
# wellcome back readers. Selamat menikmati kembali episode kali ini ya readers???.
Luka di kening Dea telah di nyatakan sembuh dan sudah bisa di lakukan rawat jalan serta melakukan terapi rutin tiap minggunya. Itu berarti Midea harus kembali ke lapas dan berkumpul kembali dengan para napi.
masih sama saat ia berada di rumah sakit. Dea lebih memilih diam dan hanya merespon lewat anggukan dan gelengan kepala. Jika di hitung hari maka sudah seminggu sikap Dea seperti ini.
tentu saja hal ini membuat seorang Sagita bertambah penasaran. Karena sebelumnya Gita telah mencari tau tentang kehidupan Dea sebelum ini termasuk kasus yang menyebab kan Dea di penjara.
lewat asisten dan tim nya Gita mendapatkan informasi yang berhubungan dengan rasa penasarannya tentang Midea. Gita mencoba menemui Dea di penjara saat ini. Ia berharap kali ini Dea bisa sedikit terbuka dan mau berbicara padanya. Gita tersenyum ramah saat Dea duduk di hadapannya kini.
"hai. Apa kabarmu hari ini?". Sapa Gita mencoba berbasa basi.
Midea hanya diam dan menatap Gita heran dalam fikirannya timbul pertanyaan mengenai perempuan cantik yang satu ini.
"mengapa dan ada apa gerangan dia sering menemuiku akhir akhir ini?".
"aku hanya ingin mengantarkan ini. Teman kamu Arjun yang membuatnya khusus untukmu Dea. Dia kirim salam dan dia minta maaf katanya belum bisa jenguk karena dia masih banyak pekerjaan". Dusta Gita.
Beberapa hari yang lalu...
Sudah dua hari ini Gita mengunjungi kafe Restonya Arjun sendirian. Berbekal sedikit informasi mengenai jadwal kedatangan Arjun ke kafenya Gita pun mencoba datang berkunjung di jam jam segitu.
Gita mengintip Arjun dari celah celah kaca jendela dapur sedang mengolesi butter di atas wajan penggorengannya yang datar itu. Mungkin Arjun sedang memasak martabak gurih pesanannya.
Gita menunggu sesaat seraya memainkan ponselnya untuk mencari informasi mengenai Midea dan juga membaca file yang masuk dari asistennya.
"ini pesanannya Sagita". Ujar seseorang yang suaranya pernah ia kenali itu.
Kini segelas big mug madu susu dan juga martabak gurih pesanannya plus lengkap dengan saos ala Cafe Resto tersebut tertata rapi di hadapannya.
"silahkan Sagita ". Ujar laki laki yang tak lain adalah pemilik kafe itu sendiri.
Gita terhenyak kaget saat pria tampan itu berdiri di hadapannya serta menarik kursi untuk duduk persis tepat di hadapannya.
"silahkan di cicipi. Kali ini rasanya pas dan ga kelebihan cabe ataupun garamnya. oiya satu lagi no micin. Gurihnya ada di menteganya khusus buatan tangan dari Chef brondong yang isi otaknya kosong, jauh dari kata tampan Arjun Sajjad". cibir Arjun yang sengaja menghina dirinya sendiri untuk mengingatkan kata kata hinaan Gita dulunya.
__ADS_1
Sagita yang teringat saat saat momen di mana dulunya ia menjadi primadona para brondong karena kecantikannya dan juga menjadi panutan bagi adik adik leting perempuannya karena kedisiplinan dan juga ketegasannya menjadi canggung di hadapan pria yang dulunya ia remehkan karena penampilannya yang nyeleneh.
Sagita menelan salivanya kasar saat teringat kata kata yang sering ia lontarkan pada adik letingnya yang dulu suka mengejar ngejar dirinya untuk mencari perhatian.
"silahkan". Ucap Arjun mempersilahkan Sagita untuk mencicipi hidangan yang sudah ia buat khusus untuk pesanan perempuan yang pernah ia sukai dulunya.
Sagita pun mencoba makanan yang di buat Arjun itu. Benar saja makanan yang di buat khusus oleh adik letingnya itu memang memiliki rasa nikmat yang luar biasa di lidahnya.
