
# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.
setelah lama bercengkerama di rumah Retha. Mona dan Arfan Akhir nya mengajak Retha dan juga Dean untuk jalan jalan menghabis kan waktu bersama sore itu.
Retha pun menyetujui permintaan dari buk de dan pak de nya. Retha pun segera memandikan Keyra dan Dean lalu bersiap siap.
"lho memangnya Keyra punya baju disini? ". tanya Mona yang baru saja menelpon toko baju online khusus anak anak
"punya dong buk de. kan kalau bang Justin ga bisa jemput. Keyra sering menginap di sini. ya kan kak? ". ujar Retha.
"mmm.. iya oma. kakak senang kalau nginapnya di sini terus. kita pinsah aja ke sini oma". sahut Keyra dan di akhiri dengan celetukanya yang antusias.
"husss... kamu ini.. ngerepotin tante Retha sayang". tegur Mona.
"ummi oma... ummmi Retha". protes Keyra yang sudah rapi dengan bajunya.
"mmm.. iya. iya.. ummi". sahut Mona.
Retha dan Mona saling menatap dengan senyum gelinya. dan mengekori Keyra melangkah menyusul Arfan yang masih santai di teras samping dengan mata mereka
"bawel". bisik Mona dengan gerakan bibirnya yang di buat se jelas mungkin meskipun tanpa suara yang di timbulkan.
Retha mengangguk angguk setuju. tetapi keduanya senang melihat anak perempuan yang lincah dan lugas seperti ini. bagi mereka berdua kehadiran Keyra adalah hiburan tersendiri buat mereka yang mengenal balita perempuan itu.
"kita ga tunggu bunda ummi? ". tanya Dean tiba tiba saat Retha merapikan rambut Dean.
"nanti kita jemput bunda ya di tempatnya abi? " ujar Retha.
Mona melirik Retha dan Dean.
"memangnya bundanya Dee lagi ada di pabrik ya Tha? "tanya Mona.
"iya buk de. lagi magang di sana sekalian lagi penelitian untuk skripsi nya". sahut Retha.
"oohhh... berarti mamanya orang pinter dong". puji Mona.
"ya begitu lah. kmaren waktu ada event di KBC. timnya terpilih jadi tim yang terbaik. makanya bisa magang di KBC buk de". jelas Retha.
"ohhh... ". ucap mona manggut manggut.
...----------------...
Justin memperhatikan tingkah putri nya dan juga Dean yang lincah dalam video kiriman papanya barusan. kedua anak itu tampak bahagia dalam pangkuan mamanya. masing masing mereka saling berlomba menyuapi Arfan dengan ice cream yang mereka miliki.
Justin mengernyitkan dahi sembari menatap Heran sikap Dean ke Mona yang terlihat akrab.
"kenapa sama mama anak ini bisa akrab banget. pada hal kan baru juga ketemu". gumam Justin heran.
__ADS_1
lalu ia teringat tentang ceritanya bunda Astrid yang bertemu Dean pertama kali saat Dean menangis. saat itulah Mona datang menghampiri Dean untuk menenangkan nya.
"apa karena itu?. makanya Dee sama mama memiliki ikatan bathin karena merasa mama dewi penolong nya? Begitu pun Keyra dan bunda Astrid". bathin Justin.
"jadi untuk menarik simpati Dee apakah aku harus melihat anak ini kesulitan dulu dan menolongnya?". bathinnya bertanya tanya.
"hmm... rasanya tidak tega saja melihat anak sekecil itu harus di tolong dalam keadaan menderita dulu. baru bisa aku di anggap hero baginya". bathinnya berkecamuk.
Justin menggeleng gelengkan kepalanya pelan. ia merasa telah menghabiskan waktu memikirkan Dean yang nota benenya anak orang lain. apa lagi hingga saat ini Justin belum mengetahui dan mengenal pasti siapa orang tua kandung Dee.
tetapi ia pun tidak bisa memungkiri perasaan di hatinya selama ini. entah kenapa saat melihat dan memikir kan batita tampan itu adalah sesuatu yang hangat yang ia rasakan menjalar di hatinya. ia merasa bahwa Dee adalah bagian dari hidupnya. apa lagi Keyra yang sudah mengumumkan bahwa Dee adalah adiknya dan ia adalah kakaknya.
tetapi tetap saja Justin tidak bisa bertindak lebih jauh. karena bagaimana pun Dee adalah anak orang lain. seandainya Dee adalah seorang yatim piatu sudah pasti ia akan mengadopsi Dee dan menjadikan nya salah satu putra pewaris kerajaan bisnis Kehl.
...----------------...
