
# selamat menikmati episode ini
pagi ini Dea memutuskan akan membawa Dean ke sekolah Paud yang berada tak jauh dari rumahnya. mendengar Dean akan ke sekolah Keyra pun merengek rengek pada grandmanya agar ikut Dean ke sekolah.
"Keyra. kamu itu cuma sebentar lho disini. setelah Daddymu datang. kamu di jemput pulang kembali ke Aussie". ujar Astrid menjelaskan pada cucunya itu, meskipun ia bakalan berasa sedih lagi karena harus berpisah dengan Keyra.
"aku ga mau balik ke Aussie grandma. aku suka disini. disini banyak yang sayang sama aku". rengek Keyra.
"lho memangnya di Aussie ga ada yang sayang sama kamu?". tanya Astrid heran.
"ada sih tapi cuma tiga olang". sahut Keyra bernada sedih dengan wajah yang di tekuk.
Astrid yang melihat tingkah cucunya itu tersenyum simpul. sebenarnya ia akui jika Keyra selama di sini terlihat ceria dan bahagia. apa lagi setelah pulang dari rumah oomnya itu. terlebih jika Keyra menginap di sana.
"boleh ya grandma kalo Keyra ikut sekolah". rengek Keyra kembali.
"nanti ya. kita tunggu Daddy kamu kesini dulu". bujuk Astrid.
"ihh.. kelamaan kalau nunggu Daddy nya grandma???. Keyra maunya sekarang". protes Keyra.
Astrid menghela nafasnya sesaat mendengar perkataan sang cucu yang bernada protes itu.
Tekadnya sama seperti almarhum Auntynya yang jika memiliki kemauan. akan terus memperjuangkan keinginannya itu.
"ya udah kita telpon Daddy sekarang ya. tapi Keyra yang ngomong sendiri". ujar Astrid.
Akhirnya Astrid melakukan panggilan video call pada menantunya itu. dan meminta Keyra untuk berbicara pada Daddynya mengenai permintaan nya.
"Daddy". panggil Keyra cemberut.
"iya sayang. kenapa wajahnya cemberut gitu? ".tanya Justin yang melihat wajah putrinya yang cemberut.
Justin tersenyum, ia teringat pada mamanya Keyra yang memiliki wajah yang mirip jika cemberut begini.
"Keyra mau sekolah Daddy". pinta Keyra.
"nanti ya kalau kita kembali ke Aussie". tolak Justin halus.
"Keyra ga mau sekolah di sana Daddy. Keyra maunya disini aja". protes Keyra.
"kok disini sayang. kita kan cuma sebentar di sini. setelah pekerjaan Daddy selesai kita kembali ke Aussie". jelas Justin bernada penolakan.
"ga. Keyra ga mau. keyra ga suka. Keyra maunya di sini aja. Keyra ga mau balik ke Aussie". protes Keyra keras.
"fine. tunggu Daddy datang ke situ sebentar lagi ya? ". bujuk Justin.
"kelamaan Daddy. sekolahnya udah di mulai dari tadi pagi. Dee udah di antar sama bundanya Pasti". ucap Keyra semakin cemberut.
__ADS_1
"oohhh... jadi karena teman kamu itu yang membuat kamu memaksa ingin sekolahh disini". terka Justin.
"dia temen aku Daddy. aku mau satu sekolah sama Dee aja". ucap Keyra.
Justin tersenyum. ia teringat pada Almarhumah Nadira, Auntynya Keyra. yang memiliki tekad kuat jika sudah memiliki kemauan. tekadnya Keyra mungkin keturunan dari auntynya.
"mana grandma?". Daddy mau bicara". tanya Justin.
Keyra pun memberikan ponselnya pada Astrid yang sedari tadi mendengarkan percakapan ayah dan anak itu di samping cucunya.
"ya nak Justin". sapa Astrid.
"bun. apa sekolah nya jauh dari apartemen kita? ". tanya Justin.
"yah lumayan. masih di lingkungan rumahnya Satria". sahut Astrid.
"ya udah. nanti saya telpon Satria agar mengawasi Keyra". ujar Justin mengalah.
"jadi Keyranya di sekolahin dekat rumahnya Satria ni ceritanya?". tanya Astrid.
"yah.. mau gimana lagi. dari pada cemberut gitu anaknya". ujar Justin.
"bunda pasti mengertilah jika Tekadnya Keyra keturunan dari siapa". lanjut Justin yang mengenang almarhumah Nadira, sahabatnya.
"iya nak. bunda berfikir begitu juga sih". sahut Astrid tersenyum.
"thank you Daddy". ucap Keyra senang.
"are you happy now? ". tanya Justin.
"off course Daddy". sahut Keyra sumringah.
