She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Di pernikahan Andra


__ADS_3

# semoga happy tuk membaca kembali ya readers 😘


Dua hari terlewati. akhirnya acara ijab kabul dan juga pesta pernikahan Cindy dan Andra pun tiba juga. seluruh dua keluarga hadir bersatu untuk acara sakral tersebut.


di apartemen miliknya Andra. bapak dan ibu sedang menanti Andra menyetel tuxedo pernikahannya oleh MUA untuk proses ijab kabulnya di pagi ini. setelah selesai sang ibu tersenyum haru melihat sang putra yang akhirnya menikah juga. apa lagi pada gadis pilihan ibunya yang dulu.


jika sebelum nya ibunya begitu shock akan perbuatan calon mantunya itu. tetapi seiring waktu berjalan lambat laun, sang ibu bisa menerima bahwa gadis yang di kiranya bernama Ningsih, seorang gadis yang cupu ternyata adalah seorang gadis yang cantik dan berpendidikan.


"Andra". panggil ibunya pelan.


"putra ibu satu satunya. akhirnya kamu menikah juga". lanjut sang ibu.


"oalah mulai deh si ibu mendramatisir". celetuk sang bapak.


"iya ni si ibu memang gitu dari dulu". timpal Indri.


sedangkan Angga sang kakak ipar juga ikut tersenyum melihat pemandangan harmonis dari keluarga sang istri.


Andra tersenyum seraya membenarkan ujung kancing lengannya. lalu ia pun memeluk sang ibu.


"iya ibu. hari ini Andra menikah. doakan supaya pernikahan Andra bahagia". ucap Andra tulus pada ibunya.


"tentu saja nak. ibu selalu mendoakan anak anak ibu bahagia di dunia maupun di akhirat". ucap sang ibu tulus.


...----------------...


sementara di tempat acara seluruh kerabat hadir tanpa terkecuali teman teman kampus Cindy yang dulu. Cindy tampak anggun dalam balutan busana putih yang di rancang khusus untuknya. semua mata mengagumi kecantikan Cindy yang memang di kenal gadis tercantik di kampusnya.


"cieeeee yang mau nikahan sama si pujaan hatinya". cibir Retha bercanda.


"hahaha akhirnya nyampe juga cinta lu ke sang kekasih". timpal Merry.


"makasih ya buat dukungan nya selama ini". sahut Cindy merona bahagia.


"iya cin.. semoga langgeng dan bahagia sampek jadi kakek dan nenek". kekeh keduanya.


sementara di halaman Hotel mewah milik keluarga Cindy. Justin dan Indra bergosip ria membicarakan sahabatnya itu mengenai hubungan cinta mereka yang riweh dulunya. sedangkan Satria yang berada di antaranya hanya bisa mendengar kan dan sesekali ikut menimpali kelakuan mahasiswi nya itu.


"hah.. yang bener bang si Cindy nyamar jadi gadis culun? ". tanya Satria penasaran.


"iya dek. mahasiswa kamu itu bikin Andra tak berkutik sama sekali baik saat dia jadi betty la fea mau pun jadi cinderella". seloroh Justin.


"maksudnya gimana sih?. ga ngerti aku bang". tanya Satria makin penasaran.


lalu kedua nya secara bergantian mengisahkan kisah Andra dan Cindy saat Cindy dalam pelariannya. begitu pun cerita di akhiri dengan pernyataan Satria yang juga ikut ikutan membantu Retha yang mencari Cindy yang kabur berselang beberapa bulan setelah insiden yang menimpa Jasmine.


"kenapa semuanya pada kebetulan ya?". gumam Satria yang heran akan kehidupan pada orang orang di sekitarnya.


"itu namanya udah jodoh dek. mau di buat gimana pun. dan si Andra mau nolak calon istrinya dengan cara apa pun. toh akhirnya mereka nikah juga. ya ga? ". ujar Indra.

__ADS_1


"iya bang. bener banget tu". sahut Satria.


...----------------...


"Tha". panggil Cindy pelan.


"Jasmine mana Tha? ". tanya Cindy yang sedari tadi tak melihat temannya itu.


"tu". Retha menunjuk ke Dea yang sedang merapikan Jas putranya.


"Jasmine sini". Retha memanggil Dea agar mendekati mereka.


Dea tersenyum dan mendekati mereka seraya menggenggam jemari anaknya. lalu Retha mengambil ponselnya dan meminta salah satu bridesmaid yang terdiri dari anak anak remaja yang di undang khusus sebagai bridesmaid nya Cindy dan Andra.


"kita foto dulu ya". ajak Retha.


lalu tiga sekawan yang di mana Midea dan juga Dean juga ikut masuk dalam jepretan anak remaja tersebut.


"keren deh kita kalo kayak gini". ucap Retha menunjukkan hasil fotonya kepada teman temannya itu.


sementara Jasmine netranya tidak pernah lepas dari penampilan Cindy yang cantik bak putri raja. fikiran nya menerawang jauh saat pernikahan nya dengan Justin. hanya pernikahan yang ia paksakan. Midea memalingkan wajahnya berusaha membuang kenangan buruk tersebut.


