
# selamat menikmati episode...
Andra bergeming menatap satu nama yang di tulis Ningsih dalam diarinya.
"Jasmine? ". gumam Andra.
ia pun semakin penasaran dengan Ningsih dan ia terus mencari tau tentang Ningsih melalui diary gadis itu. serta hubungannya dengan Jasmine. seiring netra Andra membaca lebih jauh dari diari tersebut. tangannya mengepal erat dan semakin erat. ia semakin mengatup kan rahang nya menahan geram akan gadis yang kini sedang berbaring di rumah sakit.
ting.
pesan masuk ke ponsel Andra. ia membuka dan membaca sebuah email yang masuk dari sekretarisnya. dimana semua isi dari email tersebut adalah yang berhubungan dengan Ningsih.
"cih. hahahahaha". Andra berdecih sembari tertawa kecil dengan kekesalan yang menderanya.
bagaimana tidak, gadis itu telah membohongi dirinya dan seluruh keluarga. ia menutup Diary gadis itu lalu pergi meninggalkan kamar kost gadis itu.
ia memutuskan untuk kembali ke Sumatra hari ini juga. ia akan memberitahu semua perihal tentang gadis itu selama tinggal disini. ia akan meminta pada keluarga gadis itu agar membawanya kembali pulang.
...----------------...
seminggu berlalu...
Andra kembali ke JKT untuk mengikuti presentasi dengan tim yang telah di sediakan oleh Justin.
"lu berangkat sore ini terus bro?. yakin lu?". ga capek?. kan lu nya baru juga nyampek sejam an yang lalu". ujar Justin.
"ga apa. lebih cepat aku nyampe lebih bagus. jadi sampe sana aku bisa mempelajari dan memeriksa kembali file kita". sahut Andra datar.
Justin memperhatikan raut wajah Andra yang tampak murung. lalu ia bertanya
"bro". panggil Justin.
"lu kenapa? ". dari tadi lu nyampe sini wajah lu ga ceria amat". tanya Justin hati hati.
"ga. ga ada apa apa kok". sahut Andra dengan senyum yang di paksakan.
"udah ya. ini file nya gue bawa. gue mau berangkat sekarang. udah lu pesenin kan tiketnya buat seluruh anggota tim?". ujar Andra dengan niat menghindari percakapan lebih lanjut mengenai dirinya.
"udah". sahut Justin bengong.
lalu Andra beranjak dan meninggalkan ruangan Justin menuju bandara saat itu juga.
...----------------...
di ruangan VVIP. Indri memberi kan sebuah amplop kepada gadis yang selama ini telah di anggapnya keluarga.( tetapi setelah mendengar penjelasan dan bukti silsilah keluarga gadis itu yang sebenarnya dari Andra. Indri pun turut kecewa karena merasa di bohongi oleh seorang gadis yang berpura pura culun itu). setelah memberikan informasi jika dia sudah bisa keluar dari rumah sakit sore ini.
"sebelum kembali ke Jkt. Andra menitipkan ini untuk kamu Ning". ucap Indri datar.
"maaf. maksud mbak. Cindy". Indri meralat ucapannya datar seraya menatap dingin gadis yang di hadapannya.
__ADS_1
Ningsih yang sebenarnya adalah Cindy terhenyak menatap balik dan tepat ke netra Indri yang menyimpan marah dan kecewa. Cindy mengambil sebuah amplop coklat dari tangan Indri dengan tangan yang gemetaran. rasa takut menyeruak di hatinya. meskipun ia tau resiko yang terjadi setelah ia memberitahu tentang isi sebuah laci di kamar kostnya.
hanya saja dan entah kenapa ia masih belum rela jika harus pergi dari keluarga itu. keluarga yang telah memberinya banyak pembelajaran tentang hidup. keluarga yang memberinya kesan mendalam selama hampir tiga tahun ini.
"mas Andra". gumamnya pelan.
"kata Andra sebentar lagi papa kamu datang untuk menjemput kamu pulang ke Sumatra". ucap Indri.
"tetapi sebelum itu. temui ibu dan minta maaf lah pada beliau. karena beliaulah orang yang pertama kali kamu bohongi". lanjut Indri.
lalu Indri pun beranjak pergi meninggalkan Cindy sendirian dalam penyesalan nya. tanpa terasa airmatanya jatuh perlahan.