"gimana?". Tanya Arjun santai.
"mmm..enak". Sahut Gita yang masih mengunyah martabaknya dengan cocolan sausnya.
Saking nikmatnya tak terasa jika ada noda saus yang mengotori di sudut bibir Gita yang mungil itu. Arjun dengan sigap mengambil tisu dan mengelap sisa saus yang menempel di sudut bibir perempuan yang semakin terlihat cantik baginya.
Glek. Sagita terdiam saat ada tangan kekar menyentuh sudut bibirnya untuk pertama kalinya. Ia membiarkan Arjun mengelap
"pelan pelan kalau makan. jadi belepotan gini kan akhirnya". Cibir Arjun santai.
Sagita menggigit bibir bawahnya menahan malu karena ketauan jika ia menikmati masakan yang Arjun masak. Jika biasanya ia langsung menolak setiap kali Arjun tawarkan padanya karena trauma pada masakan Arjun yang pertama.
Selesai dengan makanannya Arjun langsung mengambil piring dan gelas Gita yang kosong dari hadapannya dan langsung membawanya ke dapur. Sagita menunggu Arjun untuk keluar dari dapur tapi tampaknya nihil karena kini Arjun sedang sibuk membuat makanan pesanan khusus pelanggan vvipnya.
"gratis kak" ucap sang kasir.
"hah?". Gita terhenyak.
"iya kak. Abang tadi udah pesanin begitu". Sahut sang kasir.
"ohh..iya. Bilang sama abangnya terima kasih banyak". Ucap Gita lalu pergi dari situ.
Esoknya Gita kembali di lain jam. kali ini ia sengaja menghindari Arjun. ia mencoba mengorek informasi melalui anak buahnya Arjun tentang siapa siapa teman akrab Arjun sekarang ini. Gita tersenyum saat mengantongi nama nama karibnya Arjun dan yang sering berkunjung di kafenya.
Gita kembali ke kantornya untuk memberi tugas pada anak buahnya mengenai profil nama nama yang Gita tulis pada secarik kertas.
Tak butuh lama mencari profil dari teman temannya Arjun. Maka misi pun di mulai Gita meminta pada timnya untuk mencari tau kehidupan karibnya Arjun selama tiga tahun belakangan.
__ADS_1
lalu sebuah informasi terbaru hasil dari huntingan tim nya itu jika Arjun dan Midea adalah teman dekat dan saling membantu di dapur saat mereka membuka restoran.
"0h ya??". Menarik sekali". Gumam Gita.
akhirnya tercetuslah ide di kepalanya salah satu usaha untuk membuat Midea mau terbuka padanya nanti jika ia mengunjungi wanita malang itu.
Yah sekarang ini Gita memang sedang merencanakan sesuatu agar wanita itu mau menceritakan kisah dan kasus hukumnya pada dirinya.
"nih makanlah Dea mumpung masih hangat loh". Tawar Gita seraya membuka seluruh kotak makanan.
Midea bergeming menatap kotak makanan yang tampak lezat itu. Sudah lama sekali memang Dea tidak merasakan masakan khas asia selatan itu.
"ayok". Gita kembali menawarkan pada Dea agar menyentuh makanannya.
dengan segala bujuk rayu darinya akhirnya misi pertama dari seorang Sagita mulai berjalan karena Midea mulai menyentuh makanannya dan memakannya dengan lahap.
hati Gita merasa iba saat memperhatikan cara makan Midea yang jauh dari kata anggun bagi seorang model yang pernah mendapatkan gelar sebagai the best ambasaddor.
"pelan pelan Dea". Tegur Gita seraya memberinya air mineral saat Dea tengah terbatuk batuk karena tersedak.
Dea hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda terimakasih lalu mengambil botol minuman mineral itu dari tangan Gita.
Mungkin misi untuk mendekatkan diri pada Dea melalui makanan akan berhasil tetapi tetap saja ada hati yang teriris melihat pemandangan di depannya ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1
ig Zhil olshop
Terima kasih.