"bunda ada ayah sama papa. Dee boleh ke sana ga? ". tanya Dean.


"mana? ". Midea mencari cari sosok yang di maksud Dean.


"itu bunda". sahut Dean seraya menunjuk kepada Rendy dan Arjun yang datang bersamaan.


lalu Dean pun pergi menyusul dan menyambut dua jomblo tampan tersebut dengan riang.


"ayah.. papa". pekiknya seraya berlari kecil mendekati dua jomblo tampan tersebut.


sontak saja hal ini mengundang perhatian pada tamu yang hadir menyaksikan aksi bocah kecil itu. termasuk Indra dan Justin yang melihatnya dari kejauhan di tempat duduk mereka. sementara Satria mencari sang istri.


"itu bukannya anak bule kemaren ya Tin. waktu kita nongkrong di kafe". ujar Indra.


"mana? ". tanya Justin yang celingak celinguk


tetapi perhatian fikiran Justin seketika teralihkan saat rombongan pengantin lelaki tiba di tempat acara ijab kabul. mesjid kecil yang di bangun di sebelah hotel mewah yang telah di sulap menjadi acara ijab kabul khusus hari itu.


"Andra tuh". celetuk Justin.


Indra pun mengikuti tatapan Justin kepada sahabat nya itu. mereka menyambut rombongan pengantin pria yang datang ke halaman mesjid.


"lu berdua ya bisanya nongkrong di sini. bukannya nemenin gue kek dari apartemen.". sungut Andra yang berjalan pelan memasuki mesjid.


"kan kita berdua perwakilan dari pengantin wanita nya". ujar Indra yang sebenarnya ia di mintai Justin untuk menemaninya sebagai perwakilan dari pihak perempuan.


"apa hubungannya kalian sama bini gue toh yang lebih dekat sama kalian ya gue lah. bukan........". Andra terpaksa menghentikan kata katanya lantaran dua karibnya mengejek nya.

__ADS_1


"cieeeeeeeee.... bini.... ". ejek keduanya.


mereka berdua tertawa sementara Andra bersemu merah karena di becandain oleh temannya.


sedangkan anggota keluarga yang mendengar celotehan mereka juga ikut tertawa.


"makanya dulu ibu sering bilang sama Andra jangan benci benci ntar jadi Cinta beneran lho". timpal sang ibu.


"hahaha iya bu.. bener tu.. ". sahut keduanya dengan kekehan.


"apaan sih.. ibu ni lagi. udahan ah.. lu lagi Justin. kayak ga pernah aja termakan kata kata lu sendiri". Andra mengingat kan masa lalu Justin.


"yang mana bro. ada aja lu". elak Justin.


"bocil. alergi sama bocil. tapi bocil lu kawinin juga". dumel Andra.


Justin terdiam seketika ia teringat mendiang istrinya, Namira. dan bersamaan itu pula rombongan pengantin wanita masuk dan menempati tempat yang telah di sediakan untuk proses ijab kabul tersebut.


Andra terpana akan kecantikan sang putri tidur yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya. sementara dari kejauhan seorang Dea menatap pengantin pria yang di apit oleh salah satu yang Dea kenal, yah dialah Justin.


Dea melihat Justin saat memasuki mesjid. sontak ia menghentikan langkah nya untuk masuk ke mesjid. sebisa mungkin ia menghindari pertemuannya dengan Justin. ia tidak mau bertemu dengan Justin kembali. ia belum punya senjata untuk bisa lari dari Justin. terlebih saat ini Dean bersamanya.


"bunda ayok masuk. kok cuma berdiri di sini aja". ajak Dean.


"bunda sakit perut ni nak. bunda mau ke toilet dulu. Dee temanin bunda yuk. sebentar aja". dusta Dea seraya mengenggam lengan putranya melangkah menjauh dari mesjid.


tetapi baru juga beberapa langkah menjauh dari mesjid. Keyra datang memanggil Dea.


"bunda mau kemana? ". tanya Keyra.


"ehh..Keyra.. mmmm.. . bunda sakit perut jadi bunda mau ke toilet dulu". dusta Dea kembali.


"Dee mau kemana bunda? ". adik Dee nya sama aku aja bun.. biar aku sama yang lainnya yang jagain". ujar Keyra.


Dea ragu untuk menjawab. tetapi jika Dee bertemu Justin dan keluarganya bisa bahaya.


lebih baik menghindari dari pada harus menjadi runyam masalahnya.


"ga usah kak. biar Dee yang temanin bunda ke toilet sebentar. udah kakak masuk aja sana. nanti umi nyariin". titah Dea.


"ya udah deh. bunda cepat balik ya". ujar Keyra.


"iya kak". sahut Dea lalu buru buru melangkah menjauh dari Keyra.


"ya udah Dee temani bunda duyu". ujar Dean tiba tiba seraya memalingkan wajahnya ke belakang dimana Keyra masih berdiri di ujung teras mesjid.


Dea melangkah cepat seraya mengenggam erat lengan putranya agar tidak terlepas darinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


__ADS_2