
# wellcome back readers. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
sepeninggalnya Justin dari sini, Midea bukannya tenang karena di marahi petugas. Dea malah semakin kalap dan meraung raung histeris memanggil anaknya. Dan bukan hanya itu saja bahkan kata kata kasar serta makian pun keluar dari mulut Dea saking ia tidak sanggup lagi menahan amarah yang selama ini ia pendam.
Dea merasa semua ini tidak adil baginya. Hanya karena ia di penjara, ia harus kehilangan hak asuh atas anaknya.
"brengsek. Bangsat semuanya". Makinya kembali di sebuah tahanan isolasi di mana dirinya saat ini di tempatkan seorang diri karena mengganggu ketenangan napi yang lain.
Midea di biarkan seorang diri di ruangan tersebut untuk meluapkan amarahnya. para petugas memang sudah terbiasa menghukum para napi yang berulah. Hal ini mereka lakukan agar menjadi pelajaran buat para napi yang lain.
Hari demi hari berlalu dengan Midea yang masih di ruangan isolasi. Midea kini tampak lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja petugas lapas belum bisa mengijinkan Midea untuk di gabungkan dengan para napi yang lain.
...----------------...
Pagi hari..
di kediaman Justin seluruh keluarga Ardiansyah bersiap siap untuk berangkat kembali ke Aussie, di mana nantinya Justin akan berkantor di sana. semenjak kepergian Namira. dan Justin yang memilih cuti untuk tinggal di sana . Ia pun memulai idenya dengan mencoba membuka Toko yang khusus menjual produk produk perusahannya di sana.
Dan Alhamdulillah seiring waktu berjalan kini Tokonya pun mendulang sukses yang artinya KBC sudah bisa mendirikan kantor di sini, mengingat Toko toko mereka telah memiliki cabang yang telah tersebar di hampir separuh benua australia itu.
Di karenakan di sana belumlah memiliki Ceo handal dan juga orang kepercayaan layaknya Andra, Indra dan juga Satria bahkan Alan. Maka Justin pun memutuskan untuk pindah ke sana sementara waktu sampai ia bisa melihat seseorang yang berkualitas di sana nantinya, barulah ia kembali lagi ke Indonesia.
Satria dan Retha turut hadir untuk melepas kan para keponakan kesayangannya. Jika sebelum sebelumnya Retha tampak sedih karena berita kepindahan mereka. Maka hari ini Retha sudah tampak lega dan menerima jika nantinya tidak bisa bermain lagi dengan dua bocah itu.
Beberapa menit kemudian....
"abang tinggal ya. Jaga perusahaan kita baik baik ya". pesan Justin saat mereka sekeluarga menuju ruang boarding.
"iya bang. Abang baik baik ya disana?". Sahut Satria.
"bu'de berangkat ya sayang. Baik baik di sini. Semoga habis ini kamu lekas hamil. Insya Allah sayang. Kamu sama Satria kudu sabar dan berdoa ya sayang". Pesan Mona dan berdoa tulus untuk Retha dengan saling berpelukan.
"Aamiin bu'de. Makasih ya buat doanya". Sahut Retha terharu Seraya memeluk Mona.
"iya sayang". Sahut Mona setelah melepaskan pelukan mereka.
"Dee. Baik baik ya sama Daddynya". Pesan Retha.
"iya ummi. Kalau Dee ga nulut sama Daddy. Nanti ummi ga mau ketemu sama Dee lagi ya. Kayak bunda yang malah sama Dee kalna Dee ga nulut sama Daddy?". Sahut Dean.
__ADS_1
Glek. Retha menelan kasar salivanya mendengar jawaban dari anak tiga tahun itu. dalam pemikirannya apa karena efek yang tidak bertemu dengan bundanya lagi selama beberapa bulan ini.
Sementara Mona dan Justin saling berpandang heran mengenai jawaban polos Dean. Apakah selama ini Dean berspekulasi demikian terhadap bundanya karena efek tidak pernah bertemu lagi.
Tapi yang jelas ini merupakan keuntungan bagi Justin. Dengan begitu putranya bisa menurut padanya karena ia berharap bundanya segera pulang karena ia sudah menjadi anak baik untuk Daddy.
untuk sementara biarlah Dean berpikiran seperti itu dulu. Mungkin lambat laun seiring waktu berjalan pemikiran bocah tiga tahun itu akan berubah seiring bertambahnya usia Dean.
