She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
Daddynya Dee


__ADS_3

# Selamat menikmati kembali episode nya ya readers..


Kelopak Netra nya membuka lebar saat membaca hasil dari test tersebut. jantungnya berdegup kencang secara tiba tiba seiring dengan darahnya yang berdesir deras. Ia bergumam pelan menyebutkan satu nama


..."Dee"...


Tangannya bergetar memegang dua kertas hasil tes DNA antara dirinya dan juga papanya dengan batita laki laki yang bernama MyKehl Deansyah.


"Alan. I can't believe it". Gumamnya seraya memandang asistennya itu.


"iya pak. Awalnya Saya juga tak percaya pada hasil pertama. Makanya saya mengetes lagi untuk memastikan. Dan hasilnya tetap sama". Jelas Alan.


tungkai Justin melemah setelah mendengar penjelasan Alan. Ia terduduk di kursi kebesarannya dengan tangan yang masih memegang dua kertas hasil tes DNA dengan tanggal yang berbeda.


"kamu boleh pergi Alan. Saya butuh waktu sendiri". Titahnya pada asistennya itu.


"bagaimana bisa aku tidak tau jika selama ini Midea mengandung anakku. Bagaimana bisa aku tidak tau jika batita yang dekat dengan keluargaku adalah putra kandungku". Gumamnya pelan seraya menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Dee...anak Daddy". ucapnya dengan tenggorokan yang tercekat.


Justin bangun dari duduknya seraya mengambil Jas kerjanya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan kantor itu. Tujuannya adalah kerumah orang tuanya Retha untuk menemui sang putra yang selama ini ia tidak tau jika dirinya memiliki seorang putra dari perempuan yang ia benci.


Selama dalam perjalanannya Ia mengingat kembali masa masa sulit saat mendekati putranya itu. Saat terakhir Dee tidur di apartemennya bersama Keyra hingga besoknya Dee minta di pertemukan dengan bundanya sehingga mau tak mau Justin harus rela membiarkan Retha membawa Dee pergi dari apartemennya.


waktu menunjukkan pukul delapan malam. Ia baru saja mematikan mesin mobilnya saat tiba di depan rumah orang tua Retha. Ia keluar dari mobilnya dan melangkah masuk ke halaman rumah tersebut.


Justin melihat ada dua mobil terparkir di halaman rumah yang mana satunya adalah milik Satria sedangkan yang satunya lagi Justin tidak mengenali mobil tersebut.


Dari dalam rumah terdengar gelak tawa sekumpulan orang dewasa dan seorang batita yang ia kenali suaranya. Justin mengintip dari celah gorden jendela. Ia melihat putranya sedang bercanda dengan keluarga Retha dan juga dua pria yang ia pernah bertemu di sekolah Dee dan satunya di kafe Arjun.


"Dee senang ga tiinggal di sini?". Tanya seorang pemuda remaja yang tak lain adalah adiknya Retha satu satunya yang bernama Tama.


"senang dong". Sahut Dean.


"toss dulu dong sama oom". Ucap Tama seraya mengangkat telapak tangannya.


Lalu batita tersebut pun menepuk telapak tangan Tama dengan telapak tangannya juga.


"pinter". Ucap Tama.

__ADS_1


Sementara anggota yang lain juga minta ikutan melakukan hal yang sama seperti Tama lakukan pada Dean. Dean pun menuruti permintaan orang orang dewasa itu.


"pinter".celoteh mereka bergantian terhada tingkah Dean.


"ponakan siapa dong?". Celetuk Tama.


"om Tama". Sahut Dean polos.


"anaknya siapa?". Timpal Retha.


"anaknya bunda, umi, abi, ayah, sama papa". Sahut Dean apa adanya.


"wuihhhh....mantap kali pake komplit. ini om Reza tak kau sebutin. Aku ini juga ayahmu, papamu, abimu". Protes Reza.


"bukan. Abi Dee abi Satlia, papa Dee papa Aljun, ayah Dee ayah Lendi. Oom siapanya Dee?". Tanya nya polos.


