She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Doa untuk Dean 2


__ADS_3

# wellcome back readers. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Di sebuah lembaga pemasyarakatan khusus perempuan di kota Mdn. Saat di sepertiga malam tepat setelah di hari ulang tahun Dean.


Midea kini hanya bisa bersujud pasrah memohon ampun atas dosa dosanya yang dulu. Ia mengucapkan syukur jika putranya kini telah di akui seluruh keluarga Kehl Ardiansyah yang berada di pulau Jawa sebagai bagian dari pewaris kerajaan bisnis mereka.


Bukan hanya itu saja ia pun pasrah menerima keadaan dirinya yang tak pantas bertemu dengan anaknya untuk sementara waktu meskipun hari ini adalah hari ulang tahunnya.


satu hari sebelumnya...


Midea yang sedang hanyut dalam pemikiran nya tentang sang putra, tiba tiba di kejutkan oleh seorang petugas jika ada yang menunggunya di ruang besuk. Sontak hal ini membuat Dea membuyarkan lamunannya akan hayalan dirinya yang bertemu dengan sang putra nantinya.


Yah jika minggu yang lalu Justin telah melontarkan kalimat yang akan menjamin kebebasan sementara untuk dirinya saat di hari ulang tahun anaknya nanti. suami paksa itu akan mencoba berbicara pada petugas lapas untuk membebaskan Dea sementara selama dua jam untuk merayakan ulang tahun buah hati mereka sejenak.


Midea melangkah keluar menuju ruang besuk dengan hati yang berdeba debar. ada apa dan siapa gerangan yang datang timbul di fikiran nya sekarang saat ulang tahun putranya akan tiba esoknya.


"Justin". Pekiknya pelan seraya merebahkan bokongnya di atas kursi kayu yang berada di hadapan Justin.


"apa kau datang membawa kabar baik untuk besok?". Tanya Dea penuh harap.


Justin menarik dalam nafasnya sesaat. agak Berat baginya memang memberitahukan tentang penolakan kepala lapas untuk membebaskan Midea sesaat saja. Karena alasan kedisiplinan.


"Dea. Aku sudah berusaha untuk memenuhi janji aku sama kamu". ujar nya memulai perbincangan yang bersifat serius itu.


Dea hanya bergeming seraya menatap Justin untuk menantikan kalimat selanjutnya. Ia masih berharap akan berita baik yang keluar dari mulut Justin.


"tapi sepertinya takdir berkata lain Dea.. Aku tidak bisa membawa kamu keluar dari sini besok Midea". Ungkap Justin jujur.


"oh ya?". Meskipun hanya satu jam?". Tanya Dea datar dengan sikap nya yang di buat setenang mungkin.


akan tetapi terasa seperti sebilah belati yang sedang menusuk nusuk ulu hatinya saat ini.


"yah. Meskipun...hanya satu jam. Mereka tetap tidak mengijinkannya Dea". Sahut Justin jujur.


Dea menghela nafasnya sesaat lalu mencoba tersenyum seraya berkata.

__ADS_1


"jadi hanya itu niat kamu datang kesini Justin?.


"ya Midea. Aku datang agar aku bisa memberimu penjelasan supaya nanti kamu tidak menunggu dalam penantian akan Dee". Sahut Justin.


"cih". Dea berdecih seraya tersenyum miring ke Justin.


"Sudah tau kamu tidak bisa membawa aku keluar dari sini paling tidak seharusnya kamu yang membawa Dee ke sini". Ujar Dea kesal.


"ya ga mungkinlah aku membawa anak sekecil itu untuk masuk ke lingkungan hina ini". Ucap Justin keceplosan.


Sontak membuat Dea lebih menajamkan matanya melihat Justin. Sementara Justin merasa tak enak hati atas pengucapan kata katanya yang sudah terlanjur keluar begitu saja.


Justin melirik ke sekitar beberapa napi yang sedang dikunjungi oleh keluarganya saat ini sedang menatap sinis ke arahnya. tetapi apa mau di kata. Kata kata yang sudah keluar dari mulut seseorang sudah pasti akan menjadi milik orang orang yang mendengarnya selain Midea.


Justin mencoba meralat dan memberi penjelasan ke ibu kandung dari putranya itu


"mak..maksud aku begini Dea. Coba kamu fikir. Jika Dee melihat kamu di sini sementara kita yang di rumah memberi pengertian pada nya bahwa kamu sedang berada di luar negri dan belum bisa di ganggu dulu".


