She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Midea vs her father


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


kini Midea dan Justin saling duduk berhadapan di sebuah kantin kantor pengadilan Negri Mdn. Ayah dan anak itu saling diam dalam waktu yang cukup lama. Saling tatap dan terkadang Jason menunduk dalam. mengenang kisah masa lalunya atas berakhirnya hubungan pernikahannya dengan Naminka, ibu dari anak yang kini berada di hadapannya saat ini.


"papa...".Jason membuka suara untuk memulai percakapan pada putrinya yang baru ia temukan hari ini.


Midea masih bergeming seraya menatap pria yang ada di hadapannya kini yang mengaku sebagai ayah kandungnya


"papa...baru tau kalau kamu ada di sini....maaf...papa terlambat menjemput kamu...". Ucap Jason terbata bata karena merasakan sesak di dada menahan kesedihan dan haru yang luar biasa.


Sungguh hari ini adalah sesuatu hal yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata kata jika ia memiliki anak kandung dari wanita yang pernah sangat ia cintai.


"papa minta maaf karena tidak tau kalau selama ini kamu ada".ucapnya dengan rasa penyesalan yang amat dalam.


Ia kembali teringat pada saat terakhir kali melihat Naminka pergi dalam keadaan diam sama persis dengan sikap putrinya yang sekarang ini.


"Jasmine". Panggil Jason pelan.


Midea masih terus bergeming menatap datar wajah pria yang selama dalam ingatannya tak pernah sekalipun ia memanggil seseorang yang sudah tua dengan sebutan "ayah atau papa". Kecuali papa Arfan yang sebagai mertuanya. Itu pun hanya sekali saat momen di mana ia sendiri datang menghancurkan makan malam keluarga tersebut karena telah memiliki menantu baru.


"Jasmine...papa...sebenarnya ingin membawa kamu pulang sekarang". Ucap Jason yang telah mengutara kan niatnya sejak pertama tau jika ia memiliki anak dari Naminka, mantan istrinya.


"Jasmine....papa akan menebus semua kesalahan papa di masa lalu dan juga waktu kita yang selama ini terbuang sia sia. Papa mohon kamu pulang sama papa ya?". Bujuk Jason pada Midea dengan air mata yang mulai mengkristal di sudut matanya.


Sementara Justin sengaja mencuri dengar percakapan ayah dan anak itu. ia merasa trenyuh dengan apa yang di dengarnya saat ini. Ia tidak menyangka jika nasib wanita yang selama ini ia benci amat begitu tragis.


Sedangkan Retha, Arjun,Sagita dan Reza masih duduk santai melepas penat atas apa yang mereka lalui saat ini. Arjun memberitahu kan pada tante Alma bahwa saat ini sidang nya Midea baik baik saja dan telah dinyatakan bebas dari segala tuntutan.


Arjun memilih menceritakan nanti pada Alma dan Rendy setelah pulang dari sini. Arjun masih menunggu kabar kelanjutan tentang pertemuan dari ayah dan anak itu. sedangkan Retha masih menghubungi Satria tentang kabar sidang hari ini.


Masih di tempat yang sama Jason semakin sedih melihat sikap diamnya Dea. Sementara Dea masih belum mengerti bahkan belum bisa menerima dengan akal nya atas apa yang terjadi.


Segala yang terjadi dalam hidupnya dari saat ia membuka mata dalam keadaan sakit dan berada di rumah sakit. hingga terakhir kalinya ia terpaksa harus mendekam di penjara atas kasus pemalsuan identitas yang sebenarnya identitas tersebut adalah miliknya sendiri yang ia sendiri pun tak tahu tentang identitas aslinya selama ini.


Ia bingung dengan perubahan yang secara mendadak ini. Bahkan Sekarang ada seorang pria yang mengaku ayahnya dan mengajak nya pulang. Midea memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Jasmine". Jason memanggil putrinya kembali.

__ADS_1


Kali ini rasa takut mulai mendera nya karena sikap Midea yang menunjukkan penolakan.


