She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
serangan


__ADS_3

# selamat membaca..


Ningsih terus berjalan seraya mendorong motornya. dengan tangan satunya ia mencoba menelpon ART di rumahnya ibu Andra agar mengirim seseorang untuk membantunya.


sementara para pengemudi motor tersebut terus mendesak Ningsih. hingga salah satu dari mereka memberhentikan motornya tepat di hadapan Ningsih.


Ningsih mencari celah untuk melewati motor yang menghadangnya kini. sedari awal insting Ningsih mengatakan jika keadaan tidak lagi bersahabat bagi Ningsih, jika terus berlama lama di jalanan sepi seperti ini.


Dan benar saja apa yang di wanti wanti nya pun terjadi juga. seorang laki laki yang turun dari tumpangan temannya. mencoba menarik motor Ningsih. sedangkan yang lain menarik lengan Ningsih. hingga ponsel yang di pegang Ningsih pun terjatuh dalam keadaan panggilan keluar.


"tolong... tolong... ". teriaknya meminta pertolongan.


"tolong... tolong.. ada begal... ada begal... ". teriaknya kembali, seraya tetap mempertahan kan motor miliknya.


tetapi kekuatan yang Ningsih miliki tentu saja tidak seimbang dengan empat laki laki yang di hadapinya. Ningsih akhirnya terjerembab jatuh ke tanah.


tetapi Ningsih belum menyerah, ia segera bangun menyusul para begal yang mencoba membawa kabur motornya.


sambil berlari ia terus berteriak minta tolong. karena motornya mengalami pecah di bagian ban belakang, yang menyulitkan laki laki itu kesulitan membawa lari motornya. hingga akhirnya Ningsih pun bisa menggapai bagian belakang motornya kembali yang di bawa kabur dengan sekuat tenaga. dengan menggunakan ranting yang terdapat di jalanan ia memukul mukul keras laki laki yang membawa kabur motornya.


sedangkan tiga begal yang telah kabur duluan terpaksa kembali lagi begitu melihat temannya di serang oleh Ningsih. salah satu dari mereka menendang Ningsih dengan kakinya. Ningsih kembali jatuh.


tetapi kali ini Ningsih mengalami luka pada kedua lututnya. yang menyebabkan ia kesulitan untuk berdiri kembali untuk melawan tiga begal lainnya yang sengaja mengelilingi Ningsih dengan motornya.


satu pengendara motor keluar dari lingkaran yang mereka sengaja lakukan untuk memenjarakan Ningsih di dalamnya.


satu dari mereka sengaja mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi. dan langsung menancap gas mengarahkan motornya ke Ningsih yang sedang terduduk lemas di atas jalan.


ia masih terus berteriak minta tolong. tetapi jalanan yang sepi serta jauh dari pemukiman penduduk. tak ada satu pun yang datang menolongnya.


Ningsih yang mulai ketakutan tat kala cahaya lampu dari motor yang sengaja di sorot ke arah Ningsih. serta bunyi mesin motor yang sengaja di derukan ke arahnya, semakin membuat Ningsih semakin gemetaran. ia menutup matanya pasrah. ia berpikir mungkin inilah cara tuhan mengambil nyawanya. berakhir di tangan para begal.


Ningsih semakin mengepal tangannya kuat. seraya berucap istigfar memohon pengampunan dosa kepada yang kuasa atas dosa dosanya selama ini. khusus nya kepada kedua orang tuanya.


suara mesin motor yang akan menabraknya semakin mendekat dan semakin cepat pula jantung Ningsih berpacu cepat dan..


Braaakk....

