She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Debat


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini.


Andra kembali ke apartemennya dengan hati yang galau. ia masih memikirkan perkataan Satria tentang jasmine. di dalam hatinya terselip rasa iba dan merasa ingin melindungi gadis itu dari kerasnya hidup.


Andra yakin apa yang terjadi selama Jasmine menghilang ada lah sesuatu yang buruk yang terjadi pada hidupnya sehingga membuat gadis itu trauma yang menyebabkan ia tak mampu mengingat siapa dirinya yang sebenarnya.


"akh.. Jasmine". pekik Andra seraya melonggarkan dasinya.


ting.. sebuah pesan masuk ke ponsel Andra dari Cindy. Andra membaca pesannya yang menanyakan dirinya sudah pulang dari kantor apa belum. Andra membalas sekedarnya dan meletakkan ponsel tersebut ke atas nakas. lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


rasa gerah menyeruak di tubuhnya. ia berfikir mengguyur tubuhnya di bawah shower akan membuatnya lega karena debat di hatinya.


sementara Cindy termangu menatap layar ponselnya yang baru saja ia baca balasan pesan singkat dari Andra. ia masih berada di jalanan dalam sebuah taxi yang menuju arah ke apartemennya Andra dan juga rumah orang tuanya.


sebenarnya Cindy ingin sekali singgah ke apartemennya Andra. tetapi mengingat balasan pesan dari Andra yang datar datar saja membuat dirinya enggan bertindak lebih jauh.


akhirnya Cindy memutuskan untuk melewati jalan yang menuju ke apartemennya Andra dan memilih pulang.


"mungkin dia lagi capek. karena baru pulang dari pabrik". fikirnya untuk menghilang debat di hatinya terhadap calon suaminya itu.


...----------------...


di kediaman Satria..


Sepasang suami istri itu sedang berdebat tentang cerita kegiatan mereka tadi sore. awalnya yang mereka perbincangan biasa biasa saja hingga akhirnya mereka berdebat pada sesuatu yang mengenai sahabat sahabat mereka. tentu saja mengenai jasmine, Cindy dan Andra.


"yah abang mana tau kalau bang Andra itu dulunya suka sama si Jasmine". ujar Satria.


"meskipun abang ga tau harusnya yah ga perlu lah se detail itu menceritakan mengenai kehidupan Jasmine yang sekarang. apa lagi bang Andra itu kan mau nikah sama Cindy teman aku. kalau tiba tiba ia berubah fikiran gimana? ". protes Retha.


"berubah fikiran gimana maksudmu dek? ". tanya Satria tak mengerti dengan pernyataan yang di lontarkan istrinya itu.


"ia berubah fikiran untuk menikahi Cindy dan lebih memilih untuk mengejar Jasmine". celetuk Retha.


Satria menghela nafasnya sesaat.


"jadi gimana dong. abang kan udah terlanjur cerita. apa lagi bang Andra itu dulunya orang yang mendukung tim penelitian kita. " tutur Satria bernada membujuk agar istrinya mereda.


"kan cuma sebatas itu. ga lebih". protes Retha kesal.


Satria menggaruk garuk tengkuknya yang tak gatal.


"abang rasa ga mungkinlah bang Andra begitu. masa gara gara beginian dia mau buat dua keluarga malu. lagian pernikahan mereka tinggal menghitung hari. karena bang Andra itu bukan tipe tipe orang yang suka PHP in perempuan kok. kalau dia ga suka sama sesuatu atau seseorang yah dia nya tinggal ngomong". ujar Satria yang berusaha menenangkan sang istri.

__ADS_1


"nah tu. gimana kalau dia ngomong langsung ke Cindy kalau dia sendiri yang mau batalin pernikahan?!". cetus Retha.


"memangnya bakalan begitu? ". tanya Satria seraya memicingkan matanya.


"kalau iya". sahut Retha.


"kalau kan?. gimana kalau sebaliknya dan bang Andra itu tetap kekeuh nikahin Cindy karena emang udah terlanjur sayang sama Cindynya?!". cetus Satria yang memutar balikkan pertanyaan ke sang istri.


Retha pun terdiam ia memikirkan kata kata sang suami kembali. perkataan sang suami mungkin ada benarnya. mengingat bang Andra hanyalah sebatas mengenal Jasmine.


berbeda dengan Cindy yang telah memiliki hubungan yang dekat


...----------------...


waktu dan hari hari pun berlalu pernikahan Andra dan Cindy pun semakin dekat. hari ini adalah latihan untuk acara ijab kabul di kantor KUA dan setelahnya nasehat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan di laksanakan dua hari lagi.


selama petugas kua memberi wejangan dan nasehat nasehat, bahkan juga aturan aturan dalam rumah tangga yang sesuai konsep islam. mereka berdua saling mendengarkan terlebih tentang kesetiaan pasangan suami istri selama berumah tangga seperti yang di contoh kan rasulullah terhadap siti khadijah, istri pertamanya. tanpa sadar jari jemari mereka bersentuhan. darah keduanya berdesir.