"enjoy your school. be better student. don't be naughty. learn good! ".Justin memberi nasihat pada putrinya itu.
"yes sir". sahut Keyra seraya memberikan penghormatan ala komandan.
"hati hati ya key". nasihat Justin kembali.
"iya Daddy. love you Daddy". ucap Keyra.
"love you too Keyra". sahut Justin dan menutup video callnya.
setelahnya Keyra meminta pada Astrid agar mengantarnya ke sekolah sekarang. Astrid yang melihat jam di dindingnya sudah menunjukkan pukul sembilan pagi memberi penjelasan pada cucunya jika mereka sudah terlambat.
"ga pa pa grandma. kita ke sana aja liat Dee. sekalian kasih tau sama ibu gurunya kalau Keyra juga akan sekolah disitu". pinta Keyra.
akhirnya Astrid pun kembali mengalah demi cucu semata wayangnya itu. mereka pun pergi menuju sekolah dimana Dean bersekolah. setelah menelpon Retha dan memberitahukan keinginan nya Keyra. Retha pun ikut memberikan dukungan dan menunggu ponakannya itu di depan sekolahnya Dean.
__ADS_1
"ummi". panggil Keyra yang baru saja turun dari taxinya.
sementara Astrid mengernyitkan dahinya saat Keyra memanggil tantenya itu dengan sebutan ummi.
"hai anak ummi.. mau ikutan sekolah sama Dee ya? ". sapa Retha.
"iya ummi.. aku bocen di apartemen terus. aku mau kayak Dee. bisa belajar sama temen temen yang lain". ujar Keyra.
"hahaha... iya iya boleh kok. udah minta ijin sama Daddynya belum kalau mau sekolah di sini?". tanya Retha berbasa basi.
sebenarnya ia sendiri sudah di beri tau oleh suaminya kalau Daddynya Keyra menitipkan putrinya pada mereka karena keinginan Keyra yang mau bersekolah satu sekolah dengan Dee.
"udah dong". sahut Keyra mantap.
"yok masuk. kita ketemuan dulu sama ibu gurunya ya? ". ajak Retha.
"iya". sahut Keyra antusias.
lalu keduanya pun masuk ke sekolahnya Dean diikuti Astrid di belakang mereka. seraya berjalan menuju kantor kepala sekolah. Astrid menanyakan kepada Retha perihal perubahan panggilan dari Keyra untuk Retha.
"ohh.. itu.. gara gara Dee bunda. manggil aku ummi dan untuk bang Satria di panggil Abi. mungkin Keyra cemburu kali karena merasa jika kami berdua lebih dekat sama Dee gara gara panggillan ini". jelas Retha panjang lebar.
"hahaha... ada aja ya anak anak sekarang". kekeh Astrid menggeleng geleng kepalanya heran melihat tingkah cucunya itu.
hingga tibalah mereka di kantor kepala sekolah tersebut. mereka pun di persilahkan masuk. lalu Retha menceritakan maksud kedatangan mereka pada kepala sekolah tersebut. sang kepala sekolah tentu saja merasa senang dan mendukung niat calon anak muridnya itu, yang memiliki tekad kuat untuk menimba ilmu. meskipun masih dasar sekali.
setelah pengurusan masalah Administrasi selesai akhirnya Keyra di ijinkan untuk memasuki kelasnya yang berada satu ruangan dengan Dean.
seorang guru di dalam kelas mempersilahkan Keyra masuk dan memperkenalkan dirinya di hadapan teman teman barunya. Keyra yang memiliki kepribadian yang ceria dan punya rasa percaya diri yang kuat memperkenalkan dirinya di depan kelas.
tentu saja hal ini sangat berbeda dengan kepribadian Dean yang pendiam dan terkesan sombong bahkan juga dingin pada orang yang baru di kenalnya. ia akan bersikap ramah pada orang yang sudah di kenalnya lama. kecuali saat ia merasa sendiri dan takut ia akan welcome pada orang yang pertama kali menolongnya saat kejadian bangun dari tidur siangnya ketika ia berada di restoran.
setelah memperkenalkan dirinya Keyra di persilahkan duduk di samping Dean yang bangkunya memang sengaja di kosongkan lantaran Dean belum mau berteman dengan siapapun.
Dean tersenyum saat Keyra duduk di sampingnya.
"kak Keyla cekolah di sini uga? ". tanya Dean tersenyum.
"iya dek. mulai sekalang kita cekolahnya sama". sahut Keyla.
"yeyy.. acik... ". seru Dean senang.
sementara Retha dan Astrid sedang merekam tingkah dan pembicaraan dua pasang batita itu. mereka pun tak lupa mengirimkan pada orang tuanya masing masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan like, vote, komen, dan share linknya ya readers
__ADS_1
terimakasih