
beberapa jam sebelumnya..
Kanita yang di bantu Retha memasangkan kemben dan kebaya putih kepada Dea. bahkan riasan bunga melati di letakkan di atas kepala yang di balut ciput tersebut. setelah selesai dengan tugasnya. Kanita mengambil foto Dea melalui ponselnya, begitupun Retha. ia mengabadikan momen tersebut dalam ponselnya.
Kanita membawa Dea keluar dari kamar hotel yang Kanita dan suami sengaja sediakan untuk Alma dan Dea beristirahat khusus acara di hari ini.
Kanita membawa Dea ke tempat siraman yang di dekor khusus untuk acara pagi ini. lalu di sambut oleh ibu ibu nasyid yang di undang untuk mengiringi doa ketika bumil akan dimandikan. sementara Retha terus merekam acara sakral tersebut.
"mana tante Alma? ". tanya Dea ke salah satu pelayan hotel yang berada disitu ketika ia tidak menemukan sosok yang selalu membantunya.
"panggilkan bu Alma ya. agar acara segera di mulai". titah Kanita ke salah satu pelayan Hotel.
seraya menunggu Alma, Kanita memeriksa kembali segala sesuatu yang berhubungan dengan acara.
setelah Alma datang. Dea di minta duduk di kursi pelaminan khusus siraman yang telah di sediakan.
seorang Ibu yang memimpin Doa meminta Alma untuk memandikan Dea pertama kali. proses penyiraman pun di mulai dari kepala, perut Dea yang besar hingga ujung kaki.
selama proses penyiraman kepada ibu hamil tersebut Seluruh yang hadir bershalawat kepada nabi. begitupun Astrid yang baru saja tiba di tempat acara tersebut.
Alma selesai melakukan tugasnya lalu berlanjut ke Kanita, Retha, ibu pemimpin Doa dan ibu pengajian hingga mereka kekurangan satu ibu yang menyirami Dea.
Alma melihat Astrid yang sedang berbicara pada salah satu karyawannya. ia menghampiri Astrid dan memintanya untuk memandikan putri angkatnya.
awalnya Astrid ragu dan menolak secara halus.
"saya cuma tamu hotel di sini uni".
"indak apo apo uni. ayo. silahkan uni" Alma mempersilahkan Astrid.
akhirnya dengan bujukan Alma dan ibu
ibu yang lain, maka penutupan siraman tersebut di lakukan oleh Astrid.
__ADS_1
"semoga kamu dan bayimu selamat dan sehat hingga lahiran ya? ". ucap Astrid tulus.
"terima kasih bu". ucap Dea seraya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya tanda hormat.
Astrid tertegun melihat senyum Dea mirip dengan seseorang yang pernah di kenalnya. ia tersenyum kembali dan mengelus pelan kepala Dea yang tertutup ciput tersebut. lalu ia mundur beberapa langkah dan bergabung dengan ibu ibu pengajian.
Sedangkan Midea di perlakukan seperti ini oleh Astrid di pagi itu, ia seperti mendapatkan sesuatu yang hilang atau mungkin tak pernah ia rasakan. kasih sayang dari seorang ibu.
ia juga tak menyangka jika pagi ini ada enam ibu ibu yang memandikannya dan satu orang perempuan muda yang sudah di anggapnya sebagai teman baik. meskipun Dea tak menunjukkan sikapnya. tapi di hatinya ia sudah menganggap Retha, yang di sebut ponakan dari tante Alma itu adalah salah satu temannya. selain Rendy dan Arjun.
setelah acara siraman selesai. Dea di pakaikan baju dari butiknya Kanita hingga lengkap satu paket dengan accesoriesnya. Kanita tampak takjub dengan tampilan Dea hari ini.
"sempurna cantiknya". gumamnya pelan. itu lah yang dia nilai dalam penglihatannya. Kanita tersenyum lalu ia berbisik pada Retha yang sedang mengambil foto ibu ibu yang hadir agar tetap fokus mengambil gambar Dea hari itu.
setelah selesai akhirnya tiba bagi Dea untuk acara tepung tawar. Dea di dudukkan di pelaminan mini khusus ibu hamil. Alma melihat Dea dengan tersenyum tetapi di hatinya tersimpan rasa sedih. harusnya saat ini ada suami yang menemaninya. begitu juga Retha ia pun merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan Alma.
acara tepung tawar di mulai oleh Alma dan Uda Danang sebagai wali dari Dea dan di akhiri dengan saweran.
begitupun Astrid yang akhirnya ikut dalam acara tersebut. ia pun memanggil suaminya untuk ikut dalam acara tepung tawar untuk Dea. Jason pun mengikuti permintaan istrinya dengan menepung tawari Dea.
