She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
pamit.


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit ia mencari Keyra yang sudah di bawa ke ruang perawatan anak. Justin mendapati Astrid yang menggenggam tangan mungil putrinya yang di pasangi infus tersebut.


Hatinya terasa sakit mengingat bagaimana ketika ia mendapati Namira yang tergeletak kaku di atas brankar. sekarang pemandangan itu hampir saja ia lihat kembali jika saja neneknya itu tidak segera bertindak.


Justin menghampiri putrinya yang masih tertidur itu. wajahnya terlihat pucat dengan bibirnya yang masih membiru, karena efek dari rasa dingin yang di derita putrinya dari dalam tubuhnya, sementara dari luar kulitnya masih terasa panas.


"Keyra". panggilnya lirih.


Astrid melirik Justin sejenak lalu netranya kembali berfokus pada cucunya. Justin menyentuh dan menggenggam tangan mungil Keyra yang satunya lalu menciumnya lama. ia menyesali sikapnya yang acuh tak acuh pada putrinya selama ini.


"Dokter bilang jika terlambat sedikit saja bisa membahayakan jiwanya Justin". Astrid berujar lemah dengan netra nya yang mengkristal.


"maaf bunda. maaf". isak Justin menyesali perbuatan nya.


"kalau kamu ga mampu merawat Keyra. biar bunda yang rawat seperti bunda merawat Nadira dan Namira. anggaplah ini pengganti mereka berdua. bunda ikhlas Justin". isaknya kembali.


Justin menggelengkan kepalanya lemah. ia tak sanggup jika harus berpisah dengan buah cintanya dengan Namira.


"jangan bunda. aku mohon. jangan pisahin Keyra dari aku bunda. aku ini papanya. dia anakku satu satunya". isaknya.


"tapi perlakuanmu selama ini tidak menunjukkan sikap seorang ayah nak". Astrid pun akhirnya menghakimi menantunya tersebut.


Justin mengangguk anggukkan kepalanya membenarkan pernyataan mertuanya itu.


"untuk itu bunda. aku mohon. kasih aku kesempatan untuk menebus semua kesalahan aku selama ini pada Keyra". pinta Justin.


"baik. dengan syarat. bunda akan mengawasi kamu selama dua puluh empat jam". ujar Astrid menatap tajam pada Justin.


"ma.. ma..maksud bunda? ". tanya Justin yang tak paham.


"bunda akan tinggal bersama kamu dimanapun kamu berada". ujar Astrid mantap.


sementara Mona hanya bergeming mendengar pernyataan Astrid. baginya tak masalah jika besannya itu tinggal lebih lama di rumahnya.


hanya saja dalam waktu dekat ini Mona dan Arfan telah mengatur untuk membawa Justin dan Keyra berlibur ke negara dimana papanya berbisnis. agar Justin bisa meluapkan kesedihan akibat di tinggal istri dan anaknya.


selama tiga hari keyra di rawat di rumah sakit dan selama itu pula Justin rela bolak balik antara kantor dan rumah sakit. jika pagi ia harus ke kantor maka malamnya ia rela menginap di rumah sakit menjaga Keyra.


hingga akhirnya Keyra pun di nyatakan sembuh dan di bolehkan pulang oleh Dokter yang menangai Keyra.


seminggu kemudian.

__ADS_1


Mona memberitahukan niat nya dan Arfan tentang rencana mereka untuk Justin dan Keyra kepada Astrid.


"apa mbak lupa?. perlakuan Justin kepada anak kandungnya sendiri yang menyebabkan Keyra sakit karena merindukan pelukan sang ayah.


"justru itu bun. niat ku untuk membuat Justin meluapkan kesedihan nya dan lebih berfokus pada Keyra. jika ia masih di sini dan terjngat kenangannya bersama Namira itu akan membuat dirinya sulit move on bun". ujar Mona.


"Justin bukanlah segampang itu melupakan orang yang ia sayangi bun. dulu ketika Nadira meninggal ia juga butuh waktu untuk meluapkan rasa sedihnya. itu Nadira, sahabatnya. tetapi saat ini yang ia tangisi adalah Namira, istrinya. orang yang ia cintai. bun". lanjutnya.


