She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
papan iklan


__ADS_3

# selamat menikmati episode kali ini ya readers....


Justin segera berlutut dan langsung memeluk tubuh itu dengan erat. Rasa kehilangan sesaat yang ia rasakan tadinya berganti dengan rasa haru bahagia karena dapat menemukan putranya kembali.


"Dee. Kamu kemana aja sayang. Daddy nyariin kamu. Daddy pikir kamu di...". Justin menjeda kalimatnya karena tak sanggup membayangkan sesuatu yang buruk terjadi pada putranya itu.


"tuuuuu. Liat unda". Sahut Justin polos seraya memonyongkan bibirnya yang tampak lucu terlihat bagi Justin.


Justin tersenyum seraya melihat foto Midea.


"ya udah kita ke tempat oma yuk". Ajak Justin.


"ndak au. Dee mau di cini aja dulu".tolak Dean.


Akhirnya Justin pun mengalah dan membiar kan Dean melakukan yang ia suka meskipun hanya menatap foto bundanya.


beberapa menit kemudian


"Dee kita pulang yuk". Ajak Justin pada putranya yang masih memandangi foto cantik Midea.


lebih dari sepuluh menit Justin menunggu putranya itu menatap foto bundanya.


"kalau Dee kangen sama bunda nanti kita bisa ketemu bunda kok". bujuk Justin.


"mmm...kata oom Tama bunda ga oyeh di ganggu kalna lagi ujian". sahutnya polos.


Justin menghela nafasnya sejenak.


"terus Dee mau sampai kapan disini kalau hanya untuk liatin foto bunda terus.". Tanya Justin penasaran seraya menatap ke netra Dea yang hitam pekat itu dalam fotonya.


Justin akui foto yang ada di hadapannya kini adalah foto yang tercantik dan terlihat imut yang ia lihat saat ini di bandingkan foto foto Midea yang sexy yang pernah ia lihat sebelum ini.


"sampai ilang kangennya". sahut Dean polos.


Justin menarik sudut bibirnya. Lalu ia menarik ponsel dari sakunya dan membidik kamera ponselnya tepat ke arah papan iklan yang ada di hadapannya kini.


Lalu ia mengirimkan foto tersebut ke Alan seraya mengetikkan pesan kepada asisten nya itu untuk mencari tau sumber foto tersebut.


Sebenarnya Justin penasaran kenapa foto Midea bisa muncul kembali di dunia periklanan. Bukankah seharusnya foto foto Midea di singkirkan dahulu karena kasusnya.


Ting. Nada pesan masuk ke ponselnya yang berasal dari Alan.


Alan

__ADS_1


"itu foto lama nyonya Dea pak saat pertama kali ia menjadi brand ambassador pada produk minuman tersebut".


Justin


"oh ya?". Bukankah kontraknya sudah berakhir kan?". Jika pun mereka memasang kembali foto foto Dea di produk minuman mereka seharusnya mereka membayar Dea kembali kan?".


Alan


"seharusnya pak. Tetapi sepertinya mereka memanfaatkan kasus nyonya Midea untuk menaik kan pamor minuman mereka kembali pak. Karena yang saya tau minuman mereka jadi laku karena nyonya Midea juga pak. Apa lagi foto itu adalah foto sewaktu nyonya Midea baru bergabung di dunia modeling"


Justin


"cari tau pemilik minuman tersebut. Aku mau membuat perhitungan sama dia".


Alan


"baik pak".


Chat tersebut berakhir seiring melihat Dee yang sudah menguap serta matanya mulai mengantuk


"Dee. Udah ngantuk kan. Kita pulang ya?". Ajak Justin lembut.


Akhirnya batita itu pun mengangguk pasrah saat Justin menggendongnya. Justin coba mengambil balon dari genggaman tangan Dean tetapi di larang oleh anak itu.


"iya Daddy cuma bantuin megangin buat kamu kok sayang. Kamu tenang aja ya?". Sahut Justin tersenyum lembut melihat tingkah putranya yang memang menggemas kan itu.


