
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
"maaf??". Memang seharusnya kata kata itu yang harus awak ucapkan dari dulu Midea". Sahut Alma menahan geram.
Sedangkan Midea semakin membisu. Tak ada lagi kata yang harus ia ucapkan selain kata maaf pada wanita yang telah menolongnya dengan tulus selama ini. Ia pikir dua tamu yang datang di jam besuknya akan sama seperti Arjun membesuknya tempo lalu. Nyatanya jauh dari yang ia sangkakan pada wanita yang ia pikir bisa mencurahkan isi hatinya saat ini.
"sekarang jalani saja hukuman kamu Midea. Semoga hakim memberikan hukuman yang pantas untuk seorang penipu sepertimu". Ucap Alma seraya beranjak dari duduknya dan berniat melangkah pergi meninggalkan Dea sendiri dalam keputus asaannya.
Dea semakin menundukkan wajahnya semakin dalam. Ucapan Alma adalah hukuman telak baginya. karena ia fikir tadinya kedatangan Alma adalah sebagai obat untuk hatinya yang sedang lara.
"terima kasih Ma". Hanya kata itu yang mampu ia Ucapkan dengan pelan saat Alma melangkahkan kakinya selangkah dua langkah.
Bagaimanapun ia mengingat semua kenangan baik yang di berikan oleh Alma selama ini.
Alma yang mendengar ucapan Midea sekilas menghentikan langkahnya dan memutar lehernya menatap Dea yang masih menunduk.
"terima kasih mama untuk semua yang mama lakukan untuk ku dan Dee selama ini. Aku minta maaf belum bisa membalas semuanya.aku akan menjalani hukuman atas dosa dosa yang aku lakukan selama ini". Ucap Dea pelan dengan tenggorokannya yang tercekat serta netra yang mengkristal.
Sementara dua bulir air bening dari Alma telah luruh membasahi pipinya. ada rasa iba terselip di hatinya melihat wanita yang terlihat rapuh itu.
Tetapi ia menepisnya dengan memalingkan wajahnya ke arah lain dan menatap ke depan dengan perasaan di buat setega mungkin agar dirinya tidak terkecoh lagi karena seketika ia mengingat batita yang telah di anggapnya sebagai cucunya selama ini.
Alma pun pergi dengan hati yang masygul. Berat langkahnya tapi bagaimanapun rasa sakit karena di bohongi dan juga memanfaat Kan nama Jasminka sungguh tidak bisa ia tolerir akan kesalahan dari wanita itu.
Sementara Dea menjatuhkan bulir airmata yang sempat ia tahan tadinya saat mendengar langkah kaki wanita yang telah ia anggap sebagai ibu baginya.
Midea berjalan dengan gontai menuju selnya kembali. hari ini pupus sudah harapan Midea tentang bantuan hukum dari seseorang yang ia harapkan. Midea kembali meringkuk di sudut sel memikirkan hari hari yang akan ia lewati di balik jeruji besi.
...----------------...
Justin baru saja menyelesaikan zoom meeting saat ini. Dan ia langsung saja meninggalkan ruang rapat tersebut menuju ruangannya. Karena ada sesuatu hal yang lebih membuatnya menarik kali ini di banding kan bermusyawarah kembali tentang hasil zoom meeting tadi.
Tentu saja Hal ini menjadi pertanyaan bagi kedua sahabatnya. mengingat selama ini seorang Justin akan membuat rapat kecil dahulu sebelum membubarkan para kepala divisi.
__ADS_1
"si Justin kenapa ya In?". Tanya Andra penasaran.
