She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Seminggu ini


__ADS_3

# selamat menikmati kembali guys..


Justin tersentak bangun. ia memperhatikan keadaan di sekelilingnya dan melihat waktu di jam dinding dalam ruang pribadinya telah menunjukkan pukul tiga pagi.


"ya tuhan...aku ketiduran". gumamnya.


ia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas Nakas. ia melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari istrinya dan juga Alan. bahkan pesan masuk dari istrinya juga banyak yang menanyakan keadaan dirinya.


...----------------...


Di beberapa jam yang lalu....


Justin memang sedang di sibukkan dengan laporan dan juga rapat mingguan untuk meningkatkan penjualan produk produk mereka.


dan sudah hampir seminggu ini juga Justin sering pulang telat ke rumah bahkan melewati dini hari dan pernah mendekati waktu subuh. makanya akhir akhir ini ia pun sering datang telat ke kantor bahkan setelah waktu zuhur barulah ia tiba di kantor nya.


Alan mengetuk pintu dan masuk sambil membawa setumpuk berkas yang harus di tanda tangani oleh Justin.


"maaf pak. ini berkas tambahan yang harus di tanda tangani segera". ucap Alan.


lalu Alan juga mengeluarkan sebuah flashdisc berwarna hitam dari saku jasnya.


"ini sekumpulan data dari memori Cctv di kantor ini pak. mungkin bapak mau liat. ada di no urut file 279 dan 280. semua udah saya satukan dalam satu tanggal kejadian penting hari itu". jelas Alan.


Justin menatap Alan dengan raut wajah penuh tanya.


"apa ada kejadian yang aneh Lan? ". tanya Justin penasaran.


karena selama ini Justin merasa tak ada yang istimewa atau keanehan yang terjadi akhir akhir ini di kantor nya.


Alan mulai salah tingkah sebab sudah pasti ia melihat suatu adegan yang membuat tubuh proporsional nya meremang. dan jiwanya meronta sebagai seorang jomblowan yang sudah memasuki usia mantap untuk mencari pasangan tersebut.


sebenarnya bisa saja ia menyuruh anak buahnya menghapus rekaman CCtv di seluruh ruangan kantor ini. tetapi ia mengingat pesan Bossnya untuk menyimpan memori yang berhubungan event besar atau kejadian janggal yang terjadi di kantor ini. agar bisa menjadi suatu bukti jika di perlukan.


apa lagi cctv di ruangan kantor milik Justin. memang selalu Alan yang tiap bulannya mengecek dan menyimpan ke laptopnya. agar nantinya ia dengan mudah menyatukan file file rekaman cctv tersebut.


tetapi karena beberapa bulan ini, Alan di sibukkan dengan jadwal kantor bossnya yang sering memintanya keluar kota untuk mengganti dirinya yang sedang di landa mual, pusing, lemas bahkan demam karena efek dari kehamilan istrinya.


karena itulah Alan menunda tugasnya yang satu itu demi kelancaran tugasnya yang lain sebagai asisten pribadi dari seorang Justin Kehl Ardiansyah.


"Alan". panggil Justin yang seketika itu juga menyadarkan Alan dari lamunannya.

__ADS_1


"iya pak". sahut Alan kikuk.


"kenapa ga di jawab? ". tanya Justin.


"cuma rekaman kejadian grand launching produk terbaru beberapa bulan lalu pak. maaf pak saya baru bisa mengecek secara detail sekarang". sahut Alan yang mencoba menetralisir degup jantungnya.


"berarti ga ada yang penting kan?. semuanya lancar lancar saja kan saat itu". ujar Justin yang sekarang mulai melirik ke berkas yang di bawa Alan.


"hmmm. iya pak". jawab Alan ragu.


mendengar nada keraguan di suara Alan. akhirnya Justin menatap Alan kembali.


"ya sudah nanti saya check kembali". ujar Justin.


"saya permisi pak". pamit Alan.


Justin mengangguk kan kepalanya. lalu ia melanjutkan pekerjaan nya kembali. waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam. tetapi Justin belum beranjak dari duduknya dan masih saja mengurusi file file yang menumpuk di laptopnya.


ting.


pesan masuk ke ponselnya yang berasal dari istri kecilnya. Justin tersenyum dan membacanya.


Namira


Justin


"belum tau. ini kerjaannya makin numpuk yang. barusan di tambah lagi ni".


lalu Justin memVideo Call istrinya.


"yang bobok duluan aja ya seperti kemarin. kalau ga di buru malam ini. takutnya ga kelar yang". ujar Justin seraya menunjukkan berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


"ya ampun banyak gitu yang. jadi mau lembur lagi malam ini? ". ujar Namira yang melihat berkas berkas di meja kerja suaminya.


