She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Haru


__ADS_3

Dalam sebuah meja makan sepasang suami istri paruh baya sedang bermusyawarah untuk menggelar acara tujuh bulanan untuk putri angkat mereka.


"memangnya acara tujuh bulanan si Jasmine mau di buat di mano? ".Danang bertanya kepada istrinya.


"di rumah kito atau di rumah Jasmine. kito undang tetangga dan warga ibu ibu se kampuang untuk mendoakan Jasmine. ini kan anak pertamanyo. yah harus spesial lah uda. biar si jabang bayi pun senang". sahut Alma antusias.


Danang tersenyum melihat binar kebahagiaan di matan istrinya. tetapi ia kurang setuju dengan ide istrinya yang mengundang banyak orang di acaranya Jasmine.


"apa tidak sebaiknyo kita undang untuk tetangga yang dekat dekat sajo. itu lebih nyaman bagi Jasmine ambo rasa. karna maaf untuk ucapan uda sekarang...". Danang menghentikan sejenak kata katanya.


ia menarik nafasnya sesaat. dan berkata pelan


"Jasmine kan tidak punya suami. bagaimano kita menghadapi mulut mulutnya orang nanti". Danang berucap setengah berbisik ke istrinya.


Alma terdiam. ia sedang memikirkan sesuatu. fikirannya langsung pada psikologis Jasmine.


"uda takut kalau itu juga bakal berpengaruh pada psikologis nyo. bukankah selama ini kito merahasiakan keberadaan Jasmine dari teman teman nyo. itu demi apo?. ya demi menjaga supaya si Jasmine tetap nyaman selama kehamilannyo". Danang melanjutkan kata katanya.


"kenapo kito tidak buat kenduri sedikit. lalu kito bagi untuk fakir miskin dan anak yatim. lalu kito panggil kyai untuk mendoakan ibu dan si jabang bayi nyo. kito tepung tawari si Jasmine berduo sama pak kyai. atau siapo yang mengerti keadaan si Jasmine. yah intinyo cuma orang orang kito sajo. tak perlu ramai banna lah dek". saran Danang dengan penjelasan panjang lebar.


"uda benar. maafkan ambo. ambo khilaf. ambo terlalu bersemangat menyambut kelahiran anak Jasmine. cucu kito". Alma berujar tulus. ia pun kini sependapat dengan suaminya.


"iyo dek. itu biasa terjadi pada calon nenek yang akan memiliki cucu untuk pertama kali". sahut Danang.


"jadi kapan harinnyo yang pasti. biar kito belanja untuk mempersiapkan menunyo. dan uda pun bisa menghubungi kyai nyo. takutnyo bentrok dengan jadwal ceramah dari kyai di pesantren kito". tanya Danang.


"nanti lah uda. kita juga harus bertanya pada Jasmine dulu. dia nyo mau di buat hari apo. ujar Alma.


"ya sudah adek musyawarah kan dulu sama Jasmine sekarang. biar cepat kita uruskan". sahut Danang.


...----------------...


Retha dan Rendy berdoa di makam mama Inka. bahkan Kanita pun ikut bersama menemani mereka. setelah acara ziarah kubur selesai. mereka pun pulang.


"tante mau aku antar kemana ini?. langsung pulang ke rumah atau mau singgah dulu ke hotel". Rendy bertanya seraya melihat sekilas ke arah Kanita, lalu kembali fokus ke jalan.


"kalian sendiri habis ini mau kemana?". Kanita balik bertanya.


"mmm. tergantung Retha nya tante. gimana Tha?. mau kemana habis ini? ". Rendy bertanya ke Retha seraya mengintip Retha dari kaca spion mobil di depannya.

__ADS_1


"aku mau ketemu tante Alma. kita ke rumah beliau sekarang yuk? ". ajak Retha.


"mmmm. ya udah kita ke Hotel om Salim. gimana tante?. pasti mau kan? ". tanya Rendy ke kanita


"tentu saja". sahut Kanita


"memangnya restoran tante Alma berada di Hotelnya om Salim ya? ". tanya Retha kembali penasaran.


"iya bu dosen. kemaren kan udah di ceritain sama tante Kanita gimana hubungan antara tante Kanita dan tante Alma. kok cepet lupa sih. ". sahut Rendy dengan candaan.


Kanita tertawa kecil. sedangkan Retha tersenyum malu.


...----------------...