"semoga selamat dan sehat hingga lahiran. dan semoga bisa menjadi ibu yang baik". Jason mengucapkan kata kata selamat untuk Dea.
"terimakasih pak". sahut Dea dengan senyum dan anggukan.
setelahnya acara tepung tawar pun bebas di lakukan oleh siapa pun yang ingin melakukan nya untuk memberi wejangan dan saweran. tak ketinggalan Arjun dan Rendy yang sedang bergantian menggendong bocah yang berusia tujuh bulan yang sedari tadi bersama mereka. di karenakan Keyra masih betah di gendong dalam pangkuan om om ganteng.
"semoga selamat dan sehat sampai lahiran ya Jasmine". ucap Rendy.ia pun juga menyaweri Dea dengan sebuah amplop yang telah diisinya dengan beberapa lembaran ratusan ribu.
"nih gendong dulu bocahnya. belajar terus cara menggendong bayi berumur tujuh bulan kayak gini. biar nanti ga susah lagi". pinta Arjun seraya menyerahkan Keyra ke Dea.
Kanita yang melihat kelakuan ponakannya sontak langsung menegur Arjun saat itu juga.
"Arjun. no". pekik Kanita.
__ADS_1
Dea yang mulai menjulurkan tangannya untuk menggendong Keyra pun menghentikan aksinya. ia melihat Kanita dan tersenyum kecil.
"its ok aunty". sahut Dea seketika itu juga mengarahkan pandangannya ke Kanita.
lalu Dea berbalik menatap Arjun dan Keyra. ia pun mengulurkan kedua tangannya untuk meminta Keyra dari Arjun.
"sini sama bunda". Dea berkata ke Keyra. dan saat itu juga Keyra pun mengulurkan tangannya dan mencondongkan tubuhnya mengarah ke Dea dengan maksud untuk di gendong.
Midea langsung memeluk tubuh mungil itu. pipi chubby keyra pun tak luput dari ciuman Dea. ia menggoda goda kecil ke Keyra sehingga membuat Keyra tersenyum gemes.
"lucu amat sih kamunya. siapa namanya sih? ". tanya Dea ke Keyra.
"Keyra tante". sahut Arjun dengan suara di buat di buat seperti anak kecil.
Dea tertawa kecil mendengar suara Arjun. Dea pun larut dan melupakan tujuan Arjun datang menghampiri nya. ia terlalu fokus bermain main dengan bayi cantik tersebut.
begitupun Retha yang juga larut dalam pengambilan momen antara Dea dan Keyra yang terlihat dekat seperti ibu dan anak. Retha juga melupakan Arjun yang sedang memegang mangkuk lengkap dengan bunga dan daun yang diikat menjadi satu.
"ga jadi tepung tawar ni ceritanya bu?". tanya Arjun yang masih memegang teguh alat tepung tawarnya.
Dea yang hanya fokus pada Keyra pun tidak begitu mendengar pertanyaan Arjun. sehingga Arjun pun memanggil Dea kembali.
"Jasmine". panggil Arjun.
"ya Arjun. ada apa? ". tanya Dea yang matanya fokus ke Keyra.
akhirnya pun Arjun melakukan tepung tawar dengan caranya sendiri. ia memercikkan air ke Dea yang masih menggendong Keyra. walaupun banyak larangan yang yang berdatangan dari mulut mulut tetangga. tetapi Arjun tetap melakukan ritualnya hingga berakhir dengan saweran ke tangan Dea.
"selesai". ucapnya mantap.
yang tentu saja hal ini mengundang tawa dari orang orang yang melihat tingkahnya. termasuk keyra yang tertawa senang hari itu. meskipun pelototan mata dari sang tante mengarah kepadanya. tetapi Arjun tak peduli. ia hanya menyengir kuda pada sang tante.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
berikan cinta kalian pada penulis. berupa like, vote, komen, rate, dan favorit. agar yang nulis tetap semangat buat nge up.