She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Kakak beradik yang terlihat identik.


__ADS_3

# selamat membaca kembali..


Dea tersenyum senyum sendiri di depan layar ponselnya melihat video kiriman dari Retha tentang tingkah Dean dan Keyra dalam mengikuti kegiatan di sekolahnya hari ini.


di mata Midea saat ini mereka berdua terlihat seperti adik kakak yang identik jika di dekati seperti ini.


Bukan hanya Midea yang sedang memperhatikan dua bocah itu. saat ini pun ayah biologis dari dua batita dalam video kiriman dari Astrid juga ikut memperhatikan dan tersenyum senyum sendiri melihat tingkah lucu dua bocah tersebut. sama seperti Midea, Justin pun melihat mereka berdua seperti kakak adik yang identik jika di dekati seperti ini.


sementara Indra yang baru saja kembali lagi keruangan Justin memperhatikan sahabatnya itu tersenyum senyum sendiri membuat dirinya kembali penasaran dan bertanya.


"nonton video apaan sih?. kok sepertinya lucu banget kelihatannya?". tanya Indra kepo sembari menatap wajah sahabat nya itu yang sumringah.


"anak gue. tadinya maksa minta ikut sekolah di sana karena ada teman dekatnya yang di antar sekolah pagi ini. Keyra merengek rengek minta ikut sekolah juga". sahut Justin.


"terus ga lu turuti permintaan nya. kan bagus biar otaknya berkembang". tutur Indra.


"nih. udah di videoin sama grandma nya malah". tunjuk Justin pada Indra melalui ponselnya.


Indra pun melihat aksi kedua bocah itu yang dalam pandangannya, kedua batita itu terlihat mirip. bahkan seperti kakak adik yang terlihat identik.


"Tin". panggil Indra.


"ya". sahut Justin.


"lu merasa ga kalau mereka berdua terlihat mirip? ". tanya Indra seraya menunjukkan video yang di pause saat Keyra dan Dean duduk bersisian.


Justin memperhatikan wajah kedua batita tersebut.


"kebetulan mungkin dra. di dunia ini kan manusianya banyak yang terdapat mirip satu sama lain". ujar Justin.


"gue juga merasa mereka terlihat seperti kakak adik. tapi kan anak gue kan cuma Keyra. yah mungkin anak cowok yang di sebelahnya kebetulan mirip sama Keyra". lanjut Justin menepis penasaran pada sahabatnya itu.


"iya juga sih. mungkin kebetulan mirip". tutur Indra.


"oh ya lu jadi berangkat siang ini ke Mdn? ". tanya Indra seraya mengembalikan ponsel Justin.


"jadi". sahut Justin seraya mengambil ponselnya dari tangan Indra.


"jangan lupa berkasnya lu bawa kasih ke si Andra ya? ". Indra mengingat kan sahabatnya itu.


"oke bro". sahut Justin.


...----------------...


Di kampus.


Satria menemui Midea yang masih asyik menonton video putranya.


"Jasmine". panggil Satria.


"ya pak". sahut Dea seraya menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.


"nih. pelajari ini ya?. besok pagi ikut saya ke pabrik ya. biar kamu bisa memulai analisanya. lebih cepat lebih baik". ujar Satria seraya memberikan makalah untuk menunjang skripsi mahasiswa nya itu.


"ya pak". sahut Midea.


"oiya satu lagi. saya mendaftarkan kamu untuk melakukan presentasi perusahaan tingkat mahasiswa. kamu cukup fokuskan pada penelitian kita besok ya?". titah Satria seraya beranjak pergi.


"tapi pak saya ga bisa ikut". ucap Midea yang langsung menolak saat mendengar kata perusahaan.

__ADS_1


Midea Sejujurnya takut jika menghadapi orang orang penting di perusahaan yang memiliki hubungan KBC. ia takut jika identitas nya diketahui oleh orang orangnya Justin.


"kenapa Jasmine? ". tanya Satria heran.


"bukanah dulu kamu yang paling bersemangat untuk ikut presentasi ini Jasmine". ujar Satria.


"sa.. sa ya tidak yakin mampu untuk melakukannya pak". jawabnya kikuk.


"saya akan bantu kamu hingga Akhir Jasmine. percayalah sama saya. yang penting kamu harus percaya diri. tunjukkan kemampuukamu yang dulu. okey? ". tutur Satria memberikan semangat.


Midea membisu. sementara Satria berlalu dan meninggakan Dea yang terpaku dengan pemikiran nya. ia membiarkan Dea untuk merenungkan kata katanya. sebab Satria yakin Jasmine nya akan kembali jika sudah menyangkut dengan lab dan presentasi. karena menurut para dosen yang membimbing nya selama ini. wanita itu memiliki semangat dan cara berfikir yang stabil jika di hadapkan pada pelajaran praktikum.


...----------------...


"bunda..... ". panggil kedua kakak adik itu tatkala melihat Midea memasuki halaman rumah.


"ups... sayang dua duanya.. ". sambut Midea seraya membungkuk untuk merangkul kedua tubuh kecil itu.


"bunda kok baru puyang sih? ". tanya Dean bernada protes.


