
# selamat membaca...
setelah kepergian Dea. Satria dan Retha pun mengajak batita tampan itu ke apartemen abang sepupunya. dimana keponakan cantiknya tinggal dengan grandmanya untuk saat ini.
"Dee kita jalan jalan yuk? ". ajak Retha seraya mengganti baju Dee dengan baju baru yang sengaja Retha beli saat ia berbelanja di mall tempo hari
"mau alan alan keana ummi? ". tanya Dean.
"mmm. makan ice cream. naik odong odong". jawab Retha asal.
"cyah..biniku udah jadi kayak emak emak rempong. beneran mau naik odong odong dek?". kekeh Satria.
"jadi apa mau adek bilang bang. anaknya nanya mau di ajak jalan kemana". sahut Retha yang sekarang tahap penyisiran rambut Dean yang lembut itu.
"yah bilang ajalah mau jumpai teman mainnya. atau neneknya yang lain gitu". sahut Satria.
"bah. abang ini. nanti dia tanya siapa pulak lagi nenek nya yang lain. kan yang Dee tau cuma tante Alma neneknya". sahut Retha yang telah memasangkan sepatu Dean.
"nah udah siap. ayok kita kemon". ajak Retha yang ikutan seperti tingkah anak kecil.
sementara Satria geleng geleng kepala melihat tingkah sang istri jika bersikap pada anak kecil. ia memang kagum pada istrinya dari dulu. sudah cantik dan baik hati pula lagi. terus cepat akrab sama anak anak. hanya saja sayangnya hingga saat ini mereka belum di kasih rezeki berupa anak.
Satria tidak pernah menyalahkan Retha, begitupun papa dan mamanya. karena akar masalah keturunan bukanlah karena garis keturunan keluarga Retha melainkan garis keturunan dari keluarganya lah yang memang agak lama mendapatkan keturunan.
"semoga Allah memberikan kepercayaan kepada kami agar di beri momongan suatu hari nanti" bathin Satria.
"ayok abi.. kok bengong". ajak Retha yang melihat sang suami hanya terdiam mematung menatap dirinya.
"ayok..abi.. ". Dean pun ikut berucap dengan kata kata yang sama dengan Retha.
"hehe.. iya.. bentar ya. abang ambil kunci mobil dulu". kekeh Satria.
...----------------...
Midea masih berkutat pada diktat dan jurnal praktikum kimia dan biologi. bukan hanya itu saja ia masih harus ada pertemuan dengan seorang dosen tentang pengajuan judul.
"kira kira bisa terkejar ga ya? ". mana abis jam makan siang harus masuk lab lagi". bathinnya.
ia memikirkan janjinya pada putranya hari ini.
netranya masih mengintip pada lensa mikroskop dan sesekali melirik pada jam dinding lab.
"Jasmine". panggil dosen biologi.
__ADS_1
"ya bu". sahut Dea.
"setelah selesai. tolong bagikan sample bahan ini ke seluruh meja ya? ". titah sang dosen.
"lho bu. hari ini bukannya cuma sepuluh sample yang di teliti? ". protes seorang mahasiswa.
"nanggung. masih ada tersisa satu lagi rupanya. karena jadwal sekali lagi kita akan membedah tambahan untuk lebih fokus mempelajari karakteristik zat dan obat pada hewan. biar nanti skripsi nya jangan bolak balik jumpai saya hanya karena mau minta ijin masuk lab. kalau cuma untuk mempelajari karakteristik obat pada binatang". ucap sang Dosen yang di panggil bu Lala.
"hewan apa bu?". tanya mahasiswa yang lain.
"yah kayak biasalah. palingan tikus, katak, kelinci ya kan bu". sahut seorang mahasiswa lainnya.
"ya lah. ular ku kasih mau kau?. berani kau ambil bisanya?". tanya sang Dosen sedikit tegas namun mengandung canda.
"ihhhh.. janganlah bu. kalau di patoknya kami macem mana? ". protes seorang mahasiswi bergidik ngeri.
