She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
enjoy your Day


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini.


satu hari kemudian..


Midea, Satria dan Retha kembali dari hutan. mereka menemukan beberapa tanaman langka untuk di teliti isi kandungan dan zat zat yang terdapat di dalamnya. mereka baru juga tiba dirumah dan memutuskan untuk istirahat.


sementara dua nenek cantik bersama cucunya melanjutkan perjalanan ke kota Mdn. setibanya disana mereka bertiga menginap di apartemen milik Justin.


esoknya..


Mona dan Astrid berkunjung kerumah adik perempuan dari Ramona kehl yang menikah dengan pria yang bermarga Nasution. mereka saling melepas rindu karena lama tak bertemu.


"mana Satria Hana?". tanya Mona pada adik perempuannya itu.


"di rumahnya lah. sudah ku telpon biar datang kesini". sahut Hana.


tak lama suara mobil pun terdengar di halaman rumah mewah tersebut. Hana menyambut putra satu satunya beserta menantu satu satunya.


"Assallmualaikum ma". sapa Retha. lalu memberikan bingkisan kue buatan Dea kepada mertuanya itu.


"Waalaikumsalam Retha. apa ini sayang oleh oleh dari hutan ya? ". canda Hana.


"hehehe iya ma". kekeh Retha yang juga ikut bercanda.


"hallo sayang". sapa Mona pada Satria yang tiba tiba muncul dari ruang keluarga.


"aunty??? ". panggil Satria dengan Sumringah.


lalu mereka pun berpelukan saling melepas kangen. Begitu pun dengan Retha yang juga ikut di peluk Mona dalam pertemuan itu.


"makin cantik aja kamu sayang". puji Mona.


"ah aunty biasa aja kok. aunty juga makin cantik selama tinggal di Aussie".


lalu muncullah Keyra mendekati Mona dan Satria. Satria yang melihat Keyra langsung tau jika gadis kecil itu adalah Keyra. karena selama ini mereka saling bertegur sapa melalui video call jika mereka berkomunikasi mengenai pekerjaan dan keluarga.


"hallo cantik". sapa Satria pada Keyra.


"hallo om Satria". balas Keyra.


"ini anaknya bang Justin ya bang? ". tanya Retha yang teringat keponakan dari suaminya, Keyra.


"iya. yang dulunya masih bayi itu". sahut Satria.


"ya ampun. sekarang makin cakep aja mirip mamanya ya bang". komentar Retha.

__ADS_1


"pastinya". sahut Satria.


suasanapun semakin meriah di kediaman Satya Ramdan Nasution itu. kumpul kumpul keluarga berlanjut hingga malam.bahkan Keyra yang terlihat akrab dengan Retha pun enggan untuk di pisahkan. Satria yang awalnya mengajak istrinya untuk pulang. akhirnya harus mengajak Keyra untuk ikut bersama mereka.


"jangan sayang. nanti mengganggu oom sama tante. mereka masih capek sayang". larang Astrid.


"but I wanna go with uncle grandma". rengek Keyra.


"besok aja ya sayang kita kesananya". bujuk Mona.


"ga mau. mau ikut tante letha". Keyra merengek kembali.


"its ok aunty. malam ini Keyranya biar sama kami aja". ujar Satria.


"iya ga apa aunty. sesekali Keyranya datang ke Mdn. biar ada teman Retha di rumah besok. soalnya bang Satria besok udah sibuk ngajar". timpal Retha.


akhirnya dua nenek cantik itu pun mengalah. mereka membiarkan Retha dan Satria membawa Keyra ke rumah pasangan muda itu. sementara Keyra tampak senang mendengar dua neneknya memberinya ijin untuk menginap di rumah oomnya.


"are you happy now, Keyra?? ". tanya Satria yang membukakan pintu belakang mobil untuk Keyra dan memasangkan safebealtnya.


"off course uncle". sahut Keyra senang.


"hehe. enjoy your day girl". celoteh Satria.


...----------------...


"cil.. cil.. cit.. cit.. cit.. ". komentar Dean di depan kandang kancil seraya menggerakkan gerakkan jari jari kanannya bak seperti memanggil anak ayam untuk di kasih makan.


"Dee pikir ini anak ayam apa? ". cibir Arjun kepada Dean yang ada di atas dua pundaknya.


