
Rendy melirik Retha yang tiba tiba terdiam ketika nama Jasmine di sebutkan.
"kamu mau tau ga nama restorannya apa? ".
tanya Rendy untuk membuyarkan lamunan sahabatnya itu.
"Naminka? " terka Retha.
Rendy menggeleng kepalanya.
"Jasmine? ". terka Retha kembali.
Rendy kembali menggeleng kan kepalanya.
"lalu apa?"tanya Retha yang semakin penasaran
"Sumatera" sahut Rendy.
"Sumatera?? ". ujar Retha meminta keyakinan. p
"ya. karena dulu ketika tante Alma dan mamanya Jasmine datang menjenguk Jasmine di kost an. si Jasmine sempat memasak untuk mereka berdua". jelas Rendy.
Retha mengangguk angguk paham.
"selagi mereka menikmati makanan buatan Jasmine. disitulah tercetus ide membuka restoran jika tante Alma dan mama Inka pensiun nantinya. bahkan nantinya si Jasmine juga yang ikut memasak di dapur restoran mereka nantinya. yah konsepnya makanan khas yang ada di pulau Sumatera ini". jelas Rendy panjang lebar yang mengingat cerita tante Alma dibalik berdirinya Restoran mereka.
"mmm. jadi itu Restoran tante Alma udah berjalan berapa lama Ren? ".sambil manggut manggut Retha terus saja mengkepoin Rendy.
"mmm. kira kira hampir empat bulan mungkin". Rendy mencoba mengingat ingat kembali.
"nanti kita singgah ke Restoran nya tante Alma juga ya? ". pinta Retha.
Rendy tak menyahut. di benaknya sedang mencari alasan bagaimana caranya untuk menghindari pertemuan antara Jasmine dan Retha. meskipun Arjun telah menghubungi tante Alma. hanya saja apakah ini akan berhasil.
setelah menempuh perjalanan lebih dari dua jam, tibalah mereka di kota tempat Arjun mengembangun usaha keduanya. Rendy memarkirkan mobilnya di CR Arjun dan memberitahukan jika mereka menunggu nya.
tak lama kemudian Arjun memunculkan dirinya di parkiran. dan mengambil posisi duduk di jok belakang. Retha melihat Arjun membawa box makanan dan juga Rantang khusus makanan hangat.
"mmm. seperti nya kita mesti cari tempat yang pas ni buat makan di pinggir jalan nantinya. ya ga? ". terka Retha ke dua sahabatnya.
"hehehe. tau aja ni nyonya dosen kalau kita bakalan makan di pinggir jalan". kekeh Rendy.
"iya sesekali kita rasain lagi makan di pinggir jalan sambil menikmati view Danau toba dari sebelah utara". sahut Arjun.
"ntar kita singgah ke rumah si Didit". lanjut Arjun.
__ADS_1
"gue sih oke aja. asal ada yang gantian nyetir". sahut Rendy.
"emang si Didit dinas dimana sekarang? ". tanya Retha.
"di situ juga. cuma sekarang dia sambilan jadi petani". timpal Arjun.
"aku kalau mesan bahan sayuran ya sama dia sekarang". lanjutnya kembali.
"oh ya. ga nyangka ni teman teman aku pada sukses semua jadi pengusaha. keren deh kalian". puji Retha kagum.
"oh ya si Didit kita ajak sekalian aja yuk ke Pdg nya. reunian kita sekali lagi sama tante Alma. kemarin kan ga ada dia waktu buat acara reuni kecil kecilan". saran Retha.
"mmm. ntar ku tanya dulu sama orangnya. soalnya itu si Didit baru aja punya bayi. istrinya baru aja melahirkan". sahut Arjun.
"Alhamdulilah". Retha dan Rendy mengucapkan hamdallah.
"anaknya cewek apa cowok Jun? ". tanya Retha.
"cewek katanya". jawab Arjun.
"Alhamdulilah". Retha mengucapkan hamdallah kembali.
"jumpa persimpangan di depan ini belok kanan ya? ". titah Arjun.
"ga. dia juga baru pindahan rumah sebulan yang lalu. tempatnya mantap deh. kalian pasti suka. cocok banget kalau buka bisnis di sana". ujar Arjun.