Astrid bergeming menatap sendu pada cucunya yang tertidur pulas di kamarnya. ia belum rela jika harus berpisah pada wajah mungil yang identik dengan kedua wajah anak kandungnya itu.


"kami akan berkunjung ke rumah bunda sesekali. asalkan bukan di indonesia. dan bunda bisa berkunjung ke tempat kami kapan pun bunda ingin". Mona mencoba membujuk besannya itu.


dengan pergelutan hati dan fikirannya yang cukup lama. akhirnya Astrid pun merelakan cucu satu satunya itu di bawa pergi oleh papanya dan juga omanya.


"tolong sesering mungkin kasih kabar ya mbak". pinta Astrid.


"ya bun. kita akan kasih kabar ke bunda sesering mungkin". sahut Mona meyakinkan besannya itu.


...----------------...


sebulan kemudian


"bah. gila kau Justin". sungut Andra kesal.


bagaimana Andra tidak kesal. jika Justin mengundurkan diri. otomatis yang menjadi Ceo atau penanggungjawab jawab penuh pada perusahaan cabangnya adalah mereka berdua. dan pastinya yang paling melelahkan adalah dirinya yang masih jomblo.


karena sudah pasti sahabatnya itu tidak ingin merepotkan Indra yang telah memiliki keluarga. tanpa Andra tau jika Indra telah membaca keluhan dan raut kesal di wajah Andra.


"lu ga boleh mengundurkan diri Justin. jika lu cuti untuk waktu yang ga di tentukan boleh". Indra memberikan statementnya.


"gimana?. deal? ".tanya Indra seraya memandang Justin yang masih bergeming seakan memikirkan sesuatu.


"Andra atau gue. atau pun adek sepupu lu bisa sesekali mengunjungi lu untuk meminta tanda tangan". saran Indra.


"gue tau lu di sana ga bisa di ganggu. tetapi kita di sini bakalan usahain ga akan mengganggu lu kalau ga bener bener emergency". lanjutnya.


"fine. gue akan rekrut dua kandidat yang pantas mendampingi kalian untuk wakilnya". ujar Justin.


"hah. emangnya kita berdua mau lu jadiin apaan. bukannya kita wakil lo bro". tukas Andra.


"Ceo di cabang kalian masing masing dan Ceo sementara di kantor ini". ujarnya Mantap.

__ADS_1


"ogah gue". tolak Andra.


"kenapa Ndra? ". tanya kedua sahabatnya itu.


Andra menarik dalam nafasnya. lalu ia pun menceritakan kisahnya


...----------------...


seminggu yang lalu


sebuah surat resmi yang telah di bawa langsung oleh abang iparnya, Angga ke kantornya.


sebelumnya Andra tau jika dua tahun yang lalu bapaknya membuka lahan perkebunan di daerah perbukitan Sumatera yang memasuki wilayah brstgi untuk penyediaan stok dari pabrik jamu milik bapaknya. sekaligus membuka kantor cabang di sana.


Andra membuka isi surat tersebut. ia terhenyak ketika mendapati dirinya telah di angkat sebagai Ceo dari cabang perusahaan bapaknya.


"mas. ini apaan?. jangan bercanda mas. ga lucu tau ga? ". Andra protes keras.


Angga mengangkat kedua bahunya.


"itu titahnya bapak. mas ga bisa protes. lagian kan ga apa apa. wong kamu nya disini. jadi kan bisa sekalian kamu kerjain. toh jabatan kamu di KBC cuma wakil kan?. jadi ga repot repot amat lah". ujar Angga menyemangati.


Andra yang masih kesal lambat laun mereda setelah di beri pengertian oleh abang ipar satu satunya itu. akhirnya Andra mengalah.


...----------------...


"jadi karena itu lo nolak jabatan yang gue kasih". ujar Justin yang merasa kecewa.


"gue ga bisa megang dua tanggung jawab sekaligus Justin. berat buat gue. jadi wakil aja gue mumet. apa lagi di tambah dua ceo di pundak gue". tukas Andra.


"jadi gue juga mau pamit dari KBC". lanjutnya.


"APA". teriak keduanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hallo readers yang caem..


tolong dukungan nya ya. dengan memberikan like, vote, komen, rate, fav dan poin


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2