
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Tentu saja hal ini membuat kontak bathin antara ibu dan anak itu. Meskipun Dean berada jauh di belahan bumi yang lain membuat dirinya terjaga di tengah malam buta. Ia menelisik di setiap ruangan kamar tidurnya.
"bunda....". Ucapnya pelan.
"bunda....". Ucapnya mulai terisak.
Hening. Tak ada sahutan.
"bunda.....hua..hua...hua...". Isaknya kuat.
Bukan hanya Dean dan Dea yang memiliki ikatan bathin bahkan kini Justin pun mulai merasakan ikatan bathin yang kuat antara dirinya dan juga putranya.
Justin terjaga dari tidurnya lantaran samar terdengar di telinganya suara dari putranya itu memanggil manggil bunda. Justin menetral kan pandangannya sesaat sebelum ia benar benar mencapai kesadarannya.
"bunda...". Samar suaranya Dean terdengar kembali di telinganya.
"Dee...??". Gumamnya pelan.
Justin pun segera bangkit dari tempat tidur nya dan langsung menuju kamar Dean. Ia membuka pintu dan sungguh pemandangan yang membuat Justin bergegas memeluk sang putra untuk menenangkannya.
"oh..sayangnya anak Daddy. Kenapa nangis?". Dee mimpi buruk ya?". Tanya Justin seraya mengelus ngelus punggung putranya.
"bunda...". Sahut Dean seraya memeluk leher Justin dan membenamkan wajahnya di ceruk leher sang Daddy.
"it's ok. I am here. don't Cry anymore please". Ucap Justin menenangkan sang putra yang masih terisak.
"Dee Bobo lagi ya. Bobo sama Daddy ya?". ucap Justin seraya menggendong putranya dan membawanya ke kamar.
Dean menuruti apa kata Justin dengan membiarkan dirinya di gendong Justin menuju kamar Daddynya itu. Sesampainya di kamar, Justin merebahkan putranya ke ranjang miliknya dan menepuk nepuk pelan bokongnya Dean seraya mengelus elus lembut rambut bocah tampan itu hingga tertidur kembali.
Justin tersenyum memandang lekat sang putra. Di hatinya terselip rasa bahagia kala Dean sudah mulai membuka hatinya untuk dirinya.
"semoga kelak kita bisa melakukan perjalanan jauh bersama saat kamu sudah dewasa nanti ya sayang".gumamnya pelan lalu mengecup lembut ubun ubun mungil itu.
...----------------...
Paginya saat Mona ingin membangunkan dan membereskan cucu cucunya itu. Mona sempay terhenyak saat mendapati Dean tidak berada di kamarnya. Lalu ia melangkah menuju kamar putranya untuk mencari tau keberadaan cucu keduanya itu.
__ADS_1
Mona membuka pintu kamar Justin dan melihat pemandangan yang menggemaskan yang jarang jarang di lihatnya di pagi hari ini. Mona tersenyum haru melihat dua laki laki keturunannya itu saling berpeluk nyaman dalam tidurnya.
"ngapain ma?". Tanya Arfan tiba tiba masuk ke dalam kamar Justin saat kebetulan melihat sang istri masuk ke kamar anaknya itu.
"husss...jangan ribut. Ntar mereka bangun loh pa". Protes Mona sembari berbisik.
"kan memang harus di bangunin. Ga liat tu udah jam berapa?". Sahut Arfan mengingat kan sang istri jika waktu telah memasuki waktu subuh.
"tapi kayaknya nyenyak banget deh pa. Tu liat si Dee sepertinya nyaman banget bobonya di peluk Justin gitu". Bisik Mona.
"mmm...udah mulai tumbuh ikatan bathinnya mungkin". Sahut Arfan ala kadarnya tetapi di benarkan oleh Mona.
...----------------...