"nah itu dia rumahnya". tunjuk Arjun pada sebuah rumah yang terlihat minimalis tetapi begitu asri dengan berbagai macam aneka bunga yang di tanam di halaman.
Rendy memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang berwarna putih dengan paduan hijau sebagai pemanis di pinggir dinding.
mereka turun dari mobilnya. Retha melihat suasana rumah yang tampak sepi dan di sekitarnya pun terlihat adem dengan pemandangan pegunungan di belakang rumahnya.
"enak banget tempatnya ya. suasananya tenang". timpal Rendy.
"iya Ren. cocok banget kalau mau menghabiskan masa tua kita disini". gumam Retha yang sedang membayangkan masa tuanya bersama suami.
Rendy dan Arjun yang mendengar gumaman teman nya. mereka saling bersitatap dan terkekeh melihat tingkah Retha yang sedang menghayal saat ini.
"oi bu dosen. ga usah terlalu banyak menghayal. kalau punya duit. beli tanah daerah sini. bangun tu rumah buat menghabiskan masa di hari tua kalian disini". timpal Arjun.
Retha menyengir menampakkan sebaris gigi nya yang rapi dan putih, karena ketahuan menghayal oleh kedua temannya ini.
"yok. ikut aku". ajak Arjun yang langsung berjalan dari samping rumah menuju jalan setapak.
mereka terus melewati jalan setapak tersebut dengan suara gemericik aliran air jernih yang mengalir di sepanjang parit kecil.
__ADS_1
Arjun sebagai penunjuk jalan berada di barisan paling depan. hingga Arjun meneriakkan sebuah nama seraya melambaikan tangannya.
"Dit. Didit. ". teriak Arjun lebih keras dari yang sebelumnya.
seorang lelaki yang menggunakan sebuah alat berupa tangki penyemprot hama di punggungnya menoleh ke seseorang yang meneriakkan namanya. lelaki tersebut pun melambaikan tangannya juga ketika tau siapa yang datang menghampiri di ladang sayur miliknya.
"oi Arjun". teriak laki laki yang bernama Didit tersebut.
segera ia melepaskan seluruh atributnya. dan setengah berlari menghampiri temannya. dan ia tampak terkejut melihat kedua temannya yang lain datang bersama Arjun. dan yang lebih menyenangkan adalah seorang temannya yang menikah dengan dosennya, siapa lagi kalau bukan Retha si cantik dan baik hati.
"Retha!! " pekiknya
"apa kabar kawan. kangen kali aku sama kalian". ujar Didit yang langsung mengambil tangan Retha untuk di genggamnya kuat kuat. meskipun tanpa sadar sarung tangannya yang terkena oli dan lumpur telah mengotori tangan Retha yang mulus tersebut.
"eh maaf maaf. aku lupa". ucap Didit yang baru menyadari perbuatan nya.
"iya ni si Didit. can marah pulak laki si Retha nantinya" celetuk Rendy menakuti.
"its ok Dit" sambar Retha.
setelah empat sekawan itu berbasa basi. Didit mengajak mereka kerumah. dan menawari mereka makan.
"ini yang masak mertuaku. karena bini ku baru saja melahirkan putri kami yang pertama". ujar Didit.
Arjun membawa masuk satu rantang yang berisi makanan hangat dan memberinya ke Didit.
"buat istrimu. biar cepat pulih". Arjun berkata
"makasih banyak semoga rezeki kau makin lancar". Doa Didit
"Aamiin" semua yang ada disitu mengaminkan.
tak terasa waktu berlalu dengan cepat hingga akhirnya Retha, Rendy dan Arjun harus pamit. dan tak lupa menyelipkan beberapa lembar untuk bayinya Didit.
"kapan kapan kita buat reunian ya? ". timpal Didit.
"iya. buat aja timingnya yang pas dengan jadwal semua teman". sahut Rendy.
"iya". sahut semua secara serentak.
dan akhirnya Didit pun menitipkan sayuran segar untuk tante Alma sebagai oleh oleh. akhirnya mereka bertiga pun pamit dan berlalu dari kota yang terkenal dengan panoramanya, menuju ibu kota yang terkenal dengan masakannya yang mendunia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tetap like, vote, komen, and rate ya
__ADS_1