She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Hanya nama yang bisa kumiliki


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini..


Flashback


setelah melihat postingan Rendy dan menelpon temannya itu. Arjun pun mengirim pesan ke Retha tentang kabar bahagia tersebut.


Arjun mengambil penerbangan siang setelah menyelesaikan pekerjaan nya dan juga sekaligus ia bisa mengajak Retha pergi bersamanya.


tetapi karena jadwal Retha yang sudah mulai padat karena bekerja di perusahaan suami sebagai asisten peneliti. akhirnya Retha menunda keinginannya untuk melihat sahabatnya itu.


...----------------...


Arjun masih terus memandang wajah tampan yang mungil itu. dia benar benar kagum akan makhluk ciptaan Tuhan tersebut.


"udahlah ga usah kau pandangi terus bayinya. ga akan menular ke mukak kau wajah ganteng nya itu". seloroh Rendy yang sedari tadi memperhatikan Arjun yang terus menatap kagum pada bayi Dea yang tertidur itu.


"biarlah. sirik aja kau". sahut Arjun sewot.


"Jasmine. kau doain aku ya biar nantinya anak ku gantengnya sama kayak anak mu". ujar Arjun


Dea yang sedang menikmati bubur kacang hijaunya menghentikan aksinya sejenak melihat dua jomblo itu yang sedang berdebat.


"ya kau carik lah bini dulu. baru kau minta saran dari si Jasmine bagaimana bikin anak yang ganteng kayak gitu. kawin bang kawin! ". timpal Rendy.


Dea menarik sudut bibirnya melihat dua orang yang selalu saja membuat dirinya tersenyum dalam keadaan apapun.


"ahh bancrit kau ini". protes Arjun.


lalu perdebatan terpaksa di hentikan lantaran si bayi menggeliat bangun dan mengeluarkan suara mungilnya pertanda protes jika perdebatan yang tak penting dua oomnya mengganggu tidurnya.


sontak ketiganya mengarahkan telunjuk mereka ke masing masing bibir mereka dengan maksud saling memperingatkan agar jangan berisik.


Akhir nya ketiganya tertawa kecil setelah sadar apa yang mereka lakukan.


"kau sih Ren. nyinyir kali macem omak omak". bisik Arjun.


Rendy yang menyadari kesalahan yang bermula dari dirinya tersenyum seraya menangkupkan kedua tangannya meminta maaf pada Arjun dan Dea lalu kepada bayinya Dea seraya berujar


"maaf kan oom ya sayang". bisiknya ke dekat box bayi itu.


"oh ya ngomong ngomong siapa namanya Jasmin? ". tanya Arjun yang kini bersuara pelan.

__ADS_1


Dea tersenyum dan berkata ". ada sih. tapi ntar ajalah tunggu keluar dari sini dulu".


"hmmm. lama kali lah". sahut Arjun kecewa.


"ga. besok pagi aku udah di ijinin pulang kok sama dokternya". balas Dea.


"ahh yang bener? ". tanya Arjun tak percaya.


"iya tadi pagi aku tanyak langsung sama dokternya". timpal Rendy yang masih betah duduk di samping box bayi.


Dea mengangguk meyakinkan Arjun. tak lama kemudian suara menggeliat gelisah bayi Dea terdengar. mulutnya seperti mencari sesuatu untuk di isap. Rendy yang memperhatikan gelagat sang bayi mengerti jika si bayi kini dalam mode kehausan.


"Jess sepertinya si ganteng haus". ujar Rendy seraya menggendong si bayi.


"bawa sini Ren". pinta Dea.


Rendy membawa si bayi ke hadapan Dea dan meletakkan nya ke pangkuan Dea. lalu Rendy mengajak Arjun keluar untuk memberikan privacy kepada Dea untuk menyusui.


"Jasmine kita mau ngopi dulu ya di kantin. ada yang mau di titip tidak? "ujar Rendy.


"untuk sementara ini belum ada". sahut Dea.


"ya sudah hubungi kami ya jika perlu apa apa". timpal Arjun.


"MyKehl Deansyah". bisik Dea pelan.


