
Di areal perbukitan dari kota Brstgi seorang gadis cantik sedang asyik berkutat dengan tanah dan pupuk alami. Dialah Cindy yang kini bekerja dengan sukarela di perkebunan sayur dan rempahan milik Didit. sudah enam bulan lamanya Cindy menghabiskan waktunya disini.
sementara dari balai yang terbuat dari anyaman bambu yang tak jauh dari tempat Cindy berdiri, beberapa teman dekatnya tengah asyik memperhatikan dan menggosipkan nya. mereka adalah Retha, Merry dan juga Didit.
"si Cindy semenjak pulang dari pelarian nya banyak kali yang berubah dari anak itu ku tengok". ujar Didit kagum.
"iya. dulu itu anak paling anti kali sama panas dan kotor. sekarang kau tengok tu. jangankan panas. tanah sama taik hewan pun mau di pegangnya". kekeh Retha.
"ngomong ngomong macem mana ceritanya Tha. kalian bisa akrab lagi. biasanya yang namanya mantan mantanan susah buat balikkan kayak dulu". tanya Didit penasaran.
"kau Nyindir aku Dit?!". tanya Merry seraya menggigit jagung manis bakarnya dengan tangan kanannya.
sementara tangan kirinya menggoyangkan sebuah ayunan yang di ikat pada kayu kayu langit dari balai tersebut. agar si bayi cantik yang berusia delapan bulan itu tetap tertidur pulas lebih lama.
"bukan gitu. aku teringat kalau dulu calon lakiknya Cindy itu kan lakiknya kau yang sekarang Mer. nah gimana bisa dekat lagi kaliannya. biasanya jadi musuh bebuyutan". tanya Didit yang semakin penasaran.
"kepo kali kau". sungut Merry.
"sinilah ku ceritakan sikit ya". sahut Retha sumringah.
...----------------...
Delapan bulan yang lalu
Di kediaman Satria
Merry yang tidak tahan memendam rasa takut kehilangan pada suaminya karena telah bertemu dengan Cindy kemarin. akhirnya ia pun Curhat dan mengeluarkan rasa khawatir nya akan nasib rumah tangganya.
"ih anak ini bodoh kalilah. jangan sampai rasa was was kau sama si Cindy membuat kau kalah saing sebagai istri sah. apa lagi kau lagi tekdung begini. kasihlah laki kau itu kepercayaan. ku liat pak Alex itu bucin kali ma kau nya?!". ujar Retha menenangkan sahabatnya itu.
"lagian laki kau kan udah bilang bahwa cinta dan hidupnya cuma untuk istri dan calon anaknya sekarang". tambahnya.
"tapi mereka kan pernah bertunangan Tha. bisa jadi mas Alex itu CLBK sama Cindy. apa lagi si Cindy ku liat makin cantik ajalah". sahut Merry resah.
"eh Mer. kau lupa itu si Cindy milih kabur dari pernikahannya demi siapa? ". tanya Retha mengungkit masa lalu.
"dan gara gara dia jugakan. kau sama pak Alex berjodoh. karena kalian sama sama stress mikirin si Cindy". timpal Retha kembali.
"lagian pak Alex itu stressnya karena dah terlanjur malu sama kolega koleganya yang udah dia undang. terus undangan pun udah di sebarin. gimana ga stress coba. seminggu lagi mau kawin eh malah di tinggal kabur". ucap Retha mengungkit kenangan lima tahun lalu.
"iya juga sih. sampek aku terpaksa cari ngutangan. jual motor butut aku buat gantiin barang yang rusak gara gara aku mabuk karena stress mikirin Cindy. ". sahut Merry seraya mengingat kenangan pahit tersebut.
__ADS_1
meskipun setelahnya Alex mengikhlaskan semua barang yang rusak tersebut tanpa di ganti. bahkan Alex menggantikan motor matic satu satunya yang ia jual untuk membayar hutangnya pun di gantinya dengan yang baru.
mengingat kenangan itu sungguh ironi tetapi berakhir manis tatkala Alex mulai menunjukkan rasa suka dan perhatian nya kepada dirinya hingga Alex menyatakan perasaan cinta dan mengajaknya menikah serta memboyongnya ke luar negri sekaligus membayar study hingga S2. Merry tersenyum sendiri kala mengingat kenangan manis itu.