Setelah puas bermain dan waktu menunjukkan pukul empat sore Dean meminta Retha untuk menjemput bundanya.
"ayok ummi jemput bunda yok". ajak Dean.
"iya sebentar ya. ummi telpon abi dulu biar bisa jemput kita sekalian dan pulang bareng bunda". bujuk Retha.
"ga usah. kita ke tempat abi aja". rengek Dean.
"jangan sayang. ke sana itu jauh. nanti kita pulang nya kemaleman". tolak Retha secara halus.
melihat rengekan Dean Mona dan Arfan pun jadi tidak tega. akhirnya mereka sepakat mengantar Retha dan Dean ke pabrik KBC yang berada di pinggir kota Mdn.
"ga pa pa sekalian buk de sama pak de mau liat liat pabriknya. lagian di sana ada abang mu juga". ujar Mona yang mengetahui keberadaan putranya itu sedari pagi hingga saat ini sedang mengawasi kegiatan di pabrik.
"ohhh... ya udah. kebetulan banget. jadi kak keyra bisa ketemu Daddy nya juga. iya kan kan? ". ujar Retha senang.
"iya ummi. aku mau ketemu Daddy". sahut Keyra antusias.
...----------------...
Sesampainya di pabrik KBC mereka di sambut oleh Satria dengan sumringah.
"mana abang mu? ". tanya Arfan kepada ponakannya itu.
"di dalam pak de. lagi periksa laporan masuk". jawab Satria.
"abi.. bunda mana? ". tanya Dean yang mencari cari sosok sang bunda.
"bunda masih di lab sayang. Dee sama abi dulu ya? ". yok kita ke ruangan nya abi". ajak Satria.
"Ayoook.... ". sahut Dean manja.
__ADS_1
lalu Dean di gendong Satria dan dinaikkan di atas pinggang Satria sementara Dean memeluk leher Satria dari arah belakang.
"kamu wangk banget siapa yang mandiin Dee? ". tanya Satria seraya berjalan menuju ruangan kantor nya.
"ummi.. abi... ". sahut Dean polos.
Satria tersenyum sumringah. sementara dari arah berlawanan Justin muncul dan melihat Satria menggendong Dean dari kejauhan yang berjalan mendekatinya di ikuti segerombolan keluarga inti Kehl di belakangnya.
Justin terperangah melihat pemandangan mesra tersebut. ia berdiri mematung menatap sang adik sepupu yang menggendong manja batita tampan tersebut dengan bahagia. jika tak ada yang tau mereka terlihat seperti ayah dan anak yang sesungguhnya.
"sapa dulu Daddy Justin. bilang dulu assalamualaikum Daddy Justin. selamat sore Daddy??! ". titah Satria pada Dean saat sudah berdiri di hadapan Justin.
Dean langsung menenggelamkan wajahnya di punggung nya Satria. Retha yang melihat kelakuan Dean pun menegurnya.
"Dee.. ga boleh gitu nak. ga sopan sayang". tegur Retha lembut.
"gak mau ummi....???". bantah Dean.
mendengar bantahan Dean tentu saja membuat hati Justin ngilu. ada perasaan sakit saat di cueki oleh anak sekecil itu. ia tidak habis fikir. kenapa hanya dirinya saja yang belum bisa meluluhkan hati batita tampan tersebut. sedangkan yang lainnya tidak membutuhkan waktu selama dirinya untuk bisa akrab dengan temannya Keyra itu.
"Dee... jangan gitu sayang. dosa melawan orang tua". tegur Satria.
"ga usah di paksa Tha, Sat. mungkin dia memang belum mau". ucap Justin seraya tersenyum simpul.
sementara Mona dan Arfan saling pandang begitupun Keyra yang terlihat kesal karena Dean tak mau berteman dengan Daddy nya.
"Daddy kita pulang sekarang yuk?? ". ajak Keyra tiba tiba seraya menarik lengan Justin.
Justin tersenyum dan mengangguk setuju lalu ia menatap Satria. Satria mengangguk setuju jika abang sepupunya itu pulang duluan.
"hey boy Daddy pulang duluan ya? ". Justin mencoba menyapa Dean.
tetapi Dean hanya mengangguk dengan wajah yang masih di tenggelam kan di punggungnya Satria.
"abi... ayok jemput bunda sekarang". pinta Dean setengah berbisik ke telinga Satria.
"iya kita jemput bunda sekarang". sahut Satria.
Justin mengernyitkan dahinya tat kala mendengar percakapan Satria dan Dean. lalu mengikuti langkah Keyra yang menarik lengan sang Daddy untuk pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
__ADS_1
Hazhilka279
#Hazhilka