Setelah para penghuni lapas merasakan nikmatnya masakan Dea. Mereka pun mulai menceritakan kembali tentan cookies lapas buatan Dea. Sehingga para napi yang belum merasakan masakan Dea ada yang berceloteh canda ingin merasakan juga dan ada juga sarat sindiran lantaran hanya membagikannya pada orang orang yang berada dekat di dapur saja.
Sehingga suasana pagi itu menjadi riuh dengan celotehan para napi. Dan Akhirnya mau tak mau para petugas jaga pun harus mengakhiri suasana gaduh di lapangan tempat mereka berkumpul untuk melakukan senam massal itu.
"sudah sudah tak usah banyak kali cerita. Besok besok akan ada lagi di buat acara cem kemarin lagi". Tegur seorang petugas jaga yang tidak ingin terjadi keributan hanya karena makanan.
Dengan kata lain juga sekaligus ingin melindungi Midea dari serangan mulut para napi secara tidak langsung.
"tidak ada yang mencurigakan kak. Semua biasa biasa saja". Ia mengetikkan pesan ke Gita.
Gita menghela nafasnya sesaat saat menerima laporan dari petugas lapas yang ia mintai tolong.
"jika di lapas tak ada hal yang mencurigakan. Baik dari makanan dan minumannya. Lalu dari mana zat zat yang disebutkan dokter bisa ada begitu banyak mengalir di dalam darahnya Dea". bathin Gita seraya mengurut kan keningnya karena lelah berfikir.
Arjun menarik sudut bibirnya tatkala melihat gebetannya dulu sedang terlihat gelisah.
"masih stuck di hasil tes darahnya Midea kak?". Tanya Arjun yang datang tiba tiba seraya membawa latte dan ice cream hand made buatan Arjun serta soft bread sebagai celupan di ice creamnya.
Sementara Sagita masih memandang heran pada adik letingnya itu yang muncul tiba tiba di kantor miliknya. Ia memandang di sekitar dari kaca ruang pribadinya tampak orang orang dari timnya yang sedang sibuk bekerja dan tak memperdulikan antara satu sama lain.
"syukurlah mereka tak melihat si bocah tengil ini". Gumam Gita di hatinya.
"kamu mau ngapain ke sini. Hah?". Tanya Sagita seraya melirik ke arah jendela kaca.
"ya mau ketemu kakak leting ku yang cantik hingga kini lah". Sahut Arjun santai.
__ADS_1
"jangan bercanda Jun. Ga lucu tau ga?". cetus Gita bernada jengkel tetapi hatinya mulai berbunga mendengar pujian dari seorang Arjun.
"tau. Emang dari dulu aku ga pernah bisa bikin lucu atau pun bikin kakak tertawa meskipun sedikit aja". Sahut Arjun santai.
Sagita terdiam sejenak. Perkataan Arjun memang ada benarnya sih.
"aku datang cuma mau antar pesanan kakak yang udah kakak order khusus . Thanks ya buat orderan khususnya jadi bakat ku bisa terasah terus berkat orderan dari lawyer Sagita Kristina". Ujar Arjun tulus.
Akan tetapi perkataan Arjun terdengar cibiran untuk Sagita.
"cih. Nyindir lagi nyindir lagi". dumel Sagita di hatinya.
Lalu ia menarik kedua sudut bibirnya seraya mengucapkan
"iya sama sama".
Lalu Arjun pun pamit pergi. Sagita menatap punggung Arjun yang tiba tiba berhenti pada saat tangannya Arjun telah mencapai gagang pintu yang kini setengah terbuka.
"oiya. Yang itu free buat mantan gebetanku yang cantik". Ujar Arjun seraya mengedipkan mata dan langsung ngeloyor pergi.
"ka..mu". ucap Sagita yang terhenyak melihat kedipan mata Arjun dan juga mendengar ucapan Arjun yang terakhir.
"dasar bocah brondong". omel Gita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Hazhilka279
Terima kasih.
__ADS_1