
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
Justin meletakkan kunci di atas nakas dari kamarnya. Ia langsung masuk ke kamar mandi dan mengguyur dirinya di bawah shower sekedar menghilangkan rasa gerah yang menyeruak. Hari ini ibu dan anak itu telah sukses membuat otak Justin memikirkan mereka seharian.
Dea dan Dee adalah dua nama yang memenuhi ruang di kepalanya Justin. ia tak habis fikir bagaimana Dea bertahan selama ini dengan kehamilannya tanpa uang dan keluarga. Apakah mereka yang terlalu naif karena penampilan Dea sebagai Jasmine yang membantu wanita itu selama ini.
...----------------...
Persidangan Midea di tunda hingga besok. Dea yang kini sudah mulai tampak putus asa tidak menyentuh sedikitpun sarapannya. Ia hanya menatap nasi putih yang di beri kecap dengan telur dadar dan kerupuk serta ada terselip cabe yang sedikit gosong. Mereka menyebutnya nasi goreng. Tetapi bagi Dea ini adalah nasi pakan untuk ayam.
Saat Dea hanya meminum teh manis yang mulai berkurang rasa hangatnya Ia di beritahukan oleh seorang petugas jika ada seseorang yang datang untuk membesuknya pagi itu.
Dea mengikuti petugas tersebut ke ruangan tunggu di mana seorang wanita cantik seumuran mama Justin menunggunya. Wanita yang bernama Sonya itu tersenyum menatap Dea yang juga sedang menatap kepadanya.
"hallo sayang. apa kabarnya?". Tanya Sonya tersenyum ramah.
Dea tak menyahut melainkan menarik kursi yang ada di hadapannya. Jarak mereka berdua hanya berjarak satu meter karena di halangi oleh sebuah meja di antara keduanya.
"ada maksud apa tante datang ke sini?". Tanya Dea datar.
Sonya tersenyum lalu mengeluarkan beberapa kotak ice cream dengan varian rasa dari merk tertentu.
"tante sengaja bawain ini untuk kamu sayang. Bukankah dulu kamu sangat menyukainya?". sahut Mona seraya mendorong semua kotak ice cream ke hadapan Dea.
Dea hanya bergeming menatap kotak kotak ice cream tersebut. Dulunya ia memang menyukai ice cream dari merk tersebut. Tetapi semenjak ia bisa membuat sendiri bersama dengan Arjun ice creamnya. Dea lebih menyukai ice cream buatan tangannya dan juga buatan tangan Arjun.
"terima kasih tante". Sahut Dea datar.
"katakan saja maksud kedatangan tante kesini. Ada apa?". Tanya Dea yang memang tau tujuan orang orang seperti Sonya menemui nya jika ada maksud tertentu.
"jangan begitu sayang. Maksud kedatangan tante kesini adalah menawarkan bantuan untukmu. agar kau bisa mendapatkan kebebasan segera". Sonya mulai mengutara kan niatnya.
"maksud tante?". Tanya Dea yang mulai tertarik akan tawaran dari wanita yang dulunya sering bersamanya saat di agency.
"kembalilah pada tante. Tante pastikan hidupmu akan kembali bersinar seperti dulu. seorang klien yang paling setia sudah lama menantimu.Dia yang nantinya akan menjamin hidupmu dan akan menjadikanmu ratu di istananya". Ucap Sonya menyeringai licik.
__ADS_1
"seseorang??". Siapa??". Tanya Dea datar tetapi bernada penasaran.
Sonya menggelengkan kepalanya pelan.
"rahasia sayang. Dia memang sudah lama mencarimu. Saat ini dia memang tidak bisa mempublikasikan dirinya karena kasusmu sekarang ini Midea. karena ini sudah pasti akan mempengaruhi sahamnya. Tetapi dia akan menjamin kebebasan mu segera jika kamu menuruti kata kata tantemu ini sayang". Bujuk Sonya.
"aku tidak butuh bantuan tante". Tolak Dea.
Sonya menghela nafasnya sesaat.
"Midea sayang. Kamu fikirkan kembali tawaran ini. Mau sampai kapan kamu di sini terus menjalani persidangan dan hukuman yang tidak pasti".
Midea masih bergeming. Sementara Sonya terus mebujuknya dengan kata kata yang pada akhirnya Midea membuka suara.
