
#selamat Menikmati episode ini
Justin mengambil kotak transparan yang ada di laci kantornya. ia membuka dan memperhatikan gelang silver tersebut. ia pun mengernyitkan dahinya saat ukiran huruf J tercetak jelas di gelang tersebut.
"gelang ini kenapa bisa sama dengan gelang aku dan Nadira? ". bathinnya berbisik seraya terus menatap gelang tersebut.
"bagaimana bisa gelang ini begitu mirip dengan gelang pasangan antara dirinya dan Nadira".
sekelumit pertanyaan kembali muncul di benaknya. ia menelpon Alan untuk kembali masuk ke ruangan nya. tak lama kemudian Alan pun muncul di hadapannya.
"tolong kamu selidiki siapa pemilik gelang ini yang sebenarnya". titah Justin.
"baik pak". jawab Alan.
"cari tau sampai ketemu". titahnya kembali seraya memberikan gelang tersebut kepadanya.
"saya akan berangkat ke Mdn besok. saya harap kamu sudah menyelesaikan tugasmu begitu saya kembali dari sana". lanjutnya.
"ya pak. akan saya usahakan. saya permisi". pamit Alan seraya mengantongi ke saku jasnya kotak transparan yang berisi gelang silver tersebut.
"bagaimana bisa gelang yang sama ada di sana? ". Alan pun mulai bertanya tanya dalam benaknya.
akhirnya ia pun pergi untuk menjumpai seseorang yang sering membantu nya selama ini.
...----------------...
Di Apartemennya Andra
Cindy terlalu bersemangat menyiapkan makan malam untuk mereka berdua. bukan hanya itu saja Cindy pun membersihkan apartemen tersebut hingga Cindy pun merasa benar benar kelelahan.
__ADS_1
"puff.. capek juga ngerjain ini aja". keluhnya.
Cindy melihat jam di dinding telah menunjukkan waktu di mana beberapa menit lagi calon suaminya itu akan pulang dari kantor nya. Cindy pun bersiap untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
"berendam dengan air hangat sebentar aja bisa kali ya. mumpung mas Andra belum pulang". fikirnya.
lalu Cindy pun beralih ke kamar mandi yang ada di kamar utama milik Andra. ia menyetel air panas dan dingin untuk mendapatkan sensasi hangat pada rendaman di bathup tersebut. tak lama air pun memenuhi bathup tersebut dan meneteskan minyak dan sabun aroma theraphy ke dalamnya.
"mmm. wangi bener aromanya. pinter juga mas Andra pilih wanginya yang bisa di sukai semua orang". gumam Cindy seraya menghirup harum di tutup botol minyak tersebut.
Cindy membuka seluruh pakaian nya tanpa meninggalkan sehelai apapun di tubuh putih dan mulusnya. ia masuk ke dalam bathup dan membiarkan tubuhnya menikmati rasa segar dan rileks dalam bathup tersebut. akhirnya Cindy pun terlelap dengan sendirinya tanpa ia sadari.
memang sudah menjadi kebiasaan Cindy jika sudah tertidur ia akan benar benar tertidur tanpa mau tau lagi apa yang akan terjadi saat ia tidur.
beberapa menit kemudian Andra pun tiba di apartemennya dengan membawa bungkusan makanan untuk Cindy. suasana tampak lengang di dalam apartemennya.
"Cindy". panggilnya pelan.
Ia melihat tas Cindy di sofa serta ponselnya yang bergetar dengan suara yang kecil di atas tas kecil tersebut.
panggilan telepon dari sang calon ayah mertua tertera di layar ponselnya. Andra mengurungkan niatnya untuk menerima telpon tersebut. karena baginya lebih baik ia memastikan keberadaan Cindy terlebih dulu di dalam apartemennya.
Andra pun membiarkan ponsel Cindy terus berdering dan bergetar pelan di atas sofa lembut miliknya. hingga dering telpon tersebut berhenti dengan sendirinya.