Cindy membuka amplop tersebut yang di mana terdapat dua amplop putih miliknya yang ia minta pada Andra agar menyerahkan pada keluarga nya yang di Mdn. lalu ia melihat selembar kertas putih yang terselip di antaranya. ia membuka lipatan kertas tersebut dan membacanya.
tidak banyak yang di tulis tangan Andra. hanya sebuah pesan singkat yang menyuruhnya untuk kembali pada keluarga nya.
"Amplop ini saya serahkan kembali sama kamu. lebih baik kamu sendiri yang menyerahkan pada orang tuamu. kembalilah kerumah dan minta maaflah pada mereka yang kamu buat khawatir selama ini". (Andra).
Cindy semakin menundukkan kepalanya. ia semakin menangis sedih. ia yakin jika pesan ini adalah sebuah penolakan langsung dari Andra untuk kedua kalinya.
bahkan setelah Cindy menyelamatkan hidup Andra, tak sekalipun Cindy mendengar Andra mengucapkan rasa belasungkawa kepadanya.
Andra membiarkan dirinya melewati hari di rumah sakit sendirian.
"ia memang tidak pernah memandang aku dalam keadaan apapun". bathin nya bergemuruh pilu.
sementara di ruang prakteknya Indri mengetik sebuah pesan ke Andra jika dia sudah memberikan apa yang Andra pinta tadi malam.
Indri
Andra
"terimakasih mbak".
Indri
"kamu ga kasian sama dia. setidaknya kamu berpamitan sama dia".
Andra
"aku butuh waktu mbak".
Indri
"kelihatannya dia sedih banget, ketika ia mengambil titipan dari kamu di tambah mbak bersikap dingin sama dia".
Andra hanya membaca tanpa merespon. lalu ia meminta ijin pada mbaknya karena pesawatnya akan berangkat.
di sepanjang perjalanan menuju Jpn. Andra teringat kembali kalimat demi kalimat yang di tulis Cindy. jika sebelumnya Cindy pernah melihat Jasmine dua kali setelah pasca insiden hampir empat tahun yang lalu.
__ADS_1
"jika saja kamu ga egois Cin. mungkin kami masih bisa menyelamatkan teman mu, gadisku. ". bathin Andra kesal.
apa lagi ketika ia membaca diary Cindy di tahun tahun terakhir bahwa pertemuan terakhir Cindy adalah di bandara Jkt. hal yang paling mengkhawatirkan dirinya saat ini adalah saat Cindy melihat Jasmine di kejar oleh segerombolan bodyguard.
"ya tuhan. apa yang terjadi dengan Jasmine". bathinnya resah.
berjuta fikiran buruk tentang keadaan Jasmine bermunculan. ia takut jika selama ini jasmine di jadikan alat oleh orang orang serakah. apa lagi dengan kondisi Jasmine yang sebenarnya.
"Jasmine". gumamnya pelan seraya mengurut urut keningnya.
...----------------...
"papa? ". panggil Cindy. ketika ia melihat ke arah pintu masuk ruangannya.
"papa". panggil nya kembali dengan wajah sendu.
Darma tersenyum seraya melangkah menghampiri putri bungsunya. sontak di sambut pelukan oleh putri cantik nya meskipun behel dengan harga standar masih menempel di giginya.
Darma menyambut haru putri kecilnya itu seraya mengusap lembut rambut yang di semir hitam pekat tersebut.
"papa". panggil Cindy kembali dalam tangisnya.
"iya nak". sahut si papa.
"maafkan Cindy". ucapnya yang masih terisak.
"sudah papa maafkan sayang. begitu pun mama mu dan juga kakak kakak mu". ucap Darma seraya menghapus air mata putri cantiknya itu. meskipun saat ini warna gelap lebih mendominasi kulitnya. yang sebenarnya berwarna putih mulus tersebut.
"kita pulang kerumah ya. mama sama yang lainnya udah lama nungguin kamu". bujuk Darma.
Cindy tersenyum lalu mengangguk pelan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tada...
udah terjawab kan siapa itu Ningsih yang sebenarnya. sebenarnya jika readers membaca novelku JASMINEKA/ORCHIDEA. bisa di tebak lho siapa itu Ningsih. ada di episode episode terakhir. 😉
but thank u ya.. yang udah mau mager di sini. jangan lupa untuk
like
vote
komen
rate
fav
__ADS_1
kopinya
terimakasih ❤❤❤