"bunda banyak keljaan Dee...?? ". sahut Keyra yang seolah olah mengerti kegiatan orang dewasa pada umumnya.


"tapi aku kangen". ucap Dean jujur.


"sama. bunda juga. mana kissnya sayang? ". pinta Dea dan menagih pipi tembem milik putranya itu.


Dean pun segera memberikan pipi kanannya untuk di cium bundanya. sementara Keyra yang melihat pemandangan itu pun jadi cemburu. ia pun meminta pada Dea untuk di cium pipinya.


"aku mau juga bunda???? ". pinta Keyra.


"mana punya kakak?. sinilah? ". ujar Dea yang membalas ucapan putri angkatnya itu.


"hihihi... gelik bunda". protes Keyra dengan kekehan.


"Keyra... Dean.. " . panggil Retha yang berdiri di pintu depan rumahnya.


"katanya mau ikut ummi. ayok mandi sekarang. kok malah kabur sih". ucap Retha.


"loh jadi kalian berdua belum mandi?? ". tanya Dea pada batita tersebut.


'belum bunda.. tadi minta di buatin omelet. janjinya udah selesai makan, mandi. eh ini malah kabur kesini". omel Retha.


"nungguin bunda ummi". protes Dean.


"tuh. bundanya kan udah pulang. sekarang mandi dulu ya? ". mau ikut ga? ". ajak Retha.


"mau kemana Tha? ". tanya Dea penasaran saat Retha mengajak putranya itu.


"mau ke apartemennya Keyra. soalnya Daddynya Keyra tiba sore ini. jadi kita mau ngantar Keyra ke sana. sekalian Dee juga mau ikutan katanya". jelas Retha.


"Dee mau ikut pergi sama ummi ya? ". tanya Dea pada putranya itu.


"Iya bunda. bunda mau ikut? ". tanya Dean.


"ga. bunda di rumah aja. kamu jangan lasak lasak ya di rumah orang. dengarin apa kata ummi". pesan Dea.


"oke bunda". sahut Dean seraya mengacungkan ibu jarinya pada Dea.


"pintar". sahut Dea tersenyum.

__ADS_1


"nah. sekarang ayok kita mandi ya? ". ajak Retha seraya menarik lengan dua batita tersebut.


tetapi Dean segera menepisnya begitupun Keyra. Retha mengernyitkan dahinya segera menatap dua bocah itu.


"mandi sama bunda aja". ucap Dean.


"iya aku juga. mandi sama bunda aja ummi". ujar Keyra yang juga ikut ikutan.


"ga apa Retha. biar mereka aku yang mandiin. kamu siap siap aja ya. biar cantik pergi bareng sama anak anak". ujar Dea.


"mmm.. ya udah deh. aku siap siap dulu ya? ". ujar Retha pamit.


Dea menganggukkan kepalanya. selepas Retha menghilang di balik pintu. maka Dea pun menatap pada dua bocah tersebut.


"ayok kita mandi sekarang".titah Dea lembut seraya menggamit dua masing masing lengan bocah tersebut menuju paviliun.


keduanya pun menuruti ajakan Dea ke paviliun. lalu segeravmasuk ke kamar mandi untuk di mandikan oleh Dea.


selama di mandikan mereka berdua terlihat bahagia dan bermain main dengan busa sabun dan busa shampo yang di gunakan khusus untuk anak anak seusia mereka.


"hmmmm... seger banget bunda... ". celoteh Keyra.


"hmmmm....wangi... bunda.. ". di ikuti Dean yang ikut berceloteh mengikuti gaya kakaknya.


Dea tersenyum sumringah melihat keceriaan dua bocah tersebut.


beberapa menit kemudian...


Dua bocah tersebut pun telah selesai di mandikan dan di rapikan oleh Dea. kedua nya tampak cantik dan gagah dalam balutan busana casual yang di rancang untuk anak anak tersebut.


Retha dan Satria menunggu dua bocah tersebut di halaman teras rumah mereka. pasutri tersebut tersenyum sumringah saat mendapati dua bocah yang telah terlihat cantik dan rapi hasil sentuhan tangan Dea.


"mmm... cantik dan gagah banget anak ummi". Retha menyambut mereka berdua.


"iya dong.. kan bunda yang mandiin". celetuk Dean.


"iyalah bundanya yang mandiin". cibir Retha dengan candaan.


gelak tawa pun hadir di senja itu. Akhir nya pasutri dan dua kakak adik itupun mengikuti pasutri tersebut masuk ke mobil mereka.


Dea mengingat kan kembali pada putranya itu agar jangan nakal. Dean pun mengangguk patuh.


"iya bunda". sahut Dean seraya mencium pipi bundanya.


setelahnya Satria menstarter mobilnya meninggalkan Dea yang masih berdiri menunggu mobil yang berwarna hitam itu menghilang ke arah jalanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


the next chapter


gimana ya perasaan Justin saat bertemu dengan putranya secara langsung untuk pertama kalinya.


tunggu di next chapter ya readers.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dulungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, favorit dan share linknya ya readers yang cakep.


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2