__ADS_1


...----------------...


satu jam yang lalu...


setelah Andra bertanya tentang kepergian Ningsih di malam yang mulai memasuki larut tersebut. ia pun berlalu dari situ begitu mendapat jawaban dari si bibi. ia pun tak ambil peduli dan kembali ke kamarnya, untuk mengambil kunci mobil.


tujuannya adalah untuk mengembalikan moodnya yang berantakan karena ulah Ningsih. dengan berjalan jalan di malam hari menikmati malam terakhir di kota kelahirannya, sebelum besok siang berangkat ke Jkt dulu, lalu terbang ke Jpg.


lebih dari setengah jam lamanya ia mengemudikan mobilnya sendirian dengan pikiran yang berkecamuk. pernyataan Ningsih malam ini membuat ia teringat tentang Jasmine kembali.


ia teringat kejadian di tiga tahun yang lalu. seandainya sebelum keberangkatan Jasmine ke Jakarta. ia bisa mengungkapkan atau paling tidak menunjukkan perasaannya kepada Jasmine mungkin selama ini ia tidak akan terbebani atau perasaan hatinya bisa lega karena tidak memendam perasaan suka yang terlalu lama di simpannya.


tapi satu sisi yang lain ia juga merasa bersalah pada Ningsih karena telah berkata kasar padanya.


kriing...


ponsel Andra berbunyi membuat pikirannya kembali fokus ke jalanan yang mulai sepi. ia melihat panggilan masuk dari kakaknya Indri. ia langsung meloudspeaker ponselnya.


"ya..mbak. ada apa malam malam telpon". sapa Andra.


"ndra... si Ningsih apa balik lagi kerumah ya? kok sampai sekarang belum nyampe ke rumah kakak. soalnya hampir satu jam yang lalu dia ngasih tau kalau dia udah di jalan. mbak jadi ga enak perasaan ni. udah nelpon ke ponselnya tapi ga di angkat telponnya". sahut Indri.


baru juga ia mau menekan nomor ART ibunya. tiba tiba panggilan masuk dari ART ibunya ke nomor ponselnya. dengan segera ia menekan tombol hijau.


"den... lagi dimana? ". tanya Art yang bernama bi sumi tersebut.


"kenapa bi? ". tanya Andra.


"tadi non Ningsih telpon bibi. udah bibi angkat tapi non Ningsih ga nyahut den. terus ada suara banyak motor gitu den". sahut bibi.


Andra yang langsung mengerti situasinya langsung menancap gas mobilnya.


"bi.. kasih tau mbak Indri. suruh hubungi sekuriti pabrik agar nyusuri jalan yang menuju rumah mbak Indri". titah Andra.


"ya den". sahut si bibi.


"jangan kasih tau ibu dulu. entar kumat lagi tensinya". titah Andra kembali.

__ADS_1


"iya den". sahut si bibi kembali.


Andra segera menutup telpon nya. lalu menyusuri jalan yang menuju pemukiman rumah mbaknya yang tak berada jauh dari pabrik jamu milik bapaknya. ia meyakini jika saat ini pasti ada sesuatu terjadi pada Ningsih. mengingat jalan yang menuju pemukiman rumah mbaknya tergolong masih sepi. karena di sepanjang jalan hanya terdapat areal persawahan dan juga perkebunan milik warga.


sehingga kesempatan untuk berbuat kriminal bisa datang kapan saja.


"Ningsih.. Ningsih.. jadi perempuan nekat amat keluar malam malam ke sini". dumel Andra.


beberapa menit kemudian...


dari kejauhan Andra melihat sekelompok orang dengan motornya. dan ia melihat seseorang sebagai sandera yang terduduk pasrah di tengah tengah lingkaran tiga sepeda motor. sedangkan yang satunya tengah bersiap siap hendak melajukan motornya seraya menderukan mesin motornya.


Andra membeliak kan matanya. ia langsung paham jika apa yang di lakukan pengemudi motor tersebut pasti akan mencelakakan sandera tersebut.


seketika itu juga Andra menggenggam erat setir nya dan segera menancap kan gas mobilnya menuju pengemudi motor tersebut.


seiring motor melaju kencang ke arah orang yang menjadi sandra mereka. maka seketika itu pula Andra semakin terpacu adrenalin nya. ia pun lebih dalam menancap gas mobil nya tanpa takut dan hingga akhirnya..


Braaaak.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selamat menunaikan ibadah puasa ya readers.


tetap semangat buat


like


vote


komen


rate


favoritnya


follow ig authornya @zhilolshop ya...

__ADS_1


dan youtubenya Hazhilka


__ADS_2