
#selamat membaca...
Alma di bantu Rendy mengubah kamar tamu di samping kamar Jasmine sebagai kamar bayi. Uda Danang yang sebelumnya telah memesan box bayi untuk di hadiahkan kepada Dea.
setelah meminta pendapat Dea tentang Dekor dan warna yang sesuai keinginan Dea. maka kamar yang sudah di Dekor seminggu yang lalu itu, kini sudah siap di gunakan untuk calon bayinya Dea.
Midea melihat isi ruangan kamar bayinya tersebut. ia begitu terharu mendapatkan hadiah yang seistimewa ini. meskipun tidaklah semewah kamar bayi milik Namira, madunya. tetapi ini sudah lebih dari cukup ia dapatkan untuk seorang gelandangan seperti dirinya sekarang.
"gimano Jasmine? ". suka? ". tanya Alma.
"kalau ada yang kurang kamu tinggal bilang ntar aku rubah lagi sesuai keinginan kamu". ujar Rendy.
'kalau box bayinya gimano? ". itu uda Danang yang pesankan. karena kayunyo di tempat teman nya uda bagus dan kuat katanyo". timpal Alma kembali.
"ini sudah lebih bagus kok tante. aku suka. model box bayinya juga keren. ga kalah bagus sama desain produk luar negri". ucap Dea.
"makasih tante, Rendy. dan sampaikan juga ke om Danangnya, makasih banyak untuk box bayinya. aku suka desainnya. ". ucap Dea terharu dengan bola matanya yang mengkristal.
"syukurlah kalau kamu suka. aku takut aja kalau bumil nya ga suka bisa mempengaruhi kehamilannya. entar baby boy nya jutek lagi sama akunya". canda Rendy.
Alma dan Dea tertawa kecil.
"bisa aja kamu Ren. ya ga lah. bayi itu pasti peka perasaan nya. dia tau mana yang beneran sayang sama dia dan mana yang tidak". sahut Dea.
seketika ia teringat Justin. ayah dari bayi yang di kandungnya kini. yang hingga saat ini Justin belum mengetahui jika dirinya hamil. dan ia pun sengaja tidak akan memberitahu kan sampai kapanpun. karena baginya percuma. Justin dan keluarga nya tidak akan pernah menganggap Dea dan anak ini sebagai bagian dari hidup mereka.
semenjak konferensi pers tersebut Dea bertekad akan membesarkan bayi ini sendiri apapun yang terjadi. meskipun terkadang Dea merindukan keluarga yang utuh seperti yang Justin berikan kepada Namira.
"betul itu Jasmine". balas Alma. yang seketika menghentak kan Dea dari lamunannya.
"hmmm. nanti anaknya Jasmine panggil kita apa ya? ".tanya Rendy.
"tentu sajo untuk ambo di panggil nenek. uda Danang itu atok. dan kamu ya oom nyo". sahut Alma.
"hahaha iya ya..aku belum pernah punya pengalaman jadi oom soalnya. kan akunya anak tunggal. sama seperti Jasmine. ya ga Jes? ". sahut Rendy dengan kekehan.
Dea hanya menampilkan senyum simpulnya. karena ia tidak tau harus menjawab apa. ia sendiri juga masih bingung dengan silsilah keluarga Jasmine yang sebenarnya. apakah Jasmine itu benar benar anak tunggal atau tidak.
"aku mau ke dapur. tante sama Rendy mau di buatin apa? ". tawar Dea dengan maksud mengalihkan pembicaraan tentang Jasmine.
__ADS_1
"indak usah repot repot Jasmine. tante mau pulang. bentar lagi uda Danang sampai kerumah". sahut Alma.
"iya tante. makasih untuk hadiahnya". sahut Dea.
"kamu mau aku buatin apa Ren". tawar Dea ke Rendy yang masih berdiri memperhatikan Dekor di dinding kamar bayi tersebut.
"Apa aja yang penting segar". sahut Rendy seraya tersenyum.
"oke". sahut Dea. dan ia pun langsung meninggalkan dua orang yang selama ini sering membantunya.
sementara Alma masih tersenyum senyum melihat hasil karyanya yang ia khusus kan untuk Jasmine.