Andra masih menatap petugas seraya menggamit jemari Cindy dalam genggaman nya. sementara Cindy mangalihkan pandangannya menatap Andra lalu netranya melirik ke jemarinya yang kini dalam genggaman Andra. ia pun tersipu dan tersenyum malu.


sementara Darmawan melihat tingkah polah dari pasangan calon pengantin tersebut pun ikut tersenyum senyum sendiri. fikiran nya pun menerawang saat menjalani moment momen menikahi mamanya Cindy.


setelah selesai Andra menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. mendengar hal itu tentu saja sang papa melarangnya karena dari hari sebelum nya hingga hari pernikahan mereka tidak boleh bersama.


sebenarnya Cindy merasa kecewa lantaran tak boleh ikut satu mobil dengan calon suaminya itu. tetapi kali ini ia akan menuruti dan tidak akan berdebat soal titah sang ayah selama itu menyangkut dengan Andra.


"mas aku duluan ya". ucap Cindy seraya melangkah memasuki mobil papanya.


"iya hati hati ya". ucap Andra.


"iya mas". sahut Cindy patuh.


Andra tersenyum simpul menatap kepergian mobil mertua dimana calon istrinya berada.


di dalam mobil Darmawan Cindy tak henti hentinya melihat ke belakang. memastikan Andra masih berdiri di sana atau sudah pergi dari sana.


"sabar Cindy . ga lama lagi kok. nanti kalau udah sah. terserah kalian mau berbuat apa". celetuk Darmawan.


"ihh.. papa... apaan sihh.. di dengar pak Agus tu". sahut Cindy merona malu.


sedangkan Darmawan dan juga supirnya terkekeh geli melihat tingkah Cindy.


...----------------...

__ADS_1


Satria mengajak Andra dan abang sepupunya untuk bertemu di kafe dan restonya milik Arjun. apa lagi saat ini Indra sudah hadir di kota Mdn.


"memangnya si Satria mau ngajakin kemana sih Tin? memangnya mesti banget ya ketemuan di luar?. meetingnya ga bisa di kantor aja apa? Indra mencerca dengan sejumlah pertanyaan kepada Justin.


"ya ampun Dra. lu bawel banget sih. apa karena lu masih mengalami jetlag ya? . udah tenang aja abis ngopi gue jamin lu langsung tidur deh sampe puas". cibir Justin seraya merangkul pundak Indra untuk mengikuti nya.


"gilak lu ya. justru gue ga bisa tidur kalau udah ngopi Tin tin". protes Indra seraya melepaskan tangan Justin dari pundaknya.


"aishh.. lu nya ga perlu ngopi. cukup nemenin kita aja. elu nya pesan aja yang lain bro. gitu aja repot". protes Justin mengakhiri debat dengan sahabat nya itu.


...----------------...


Andra tiba duluan di halaman parkir kafenya Arjun. ia memberitahu Satria jika dirinya sudah berada di halaman kafe. tak lama kemudian muncul lah Satria dari dalam Kafe.


"bang Andra. ayok sini". Satria mengajak Andra masuk dan duduk di tempat yang telah di sediakan oleh Satria.


"abangmu mana Satria? ". kok belum muncul juga? ". tanya Andra.


"lagi on the way bang. bentar lagi nyampek mungkin". ujar Satria.


selang beberapa menit kemudian tibalah mobil Justin di parkiran bersamaan dengan mobilnya Rendy yang membawa Dean untuk bertemu dengan Arjun yang di panggilnya papa.


di dalam dapur kafenya, Arjun yang mendapatkan kabar melalui ponselnya bahwa Rendy dan Dean sudah datang dengan membawa beberapa kotak cookis buatan Dea untuk di jadikan salah satu menu camilan kafenya yang baru.


Arjun pun segera keluar menyusul Rendy dan Dean di parkiran. ia tersenyum melihat Dean yang terlihat lucu dengan paper bag kecil yang berisi kotak cookis kecil yang di bawanya.


sementara tak jauh dari mobilnya yang di parkir. Justin melihat Dean yang terlihat ceria bersama ayahnya. tanpa sadar ia menarik kedua sudut bibirnya.


"Tin. kok bengong. mana mereka? ". tanya Indra yang melihat sahabatnya itu bengong.


"di ..di dalam dra". sahut Justin gelagapan.


lalu keduanya menyusul Andra dan Satria ke dalam yang berselisih dengan Arjun yang baru saja keluar.


"Papa". suara Dean terdengar di telinga Justin dengan sebutan papa. Sontak saja membuat dirinya segera berpaling ke arah suara tersebut.


"papa?? ". bathinnya pun mulai berdebat tentang panggilan papa dari Dean untuk lelaki yang lainnya.


NB authornya ". bingung ya bang Justin??


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, favoritnya dan sharw link nya ya readers

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2