"itu nama kamu sayang". lanjutnya.


sebenarnya ia masih ragu memberikan nama tersebut pada bayinya. mengingat kisah perjalanan kehamilan dirinya yang tidak pernah di ketahui oleh Justin apalagi keluarga Ardiansyah. belum lagi konferensi pers yang di buat Justin jika sedari awal tidak ada pernikahan yang terjadi antara Justin dan dirinya.


tetapi menggunakan nama belakang Dea itu jauh dari kata mungkin. karena nama belakang dirinya bukanlah milik Dea yang sebenarnya. Dea tidak akan pernah mau menggunakan nama itu untuk anak anaknya.


akhirnya ia mengambil sepenggal dari nama ayah dan kakek dari bayinya. Dan menyatukan dengan namanya. setidaknya nama bayinya tidak terlalu kentara dengan pemilik Kehl Bio Company tersebut.


" anakku tidak akan di akui oleh ayahnya. tetapi setidaknya biarlah nama besar nya aku selipkan diantara nama anakku. darah daging kalian. hanya nama kamu yang bisa aku miliki Justin. cuma itu". bathin Dea yang mulai terisak.


lalu ia mendekap erat anaknya seraya menciumi pucuk kepala bayinya.


"bunda sayang banget sama kamu nak". ucap Dea dalam isaknya.


pintu tuas di buka dari luar. Dea membuang wajahnya ke arah lain seraya menyeka air matanya yang tumpah.

__ADS_1


seorang perawat dan bidan memeriksa kondisi Dea dan bayinya di karena kan penjadwalan akan pergantian shift. seorang perawat menangkap basah Dea sedang menyeka air matanya.


"bunda kenapa?. apa ada yang sakit? ". tanya perawat itu seraya mendekati Dea.


Dea tersenyum dan menggeleng kan kepalanya. lalu si perawat beralih ke bayi Dea yang sedang menyusui.


"apa di jepit lagi ya bun sama si dedek?". tanya si perawat itu lagi.


Dea tak menyahut. hanya menampilkan senyumnya. ia membiarkan perawat tersebut berspekulasi dengan pemikiran nya sendiri. sehingga ia pun tak perlu repot repot mencari alasan kenapa dirinya menangis.


"pelan pelan Dek nyusuinya. sayang itu bundanya". perawat tersebut menegur si bayi.


entah karena sudah merasa puas atau mendengar teguran si perawat terhadap dirinya. maka si baby Mykehl itu pun melepaskan mulutnya dari si ibu dengan mata yang tertutup.


Dea tersenyum melihat tingkah bayinya yang seolah olah mengerti apa yang di ucapkan oleh si perawat untuk dirinya.


"eh langsung di lepas". ujar sang bidan seraya mengambil si bayi dari tangan Dea.


si perawat terkekeh geli melihat si bayi yang kini tertidur pulas


"anak pinter..". ucap si perawat seraya mencatat tekanan darah Dea.


"Alhamdulilah semuanya normal ya bun. besok pagi sudah bisa pulang ya kata dokter nya?". tanya si perawat basa basi yang sebenarnya ia sudah mengetahui kondisi Dea yang sudah bisa di pulangkan.


"iya mbak". sahut Dea tersenyum.


setelah di rasa telah memenuhi tugasnya lalu keduanya pun pamit dan ber say goodbye dengan bayi Dea


"besok pagi kita jumpa lagi ya Dek. dadah" ucap perawat dan bidan tersebut ke pada bayi yang masih tertidur pulas tersebut.


sementara Dea merebahkan dirinya untuk melepaskan rasa penat yang menderanya karena situasi yang mulai di ajak bergadang oleh bayinya jika kehausan.


ia tidur menyamping menghadap box bayi dengan satu tangannya berada di box bayi agar ia bisa terjaga jika ada seseorang yang menyentuh bayinya.


...----------------...


NB: seorang ibu akan menjaga anaknya walau selelah apapun ia akan melindungi nya meskipun dalam keadaan tertidur sekalipun


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


berikan cinta kalian kepada sang penulis berupa like, vote, komen, rate, fav dan hadiah 😊 . agar yang nulis tambah semangat buat nge up.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2