"apakah aku bisa hidup seperti yang aku inginkan?". Tanyanya bernada harap.
"tentu saja sayang. Setelah kau menemui klien kita dan mengucapkan terima kasih padanya". sahut Sonya seraya tersenyum licik.
Midea masih membisu karena dirinya masih ragu untuk menjawab. Tetapi Sonya merasa Midea akan mengikuti sarannya kali ini. Nada pesan terdengar di ponselnya. Ia melihat pesan penting dari seorang klien yang sangat penting baginya.
lalu ia pun pamit meninggalkan Dea seorang diri dalam kebimbangannya. Tanpa mereka sadari jika sedari tadi ada seorang perempuan yang mulai memasuki usia lima puluh tahunan sedang mendengar percakapan antara Sonya dan Midea.
Dengan mengepal erat tangannya Alma melangkah mendekati Midea yang tampak terkejut karena kehadiran dirinya.
"tan..te..Al...ma". Ucap Dea terbata dalam keterkejutannya.
Alma hanya diam menatap Midea seraya memperhatikan raut wajah yang dia kira Jasmine selama ini. Kini kedua nya saling menatap dengan perasaan yang berbeda. Dimana Alma menatap Dea dengan perasaan marah karena merasa di bohongi selama ini.
Awalnya Alma tak percaya pada segala pemberitaan yang terdengar di telinganya. Sampai tadinya ia mendengar sendiri pembicaraan antara Sonya dan Midea.
Sedangkan Dea sendiri menatap penuh harap Alma akan membantunya lagi seperti saat ia melarikan diri dari rumah sakit jiwa dan orang orangnya Justin.
"tante Alma kemari apakah ingin membebas kan aku??". Tanya Dea penuh harap.
Sementara Alma menatap Dea dengan sorot mata tajam. saat tatapan mata Alma mulai menunjukkan rasa amarahnya . Akhirnya Dea menyadari jika wanita yang ada di hadapan nya ini sedang menatapnya marah. Ia menundukkan pandangannya untuk menghindari tatapan Alma.
__ADS_1
"kenapa?". Tanya Alma datar.
Dea memilih diam saat tau arah pembicaraan Alma mengarah kemana. karena ia sendiri pun tidak tau harus menjawab apa.
"kenapo awak bohong sama ambo ??". Tanya Alma mencoba bersabar mengahadapi perempuan yang tampak merasa bersalah dari raut wajahnya.
"kenapo awak tega menggunakan nama anak sebaik Jasmine. Kenapo Midea??". Tanya Alma bernada marah.
Dea semakin menundukkan pandangannya. Kali ini ia benar benar merasa bersalah pada wanita paruh baya itu. tetapi ia sendiri pun tidak tau harus menjawab apa. Dea kehilangan kata kata untuk membela dirinya yang sudah di anggap hina bagi semua orang.
"jawab Midea Hasxander!!". hardik Alma.
Dea masih membisu. Sebab baru kali ini Alma memarahinya seperti ini.
"aku terpaksa". Sahut Dea pelan.
"apo awak bilang. Awak terpakso. Harusnya awak kasih tau ambo dan menceritakan semuanyo tentang masalah awak Dea. jika saja awak jujur sedari awal indak ada rasa ambo di bohongi oleh perempuan macam awak. Awalnya ambo indak percaya pada berita berita yang terdengar. Tapi saat awak mendengar semua percakapan awak dengan perempuan macam itu tadi. Ambo benar benar kecewa!". Ujar Alma bernada sangat marah.
Dea semakin menundukkan pandangannya. Ia semakin di rundung rasa bersalah.
"maaf". Ucap Dea pelan.
"maaf??". Memang seharusnya kata kata itu yang harus awak ucapkan dari dulu Midea". Sahut Alma menahan geram.
Sedangkan Midea semakin membisu. Tak ada lagi kata yang harus ia ucapkan selain kata maaf pada wanita yang telah menolongnya dengan tulus selama ini. Ia pikir dua tamu yang datang di jam besuknya akan sama seperti Arjun membesuknya tempo lalu. Nyatanya jauh dari yang ia sangkakan pada wanita yang ia pikir bisa mencurahkan isi hatinya saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
__ADS_1
#Hazhilka