"lalu aku secara tiba tiba membawa Dee ke sini. Ke lingkungan ini. Apa yang akan terjadi pada psikologis anak itu melihat bundanya berpakaian sama dengan para penjahat. Apa kamu pikir jiwa anak yang berusia tiga tahun itu akan baik baik saja hah?!". Justin melanjutkan kalimat nya dan kali ini ia mulai sedikit


Justin mengatup rapat rahangnya melihat sikap Dea yang tak kunjung mengerti. Di mata Justin saat ini Dea yang ia lihat adalah seseorang yang sangat egois persis sama dengan Midea yang memaksanya untuk menikahinya saat itu juga dimana kejadian laknat yang sengaja Dea ciptakan.


"kamu egois. you are so egois Midea. Demi kepentingan dan kesenangan untuk kamu. Kamu melupakan beban psikis yang Dee rasakan ketika pulang dari sini. Kamu pikir apa ia tidak akan bertanya mengapa bunda nya disini?. Mengapa bundanya di penjara?.apakah bundanya seorang penjahat?". Ujar Justin mulai kesal.


"kamu pikir anak sepintar Dee akan diam saja melihat pemandangan pemandangan seperti ini hah?!". Lanjutnya kesal.


Kali ini Justin memberi penjelasan pada Midea dengan penekanan. Sementara Midea hanya terdiam menatap pada titik entah apa itu Justin pun tak tau. Justin membiarkan Midea sesaat untuk merenungi dan menelaahi kata katanya barusan.


Yang jelas Justin berharap Midea mau sedikit mengalah dan bersabar demi buah hati mereka. Meskipun entah sampai kapan Justin bisa membuka hatinya dan bisa mencintai Midea sama seperti ia mencintai Namira.


Tetapi bagaimanapun kesan pertama yang ia rasakan dulu saat pertama kali menyentuh wanita tetaplah terpatri di ingatannya. Dan itu tetap tersimpan di relung hati Justin yang paling dalam tanpa seorang pun yang tau jika gadis itu adalah gadis istimewa di hatinya. Yang pasti bukanlah Midea ataupun Namira.


"Dea. Aku mohon. Bersabarlah demi Dee. Aku akan kembali membawa video video Dee yang baru supaya kamu bisa melihatnya saat kamu merindukan anak kita". Bujuk Justin.


cukup lama Midea memikirkan kata kata Justin barusan. Akhirnya ia pun mengalah dan berharap pada janji Justin yang lain.

__ADS_1


"fine. Aku minta maaf karena ke egoisanku barusan. Aku lupa tentang psikologis Dee gara gara aku. Aku ikuti apa yang kamu bilang. Yah kamu benar. Dee ga boleh lihat aku di sini. itu ga akan baik. Ga akan baik buat anak aku". Sahut Dea mengalah dengan netranya yang mulai mengkristal.


"fine. Aku janji akan membawakanmu video video Dee sebagai pengganti fisik Dee saat aku kesini. Aku harap kamu bersabar Dea".ujar Justin yang mulai menatap iba pada istei paksanya itu.


Selang beberapa menit kemudian petugas jaga pun memberitahukan waktu kunjungan telah selesai. Justin bangkit dari duduknya tetapi di cegah oleh Dea.


"Dea". Panggil Justin pelan seraya menatap wanita yang sekarang malang itu.


"tolong lunasi pembayaran baju muslim anak rancangan terbaru di butik ternama yang berada di selatan Jkt. Aku baru membayar dp nya saat itu atas nama Jasmine, Justin". Pinta Dea memohon seraya menatap netra biru milik Daddy dari putranya itu.


"yah.akan aku lunasi dan aku pakaikan saat dia berulang tahun nanti. Kami akan membuat syukuran untuk Dee nanti. Itu pun atas anjuran Keyra".


"Keyra". Gumam Dea pelan.


"sampaikan rasa terima kasihku pada Keyra". pinta Dea kembali.


"ya. Akan aku sampaikan". Sahut Justin lalu ia pun pergi seiring Dea melepaskan lengan Justin dan membiarkan pria itu pergi.


Dea menatap punggung Justin hingga menghilang di balik dinding ruang besuk. Dea di antar kembali ke selnya dengan hati yang masygul.


"maafkan bunda Dee. Semoga kamu bahagia di hari ulang tahun kamu meskipun tanpa bunda". Doanya di hatinya yang kini menangis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2