
# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.
sekembalinya dari presentasi tersebut. fikiran Midea menjadi kalut. sebab ia takut jika suatu hari Justin mengetahui jika dirinya adalah Midea dan memberitahu kan pada semua orang jika dirinya bukan lah Jasmine yang sesungguhnya.
jika suatu hari ia ketahuan oleh semua orang. entah apa yang akan terjadi pada dirinya jika ia telah menipu semua orang.
Midea berbaring di ranjang dengan posisi miring menghadap ke wajah batitanya. ia mengusap usap lembut rambut Dean dan berkata di dalam hatinya.
"ya tuhan. apa yang harus aku lakukan sekarang untuk melindungi Dee. aku tak mau pisah dengan anak ku".
rasa takut akan kehilangan menyerang dirinya. ia bertekad di hatinya bahwa ia akan melawan Justin dengan segala cara yang ia punya kali ini. selama seluruh orang masih menganggap nya Jasmine, ia akan mempertahankan identitas itu selama mungkin demi dirinya dan juga anaknya.
"aku tidak akan menyerah. dan aku tidak kembali menjadi Midea lagi. jika nama ini bisa membawa aku pada kenyamanan hidupku. maka aku akan menggunakan nama ini selamanya". otak liciknya berbisik di barengi dengan senyum Dea yang menyeringai.
"maaf Jasmine. aku harap kamu tidak kembali lagi untuk selamanya. dengan begitu aku akan bebas mengambil kehidupan mu untuk ku". lanjutnya menyeringai licik.
kini fikiran Midea di penuhi dengan rencana licik dan doa yang jelek untuk seorang Jasmine yang baik hati.
...----------------...
tiga hari kemudian....
pengumuman pemenang presentasi terbaik telah di informasi kan melalui di hari terakhir event di laksanakan dengan fakultas lain sebagai pemenang utama. hanya saja tim dewan juri memberi penghargaan khusus kepada Midea dan rekan rekannya sebagai tim terbaik yang akan di ajak bergabung dengan persyaratan sebagai mahasiswa magang terlebih dahulu.
apa bila setelah mereka membantu para peneliti tetap menyelesaikan satu misi, maka mereka akan di rekrut sebagai peneliti di laboratorium mereka.
Mungkin untuk kedua rekannya itu adalah suatu pencapaian gemilang dan rezeki buat mahasiswi muda tersebut, berbeda dengan Midea. ia menganggap ini adalah musibah untuk dirinya. berhubungan dengan KBC itu berarti sama ia berhubungan dengan Justin.
"ahh... sial". maki Midea.
Justin mengernyitkan dahinya saat memperhatikan wajah midea yang terlihat murung dan tidak menampakkan wajah cerianya. berbeda saat ia tampil di hari pertama presentasi. gadis itu begitu percaya diri dan sumringah.
"apa karena bukan tim nya yang menjadi pemenang utama?. makanya wajahnya murung begitu". Justin berkata di hatinya.
__ADS_1
begitu pun Andra yang melihat wajah gadis yang pernah ia sukai dulunya. Andra melihat wajah gadisnya menyiratkan rasa tidak senang atas pengumuman Dewan juri. tetapi Andra pun tidak bisa menolong gadis itu. ia hanya mengarahkan pada teman temannya agar terbuka pikiran mereka untuk memilih gadis yang dulunya gagal mengambil hak nya sebagai bagian tim terbaik dari KBC.
"maaf Jasmine. cuma ini yang bisa aku berikan buat kamu sebagai ganti hak mu yang hilang dulunya". bathin Andra seraya menatap wajah manis itu.
sementara Indra memperhatikan kedua sahabat nya dan sesekali melirik ke arah Midea yang murung. isi fikiran Indra pun sama dengan isi fikiran kedua sahabat nya. bahwa mereka menerka jika Midea merasa kecewa karena tidak keluar sebagai pemenang utama.
