She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
the nails of Jasmine 2


__ADS_3

# welcome back my readers yang super duper caem. Selamat menikmati kembali episode ini ya???. .


Berbekal dengan kukunya Jasmine. pagi ini Retha bersiap menuju ke sebuah rumah sakit untuk melakukan tes DNA pada kukunya Jasmine dan sisa rambutnya Midea yang ia dapati di salah satu sisir miliknya Midea saat wanita itu masih tinggal di paviliunnya.


Ia menemui seorang petugas lab yang khusus untuk memeriksa darah dan tes. Lalu ia memberikan potongan kuku dan rambut tersebut untuk di periksa tes DNA antara keduanya.


Sementara Gita masih menunggu hasil pemeriksaan Dokter atas terapi dari Midea hari ini. beberapa menit setelah melakukan terapan terapi pada Dea. Pskiater tersebut meminta Gita untuk memeriksakan darah Dea di laboratorium.


Gita menuruti apa yang di titahkan oleh psikiater tersebut. Gia membawa Dea ke rumah saki untuk mengecheck darah hingga menunggu hasil laporan dari lab dan membawanya kembali ke Dokter yang menangani Dea.


"ini Dok hasil dari check darahnya". Ujar Sagita seraya menyerahkan hasil diagnosa lab.


"ya". Sahut sang Dokter seraya mengambil selembar kertas hasil dari pemeriksaan lab.


Lalu sang Dokter melihat hasil diagnosa dari sample darah yang di ambil dari tubuh Midea beberapa saat lalu.


"Git. Boleh tau resep obat yang dari psikiaternya pasien?". Tanya Dokter syaraf tersebut yang mencurigai hasil diagnosa darahnya Midea.


"mmm... Ada masalah ya Dok. Sama hasil tes nya?". Tanya Gita penasaran.


"hmmm...saya mencurigai seseuatu sebab di dalam darahnya banyak mengandung obat anti depresan, sedative yang berefek kitanya bisa berhalusinasi. Makanya saya mau liat resep dari dokter psikiater tersebut". Jelas sang Dokter.


"suster tolong hubungi psikiaternya saya mau bicara sebentar". Titah sang Dokter.


"baik Dok". Sahut sang suster.


Lalu suster tersebut menghubungi seorang psikiater yang merawat Dea selama ini.setelah terhubung maka kedua Dokter tersebut pun saling berkomunikasi membahas tentang hasil tes darah Midea dan juga resep obat yang di berikan oleh psikiater tersebut.


"Sebelumnya dia minum obat apa?". Tanya sang Dokter Syaraf.


"saya hanya meresepkan multivitamin untuk otaknya. tidak lebih". sahut sang psikiater dari seberang telpon.


"baiklah saya akan mengcheck lagi lebih rinci". Sahut sang Dokter syaraf.


"Git. sepertinya kamu harus menyelidiki kembali apa saja yang ia minum atau ia makan selama ini". Titah sang Dokter.


"kenapa Dok?". Tanya Gita terkejut.


"karena di dalam darahnya terdapat banyak mengandung obat anti depresan yang berefek lambat laun dapat melumpuhkan ingatannya secara perlahan". jelas sang Dokter.

__ADS_1


"apa??!". Pekik Sagita.


"bagaimana bisa Dok?". Tanya Sagita khawatir


"dari makanan dan minuman atau cemilan yang di konsumsinya selama ini. Bisa jadi begitu. Tetapi sepertinya memang ada unsur kesengajaan kayaknya. karena kalau saya lihat dari hasil tes darahnya terdapat banyaknya kandungan zat tertentu dalam darahnya pasien ni.". Jelas sang Dokter.


Sagita menggigit bibir bawahnya seraya mencoba memutar kembali memori di hari hari kemarin saat menjalani persidangan dengan Midea.


"ternyata karena ini. Pantesan saja kemarin dia nya seperti orang linglung". Gumamnya pelan.


"ini saya kasih resep dulu untuk syaraf syaraf di otaknya. suruh istirahat yang cukup meskipun dalam penjara usahakan jangan kepikiran apa pun. Biarkan memorinya muncul dalam mimpi mimpinya". Jelas sang Dokter seraya menuliskan beberapa obat untuk merasangsang syaraf di otak Dea dan juga multivitamin.