Justin mengantar mertuanya ke Bandara. bahkan ia pun memesan tiket pesawat menuju ke kota Pdg.


"Nda. Ayah hati hati ya. sesampainya di sana beneran ayah sama bunda udah ada yang jemput ni?". tanya Justin memastikan, seraya mengelus lembut kepala rambut putrinya yang lembut dalam gendongan kanggurunya.


"iya nak. udah kamu ga usah khawatir gitu. urus dulu kerjaan nya sampai beres. biar kita bisa sama sama pulang ke Jkt". ujar Astrid meyakinkan Justin.


Justin tersenyum.


"oiya bunda sama ayah beneran cuma lima hari di sana? ". tanya Justin kembali.


selang setengah jam kemudian. pengumuman keberangkatan pun tiba. Justin mencium pipi Keyra lama. dan menyerah kan Keyra ke bunda Astrid.


"anak papa jangan rewel ya. jangan lasak lasak. sayang nenek sama kakek ya? ". pesan Justin ke putrinya.


"bunda sama ayah berangkat ya? ". pamit Jason ke menantunya.


"iya nda. ayah. kasih kabar ya kalau udah nyampe? ". pinta Justin


"iya nak. insya Allah bunda kabari". sahut Astrid.


setelah Justin melihat keluarga nya memasuki pesawat, dan pesawat pun mulai bergerak meninggalkan bandara internasional kota sumatra utara tersebut. ia kembali ke parkiran untuk mengendarai mobilnya menuju kantor cabangnya yang ke tiga.


...----------------...


Retha memperhatikan keadaan sekitar dari Hotel milik suaminya tante Kanita tersebut.

__ADS_1


"ayok masuk. tante Alma di dalam". Kanita.


"iya tan". sahut Retha.


mereka bertiga masuk ke Hotel. Kanita mengajak mereka di ruang kantor milik om Salim. dan di sambut oleh om Salim sendiri.


"ayo duduk sini. sebentar lagi tante Alma kemari". ajak Salim ke Retha.


mereka berempat duduk bersama di sofa kantor tersebut. tak lama kemudian pintu di ketuk dari luar. Rendy membuka pintu dan mempersilahkan tante Alma untuk masuk.


Alma masuk ia pun menyapa Kanita dan juga Salim. hingga akhirnya matanya tertuju pada seorang perempuan muda yang cantik berhijab tersebut. ia mengernyitkan dahinya. wajahnya tampak sangat familiar baginya. ia mengingat kembali dimana dan kapan pernah melihat wajah ini.


sementara Retha terus tersenyum senang melihat kerabat almarhumah mama Inka tersebut.


"tante Alma". panggil Retha dengan senang.


sementara Alma terus saja mengernyitkan dahinya. mencoba mengingat ingat kembali.


"ini Retha.". Retha menunjukkan dirinya sendiri.


"temen dekat nya Jasmine tante.. ". Retha meyakinkan tante Alma kembali.


Alma yang tadinya bingung. barulah kini ia mengingat tentang Retha.


"Retha teman yang selalu bersama Jasmine? ". tanyanya kembali untuk meyakinkan.


"iya tante". sahut Retha seraya mengangukkan kepalanya berkali kali untuk meyakinkan Alma.


langsung saja Alma memeluk Retha erat seraya terisak. begitupun Retha, ia pun merasa haru dalam pertemuan tersebut. mereka saling bertanya kabar dalam pelukan mereka dengan isak tangis bahagia dalam pertemuan mereka setelah sekian lama tanpa komunikasi. begitu pun yang lainnya yang melihat pemandangan tersebut. mereka juga ikut terhanyut dalam suasana haru.


setelah puas saling berpelukan dan bertanya kabar. akhirnya mereka berdua di biarkan mengobrol dalam ruang tersebut. Salim dan Kanita memilih untuk mengelilingi dan memeriksa hotel sementara Rendy membantu Arjun dan Dea di Restoran.


Alma menarik dalam nafasnya. ia telah mendengar cerita tentang Retha yang pulang dari luar negri dan ingin ketemu dengan dirinya. ia pun teringat Jasmine. mungkin ini saatnya ia harus menceritakan tentang Jasmine pada Retha.


"nak Retha". panggil Alma pelan.


Alma menggenggam tangan Retha. dan berkata


"Jasmine kembali".

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai readers sayang.. tetap semangat mbaca dan nge like ya. vote rate dan komen.


__ADS_2