She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
izin


__ADS_3

Reunian kecil yang diadakan oleh Rendy dan Arjun mendapatkan sambutan hangat oleh ketiga orang yang hadir di Cafe n Resto nya Arjun. makanan dan minuman yang di suguhkan juga tidak luput dari komentar manis dari mereka bertiga. semua berbicara dan saling bertanya tentang rencana masa depan mereka masing masing. hingga terakhir Satria yang turut dalam perbincangan tersebut pun tanpa di sadari menyebutkan nama Jasmine dan Cindy.


Rendy dan Arjun terdiam ketika nama Jasmine di sebutkan. begitupun Merry ketika nama Cindy ikut terseret dalam pembicaraan mereka. sedangkan Retha juga ikut terdiam mendengar dua nama tersebut di sebutkan.


mengingat tentang Jasmine, Retha masih suka berasa sedih. sedangkan tentang Cindy, Retha merasa bersalah. karena ucapan nya, Cindy benar benar nekat melarikan diri dari pernikahannya dan hingga kini pun tak tau dimana keberadaannya. mereka berdua menghilang.


...----------------...


Keyra kini semakin tumbuh besar menjadi baby yang menggemaskan. dan juga menjadi rebutan dua keluarga antara Ardiansyah dan Archidean.


sementara Namira semakin anteng menghadapi kehamilannya yang telah melewati masa morning sickness nya.


seperti saat ini duo nenek dan kakek tersebut berdebat memperebutkan Keyra. yang sama sama cucu pertama bagi keduanya. bunda Astrid ingin membawa cucu pertama nya ikut dengan mereka ke Sumatra untuk menghadiri saudara mereka yang melakukan hajatan besar sekaligus mengunjungi saudara mereka yang lain yang berada di daerah Sumatra juga.


"aduh bunda... itu jauh bunda kalau si Keyra ada apa apa gimana? ". dumel Mona.


"udah di siapin semua peralatan tempurnya. tenang aja oma. urusan baby perempuan serahin sama pakarnya". bunda Astrid memuji dirinya sendiri lantaran memiliki dua anak perempuan.


"Nah oma Mona urus aja dulu cucu yang ada di perut Namira. mana tau anak laki laki. kan oma Mona lebih ahli dalam mengurus anak laki laki". bunda Astrid menaik turunkan alisnya. dengan kata lain agar Mona mengalah saja.


"ga apa apa ma. aku mau pergi ke Sumatra juga untuk rapat di sana. karena si Andra lagi cuti ma". ujar Justin yang langsung menengahi perdebatan antara dua nenek tersebut.


"itu kan jauh Justin. anak kamu itu masih hitungan bayi. terus si Namira apa ikut juga? ". tanya Mona penasaran.


sebab sebenarnya ia tak mau jika di tinggal sendirian di rumah.


"ga ma. Namira tinggal. ga mungkin juga aku bawa dalam kondisi hamil. jadi dia aku tinggal sama mama". ujar Justin.


"kamu lama ga di sananya?". Mona kembali bertanya.


"belum tau juga". sahut Justin yang kini telah memangku anaknya.


"tuh kan? ". balas Mona merasa keberatan


"aku cuma tiga hari perlunya. paling lama lima hari sekalian observasi. mama tenang aja ya. kalau udah selesai aku juga cepat pulang nya kok. mana betah aku lama lama di sana kalau jauh dari istri". balas Justin seraya melebarkan senyum nya jahil.


Mona mendelik tajam mendengar maksud dari perkataan putranya.


"memang dasar kamu". dumelnya seraya memukul Justin dengan bantal sofa.


sementara baby Keyra berkomentar kecil melihat papa nya di pukul oma nya.


"tuh ma. Keyra marah ni? ". sahut Justin.


"Keyra. papa kamu itu yang nakal. coba kalau ga nakal. kamu masih bisa dapat Asi dari mama kamu. ini malah di rebut sama papa kamu". balas Mona.


"mama. ini masih bayi loh. mana ngerti dia nya? " balas Justin terkekeh.

