
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
Alan masih meraba raba di belakang lemari kaca tersebut, sepertinya ia menemukan sesuatu yang ganjil pada dinding di belakang nya. ia mendorong sedikit lemari tersebut ke samping.
kriiit...
suara gesekan lemari ke lantai yang bertahun tahun tak di pel mengakibatkan lantai tersebut menimbulkan noda tebal yang sulit untuk Alan dorong dengan mudah.
Alan kembali di hadapkan pada dinding putih yang mulai terkelupas catnya akibat tidak adanya perawatan pada apartemen tersebut.
ia mencari celah yang bisa ia curigai dan benar saja ada sesuatu yang ganjil pada dinding tersebut.
sementara Justin memeriksa setiap laci laci nakas untuk menemukan sesuatu yang penting mengenai yang berhubungan dengan Midea. Justin mulai semakin penasaran pada istri gilanya itu.
Laci demi laci ia buka. benda demi benda ia sentuh dan ia lihat. tetapi tak ada satu pun yang bisa ia jadikan patokan untuk mengetahui siapa Midea yang sebenarnya apa lagi tentang masa lalunya. lalu Justin ke sisi ruang wardrobe dimana ia melihat ada beberapa pasang sepatu masih tersusun rapi di raknya dan juga beberapa longdress dimana yang satunya memang pernah Justin lihat saat Midea menyerang ke rumah saat Namira pertama kali memasak untuk mereka di rumah sebagai menantu.
Justin beralih ke pintu lemari lainnya semua hanya berisi pakaian perempuan. tak ada satu pun pakaian pria yang ia jumpai di sana. bahkan ia juga menemukan beberapa jam tangan mahal yang kesemuanya memang milik wanita. dan dari diantara semuanya hanya satu jam tangan pria yang bertengger rapi di sana yaitu jam tangan miliknya yang dulunya ia gunakan sebagai mahar untuk menikahi Midea karena keterpaksaan.
Justin memperhatikan sisi lain dari wardrobe tersebut semuanya nihil. ia kembali keluar dan mencari sesuatu yang lainnya di dapur. ia melihat lemari es dan berniat untuk mengetahui isi dari lemari es tersebut. saat ia membuka lemari es tersebut tiba tiba bau yang menusuk hidung mancungnya.
"aisshhhh... ".sungutnya saat mencium aroma yang membuat dirinya muntah tersebut.
bagaimana tidak lemari es yang di tinggalkan beberapa tahun lalu dengan berbagai bahan makanan yang kesemuanya basi bahkan sayur sayuran nya yang telah mengering pun masih teronggok di sana.
Justin segera menutup lemari es tersebut dan memperhatikan laci dan lemari dapur lainnya. tak lama kemudian Alan datang dan memanggilnya untuk mengikuti nya ke suatu tempat yang telah di ketahui Alan akan rahasia di apartemennya Midea.
"apa kau menemukan sesuatu Alan? ". tanya Justin.
"lebih dari itu pak". sahut Alan seraya membuka pintu rahasia yang Alan temukan tuasnya untuk membuka pintu rahasia tersebut.
__ADS_1
Justin terkesima saat melihat isi di dalam ruangan rahasia Midea. ia tidak bisa berkata apa pun saat melihat mini lab yang terdapat di dalam apartemen rahasianya Midea.
"it's really psicho woman". desisnya pelan.
karena ruangan lab yang seharusnya ada di sebuah perusahaan dan rumah sakit malah kini berada di apartemen nya Dea.
"pak ini". ujar Alan tiba tiba seraya menunjuk kan satu botol parfum yang sering Justin gunakan.
Justin mengambil botol parfum tersebut dan memperhatikan dengan seksama. ya ini adalah satu botol parfum kesukaan nya.
"berarti memang di sinilah tempat persembunyian nyonya pak saat dalam pelarian nya. dan juga sekaligus melakukan rencana jahatnya pada KBC pak". jelas Alan.