...----------------...
besoknya di kampus Midea di beri selamat dari seluruh dosen karena telah terpilih sebagai tim terbaik mewakili kampusnya. Midea hanya bisa tersenyum simpul sementara Satria melihat wajah Midea yang terlihat tak begitu bersemangat dalam euforia tersebut.
"Jasmine". panggil Satria.
"kamu ga bersemangat gitu. menjadi tim terbaik versi dewan juri dunia adalah sesuatu yang patut di banggakan Jasmine". ucap Satria memberi semangat.
"iya pak. terimakasih atas dukungannya". sahut Midea datar.
beberapa saat kemudian dosen pembimbing Dea memberikan selamat dan meminta Dea agar segera melanjutkan skripsi nya yang belum tuntas.
"baik pak. terimakasih. akan saya lanjutkan sesegera mungkin". hanya itu yang Midea katakan.
"ahhh.... semoga pak Satria bisa membantuku agar tidak sampai bertemu dengan Justin". harapnya.
...----------------...
seminggu kemudian...
Midea harus kembali ke lab KBC sebagai mahasiswi magang dan sekaligus untuk acuan bahan skripsi nya. ia masih tekun menjalani tugas sebagai mahasiswa tahap akhir.
sementara di kursi kebesarannya Justin tampak mengagumi sosok gadis yang bernama Jasmine ini. track record nya dalam dunia kampus dan bahkan menurut cerita adik sepupunya, 4Satria bahwa Jasmine ini di kenal seseorang yang baik hati dan penyabar serta seseorang yang memiliki tekad yang kuat dalam menggapai keinginannya.
Mungkin wajar jika seminggu yang lalu wajahnya murung saat ia merasa kecewa dengan keputusan dewan juri.
ting.
__ADS_1
Satria memberi laporan bahwa mahasiswi yang telah di tunjuk dewan juri kini telah bergabung dengan perusahaannya dan telah di tempat kan di bidangnya masing masing.
Justin tersenyum saat melihat foto foto kegiatan mahasiswa yang sedang bertugas di perusahaan nya. dan juga foto gadis yang baru saja ia fikirkan sebelumnya.
Justin berniat membuat acara penyambutan khusus untuk para mahasiswa yang berprestasi tersebut. ia akan mengundang mereka makan di sebuah restoran mewah milik koleganya yang tak lain adalah ayah mertuanya Andra yang kini sedang menikmati bulan madunya di negara keturunan sang istri.
Justin pun segera menyampaikan tujuannya mengirim kan pesan untuk adik sepupunya itu dan di balas singkat oleh Satria dengan dua kata saja
"oke bang".
...----------------...
di pabrik KBC
Satria menyampaikan maksud dari niat baik Ceo nya yang mana langsung di sambut baik dan secara antusias oleh seluruh mahasiswa tersebut kecuali Midea.
hatinya semakin kalut tatkala mendengar Justin mengundang mereka untuk acara temu akrab dengan calon peneliti nya yang baru.
"siap siap ya besok malam. ingat berpakaian yang rapi dan sopan. jangan berlebihan juga ya anak anak. karena pak Justin menyukai kewajaran dan seseorang ang tampil natural". ujar Satria yang sedikit menjelaskan tentang kepribadian abang sepupunya itu.
sepeninggalnya Satria. Midea masih saja terpaku pada tabung tabung yang seharusnya ia sudah masukan cairan kimia ke dalam tabung tabung kaca tersebut.
tetapi fikirannya di penuhi perkataan perkataan menolak untuk memenuhi permintaan dosennya itu.
"tidak. tidak bisa.. aku ga boleh ketemu Justin secara langsung lagi. cukup kemarin dalam acara presentasi tersebut". bathin Midea.
Midea semakin kalut. konsentrasi terpecah antara perkataan Satria yang tadi dan arahan peneliti senior
"Jasmine. tolong konsentrasi ya. jika tidak. pekerjaan ini tidak akan selesai". tegur dari salah satu peneliti seniornya
Midea hanya bisa mengangguk dengan fikiran yang semrawut.
...****************...
__ADS_1
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih