She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Justin yang mulai melunak perasaannya terhadap Dea


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Sesampainya di ballroom hotel seluruh mata para model yang menjadi ambasador dari setiap produk KBC memandang takjub pada Justin dan kedua anaknya.


mereka saling bergumam kagum di hati mereka masing masing terhadap Ceo dari produk yang mereka bintangi.


Justin melepaskan genggaman tangan dari kedua anaknya dan menyerahkan pada Mona dan Arfan. Lalu mengambil posisi duduk di antara para tamu yang di undang untuk peluncuran iklan online dari setiap model yang menjadi ambasador produk produk dari KBC.


Justin membuka mukadimahnya sejenak lalu memulai acara peluncuran video video iklan tersebut. Lalu setelahnya mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang di sediakan khusus malam ini.


Arfan dan juga Mona ikut turut menjamu para tamu yang hadir di hotel mereka. Sementara Dean dan Keyra sedang menikmati makanan nya di temani oleh Alan yang beberapa menit lalu tiba di tempat ini bersama Indra.


Sementara Justin menjamu para model ambasaddor di satu meja. Awalnya Justin sedikit gerah di antara wanita wanita cantik itu hingga akhirnya ia terbiasa saat seorang model bernama nyonya Celindra pratama duduk di sampingnya.


"saya tau bapak risih. Tapi percayalah tidak semua para model seperti yang bapak fikirkan.". Celetuk Celine tiba tiba setengah berbisik.


.


sebelumnya Celine telah di ingatkan oleh sang suami agar jangan terlalu banyak bicara dan tertawa apa lagi bersikap berlebihan pada putra dari koleganya. Karena akan menjadi bumerang bagi Celine nantinya dan juga perusahaan Aditama


Justin hanya tersenyum simpul menanggapi komentar dari istri koleganya sang papa. Lalu mereka pun melanjutkan jamuan makan tersebut hingga selesai. Justin segera pamit untuk menemui kedua anaknya. Sementara Celine masih asyik mengobrol dengan para model yang lain.


"maaf mas telat datang. nanti kita pulang bareng ya". Ucap seorang pria tampan yang tak lain adalah suami dari Celindra yang baru saja tiba dan langsung menghampiri istrinya.


"its oke mas". Sahut Celine sumringah seraya menyambutnya.


"mas udah makan. Sini aku temenin. Yang lain udah pada siap kok. Jadi tinggal kita berdua di meja ini. Hihihi..". Kekeh Celine saat melihat teman temannya pada pamit untuk bergabung dengan masing masing managernya.


"udah. Tadi sama klien. Gimana jamuan makan nya. Lancar?. Kamu ga banyak omong kan sama anaknya pak Arfan?". Tanya Tama penuh selidik.


"hmmm...curiga amat sih. Ga sayang tenang aja. Aku cuma bilang sama pak Justin ga semua model seperti yang beliau fikirkan". Sahut Celine.

__ADS_1


"hah. Kamu ngomong gitu?".Terus dia ngomong apa?". Tanya Tamy terhenyak.


"just smile". Sahut Celine seraya melebarkan senyum nya.


Tama melirik istrinya sekilas lalu menggeleng gelengkan kepalanya. Beberapa menit kemudian Arfan datang menyapa suami istri tersebut lalu mengajak bergabung di meja keluarga.


"punya cucu pasti rasanya menyenangkan ya pak?". Tanya Tamy basa basi melihat Dean dan Keyra yang sedang bercanda berdua di temani Mona dan Justin.


"ya begitulah. Rasanya kangen kalau ga melihat mereka sehari". Sahut Arfan.


lalu Celine ikut nimbrung bersama Mona dan anak anak. Sementara Justin memilih bergabung bersama para pria membahas bisnis dan membangun kolega baru dengan Tamy.


suara ponsel Arfan mengharuskan dirinya meninggal kan percakapan antara sesama pria itu. Akhirnya hanya tinggal Tamy dan Justin yang membahas dari sisa percakapan bersama Arfan. Awalnya percakapan biasa sesama para bisnis hingga akhirnya percakapan tersebut menyentuh ranah keluarga masing masing terutama istri.


