She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Nenek, Kakek dan Oom Siaga


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini..


Alma dan Dea masih berada di restoran untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa. Alma yang masih berkutat pada pembukuan. sedangkan Dea masih saja meracik bumbu bumbu yang akan di gunakan untuk menu masakan besok pagi.


sebenarnya tante Alma telah melarang Dea untuk bekerja di restoran. Alma selalu menyarankan Dea agar melakukan aktifitas ringannya di rumah saja. mengingat usia kandungan Dea telah memasuki Hari penetapan lahir.


meskipun begitu tetap saja Dea enggan jika hanya menghabiskan waktu di rumah seharian. karena itu Dea selalu menyusul Alma ke restoran meskipun akhir akhir ini Alma dengan sengaja selalu meninggalkan nya di rumah dengan cara Alma pergi di waktu pagi pagi sekali ketika waktu akan memasuki waktu subuh.


seperti hari ini Dea tetap menyusul Alma dan menghabiskan waktunya seharian di restoran membantu Alma. meskipun terkadang ia sesekali merasakan kontraksi di perutnya. tetapi karena ia berfikir itu hanyalah kontraksi palsu dan karena itu pun juga Dea tidak terlalu memperdulikan nya. ia tetap melakukan aktifitas seperti biasanya. karena sebelumnya Dea juga memeriksakan diri dan juga mencari informasi mengenai tanda tanda akan melahirkan.


saat ini Dea hampir menyelesaikan racikannya dan akan bersiap siap untuk membereskan dapur dan menyisihkan sebagian peralatan dapur yang kotor. lalu tiba tiba..


"akh". pekik Dea pelan seraya mengelus ngelus perutnya.


rasa ngilu dan tekanan di bawah perutnya datang menghampiri nya lagi. kali ini sedikit lebih kuat dari yang kemarin ia rasakan. Dea menarik dalam napasnya dan melanjutkan kembali pekerjaan nya. ia melirik perut buncitnya seraya menekan sedikit di bawah perut nya.


"Deeek". ia memanggil bayi di perutnya.


"akh". pekiknya kembali.


seolah olah bayinya merespon saat Dea memanggil bayinya. Dea tersenyum seraya menahan sakit serta ngilu. Dea menarik dalam nafasnya kembali. lalu bangun dari duduknya dan memilih berjalan mondar mandir di sekitar ruangan dapur.


Alma yang baru saja menyelesaikan pembukuan hari ini seketika itu juga melirik ke arah kaca dapur. sekilas ia melihat putri angkatnya itu berjalan mondar mandir dengan tangan kiri memegang pinggang kirinya, sedangkan tangan kanannya mengelus ngelus perutnya. ia pun memperhatikan Dea yang mulai kesulitan dalam mengatur nafasnya.


Alma pun bangkit dari duduknya dan melangkah menuju dapur menghampiri Dea.


"Jasmine". panggil Alma yang sedari tadi melihat Dea mengelus perut nya dengan wajah yang meringis seperti menahan sakit.


Dea tak menyahut tapi memalingkan wajahnya ke Alma. ia tersenyum ke Alma dengan senyum yang di paksakan akibat rasa ngilu dan tekanan yang ia rasakan sekarang ini.


"apo sakit lagi? ". tanya Alma khawatir.


Dea mengangguk kan kepalanya pelan. lalu berjalan jalan kembali.


"kita ke rumah sakit sajo yo? ". saran Alma.


Dea menghentikan langkahnya dan Dea menggeleng pelan.


"ayolah. dari pada kenapo napo". ajak Alma.

__ADS_1


"paling cuma kontraksi palsu lagi tante. di bawa jalan jalan bentar mungkin hilang". sahut Dea.


"kalau ternyata sudah bukaan pertamo gimano? ". tanya Alma menerka nerka.


"berarti masih panjang dong perjalanan nya". kekeh Dea dengan wajah yang masih meringis.


Alma menggeleng heran lalu berkata


"bisanyo awak bercanda dalam keadaan begini".


"biar ga stres tante". sahut Dea mencoba tersenyum meskipun saat ini yang ia rasakan semakin ngilu di sela sela pahanya.


lalu Alma mengambil satu botol yang berisi sari kurma. ia berniat menyendokkan ke mulut Dea.