"hahahahaha". orang orang itu tertawa serentak mendengar celotehan bocah yang berusia dua tahun lebih itu.


Sementara di teras rumah Justin tersenyum mendengar celotehan dari putranya yang tampan.


"aku ini oom mu lah.sama kayak si Tama. Om Reza om Reza. Ya ??". Panggil aku om Reza". rengek Reza.


"om Leza". ucap Dean.


Dean pun membalas yang di pinta Reza. Suasana malam itu terasa hangat bagi mereka yang berkumpul bersama di ruang tamu keluarga Syahrul Ramadhan lubis itu.


Hal ini membuat Justin merasa cemburu pada apa yang ia lihat mengenai sikap Dean yang lebih dekat pada keluarga orang lain dari pada keluarga kandungnya sendiri.


Sebenarnya Justin ingin pergi dari rumah itu tetapi ia mengurungkan niatnya saat Satria menyinggung dirinya saat bertanya pada Dean.


"kalau Daddy Justin gimana?". Tanya Satria tiba tiba.


Sebenarnya Satria hanya ingin tau saja sejauh mana kedekatan Dee dengan abang sepupu nya itu, mengingat Dean telah menghabiskan waktu bersama dengan keluarga Ardiansyah meskipun hanya sehari.


"itu Daddynya kak Keyla abi???". Sahut Dean polos.


Dada Justin terasa sesak dan ngilu mendengar jawaban dari putra kandungnya sendiri. Ia menatap putra kandungnya dari celah gorden jendela yang sedikit terkuak.


"I am your father Dee. Aku Daddy mu. Kamu dan Kak Keyra anak kandung Daddy". Justin berbisik pelan dengan tenggorokan yang tercekat.

__ADS_1


"jadi Daddynya Dee yang mana?". Tanya pak Syahrul iseng.


Dee tampak bingung seraya melihat dan memperhatikan setiap wajah wajah orang dewasa yang ada di hadapannya. sementara Justin berharap putranya menggelengkan kepalanya agar ia tak menunjuk sembarang orang untuk ia panggil sebagai Daddy.


"mmm...ini aja kalau gitu". Sahut Justin seraya menunjuk Reza.


"hah. Kok om Reza sih??". Tanya Tama kurang suka dengan sebutan baru pada abang kandungnya itu.


Karena menurut Tama yang pantas di sebut Daddy adalah dirinya karena selama ini dirinya lah yang paling dekat dengan batita tampan tersebut di bandingkan dengan abangnya yang super sibuk itu.


"jadi siapa dong yang jadi Daddy nya Dee??!". Tanya Dee lugu.


"oom aja Dee. Kan setiap hari Dee nya sama om Tama terus". Tawar Tama.


"eeehhhh. Enak aja kau dek. si Dee nya udah nunjukin aku kok. Kok kau pulak yang protes. Ga bisa. Aku Daddynya". Protes Reza.


"aku Daddy kau kan Dee??". Tanya Reza memastikan pernyataan Dee yang sebelumnya.


Sementara Dee hanya bergeming melihat dua pria yang sedang bertengkar memperebutkan dirinya.


"duhhh....pucing deh.. Umi??". Rengek Dean Seraya merebahkan kepalanya di paha Retha.


Mendengar perkataan Dee membuat orang orang dewasa yang berkumpul itu sontak menjadi tertawa


"hahahaha....adaaaa ajaaa ni bocah ". timpal Rendy seraya tertawa geli.


Sedangkan Justin tersenyum seraya menggigit bibir bawahnya mendengar celotehan lucu putranya. Ia tak menyangka jika anak yang di lahirkan dari perempuan seperti Midea bisa sebegini lucu dan menggemaskan bagi semua orang.


Dan itu memang terbukti saat dirinya dan juga keluarganya melihat Dee untuk pertama kali.


Justin perlahan melangkah pergi saat putra nya mulai menguap di pangkuan Retha. kali ini ia membiarkan Dee bersama keluarganya Retha. Besok ia berencana untuk mengambil putranya kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig

__ADS_1


Hazhilka279


#Hazhilka


__ADS_2