
# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..
satu jam yang lalu...
"bunda.... cucu... bunda.. ".pinta Dean seraya memeluk paha Dea.
Dea tersenyum sembari menatap wajah polos yang sedang memohon itu.
"oke". sahut Dea seraya mengacungkan jempol nya dan menoel hidung mancung putranya itu.
Dea bangun dari duduknya dan mengajak putranya untuk membuat susu bersama. sesampainya di dapur Dea menjelaskan berapa kadar air hangat yang harus di masukkan ke dalam botol susunya agar susu bubuk yang telah di tuangi empat sendok makan itu bisa terlarut rata di dalam botol yang berukuran dua ratus empat puluh mili itu.
postur tubuh Dee yang tegap dan padat berisi itu yang mengharuskan Dea tetap menjaga asupan gizi sang Putra dengan baik. untuk itulah Dea lebih memilih menghabiskan ratusan uang demi membeli susu. hal ini ia lakukan untuk mengalihkan putranya dari jajanan sembarangan.
"bunda... Dee... mau coba.. ". pinta Dean saat melihat Dea menuangkan air hangat di gelas berukuran sesuai takaran botol susu Dee.
"beneran mau coba?? ". tanya Dea kurang yakin meskipun air hangat tersebut memang sudah berukuran sesuai dengan lidahnya Dee.
Dean mengangguk kan kepalanya. lalu Dea pun memberinya kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang putranya minta.
"Dee bica bunda.. ". celoteh Dean saat air hangat tersebut berhasil ia tuang ke dalam botol susu miliknya.
"pinter.. anak siapa dulu dong? ". tanya Dea
"anak bunda dong". sahut Dea mantap dengan mimiknya yang sangat lucu.
setelah selesai menutup Tutup botol tersebut. Dea memberikan nya pada putra nya itu.
"nih. tapi cium dulu dong bundanya". ujar Dea seraya memberikan pipi kanannya ke arah Dean.
"mmmuach.. ". Dean mencium pipi sang bunda.
"satu lagi bunda". pinta Dean yang memang sudah menjadi kebiasaan ibu dan anaknya itu jika ingin mendapatkan sesuatu.
akhirnya Dee mendapatkan hadiahnya berupa satu botol susu di tangannya. ia pun berlari kecil ke kamar dan menaiki tempat tidur dimana ibu dan anak itu tidur bersama.
Dea mengikuti Dee hingga ke kamar dan membiarkan putranya itu mengemut susu di botol susunya dengan keadaan posisi sebagaimana enaknya saja lah. Dea menemani Dee seraya mengusap pelan rambutnya. hingga mata nya terpejam bersamaan susu di botolnya pun habis.
Dea mendengar dengkuran halus putranya yang sudah berada di alam mimpi dalam sekejap.
"capek banget ya nak". gumam Dea.
__ADS_1
hari ini Dee memang sangat puas bermain bersama dengan Keyra di rumah Retha hingga akhirnya Keyra harus di antar pulang oleh Retha sendiri ke apartemen Daddynya.
barulah Dee pulang untuk mandi dan minta di buatin susu oleh nya.
Dea masih menatap wajah putranya secara intens. kali ini ada hal berbeda yang ia rasakan. seolah olah ia tidak bisa lagi menatap wajah sang putra sedekat ini.
ting tong. ting tong. suara bel membuyarkan lamunannya akan sang putra. Dea segera bangun dari duduknya untuk melihat siapa yang datang.
Dea berjalan menuju pintu ruang tamu kecil nya dan memutar kunci lalu membukanya.
Deg. jantung Dea berdetak keras dengan darah yang berdesir saat ada beberapa polisi di teras paviliun nya.
"selamat sore nyonya Midea. saya membawa kan surat penangkapan anda terkait kasus keonaran yang terjadi di tiga tahun lalu serta kasus pemalsuan identitas yang telah anda lakukan terhadap korban bernama Jasmine". ucap seorang polisi yang memimpin operasi tersebut.
Midea mematung di tempat. fikirannya kalut. satu sisi ia tau akan di hadapkan situasi seperti ini tetapi satu sisi lagi ia belum bisa menerima jika harus meninggalkan Dee sendirian di paviliunnya.
"tunggu sebentar pak. biar saya ijin dulu sama anak saya di dalam. tolong pak". mohon Dea.
"maaf bu. mengenai anak ibu akan di tangani oleh anggota kami. mari ikut kita sekarang". ucap seorang polisi yang telah mempersiap kan borgol untuk Midea.