"alah mak udah baperan lagi dianya". sungut Retha yang sedari tadi memperhatikan tingkah bumil itu.
"gimana?" udah tenangkan? ". pokoknya kunci utama dari rumah tangga itu saling percaya dan komunikasi. ga usah takut karena mantannya kembali. karena yang paling di cintai sama lakik kau ya kau seoranglah. bucinnya aja tingkat dewa ma kau Mer". Retha memberi wejangannya kembali.
sebenarnya tanpa mereka tau sedari dua puluh menit yang lalu Cindy mendengarkan percakapan dua karib itu.
awalnya Cindy berniat mengetuk pintu tetapi ketika suara mereka terdengar jelas sedang menggosipkan dirinya di ruang tamu. dia pun mengurungkan niatnya dan lebih memilih mendengar yang mereka bicarakan di depan pintu rumah Satria, suami dari Retha.
setelah mereka terdiam dan Cindy menyadari kesalahan nya pada semua teman temannya terlebih pada Merry. akhirnya ia memberani kan diri mengetuk pintu rumah yang bergaya minimalis tetapi manis tersebut.
sontak hal ini membuat Retha dan Merry bertanya tanya siapkah gerangan yang datang. lalu Retha bangun berjalan menuju pintu dan membukanya.
Retha terhenyak begitupun Merry tatkala melihat sosok yang menjadi bahan gosip mereka hari ini.
Cindy tersenyum menatap kedua temannya itu. lalu menyapa mereka.
"hai tha, hai Mer. apa kabar? ".
"ba.. ba.. ik". sahut keduanya kikuk.
"oh.. iya.. masuklah". sahut Retha membuka pintunya dengan lebar dan mempersilahkan Cindy untuk duduk.
Retha menawarkan minum pada Cindy.
"terserah Tha. apa aja pun boleh". sahut Cindy.
lalu Retha meninggalkan dua karib itu agar bisa leluasa mengobrol. Cindy dan Merry saling tatap dalam diam.
"maafkan aku Mer". Cindy membuka suara.
"hah?". ucap Merry heran.
"maafkan aku Mer". ucap Cindy sekali lagi dengan penuh penyesalan.
"seandainya saat itu aku ga egois dan memiliki keberanian seperti Jasmine yang mampu mengungkapkan segala yang ia mau. mungkin aku tidak akan sampai membuat kalian repot dan kau Mer tidak menjadi bulan bulanan keluargaku". Cindy melanjutkan kalimatnya.
Merry hanya bisa bergeming dan menatap heran pada karibnya dulu.
__ADS_1
"mengenai mas Alexmu. aku memang tidak pernah mencintainya Mer. dan kau jangan takut mengenai mas Alexmu. karena ia adalah tipe seorang yang posesif jika sudah menyangkut atas nama kepemilikan". jelas Cindy seraya tersenyum.
"kita masih teman baik kan? ". tanya Cindy seraya menunjukkan kelingkingnya ke Merry.
Merry yang melihat itu pun tersenyum. ia langsung memeluk Cindy, sahabat yang sebenarnya ia rindukan itu.
Retha datang menghampiri dengan baki di tangan yang berisi minuman segar di gelas kaca. ia sumringah melihat pemandangan di depannya.
"Alhamdulilah". ucap Retha sumringah.
Cindy dan Merry melepaskan pelukannya. dan mereka bertiga tertawa bahagia di sore itu.
...----------------...
" jadi begitu toh ceritanya?? ". timpal Didit.
"iya mas bro". timpal Merry.
"mantap mantap. aku salut sama emak emak cem kalian". puji Didit.
kriing..
ponsel Merry berdering bersamaan dengan ponsel Retha. ternyata masing masing suami menelpon tentang keadaan mereka. Didit yang mendengar kedua karibnya memanggil masing masing nama kesayangan untuk pasangannya pun geleng geleng kepala.
"oalah sama sama di bucinin". gumam Didit tersenyum.
lalu ia turun dari balai tersebut dan memanggil temen karibnya yang masih asyik berpanas ria di kebun miliknya.
"Cindy".teriaknya seraya melambaikan tangannya
Cindy menoleh dan membalas lambaian Didit.
"oi istirahat dulu. makan ni makan". teriak Didit.
lalu Cindy pun segera menghentikan aktifitasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya ya untuk novel ini dengan memberikan
like, vote, komen, rate, fav, dan poin.
__ADS_1
terimakasih.