Justin benar benar tak habis fikir jika wanita yang terpaksa ia nikahi dulunya itu adalah seorang perempuan yang memang sudah kehilangan kewarasannya.
sementara di kampusnya Midea sudah di hebohkan dengan identitas Midea yang palsu. mereka ingin segera mengusut kasus yang membuat resah nama baik kampus tersebut, apa lagi mereka mendapatkan kiriman informasi di ponsel mereka masing masing siapa Midea Hasxander yang sesungguhnya.
Satria yang baru saja tiba di kampus langsung di serbu dengan serentetan pertanyaan yang sama mengenai mahasiswi yang ia bantu selama ini.
Satria semakin berdegup kencang jantungnya tatkala foto Jasmine saat menjadi mahasiwi dulu terpampang jelas di laman article tersebut yang menyatakan bahwa Jasmine adalah salah satu korban kecelakaan pesawat beberapa tahun lalu.
"nanti kita bahas ya pak. kita harus cari Jasmine dulu". ujar Satria seraya pergi meninggalkan ruang dosen tersebut.
Satria mencoba menghubungi Dea. tetapi setiap di telpon nomor yang di tuju bernada sibuk.
sementara Dea menggenggam erat ponselnya tatkala mendengar ucapan ucapan bernada mengancam di panggilan masuk dari seseorang di masa lalunya. yah dialah tante Sonya yang tanpa Dea tau bahwa Sonya telah menguntitnya selama ini.
"bagaimana sayang untuk kehebohan di hari ini? ". tanya Sonya.
"kenapa anda lakukan itu.bukankah saya sudah menjelaskan kalau saya bukanlah perempuan yang anda maksud. anda salah orang". bantah Dea.
__ADS_1
"hahaha... Dea Dea.. masih saja berkilah kamu ya. semua bukti sudah mengarah padamu sayang. gadis yang bernama Jasmine itu sudah mati beberapa tahun lalu. kenapa kamu begitu over pede nya ngaku ngaku sebagai si Jasmine itu hah. hanya karena wajah kamu mirip sama gadis itu. hallo sadar sayang. jaman sekarang itu semua pembuktian sudah sangat gampang. dan kamu tidak bisa tipu menipu Mi... de... a". cecar Mona panjang lebar.
Midea terdiam jantung memacu cepat. darah nya berdesir hebat. ia mulai ketakutan tatkala dirinya sudah ketahuan dan mulai terungkap rahasia yang selama ini ia berusaha tutup tutupi.
"Dea... sudahlah. kamu mengaku saja ya sayang. kembali pada tante dan tentu saja tante akan melindungimu dari mereka mereka yang akan menjadi murka padamu". bujuk Sonya.
"tidak akan perempuan sialan. aku bukan Dea. aku Jasmine. titik". tolak Dea kasar sekaligus memutuskan percakapannya dan memblokir nomor telpon Sonya untuk kedua kalinya.
"haha.. brengsek kamu Sonya. kita liat aja seberapa bisa kamu mengusikku". umpat Dea.
lalu Dea masuk kembali ke sebuah lab di pabrik KBC. tujuannya adalah mencari sesuatu yang bisa ia jadikan sesuatu yang membuat jera Sonya dengan bahan kimia yang akan ia ciptakan.
Dea membaca kembali jurnal dan diktat mengenai sifat sifat dan zat kimia yang berada di ruangan lab tersebut.
"serius amat bacanya". sapa salah satu tim peneliti senior saat melihat Dea kembali dan langsung membaca satu jurnal mengenai bahan kimia yang di kategorikan bersifat keras.
"hah. ga ada cuma buat nambah nambah ilmu aja mbak". jawab Midea sedikit gugup.
"oohhh... ya udah.. bentar lagi kita mau pulang ni. jangan keterusan. di lab ada aturannya dek". mbak yang bertag name Desy tersebut mengingatkan Dea.
"baik mba". sahut Dea.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
__ADS_1
Hazhilka279
#Hazhilka