"makanya kalian jangan sok sok an. banyak kali gaya kalau udah praktek. terima saja bukan apa yang di suruh". sahut bu lala.
"iya bu". balas mahasiswa serempak.
sementara Midea hanya tersenyum geli melihat tingkah bocah bocah tua yang ada di belakang meja prakteknya. selama di perkuliahan Midea banyak tersenyum karena melihat ulah para mahasiswa yang masih banyak suka usil dan bercanda nya jika mereka sudah bertemu dengan teman temannya.
...----------------...
"uncle. kok ada adek itu di sini? ". tanya Keyra setengah berbisik ke oomnya yang kini duduk di sofa.
sementara Retha lebih memilih menyusul Astrid yang sedang sibuk di dapur karena mempersiapkan cemilan untuk mereka.
"kenalin ini Dee. dia anaknya bunda Jasmine. baru tiba kemarin dari pdg". jelas Satria.
"Key tau uncle. waktu itu dia menangis sendirian karena di tinggal papanya di restoran". sahut Keyra.
"Restoran??". tanya Satria.
"iya Restoran. tanya sama grandma. kami jumpa adek itu waktu makan makan di sana". ucap Keyra mengingat perjumpaan dengan Dee untuk pertama kalinya.
lalu Keyra menghampiri Astrid yang membawa cemilan untuk mereka santap saat mengobrol di bantu oleh Retha dan Dee yang membawa satu toples biskuit.
"grandma. adek itu kan yang nangis di restoran kan? ". Keyra meminta kepastian pada Astrid atas pernyataan nya yang di lontarkan barusan.
Astrid yang tadinya memang tidak terlalu memperhatikan Dee yang bersembunyi di belakang Retha, kini mulai menatap Dee secara intens. lalu ia teringat peristiwa beberapa hari yang lalu saat mereka bertiga singgah di Restoran Sumatera.
karena merasa kurang yakin akan sosok Dee. Astrid pun mengambil ponselnya dan membuka galeri foto yang terakhir kali ia mengambil momen kebersamaan saat mereka di Pdg.
__ADS_1
saat satu Foto muncul dengan wajah batita yang sama dengan wajah batita yang di bawa Retha, akhirnya Astrid pun mengiyakan pernyataan Keyra.
"oh iya. kami Kira anak bule manalah di tinggal sendirian sedang menangis terisak isak di taman Restoran". ujar Astrid.
"oh ya???". pekik Retha dan Satria bersamaan.
"iya. tapi udah di jelasin sama mbaknya. kalau Dee menangis karena baru bangun tidur. mungkin dia shock kali karena ketika bangun tidur ga ada orang di sekitar nya. ya kan nak? ". ujar Astrid seraya bertanya ke Dean.
"anak ummi bangun sendirian ya waktu di tempat nenek?". tanya Retha ke Dean.
Dean megangguk kan kepalanya lalu menggeleng kan kepalanya seraya berkata
"gak mi". sahut Dean.
"jadi Dee kenapa nangis sayang?". tanya Satria.
"bunda... ". ucap Dee.
"kangen sama bunda ya? ". tanya Retha seraya membawa Dee ke pangkuannya.
"iya". ucap Dee.
"oh sayangnya anak umi". bujuk Retha.
"I miss my mommy too". gumam Keyra lirih secara tiba tiba setelah mendengar jawaban Dee.
mendengar lirihan Keyra. Satria merengkuh tubuh gadis kecil itu dalam dekapannya.
"jangan sedih ya sayang. disini ada uncle dan aunty. juga ada grandma. sebentar lagi Daddy nyusul Keyra kemari ya kan". Satria menenangkan Keyra.
"eh kita jalan jalan yuk? ". ajak Retha untuk mencairkan suasana agar kesedihan Dee dan Keyra bisa sirna saat itu juga.
"naik odong odong ya ummi? ". tanya Dean.
"odong odong?.. what is that uncle?". tanya Keyra kepo.
sontak yang mendengar ucapan dua bocah itu menjadi terkekeh geli.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan vote, komen, fav dan share linknya please.
terimakasih
__ADS_1