Awalnya Justin malas membahas soal istri. tetapi ada rasa ketertarikan saat Tamy menceritakan awal mula pria itu bertemu Celindra yang seorang mantan model dari Xander agency. Yang saat ini adalah istri sah dari pengusaha pabrik peralatan cleaning service itu.


Mendengar Xander Agency tentu saja membuat Justin tertarik untuk mendengar bagaimana roda manajemen di mana seorang Midea dulunya bernaung di bawah manajemen tersebut.


"apa karena anda mencintainya?". Tanya Justin seraya mengikuti tatapan netranya Tamy.


Tamy menggelengkan kepalanya pelan. Lalu Tamy mulai bercerita mengenai kisah istrinya selama berada di agency Xander yang harus di beri pilihan untuk melayani para big boss baik dalam kencan biasa maupun kencan panas.


"pemilik agency tersebut memang tidak memaksa tetapi mereka di buat keadaan menjadi terpaksa agar para model model nya bisa memiliki side job selain menjadi seorang model dengan cara yah seperti itulah. Anda mengerti kan maksud saya". Jelas Tamy.


"apakah harus membayar jika mereka menolak dari setiap jadwal kencan tersebut?". Tanya Justin penasaran.


"hmm.. tergantung siapa pria yang mereka tolak". Sahut Tamy.


lalu Justin mulai mengoreksi informasi melalui Tamy tentang karakter asli dari model model tersebut.


"sebenarnya kebanyakan dari mereka gadis baik sih. Hanya keadaan mereka yang tak beruntung yang pada akhirnya mereka memilih menjadi model di xander agency tersebut lantaran tidak ada agency lain yang mau menerima karena ketatnya persaingan". Jelas Tamy.

__ADS_1


"di agency lain semua model di seleksi baik fisik dan mentalnya. Dan juga ini nya". Tunjuk Tamy ke sudut kanan keningnya.


"wajar jika di xander agency mereka hanya menjalani apa yang harus di jalani tanpa punya tujuan mau kemana mereka setelah ini. Jika pun ada yang berprestasi hanya satu dua yang terlahir dari situ. Selebihnya nonsense" lanjut Tamy menjelaskan panjang lebar.


lalu Tamy menceritakan kembali tentang istrinya yang menjebak dirinya karena terpaksa. Tamy menceritakan jika sebelum nya ada seorang pria tua bangka yang sedang berkencan biasa dengannya nya lalu memaksa nya untuk ke kencan yang lebih panas lagi.


"aku pikir itu akal akalan dia saja untuk bisa menikahi pria kaya seperti ku. Nyatanya dia memang menyerahkan semuanya padaku. Sungguh gadis yang malang. tetapi aku mulai menyukainya saat itu". Ujar Tamy dengan wajah tersipu mengingat malam itu.


Malam di mana mereka menghabiskan malam bersama dan saling melepaskan kesucian mereka masing masing tanpa saling kenal.


Sementara Justin hanya menjadi pendengar budiman seraya mengingat malam pertama di mana Midea menjebaknya untuk pertama kalinya dan malam berikutnya sehingga terjadilah pernikahan yang terpaksa Justin jalani.


"tidak semua yang kita lihat adalah kebenaran nya tetapi Bisa jadi justru kebalikannya". Ucap Tamy seraya tersenyum menatap Celine.


Sementara Justin mulai berfikir ulang mengenai perasaan benci yang ia tanamkan selama ini pada Midea. Apa lagi setelah membaca buku diarynya Midea. Ada perasaan lain yang berubah tentang pemikirannya akan Midea. Entah apa itu ia pun tak mengerti.


Yang jelas perasaan Justin sekarang sudah mulai melunak saat memikirkan Midea.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2