"kemungkinan yang". sahut Justin.


"yah dek. kita bobok bertiga lagi deh malam ini". ucap Namira yang netranya melirik ke perutnya seolah olah berbicara pada bayinya, padahal niatnya untuk menyindir sang suami.


Justin yang melihat tingkah istrinya melalui ponselnya jadi tersenyum geli. ia tau jika istri nya menyindir dirinya.


"maaf ya nak. insya Allah papa usahain pulang lebih cepat dari kemarin ya?. tapi kalian bobok duluan ya malam ini". bujuk Justin.

__ADS_1


"ya sudah. papa jangan terlalu di paksa ngerjain nya. kalau udah jenuh istirahat. rebahan bentar". ucap Namira.


"iya yang. makasih ya untuk pengertiannya. love you all". ujar Justin.


"love you too. bye papa mmuach". tutup Namira seraya memberi kiss bye nya.


Justin pun membalasnya. lalu keduanya sama sama menutup Video Call tersebut. Justin pun melanjutkan kembali Pekerjaannya.


satu jam berlalu dengan pikiran yang mulai semrawut. akhirnya Justin menghentikan sejenak pekerjaan nya. kini netranya melirik ke flashdisc yang di bawa Alan tadi. ia mengambil dan memasang flashdisc tersebut ke laptopnya.


Justin mengklik file yang di sebut Alan. ia menonton isi rekaman cctv tersebut. ia melihat Midea di rekaman tersebut. Justin menggeleng heran dengan tingkah istri gilanya itu. dan Justin baru tau jika saat itu Midea ingin menghancurkan produknya. tetapi gagal karena Midea terjebak dalam situasi musibah yang di alami oleh seorang perancang ternama.


"aku harus Berterimakasih pada Olif Syahlan". gumamnya.


lalu netranya terfokus pada tingkah Midea yang lain. yang di mana ia di kejar oleh beberapa bodyguard yang tak di kenalinya. Justin tersenyum dan tertawa kecil ketika melihat Midea melemparkan highheelsnya ke arah bodyguard yang mengejarnya.


"auch.. isss". komentar Justin ketika dua sepatu istri gilanya mendarat tepat di kepala dan hidung para bodyguard itu yang menyebabkan darah keluar dari salah satu kepala dan hidung bodyguard itu.


"bener bener trik yang pintar". gumamnya kembali.


lalu rekaman habis ketika Midea masuk ke ruang kantor pribadinya. Justin mengklik no urut berikutnya. ia melihat kembali rekaman cctv tersebut. jantungnya berdegup kencang tatkala ia melihat adegan dirinya dengan istri gilanya di video tersebut. Justin menutup file tersebut. ia tak berniat menontonnya lagi.


saat ini Justin hanya ingin berfokus pada pekerjaan dan keluarganya. ia tak mau lagi mengingat masa lalunya. kemungkinan setelah anak keduanya lahir. ia akan menggugat cerai Midea meskipun hingga saat ini Midea belum di temukan.


setelah satu jam lebih berkutat dengan laptopnya. ia pun mulai merasa jenuh kembali. dan bahkan kini rasa penat menderanya. Justin memutuskan untuk merebahkan dirinya sejenak di ruang kamar pribadinya.


Justin masuk ke kamar yang berada di sisi dari kursi kebesarannya. ia memperhatikan setiap ruangan tersebut dan juga ranjang yang terakhir kalinya ia habiskan satu malam dengan istri gilanya, Midea.


semenjak malam itu Justin memang tak pernah sempat lagi menggunakan ruangan ini untuk beristirahat. ia lebih suka bolak balik antara rumah dan kantor jika jadwal senggangnya tiba. atau ia lebih memilih bertemu kliennya di luar kantor.


tetapi entah kenapa dalam seminggu ini pandangannya selalu tertuju pada kamar pribadinya tersebut. bahkan dua hari belakangan ini hasrat hatinya ingin merebahkan dirinya di sana meskipun hanya sebentar.


Justin memejamkan matanya lalu pikirannya pun menerawang jauh ke waktu di mana pertama kalinya di ruangan inilah di pakai untuk melampiaskan hasrat keterpaksaan nya karena di pengaruhi obat perangsang. dan itu memang ulah Midea yang sengaja menjebaknya untuk bisa menikahi dirinya.


"Midea.. where are you now". desisnya


tanpa sadar Justin pun tertidur dalam waktu yang cukup lama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungan untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, rate, fav dan poin

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2