She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
perjalanan


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini.


Astrid datang berkunjung ke Aussie untuk melihat Keyra cucunya. selama di rumah besannya itu mereka menghabiskan waktu untuk bermain bersama Keyra.


ada pun niat Astrid selain berkunjung ke Aussie untuk menjenguk cucunya, Astrid pun memiliki niat lain. yaitu mengajak Keyra pulang ke Indonesia untuk nyekar ke makam mamanya. dan juga sekaligus membawa jalan jalan Keyra ke Sumatra menjumpai sanak saudara khususnya di daerah Sumatra.


Mendengar niat dari besannya itu Mona menyetujui permintaan Astrid. bahkan Mona pun turut ikut pulang bersama mereka. sementara untuk Justin , Mona biarkan untuk tinggal di Aussie. di karenakan Justin sendiri tidak begitu antusias untuk kembali ke Indonesia hanya saja ia keberatan jika putrinya di bawa. sedangkan putrinya juga bersikeras ingin ikut neneknya.


"serius kamu nak?". mau ikut nenek ke Indonesia?". tanya Justin kurang yakin.


"off course Daddy. I wanna go with my grandma. please Daddy.. ". mohon Keyra.


"mama cuma sebentar Justin. mama sama Keyra nanti pulang lagi kok kesini". ucap Mona.


"Justin ga ikut pulang?. sudah dua tahun ga nyekar kan? ". tanya Astrid yang sedikit kecewa jika Justin melupakan Namira lambat laun.


"nanti ya bun". sahut Justin singkat.


lalu mengajak Keyra bermain bersama.


"nanti ya bun. kalau dianya udah siap untuk pulang pasti dia bakalan pulang". timpal Mona yang merasa tak enak hati.


Astrid hanya diam. ia pun tak bisa memaksa menantunya itu untuk pulang ke Indonesia. bisa membawa Keyra bersamanya saja sudah cukup baginya sekarang.


...----------------...


keberangkatannya Astrid, Mona dan Keyra kembali ke Indonesia pun tiba. mereka menginap semalam di rumah Mona yang ada di Jkt.


"akhirnya kita pulang lagi kerumah". gumam Mona pada cucunya.


"whose house is this Oma? ". tanya Keyra.


"our home Keyra sayang". sahut Mona dengan tersenyum.


Mereka masuk ke dalam rumah di sambut dengan gembira bi Muna yang masih setia menjaga dan merawat rumah tersebut dengan rapi. apa lagi bi Muna juga merindukan Keyra kecil yang sekarang sudah menjadi anak perempuan yang cantik. sementara Mona mengajak Astrid dan Keyra untuk beristirahat di kamar nya masing masing.


keesokan harinya..


Mona, Keyra dan Astrid pergi berziarah ke makam Namira dan Nadira yang terletak di sebelahnya. pemakaman ini adalah pemakaman keluarga Archidean yang di wakafkan khusus keluarga.


"kita berdoa ya sayang untuk mommy dan Aunty kamu". ujar Mona kepada cucunya.


"iya oma". sahut Keyra yang mengambil posisi duduk di antara kedua nenek cantik tersebut.

__ADS_1


lalu bertiganya mendoakan Namira dan Nadira hingga selesai. Astrid membimbing Keyra menaburi bunga di pemakaman dua wanita yang memiliki hubungan darah dengan Keyra.


"sudah selesai sayang". ucap Astrid setelah dua pemakaman itu penuh dengan taburan bunga oleh Keyra yang kini hampir berusia tiga tahun itu.


lalu mereka bertiga pun kembali pulang dan berniat melanjutkan perjalanan mereka ke Sumatra.


besoknya dengan menggunakan rute pesawat mereka bertiga sampai di kota Pdg. dengan menggunakan Taxi Mereka menuju ke tempat saudara yang masuk sedikit ke daerah pedalaman Sumbar.


selama dalam perjalanan Keyra menikmati pemandangan yang tersedia di sepanjang perjalanan.


"wow.. its beautiful grandma". ucap Keyra.


"hmm. do you like it?". tanya Astrid.


"ya. I like It". sahut Keyra senang.


"syukurlah dianya ga boring ya bun". ujar Mona.