Indra mengangkat kedua bahunya. Saat ini menyembunyikan masalah Justin mengenai istri gilanya itu lebih penting dari pada harus menceritakan pada Andra yang sedang di mabuk asmara pada pernikahan mereka yang masih hangat hangatnya.
selama ini diam diam Indra menyuruh asisten pribadinya untuk menemui pakar IT agar memblokir semua berita mengenai Midea dan berita berita yang berhubungan dengan KBC. Hal ini ia lakukan agar saham perusahaan tetap kondisi stabil. Dan juga untuk membuat Andra tetap berkonsentrasi pada pernikahan nya dan juga pekerjaannya sebagai Ceo di perusahaan milik keluarganya dan juga sebagai wakil Ceo di perusahaan KBC.
...----------------...
Justin membuka pesan di ponselnya untuk melihat dua foto yang di kirim melalui orang suruhannya untuk mengawasi Midea selama dalam masa tahanan.
Justin melihat dua wanita yang berbeda dalam satu hari ini mengunjungi Dea di tahanan. Lalu ia mengetikkan pesan ke orang suruhannya.
Justin
"apa hubungan mereka dengan Dea?"
pesuruh
"wanita pertama belum di ketahui pasti siapa. Sedangkan wanita kedua saya pernah melihat dia bersama dengan salah satu laki laki yang ada di kafe "Arjun" pak".
Justin
Pesuruh
"baik pak".
Chat berakhir di antara keduanya. Lalu Justin mengirim dua foto tersebut ke ponselnya Alan dan memintanya untuk mencari informasi mengenai hubungan kedua wanita tersebut dengan Midea.
tetapi karena Alan memang mengetahui siapa wanita yang pertama kali membesuk Dea di hari ini maka ia pun menjelaskan jika itu adalah Sonya asisten dari pemilik agency model Xander yang biasa di panggil madam oleh para model di sana.
Justin
"tolong kamu cari tau maksud dan tujuan Sonya membesuk Dea hingga jauh jauh datang kesini. ada motif apa dia menemui Dea".
__ADS_1
Alan
"baik pak".
Chatingan itu berakhir saat Alan menutup apklikasi chatnya. Sementara Justin masih menatap satu foto Alma yang baginya tak tampak asing saat memperhatikan wajah tersebut.
"wajah ini sepertinya tidak asing. Sepertinya aku pernah bertemu dengan wanita ini". Bathinnya.
...----------------...
Selama dalam perjalanan Alma memikirkan kata kata terakhir Dea. Sedangkan Danang yang hanya menunggu di parkiran saat itu langsung tau apa yang terjadi di dalam, saat istrinya itu keluar dari kantor kejaksaan tersebut.
Beberapa menit yang lalu saat Danang menunggu di parkiran ia sempat menguping percakapan telepon dari seorang wanita cantik yang hampir seumuran dengan istrinya itu. Dalam percakapan itu wanita tersebut menyebut nyebut nama Midea yang kini sedang mencuat ke media publik terlebih di kait kaitkan dengan nama Jasmine.
dari situ Danang langsung tau jika Jasmine yang mereka rawat selama ini adalah Jasmine palsu yang bernama Midea Hasxander. Melihat raut wajah istrinya yang sedih, Danang hanya bisa mengelus elus punggung istrinya itu. paling tidak ia sedikit berharap bisa menenangkan sang istri.
Nada dering di ponsel Alma membuyarkan lamunannya. Ia menerima panggilan dari Retha yang meminta dirinya untuk bertemu di kafenya Arjun. Alma pun menyetujuinya.
Setibanya di sana pasutri paru baya itu di sambut oleh teman teman Jasmine termasuk Cindy yang sedang mengunjungi orang tuanya di kota ini.
Alma di peluk Retha dengan erat mereka saling melepas rindu dan beban bersama dalam airmata yang menitik tanpa di sengaja.
Rasa sedih di antara kedua wanita beda generasi itu membuat Cindy juga menitikkan airmata sedih karena masalah Jasmine yang tidak pernah ada ujung titiknya.
begitupun Arjun dan Rendy hanya menunduk kan wajahnya sesaat lalu Arjun mengkodekan pada Rendy agar membantu nya di dapur untuk mempersiapkan makan siang bagi mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
__ADS_1
Hazhilka279
#Hazhilka