"nih. Kalau bisa kamu selidiki secepatnya ya Git. Soal makanan dan minuman yang di konsumsinya selama ini. Jadi biar cepat kita ambil tindakan". Saran sang Dokter seraya menyerahkan resep tersebut ke Gita.


"baik Dok. Saya permisi. Terima kasih atas saran dan bantuannya selama ini". Pamit Gita.


"iya Gita. Sama sama". Sahut sang Dokter.


Gita pun keluar dari ruang praktek dokter tersebut. Lalu ia menghubungi timnya untuk mencari tau soal makanan dan minuman yang di sediakan oleh panitia konsumsi di lapas.


"cari tau gimana caranya kalian bisa masuk dan bisa menyelidiki sesegera mungkin di bagian tim konsumsi di lapas wanita". Tulisnya di grup tim yang ia buat.


"baik kak". balas semuanya.


Sagita menghela nafasnya sesaat. Rasa penat menggelayutinya. baru kali ini ia merasakan kasus perempuan yang terberat dan terlama selama dalam kariernya sebagai pengacara.


"ya Tuhan. tetap bantu aku dan bersamaku selalu Tuhan". doanya di dalam hati.


Midea di kembalikan ke dalam lapas untuk mengikuti rutinitas umum para napi seperti biasanya. hari ini para napi di beri kebebasan untuk berkreasi seperti merangkai bunga, menjahit, memasak serta lain lain hal yang membuat para napi bisa menyalurkan hobinya selama ini.


Karena hari ini adalah hari bebas kunjungan. Jadi siapapun tidak ada yang boleh menerima kunjungan di hari ini, karena hari ini kepala lapas ingin berniat menyatukan para napi dalam satu wadah untuk berkreasi.


hari ini semua para napi berbahagia karena dengan adanya momen seperti ini mereka bisa melupakan dunia luar dan menjalin kebersamaan dengan senasib dengan mereka.


awalnya Midea hanya diam saja seraya memperhatikan para napi yang sibuk dengan kegiatan mereka masing masing. Ia hanya bisa berjalan santai seraya terus memperhati kan hasil kreasi para napi.


Sesekali ia tersenyum kecil saat ada adegan lucu menggelitik hatinya. Di mana seorang ibu terlihat kesal lantaran di dandani terlalu menor oleh salah seorang napi yang masih belajar berhias.


"kau yang betol lah. Merias wajah aku. Kau pikir aku mau maen lenong apa"!. Hardik sang ibu.

__ADS_1


"iya mak. Sabar lah. Ini nanti ku betolkan. aku kan memang belum siapnya". sahut si perias.


Midea kembali berjalan santai seraya terus memperhatikan para napi dengan segala macam tingkah dan luapan emosinya kala berekspresi di karya mereka masing masing hingga akhirnya ia mentok di dapur umum di mana pengawalan di sini lebih ketat dari yang sebelumnya Dea jumpai.


Midea berfikir mungkin daerah ini lebih rentan bahaya bagi lapas ini. Lantaran para napi bisa saja memiliki niat tersembunyi untuk melarikan diri dengan cara yang ekstrim nantinya.


Midea memperhatikan para wanita napi terlihat sumringah kala bisa menyalurkan hobi memasaknya. Tentu saja gal ini merupakan kesenangan buat Dea juga. Ia pun berfikir untuk mengambil andil dalam memasak juga.


"kenapa tidak jika aku mencoba memasak lagi. Aku kan sudah lama tak memasak". Bathin Midea.


Akhirnya ia pun berjalan masuk ke dapur dan mengambil tempat pada salah satu meja kompor yang masih kosong.


"kau mau memasak juga rupanya?". Tanya salah seorang napi yang berada di depannya saat melihat Dea mendekati kompor kosong.


Dea menganggukkan kepalanya.


"kalau begitu cepatlah kau kumpulkan bahan yang di ujung sana. Kau pikir terus mau masak apa. Waktu kita tak banyak. enam puluh menit saja. Persis kali kayak di tipi tipi yang ikut master chef itu". Ujar sang napi yang berumur paruh baya itu.


Dea menganggukkan lagi kepalanya.


"udah cepat sana. Nanti kau tak siap. Kita harus bergantian sama yang lain". Titah sang napi itu lagi.


Lalu Midea pun segera mengikuti saran napi tadi. Ia melangkah ke arah kulkas besar dan juga ruangan penyimpanan makanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2