"iya mbak. dulu dia juga ga rewel ketika pertama kali di bawa kesini". ujar Astrid mengenang masa lalu dalam perjalanannya bersama Keyra bayi dan suami.


...----------------...


sementara di kota Pdg. Alma mengajari Dean mengucapkan surah Alfatihah dalam doa penutup Ziarah di makam Inka.


"sama atok aja". ucap Dean yang masih cadel.


"ayok kito doa samo samo". ajak Danang seraya tersenyum.


lalu Dean mulai membaca sedikit sedikit hafalan Alfatihah yang telah di ajarkan selama Alma mengasuh batita tampan itu hingga selesai.


"Aaamiin". ucap Dean


"anak pintar. semoga jadi anak yang sholeh ". Doa Danang.


Aamiin". sahut Alma.


"ayok kita pulang yo". ajak Dean.


"iya". sahut Dean.


"Inka ambo dan cucu awak pamit yo". pamit Alma.


"Dee puyang duyu oma". ucap Dean

__ADS_1


"pinternyo cucu atok". celetuk Danang.


mereka bertiga pun pulang kembali ke kota Pdg. selama dalam perjalanan Dee hanya menatap keluar jendela mobil. sesekali ia berkomentar pada odong odong yang lewat, pada gerobak becak yang berisi mainan, bahkan juga pada kereta api yang lewat.


" banyak cakap jugo ini cucu". Alma berkomentar.


"biarlah dek. namanyo jugo anak anak. banyak ingin tau nyo". ujar Danang yang masih fokus menyetir ke jalanan.


...----------------...


Midea kini semakin di sibukkan dengan jadwal perkuliahan dan praktikum. bukan itu saja terkadang dia harus ikut Retha dan Satria ke Hutan untuk mencari tanaman untuk penelitian mereka. bahkan ada beberapa mahasiswa yang lain


mereka berjalan kaki menuruni sedikit tebing yang masih bisa di susuri tanpa bantuan apapun. lalu menyusuri anak sungai yang melawan arus kecil yang mengarahkan mereka pada air terjun kecil.


Midea yang tak pernah melihat pemandangan yang menakjubkan ini sebelumnya sontak membuat dirinya terpana akan keindahan alam yang tersembunyi tersebut.


seperti saat ini ia di hadapkan pada air terjun kecil yang membuat Midea terpaku saat itu juga. pikirannya terfokus pada sejuknya air terjun tersebut jika ia berada di bawahnya.


"Jasmine. jangan". larang Retha yang sedari tadi memperhatikan tingkah Midea yang ingin masuk ke dalam sungai.


"kenapa? ". tanya Midea.


"kita ga tau seberapa dalam palung di bawah air terjun tersebut Jasmine". sahut Retha.


"kita ke sana aja yuk? ". ajak Retha mengikuti Satria yang mencoba menyebrang di daerah yang dangkal.


sesampainya di seberang. Satria melambaikan tangannya mengajak kedua wanita itu untuk menyebrang. maka Midea dan Retha pun ikut menyebrang.


penjelajahan kali ini mungkin termasuk lama. karena Satria memutuskan untuk mendirikan Tenda dan menginap di hutan yang sering Satria jelajahi. hanya saja kali ini ia lebih jauh lagi masuk ke dalam hutan mencari tanaman dan rerumputan liar untuk ia teliti.


Satria memang bertekad membantu menyelesaikan skripsinya Jasmine kali ini sekaligus memberi terapi pikiran dengan membawanya ke alam terbuka seperti ini. karena itulah pesan dari Dokternya.


malamnya


di satu tenda milik Satria Retha mengeluarkan bahan makanan yang bisa di masak secara instan untuk makan malam mereka. ia melirik ke sebuah tas obat obatan yang terlihat lebih padat dari biasanya. lalu Retha membuka dan melihat isinya.


"kenapa banyak kali bang suntikannya?". tanya Retha yang melihat isi tas obat obat an milik suaminya.


"buat jaga jaga kalau si Jasmine kumat lagi sakit kepalanya". ujar Satria.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk Novel ini dengan memberikan like, vote, komen dan share dong plissssss 😊

__ADS_1


__ADS_2