"hahaha.. kebiasaan sama tante Alma diajak ke peternakan ayam kali". celetuk Rendy yang melihat ke arah Dean yang masih dengan tingkahnya.


"efek jarang liat binatang lain kali selain ayam sama monyet". timpal Arjun yang masih memegang kedua kaki batita itu.


lalu mereka beranjak pergi menuju kandang jerapah. Dean yang tak pernah melihat jerapah secara langsung semakin tercengang melihat wujud binatang yang berleher panjang tersebut.


"yah.. yah.. tu.. tu... ".teriak Dean senang seraya menunjuk ke jerapah tersebut.


"iya nak. itu namanya jerapah". jelas Rendy seraya tertawa kecil.


"pah.. pah.. papa... pah... pah.. ". celetuknya pada Arjun menjelaskan pada Arjun jika itu adalah jerapah.


"iya nak.. jerapah. Dee senang sekarang?". sahut Arjun seraya menurunkan Dean dari pundaknya karena ia mulai terasa pegal.


Dean masih terkekeh senang melihat cara jerapah mengambil makanannya di atas pohon. sedangkan Rendy dan Arjun tertawa kecil melihat batita tersebut.

__ADS_1


"enjoy your day boy". gumam Rendy tersenyum.


sementara Alma dan Danang hanya menyaksikan kegiatan tiga laki laki itu dari bangku taman.


"bahagianyo cucu kito di bawa kemari yo dek". ujar Danang.


"iyo uda. jadi lupo sama kito orang. liat tu kita lambaikan tangan tak perduli dia nyo. asik banna dia liat jerapah". celetuk Alma.


"hahaha. biarkanlah dek. biar dia senang dan tak bosan dirumah sama di restoran terus". kekeh Danang.


...----------------...


hari ini jadwal kuliah Midea tak terlalu padat. ia hanya perlu menghabiskan setengah hari untuk memenuhi jadwal kuliahnya. setelahnya Dea pulang ke rumah untuk beristirahat sejenak. setelah cukup beristirahat Deapun merasa bosan dirumah sendirian. ia ingin mengobrol dengan Retha tetapi ia takut mengganggu kegiatan Retha.


akhirnya Dea memutuskan untuk menghabis kan waktu membuat cookies. kali ini ia akan membuat sedikit banyak untuk persiapan kedatangan putranya kesini.


sebelumnya Arjun memberitahu jika ia akan ke Pdg dan meminta ijin pada Alma untuk membawa Dean bersamanya pulang ke Mdn.


Midea mula melakukan aktivitasnya mengolah tepung, gula, dan telur menjadi sebuah makanan yang di sukai anaknya itu. beberapa loyang telah ia siapkan untuk memanggang adonan cookies tersebut.


"hmmm. wangi banget. pasti Dee suka sama wanginya dan juga topingnya". gumam Dea seraya menghias cocochips tersebut di atas adonan tepung yang telah di cetak bulat.


Dea memasukkan nya ke dalam oven selama beberapa menit. ting. bunyi oven menandakan jika cookiesnya telah matang sempurna.


"wow. Excellent Dear. you are perfecto". gumam Dea kagum pada cookiesnya.


sementara dari ruang keluarga Retha dan Keyra yang sedang menyusun mainan balok mengendus endus harum wangi makanan yang di panggang dalam oven dari arah paviliun


"hmmm.. wangi banget aunty". celoteh Keyra.


"hmm.. iya". sahut Retha.


"apa bunda Jasmine udah pulang ya? ". tanya Retha pada dirinya sendiri.


"bunda Jasmine itu siapa aunty? ". tanya Keyra penasaran.


"oh iya aunty lupa kenalin kamu sama bunda Jasmine. yuk kita ke paviliun sebelah rumah". ajak Retha seraya menggenggam tangan Keyra mengajaknya bertemu Jasmine.


sesampainya di dapur Dea. Retha langsung berkomentar soal cookiesnya Dea.


"wah.. kayaknya enak nih".


"hai Tha. mau coba. makanlah". tawar Dea seraya menyodorkan satu loyang cookies yang baru di ambil dari ovennya.


"aunty I want it". pinta Keyra pada Retha seraya menaril ujung bajunya.

__ADS_1


"off course girl. enjoy your day with my cookies". sahut Dea dan memberikannya juga pada Keyra.


__ADS_2