"syukurlah kalau si Jasminenya suko ya Ren". ucap Alma senang.
"iya tante. aku pun begitu". sahut Rendy.
sementara di dalam dapur seraya membelah jeruk. Dea teringat tentang perkataan Rendy. di benaknya terselip berbagai pertanyaan mengenai silsilah keluarga Jasmine.
"apakah benar jika Jasmine anak tunggal? ".
"mengapa wajahnya begitu mirip dengan Jasmine. terlebih ketika ia menggunakan hijab. wajahnya tak jauh berbeda dengan Jasmine. bahkan ia merasa mirip dengan almarhum". mamanya Jasmine". pertanyaan demi pertanyaan terus timbul di benaknya.
"akh". pekik Dea menahan perih.
Dea segera mencuci tangannya di wastafel. lalu ia mencari plester di kotak obat. tetapi ia tidak menemukan apapun di sana. hanya beberapa botol obat yang telah mencapai tanggal kadaluarsa nya.
sementara Rendy yang berniat ke kamar mandi melihat Dea mencari sesuatu di kotak obat. lalu ia mengerti ketika melihat jari telunjuk Dea yang mengeluarkan darah.
Rendy keluar menuju halaman rumah, dimana mobilnya di parkir. ia mengambil kotak p3k dari mobilnya dan membawanya masuk ke dalam rumah Jasmine. Rendy menjumpai Dea di dapur yang masih terus mencari sesuatu untuk ia rekatkan pada jarinya.
"udah Jes. ga usah di cari lagi kalau memang ga ada. ini pake punya aku aja". ujar Rendy seraya menunjukkan kotak p3k miliknya.
lalu Rendy membuka kotak p3k tersebut. ia mengambil sebuah plester dan mengoyak bungkusnya.
"sini bumil jarinya". ujar Rendy seraya meminta jari telunjuk Dea untuk ia pasangi plester tadi.
lalu Dea menyodorkan jarinya yang terkena irisan pisau tadi. ia memperhatikan Rendy yang telaten membersihkan lukanya sebelum di pasangi plester.
seketika itu juga ia teringat tentang Justin yang pernah berlaku baik dan lembut padanya ketika ia terluka. bahkan perlakuan lembut Justin berlanjut di malam terakhir mereka menghabiskan malam penuh cinta hingga tanpa Justin tau dan mungkin tak akan pernah tau jika dirinya sekarang mengandung benih cinta mereka yang telah memasuki usia menunggu kelahirannya.
__ADS_1
"ok. udah siap. lain kali hati hati ya bumil. saking semangatnya membelah jeruk. lupa kalau ini tangan masih harus di pake besok besoknya". canda Rendy.
lalu Rendy menyelesaikan pekerjaan Dea yang tertunda.
"cih. ga ah. bukan itu. aku semangat karena dapat hadiah istimewa dari kalian semua. apa lagi box bayinya. jadi pingin cepat cepat melahirkan". kekeh Dea.
"hehe bisa juga ini bumil bercanda". sahut Rendy seraya tertawa kecil dan melirik Dea sejenak. dan melanjutkan pekerjaan nya kembali hingga selesai.
"aku memang udah ga sabaran kok. penasaran si babynya seimut apa?". sahut Dea antusias.
"seimut mamanya lah. masa se imut neneknya. hahaha". Rendy kembali bercanda.
mereka berdua tertawa. lalu Rendy menyerah kan satu gelas jus jeruk dingin tersebut ke Dea. dan meminumnya bersamaan.
"udah punya nama belum buat bayinya?". tanya Rendy penasaran.
"hmm. udah sih. tapi belum tau yang mana bagusnya. tunggu liat wajah babynya dulu lah. jadi biar tau cocok nya apa untuk wajahnya". sahut Dea.
"pasti tampan. dan pintar seperti mamanya". ucap Rendy
"Aamiin. semoga begitu" sahut Dea tersenyum senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
selamat hari raya idul fitri 1443 H. Author mohon maaf lahir bathin. jika ada salah salah kata. dan juga terkadang reader di buat jengkel gara gara ini novel hehehe...
ayok.. tetap semangat ya. untuk nge
like
vote
komen
rate
fav..
readers cakep deh... 😊
__ADS_1