"Jasmine". Jason memanggilnya lembut.


"aku butuh waktu".sahut Midea seraya menatap kembali sang ayah.


"Jasmine??". Panggil Jason penuh pengharapan jika putri yang tinggal satu satunya mau memaafkannya.


"ya. Aku butuh waktu. Permisi". Sahut Midea seraya bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Jason yang masih termangu menatap putri keduanya pergi.


"Jasmine... Maafin papa sayang". Ucap Jason pelan dengan bahu yang bergetar dan wajahnya yang kian menunduk dalam.


Sementara Justin melihat pemandangan di depannya dengan hati yang masygul. Satu sisi ia merasa kasihan pada ayah mertuanya itu karena ketidaktauan nya ia merasa amat bersalah. akan tetapi pada Satu sisi lainnya putri mana yang tidak akan terluka jika memiliki nasib sedemikian rupa.


Justin menatap sendu pada Midea yang berlalu tanpa ragu untuk tak menoleh ke belakang. Hingga ia melihat Sagita memeluk nya untuk menenangkan hati istri paksanya itu.


"aku boleh ikut kamu?". Tanya Dea pada Sagita.


"tentu. Tentu saja boleh. Dengan sangat senang hati aku menyambutnya". ujar Gita seraya mengajak Midea untuk ikutb masuk ke mobilnya.


"Jasmine". Panggil Retha yang melihat Midea masuk ke mobil kakak letingnya itu.


Midea tak bergeming ia memilih diam dan tak menggubris pada orang orang yang tak pernah sekalipun menjenguknya saat di tahan.


"Jasmine.". Panggil Retha kembali.


"dek. Mungkin dia butuh waktu untuk memahami situasi yang membingungkan ini". saran Sagita.


"iya kak. Aku ngerti. Kakak kabari aku ya kalau udah sampe rumahnya kakak". Ujar Retha yang mencoba memahami kondisi Dea.


Sagita pun tersenyum. Lalu ia masuk ke dalam mobilnya dan meminta supirnya untuk pulang ke rumahnya.


Selepas kepergian Midea. Justin pun dengan segera menghampiri ayah mertuanya itu.


"ayah". Panggil Justin lembut.


Jason menoleh ke arah suara. Seketika ia berdiri dan memeluk Justin erat.

__ADS_1


"Justin. Anak ayah Justin". Panggilnya terisak.


"iya yah. Justin sudah tau semuanya. Justin mengikuti persidangannya tadi. Sabar yah sabar". Ucap Justin seraya mengelus elus pelan punggung sang mertua.


sesungguhnya ia amat bersyukur karena Dean putra satu satunya ia temukan masih dalam keadaan masa kanak kanak seperti sekarang ini. dan setidak nya ia tidak terlalu banyak kehilangan waktu berharga bersama putra tampan nya.


selang beberapa menit kemudian..


Sagita mengajak Dea untuk masuk ke rumahnya. Malam ini rencanaya Dea yq ingin melakulan dan menikmati hasil dari jerih payahnya selama ini.


"yuk masuk". ajak Sagita seraya Membuka pintu rumah dengan tangannya.


setelah perkenalan ruangan di rumah Gita, maka Sagita membawanya ke kamar tamu untuk beristirahat. Midea pun mengikuti apa yang di sarankan oleh Gita.


Setelah mandi dan berpakaian rapi. Seketika Midea di ingatkan tentang Dean. Ia menjadi sangat rindu pada anak yang berusia tiga tahun itu.


"Dee..". Panggil Dea pelan.


Midea menatap luar jendela, kini ia mulai berhalusinasi seperti melihat Dean di luar sana.


"Dee. " panggilnya terisak.


"Dee. bunda sudah bebas. Nanti kita bisa bermain lagi. Dee kamu ada di mana sekarang hah?. Bunda kangen sayang".ucapnya kembali. Kini Midea hanya bisa terpaku menatap orang orang yang berlalu di jalanan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2