__ADS_1


"iya ini si mbak". bunda Astrid turut menimpali dengan kekehan.


"sini Keyra nya. besok lusa udah di bawa jalan. mama mana bisa gendong gendong". Mona mengambil Keyra dari Justin. dan di bawa pergi ke luar ke taman depan rumah.


...----------------...


Arjun membereskan semua perkakas makan di CR nya. di bantu anak buahnya. teman temannya dari setengah jam lalu meninggalkan CR nya.


ting. pesan masuk ke ponselnya.


Rendy


"Jun. si Retha besok minta ikut aku ke Pdg. katanya mau berziarah ke makam mama Inka. gimana? ".


Arjun


"temenin aja. tapi usahakan jangan sampai ketemu sama Jasmine".


Rendy


"justru itu. dia minta aku temenin dia ketemu tante Alma. gimana ni? "


Arjun


"what??!😱.


Rendy


Arjun


"kita hubungi tante Alma dulu. minta pendapat beliau".


Rendy


"oke".


...----------------...


"kamu pergi berdua sama Rendy ke sana? ". trus pulangnya sendiri gitu? ". tanya Satria ke istrinya.


"iya". sahut Retha.


"ga ga. ga boleh. abang ga ngasih ijin. kamu pulang sendiri naik bus". ujar Satria


"ihhh... abang ni.. katanya boleh kemaren kalau aku kesana". sungut Retha.


"iya itu kalau abang pikir kamu pulang di antar juga sama si Rendy". balas Satria

__ADS_1


"jadi gimana? ". pending ni ceritanya". balas Retha kecewa.


"ya sudah kamu nginap dulu di rumah tante Alma barang semalam. tunggu abang jemput kamu kesana. sekalian setelah rapat abang juga mau observasi lagi ke lapangan". ujar Satria mengalah


"apa mau masuk hutan lagi? ". ikut dong? ". tanya Retha


"kamu ini kok kesannya jadi plin plan gitu kalau udah menyangkut hutan". kekeh Satria.


Retha nyengir kuda mendengar perkataan sang suami.


"mau ikut abang atau Rendy? ". tanya Satria meminta kepastian sang istri.


"hmmmm. ke hutan ga? ". tanya Retha kembali.


"ga. cuma ke perkebunan setempat. nyari bahan baku". ujar Satria


"Rendy. aku ikut Rendy. terus nginap di rumah tante Alma. dan aku tunggu abang yang jemput aku". Sahut Retha mantap.


Satria tersenyum dan menggeleng kan kepalanya pelan melihat tingkah sang istri. lalu ia mendekati sang istri dan duduk di sampingnya.


"yang besok mau berangkat jam berapa sama Rendy? ". tanya Satria seraya menarik bahu sang istri untuk mendekat ke padanya.


"hmmm. mungkin agak siangan. karna si Rendy mau ngurus apa gitu. lupa ku bang". Sahut Retha yang bersender manja di bahu suaminya.


Satria menatap sang istri dan berkata sambil meletakkan satu jari telunjuknya di kening si istri.


"Belum tua udah lupa. gimana mau di kasih anak kalau kamunya lupa melulu. bisa bisa lagi belanja kamu tinggalin anak di pasar".


"ihhhh. amit amit aaaahhh. masa abang ngomongnya gitu sih". keluh Retha.


"yah habis. kamu nya sih. udah suka lupa. plin plan pula". timpal Satria.


"kapan aku plin plan?". rengek Retha.


"waktu abang bahas soal hutan". balas Satria.


"kan cuma tentang hutan". protes Retha sambil memanyunkan bibirnya.


Satria memonyongkan bibirnya, dan tersenyum gemas melihat tingkah sang istri yang terlihat manja baginya. tapi Satria menyukainya. lalu ia memeluk erat istri yang di cintainya sedari awal hingga sekarang.


"hati hati ya besok. kasih kabar kalau udah nyampe. salam untuk tante Alma dan om Danang". ujar Satria.


"oke abang sayang". sahut Retha.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa buat nge like, vote, rate, and komen

__ADS_1


__ADS_2