"ummi". Panggil Dean pelan. Lalu memeluk Retha.
"Dee pelgi duyu ya. Nanti Dee puyang lagi kok". Ucapnya dengan polos.
"iya". Sahut Retha dengan netranya yang mengkristal.
"kakak pamit ummi". Ucap Keyra seraya mencium tangan Retha.
"iya sayang".Sahut Retha dengan tenggorokan
nya yang tercekat seraya mencium pipi gadis kecil itu.
Akhirnya Retha dan Satria hanya bisa menatap badan pesawat yang mereka naiki menuju Aussie. Sedih pasti karena setelah ini tak ada lagi hari di mana pasutri romantis itu menghabiskan weekend bersama dua ponakan yang cantik dan tampannya.
Sementara di ruangan isolasinya Midea tampak kesakitan menahan sesuatu yang berat menghimpit dan menghantam di kepalanya. Sedari ia bangun setelah menyelesaikan sepertiga malamnya Midea berdoa agar ia bisa di pertemukan kembali dengan anaknya sesegera mungkin.
Midea berusaha membuka tutup kelopak matanya untuk menetralisir rasa sakit yang di deritanya. Midea benar benar tidak tahan lagi kini bayangan seseorang muncul di benaknya
sama seperti yang ada di mimpi nya saat saat di awal ia keluar dari rumah sakit pasca kecelakaan beberapa tahun lalu.
Midea kembali mencoba menembus wajah bayangan dari seseorang yang berbaju putih itu. Kini antara sepenggal memori dan mimpi mimpinya bercampur aduk menjadi satu dalam putaran yang membuat Midea semakin pusing di buatnya.
Midea memeluk kepalanya seperti memerintahkan otaknya untuk berhenti pada satu memori yang ia butuhkan saat ini. Tetapi tetap saja otak Midea tidak pernah berhenti memunculkan sepenggal sepenggal memori yang sama sekali Midea tidak mengenalinya dengan pasti.
Sakit dan berdenyut nyeri sudah pasti ia rasakan saat ini. Midea benar benar tidak tahan lagi menahan rasa sakit yang semakin
meraja lela di kepalanya.
"aakkhh.....". Teriak Midea pelan.
"aaaakhhh...". Kembali ia berteriak seraya memeluk kepalanya.
__ADS_1
Hingga akhirnya ...
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaakhhhhhhhhh". Teriaknya semakin kencang.
suara Midea yang terdengar melengking nyaring sehingga membuat para napi yang sel nya berdekatan dengan ruang isolasi milik Midea yang mendengarnya menjadi takut karenanya. Karena bagaimanapun sudah beberapa hari ini mereka tak mendengar teriakan dan makian dari Midea lagi.
hingga akhirnya, di malam buta ini lengkingan kesakitan dari suara Midea terdengar samar hingga ke ruangan sel di mana Midea di tahan dulu.
"oi kenapa tu mak". Salah satu napi terbangun karena mendengar jeritan Midea.
Napi tersebut mencoba mendengar lagi jeritan tersebut hingga akhirnya.
bammm.
"busyet bah. Apa itu ya?". Pekiknya pelan saat mendengar hantaman pintu besi yang terdengar keras di telinganya.
Napi tersebut mencoba mendengar kembali semenit dua menit hingga beberapa menit berlalu tak ada suara seperti tadi yang terdengar. Ia mencoba membaringkan tubuh nya kembali. Memejamkan mata berharap bisa bermimpi jalan jalan keliling kota lagi. Yah meskipun hanya lewat mimpi.
Sementara Midea sedikit demi sedikit jatuh terkapar ke lantai dengan keningnya yang bersimbah darah setelah menghantam pintu besi yang ada di hadapannya. pagi buta itu midea pingsan tanpa ada yang tau jika lambat laun di tangani oleh tim medis bisa jadi nyawa Midea akan terancam karena faktor kehilangan banyak darah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kira kira Midea bakalan di bawa ke rumah sakit?". Atau klinik lapas biasa ya?".
nantikan di next chapter ya???".
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Zhil olshop
Terima kasih.
__ADS_1