"ini minum dulu sari kurma nyo. biar lancar persalinan nyo". ujar Alma seraya membawa sendok berisi sari kurma tersebut ke mulut Dea.


awalnya Dea ragu lantaran ia segan menerima suapan tersebut dari seseorang yang baru beberapa bulan lalu di kenalnya. selama dalam ingatan Dea, belum pernah ada yang memperlakukan nya seperti anak kecil yang di suapi ibunya. tetapi Alma memaksa untuk membuka mulutnya.


"ayok. buka mulutnya Jasmine". pinta Alma sekali lagi.


lalu Dea pun membuka mulutnya sedikit. dan tentu saja kesempatan ini tidak di sia siakan oleh ibu separuh baya itu. Alma tersenyum puas karena telah berhasil menuntaskan tugasnya sebagai seorang ibu sekaligus perawat. yah meskipun Calon ibu yang di hadapannya ini tidak lahir dari rahimnya tetapi sedari awal ia melihat Jasmine dalam sosial media ibunya. Alma memang sudah jatuh hati pada putri kandung almarhumah temannya ini.


itulah kenapa jika sebuah kecelakaan yang menimpa Jasmine di hampir empat tahun yang lalu ia begitu sangat kehilangan.


Dea pun menuruti permintaan Alma. sembari mengatur nafasnya Dea pun mencoba duduk dengan menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi makan yang ada di dapur tersebut.


Alma melihat jam dinding. waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Alma pun bergegas membereskan dapur. mengunci Restoran lalu mengajak Dea pulang saat itu juga.


setibanya di rumah. Alma meminta Dea untuk masuk ke kamarnya dan menyuruhnya untuk segera beristirahat. malam ini Alma menginap di kamarnya Jasmine demi untuk berjaga jaga jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi tengah malam.


Alma pun tak lupa memberi pesan ke suaminya agar tetap bersiaga.


"iyo dek. uda tak lupa pesan nyo. segera telpon ambulance kalau Jasmine mulai kesakitan. iyo kan dek?? ". sahut Uda Danang yang mengantar istrinya hingga ke pintu masuk rumah Jasmine.


"iyo uda. udah yo. ambo masuk dulu. uda hati hati dirumah. jadilah atok yang siaga". pesan Alma.


"iyo dek". sahut Danang.


lalu uda Danang pun pamit dan masuk ke rumah mereka sendiri. sementara Alma pun tak lupa menelpon ke Rendy agar mempersiapkan satu ruang khusus untuk Dea jika memang benar malam ini Dea akan melahirkan.

__ADS_1


"beneran ni tante Jasminenya mau lahiran malam ini? ". tanya Rendy penasaran.


"tante belum tau lagi Rendy. karena sedari tadi tante perhatikan si Jasmine nyo sudah mulai sakit sakitan". sahut Alma.


"loh kenapa ga di bawa kerumah sakit aja tante". saran Rendy.


"indak mau dia nyo. katanya cuma kontraksi palsu". sahut Alma.


"di bujuk aja tante. supaya bisa di check up sama dokternya dari pada terlambat. bukannya ini udah waktu nya dia lahiran kan tante?". ujar Rendy.


"besok pagi tante coba bujuk lagi. Seperti nyo dia sudah tidur". sahut Alma seraya melihat ke arah pintu kamar Inka yang sedari tadi tak ada terdengar aktifitas apapun dari dalam kamar tersebut.


"malam ini tante tidur di sini. buat jaga jaga. kamu ponselnya jangan di silent ya. jadi kalau ada apo apo tante bisa langsung telpon kamu". pinta Alma.


"siap tante. minggu ini saya bakalan jadi om siaga buat keponakan pertama". sahut Rendy mantap.


"trimakasih yo Rendy. semoga Allah membalas semua kebaikan mu selama ini". doa Alma


"Aamiin. makasih tante. ya udah tante istirahat dulu ya. jangan terlalu banyak mikir. nanti tante kecapekan lagi. gagal dong jadi nenek siaganya". pinta Rendy dengan kekehan.


"ahh kamu bisa sajo nak Ren. ya sudah tante istirahat dulu yo". sahut Alma geli mendengar candaan Rendy.


"iya tante. assalamualaikum". sahut Rendy


"Waalaikumsalam". balas Alma


mereka berdua menutup ponselnya. meskipun masing masing mereka mengistirahatkan tubuhnya. tetapi masing masing mereka tetap teringat tugas dari menjadi nenek, kakek dan oom siaga darurat untuk Jasmine mereka saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan


like


vote


komen


rate

__ADS_1


fav


poin


__ADS_2