"kamu dan kakakmu Keyra sama sama menggemaskan. Mungkin kalian adalah berasal dari bibit yang sama meskipun terlahir dari ladang yang berbeda". Gumam Justin di hatinya.


Justin berjalan menuju parkiran di mana Mona menunggu mereka. Mona yang melihat Dean di gendongan Justin dengan kepala yang terkulai di pundak Justin langsung membuka pintu belakang mobil dan meminta Justin untuk meletakkan Dean di jok belakang


"udah lama tidurnya?". Bisik Mona saat Justin selesai meletakkan Dean di jok belakang.


"belum lama ma" sahut Justin seraya memasukkan balon raksasa tersebut ke bagasi mobilnya.


setelahnya mereka meninggalkan taman bermain tersebut untuk pulang ke kediaman nya. Selama dalam perjalanan Mona tak henti hentinya menanyakan soal Dean pada Justin.


" bagaimana sih Tin Dee nya bisa lepas dari pengawasan kamu?". Tanya Mona bernada interogasi.


"aku lagi teloponan sama papa tadi ma". Sahut Justin yang berfokus pada jalanan.


"iya. Kamunya keenakan ngobrol sampai sampai kamu lupa kalau Dee sama kamu. Terakhir yah gini lah. Kamu panik dan mama juga ikutan panik. sampai sampai harus mengumumkan bahwa cucu mama hillang takutnya di ambil orang lain". Celetuk mona bernada kesal.


"Ngomong ngomong ketemu di mana nya?? ". Omel Mona di sertai dengan pertanyaan tentang Dean kembali.

__ADS_1


"iYa ma. ga jauh jauh dari tempat aku berdiri rupanya. Karena lagi rame makanya Dee nya ga keliatan ma". dusta Justin terpaksa.


""Untung aja cepat ketemunya. Coba kalau enggak. Atau ada orang jahat di sekitarnya. ahh entahlan Justin. Mama jadi ngeri kalau ngebayanginnya Tin" omel Mona.


"iya ma. Aku tau. Tapi Bukan cuma mama aja yang khawatir dan ngeri ngebayangin hal yang begituan tapi ya udah lah ma ga usah di ceritain lagi. Ntar Dee bangun tu". Elak Justin yang ga mau mendengar kata kata mutiara dari sang mama untuk saat ini.


"jadi pelajaran ya Tin". Pesan Mona menutup ceramahnya.


sesampainya di apartemen mereka. Justin langsung membawa Dean ke kamar pribadi nya. malam ini ia akan tidur bersama putranya selama Keyra masih berada di Jkt.


"nanti kalau malam malam Dee nya minta susu. Semua udah mama siapin di dapur di dekat dispenser ya Justin". Pesan Mona saat selesai menggantikan baju Dean dengan piyamanya.


"iya ma. Makasih". Sahut Justin tulus.


"mama ke kamar dulu. Mau istirahat ingat pesan mama tadi lho". Pesan Mona untuk mengingatkan kembali pada putranya itu.


"iya ma. Pokoknya mama tenang aja. Biar Dee aku yang urus malam ini. Mama istrirahat aja deh. Okey?". Pinta Justin.


"mmm...hati hati lho. Airnya jangan kepanadan nanti. Dengar ga?". Pesan Mona kembali yang kurang yakin akan pekerjaan putra nya itu dalam mengurus cucunya.


"oke boss". Sahut Justin mantap.


Akhirnya Mona pun berlalu dari kamar Justin dan memilih untuk masuk kamar serta merebahkan dirinya di atasa ranjang size king empuknya. Yah meskipun tidur malam ini tanpa suaminya.


Sementara Justin Yang baru saja membersih kan dirinya di kamar mandi langsung naik ke atas ranjangnya dan merebahkan tubuhnya di samping putra satu satunya untuk saat ini.


Yah saat ini hanya ada satu nama anak laki laki yang bertahta di hatinya yaitu


" Mykehl Deansyah. My son have a nice dream boy. Love you and keyra". Gumam Justin seraya mencium pipi gembul tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akunku


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


Zhil olshop

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2