Andra membuka pintu kamarnya seraya melonggarkan dasi, lalu membuka kemeja serta setelan kerjanya, yang tertinggal hanyalah boxer yang menutupi segitiga pengamannya. sedangkan dadanya ia biarkan terbuka untuk merasakan hawa sejuk dari Ac yang ia setel barusan.
rasa lelah memang menderanya sedari tadi akibat mengejar pekerjaan di dua perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya sebelum dirinya libur cuti untuk sebuah pernikahan.
Andra ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya sebentar sebelum berniat mencari Cindy kembali.
__ADS_1
Di depan wastafel Andra membasuh wajahnya menggunakan produk khusus lelaki. setelah di rasa cukup Andra membalikkan tubuhnya berniat keluar dari sana, dan saat ia membalikkan tubuhnya netranya terpaku menatap sebuah pemandangan indah yang membuat jantung nya semakin berdegup kencang.
Andra menelan salivanya kasar seraya terus menatap dan mendekati bathup dimana Cindy tertidur lelap di sana. samar terlihat lekuk tubuh polos Cindy yang mungkin setiap lelaki bahkan Andra sendiri akan langsung menerkam nya saat itu juga. Andra mulai berfantasi dengan liar saat Andra kecil mulai menunjukkan taringnya.
"ahhh.. ****.. ini calon bini. kenapa ga nanti aja sih dia tiduran begini. kalau udah sah". ucapnya seraya memalingkan wajahnya ke arah lain. dan berniat meninggalkan Cindy di situ hingga ia terbangun sendiri dari tidurnya.
tetapi Andra teringat jika Cindy di biarkan di situ hingga ia bangun sendiri, bukannya akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. bisa jadi air di bathup mulai kehilangan suhu hangatnya. dan otomatis akan menjadi dingin. tentu saja hal ini akan membuat siapapun bakalan masuk angin jika berendam terlalu lama di sana.
"puff.. Cindy cindy.. kebiasaan kalau udah tidur kayak batang kayu. ga perduli apapun". gumam Andra.
"pantesan saja papa kamu super protektif kepada putri bungsunya. karena memiliki putri yang tingkahnya seperti ini". dumelnya.
lalu Andra mendekati Cindy yang masih lelap di dalam tidurnya. ia membungkuk dan menggendong Cindy ala bride style. Jantung Andra semakin berpacu kencang tatkala dua kuncup yang berwarna pink soft itu merekah dan seakan menantang Andra untuk mengulumnya.
bukan itu saja ia pun mulai berfantasi semakin liar tatkala goa yang di tumbuhi rerumputan halus yang di apit kedua paha mulus itu tertangkap jelas di netranya Andra.
Andra memejamkan sesaat matanya untuk menetralisir hasratnya yang mulai muncul untuk menjamah tubuh Calon istrinya itu lebih jauh lagi.
"oh.....ya Allah tolong ampuni hambamu ini jika nanti aku ga kuat menahan godaan dari makhluk ciptaanmu yang cantik ini". jerit Andra di hatinya.
Andra segera membawa Cindy ke luar dari kamar mandi dengan langkah kaki yang tergesa gesa menuju ke tempat tidur, akibatnya Andra kehilangan keseimbangan saat mau merebahkan tubuh polos itu disana sehingga Andra terjatuh tepat menindih tubuh Cindy dimana kedua kuncup milik Cindy terasa menusuk dada Andra yang juga polos.
bukan hanya itu saja, bibir pasangan calon pengantin itu pun saling bertautan karena di saat terjatuh kepala Cindy sedikit terantuk headboard ranjang yang menyebabkan ia tersentak bangun dan berteriak karena kaget.
sehingga di saat bersamaan dengan bibir Cindy yang membuka, maka bibir Andra pun mendarat di bibir Cindy dengan sempurna tanpa di sengaja.
kini keduanya saling bersitatap dengan masing masing jantung yang berdegup kencang. mereka pun hanyut dalam fantasi mereka masing masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, favorit dan share link nya ya readers.
terimakasih