan.


"kamu pasti bisa melewati ini semua Dea". Ucapnya seraya menyemangati kliennya itu.


Dea tersenyum dengan sorot mata yang menunjukkan ungkapan terima kasih pada wanita cantik dan tegas itu.


Sementara dari kejauhan tanpa mereka berdua tau jika Arjun juga menghadiri sidang tertutup itu. melalui koneksi dari abangnya Retha dan juga di tambah dengan bujukan mautnya maka Arjun pun berhasil masuk ke ruang sidang dan mengambil duduk yang paling sudut agar tidak di ketahui oleh Sagita.


Selama persidangan berlanjut. Arjun mengagumi kecerdasan dan ketegasan dari Seorang Sagita dalam memperjuangkan hak kliennya. Ia bersyukur jika Midea bisa mendapatkan pengacara terbaik untuk sidang naik bandingnya kali ini.


persidangan di tunda hingga lusa. Yang berarti Midea harus menunggu kembali ke lapas. Sagita memberi semangat agar jangan berputus asa.


besoknya..


Sagita menemui Alma langsung yang kebetulan sedang berada di rumahnya sore itu. awalnya Alma heran karena kedatangan tamu cantik yang belum pernah ia kenal sebelumnya.


"maaf tante jika kedatangan saya mengganggu tante saat ini". Ucap Gita sopan.


"tak apo".sahut Alma dan mempersilahkan Gita untuk duduk.

__ADS_1


beberapa detik mereka berdua terdiam hingga akhirnya Gita memberitahukan maksud kedatangannya kemari dan menceritakan kehidupan Midea selama di penjara.


Alma mendengar setiap ceritanya Gita tentang Midea tanpa sadar netranya mengkristal dan bulir bulir air matanya jatuh membasahi pipinya yang mulai turun karena faktor usia.


Melihat sorot mata Alma yang mengiba pada kehidupan Dea, akhirnya Gita meminta pada Alma agar menjadi saksi utama dalam persidangan besok.


"ya Gita. Ambo mau. Mungkin memang seharusnya mereka tau jika Dea tak sepenuhnya bersalah". Ucap Alma menyesal yang ikut menghakimi Midea saat itu.


"syukurlah jika tante berpikiran demikian". Sahut Gita seraya tersenyum senang.


...----------------...


Satu hari sebelum sidang kedua di mulai


berbekal masakan khas dari berbagai daerah di Sumatera, kali ini Arjun mengunjungi Midea kembali setelah sekian lama ia absen dari kunjungannya untuk pertama kalinya semenjak Midea di penjara.


awalnya Dea berfikir jika yang datang adalah Sagita yang seperti biasa mengunjunginya untuk memberinya support. Tetapi kali ini di luar dugaannya. ternyata yang datang adalah orang yang sering mengiriminya makanan melalui pengacaranya. Dea menatap Arjun heran saat ia berjalan mendekati kursi yang di duduki Arjun. Arjun pun tersenyum menatapnya.


"hai Dea. Apa kabar?". Sapa Arjun saat Dea duduk berhadapan dengannya.


"maaf aku baru sempat berkunjung". Ucapnya dengan perasaan yang tak enak hati.


"buat kamu. Aku masakin khusus untuk kamu hari ini". Ujarnya saat menangkap netra Dea ke arah kotak makanan yang di bawanya seraya membuka kotak makanan tersebut.


"nih di coba. Trus tolong di nilai ya?". Ucap Arjun seraya mendorong kotak makanan tersebut ke arah Midea.


Midea tersenyum miring seraya menatap Arjun sinis. Lalu ia mengambil ballpoint yang nampak tersangkut di kantong kemeja Arjun.


Arjun menatap heran saat Dea mengambil salah satu kertas penutup makanan tersebut serta menuliskan sesuatu di sana.


"tumben. Kamu sendiri yang mengantar makanan buat aku. Biasanya melalui pengacaraku. Apa kamu sudah berhenti jadi orang sibuk sehingga baru sempat datang kesini lagi???". Tulis Dea mengandung cibiran.


Arjun membaca tulisan tangan Dea seraya mengernyitkan dahinya heran. Lalu ia menatap Dea dengan penuh tanya. Dea menatap Arjun sekilas lalu menarik kertas yang ia sodorkan ke Arjun tadinya.


"tetapi terimakasih sudah mau datang menjenguk ku lagi". Tulisnya kembali.

__ADS_1


"sama sama Dea" ucap Arjun seraya tersenyum.


"ngomong ngomong. Kenapa harus pake tulisan sih kita ngobrol ngobrolnya. Ga asyik tau ga?". Ujar Arjun setengah bercanda.


Midea memilih diam dan tersenyum tipis. Karena takut waktu berlalu tanpa mutu akhirnya Arjun langsung menawarkan makanan nya yang sempat di anggurin itu.


"nih di coba ya?". Tawar Arjun yang meminta Dea memakannya lagi.


Dea pun mencoba makanan khas daerah daerah sumatera yang di buat Arjun khusus untuknya hari ini.


Saat Dea sedang mencoba makanan tersebut. Tiba tiba mereka di kejutkan oleh suara buku tebal yang jatuh. Sontak keduanya memandang ke arah suara di mana seorang wanita cantik bernama Sagita sedang berdiri kikuk di sana lantaran sudah ketauan jika ia datang dengan membawa bingkisan makanan dari CR nya Arjun.


Midea tersenyum senang menyambut teman barunya itu. ia pun melambaikan tangan ke Gita dengan sumringah. Sementara Arjun memandang takjub pada kakak letingnya itu alias mantan gebetannya saat berkuliah dulu.


Apa lagi saat ia melihat bingkisan makanan dari kafe miliknya berada di tangan Sagita.


"bingkisannya buat siapa kak?". Tanya Arjun santai.


Sagita tersenyum kikuk . Lalu menyerahkan bingkisan itu kepada Midea yang masih menikmati makanannya.


"nih Dea. Aku bawain cemilan buat kamu bagiin sama mereka". Ujar Sagita kikuk.


"dari siapa kak makanannya, dari aku juga kan?". Cibir Arjun yang kini mengetahui akal akalan Sagita untuk menemui Midea.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


ig Zhil olshop


Terima kasih.


__ADS_2