"pak tolong lah pak. biar kan saya pamit dulu pada anak saya. dia lagi tidur. sebentar aja pak". mohon Dea kembali.
Dea mencium ubun ubun putranya. netranya berkaca kaca saat membisikkan kata kata
"Dee. bunda pergi sebentar. Dee jangan nangis. nanti bunda kembali. Dee sama ummi ya?". ucapnya mulai terisak pelan.
"mari bu. waktunya sudah habis". titah salah satu anggota polisi tersebut.
Dea mengalah dan menuruti apa kata polisi tersebut. ia tidak mampu melawan seperti dulu ia melawan polisi dan pihak berwenang lainnya dengan berani. saat itu ia masih sendiri dan ia pun tak perduli dengan dirinya sendiri. terserah tuhan mau jadikan apa nasib dirinya saat itu. matikah atau tertangkap kah?. yang penting saat ia masih memiliki kemampuan untuk melawan maka ia pun akan melawan mereka yang menghalangi jalannya termasuk aparat kepolisian sendiri.
tetapi kali ini ada Dee yang harus ia selamati. ada Dee yang harus ia jaga kestabilan hidupnya. jangan sampai Dee tau jika Dea di tangkap polisi di depan matanya.
Dea melangkah keluar dari paviliunnya mengikuti rombongan polisi tersebut dengan tangan yang di borgol di depan tubuhnya.
...----------------...
sinar matahari menunjukkan waktu semakin sore. Retha yang baru saja kembali beberapa menit lalu dari mengantar Keyra dan berbelanja sedikit untuk kebutuhan dapurnya.
ia tidak begitu perduli pada sederet mobil yang terparkir di sepanjang jalan yang menuju rumahnya. karena ia pikir mungkin ada sesuatu hajatan yang berada di ujung jalan
Retha memarkirkan mobilnya seperti biasa. masuk ke dalam rumahnya membawa sekeranjang belanjaan dan menyusun rapi di lemari es dan rak rak dapurnya.
__ADS_1
saat ia kembali ke depan rumah. suara derap langkah kaki dari arah jalan setapak yang menuju paviliunnya membuat Retha penasaran suara langkah kaki siapa saja yang begitu tegap dan hampir serentak itu.
saat Retha mengintip dari jendela ruang tamunya. matanya membeliak lebar dengan darah berdesir hebat saat melihat segerombolan polisi keluar dari jalan setapak menuju paviliunnya dimana Dea tinggal.
dan yang lebih membuatnya kaget dan berteriak histeris saat ia melihat bundanya Dee berada di antara mereka dengan kedua tangannya yang di borgol.
"Jasmine!! " . pekik Retha kuat seraya berlari keluar menuju gerombolan polisi tersebut.
"pak ini ada apa? ". kenapa teman saya di borgol seperti ini. salahnya apa pak? ". rentetan pertanyaan ia lontar kan ke petugas kepolisian tersebut.
"kita akan jelaskan di kantor polisi ya bu". seorang petugas polisi berusaha menenangkan Retha agar tidak panik dan menimbulkan kegaduhan dalam proses tugasnya sekarang.
"ga bisa. jelaskan dulu sekarang jangan main tangkap orang sembarangan ya pak. menangkap orang juga ada undang undangnya ya pak ". ucap Retha lantang.
Retha mulai menyerang petugas tersebut dengan undang undang yang pernah di bacanya dalam buku hukum saat sang abang kandung memintanya untuk memperhatikan isi tulisan di dalam buku tersebut ketika abangnya sedang menghafal undang undang.
bukan hanya itu saja Retha juga terus terusan menceramahi petugas tersebut dengan pasal pasal lainnya yang Retha sendiri kebetulan masih lengket dalam otaknya saat sama sama membantu si abang dalam belajar hukumnya.
tentu saja hal ini membuat para polisi gerah dan kehilangan kesabaran karena merasa di ganggu dalam tugasnya.
sementara Dea hanya bergeming menatap sahabatnya Jasmine itu yang terlalu setia dalam membela teman. ia pun tak ingin Retha terlibat adu mulut terlalu jauh pada petugas tersebut.
lalu Dea menggeleng gelengkan kepalanya menatap Retha yang kebetulan menatapnya juga. ia berniat memberitahu kan pada Retha agar berhenti. membiarkan ia pergi dan tolong jaga Dee.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
the next chapter
apa kah Retha bakal diam saja dan membiarkan wanita yang di kira sahabatnya pergi di bawa polisi gitu aja. tetap stay teeus disini ya readers.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1