She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
saksi


__ADS_3

# selamat menikmati episode kali ini ya readers....


Sidang lanjutan banding dari kasusnya Midea Hasxander di mulai kembali. kali ini Sagita memanggil para saksi yang berkaitan awal mula masalah pemalsuan identitas ini di mulai.


"saya mohon hakim yang mulia agar saya bisa memanggil seorang saksi kunci dari kesalah pahaman ini mulia". Pinta Sagita dengan penuh wibawa.


Sagita di ijinkan untuk menghadirkan seorang saksi darinya untuk pembuktian sidangnya.


"saksi kunci di persilahkan masuk".


Midea yang mengetahui Alma datang sebagai saksi pun menatap ke arah Gita yang berada di sampingnya.


"ya. Aku yang memintanya datang untuk kita". Ucap Gita yang seolah tau apa isi di fikiran Dea saat ini.


Dea hanya membisu seraya memalingkan tatapannya ke Alma yang juga menatap dirinya sesaat sebelum ia duduk tepat di hadapan hakim.


Lalu pertanyaan demi pertanyaan mulai di lontarkan dari jaksa penuntut hukum, pembela, dan juga hakim itu sendiri kepada Alma.


Alma menjawab sesuai apa yang ia jalani dan hadapi selama bertemu dan hidup berdampingan dengan Dea selama ini. Tak ada penambahan dan pengurangan. Tentu saja hal ini membuat Gita berada di atas angin untuk sementara. Midea menatap Alma diam diam. Dalam hatinya ia mengucapkan terima kasih pada wanita yang telah menolongnya.


tanya jawab pada saksi yang bernama Alma pun selesai, wanita paruh baya itu di persilahkan kembali ke tempatnya semula.


Sementara dari celah celah pintu seseorang yang mengawasi Dea selama ini memberikan laporan mengenai jalannya sidang banding itu. ia melaporkan pada bossnya jika persidangan itu berjalan lancar dan bisa jadi Midea akan mendapatkan kebebasannya berkat pengacaranya yang sekarang.


"akh..sial..aku kalah cepat ternyata". Umpat Sonya kesal.


"carikan aku seseorang yang bisa di bayar untyk menjadi saksi palsu . yang bisa membuat Midea kembali masuk penjara selamanya". Titah Sonya


"baik madam". Sahut asistennya.


"Midea. Cih. kamu pikir bisa semudah itu kamu bisa bebas setelah kamu menolak tawaranku dua kali". Gumam Sonya.


Beberapa bulan yang lalu saat Dea baru saja selesai menjalani sidang pertama dan telah di jatuhi hukuman empat tahun penjara. Sonya langsung menemui Dea untuk pertama kalinya setelah Dea di pindahkan ke lapas.


Sonya menawarkan kembali tawaran Dea untuk mengajukan banding dengan persyaratan yang di ajukan Sonya. Awalnya Dea menyetujui persyaratan banding tersebut dan menerima persyaratan yang di ajukan Sonya, karena bagi Dea pribadi yang penting dirinya harus bebas dahulu dari sini. Mengenai kelanjutan hidupnya akan ia fikirkan nanti.


tetapi entah mengapa setelah tante Sonya kembali lagi dengan membawa pengacara yang profesional untuk Dea agar bisa naik banding. Dea kembali lagi merubah fikirannya dan tetap memilih menjalani masa hukuman nya.

__ADS_1


Cukup lama tante Sonya dan Dea berdebat di pertemuan singkat itu yang pada akhirnya membuat Sonya semakin berang terhadap Dea.


"dasar tak tau di untung. Sudah keadaannya terjepit masih saja ego". Omel Sonya kepada Dea seraya beranjak dari situ.


Sementara Dea terpaksa menolak tawaran tante Sonya karena telah membuat kesepakatan dengan suami paksanya itu. hampir setiap hari Justin kembali membujuk Midea agar menyerahkan putranya untuk di asuh dalam keluarga Kehl Ardiansyah.


q saja Midea lebih memilih untuk menyelamatkan sang putra dari keterlantaran di saat dirinya di penjara dari pada kebebasan dirinya yang belum tentu pun ia akan sepenuhnya bebas dari cengkeraman Sonya, mengingat dirinya yang memang masih banyak hutang padanya.


...----------------...


Sidang lanjutan di mulai kembali di hari berikutnya. kali ini jaksa penuntut hukum menghadirkan saksi lain dari pihaknya di mana saksi tersebut membeberkan keterangan yang memberatkan terdakwa.


Sontak hal ini membuat Gita geram. Sagita pun membantah keterangan saksi yang menyudutkan Midea. Perdebatan pun terjadi lagi antara jaksa penuntut hukum. Tetapi kali ini hakim ketua menilai Sagita sudah terlalu mengintimidasi saksi sehingga juri hakim pun meminta Sagita untuk diam di tempat.


Jaksa penuntut hukum pun tersenyum karena merasa di atas angin. Sementara Retha yang diam diam mengikuti sidang bandingnya Dea pun ikut merasa tegang. Ia memperhatikan raut wajah Dea yang mulai frustasi karena saksi saksi yang di hadirkan hari ini.


Sedangkan Arjun dan juga Reza menilai ada sesuatu tipu muslihat di dalam sidang tertutup ini.


"apa jangan jangan itu saksi di suap kali ya??". Terka Arjun.


Sementara Reza melihat ketegangan di wajah adiknya itu. Saat sidang kembali di tunda hingga waktu yang di tentukan barulah ia melihat Retha kembali menunjukkan wajah rileks meskipun ia tau ada yang mengganjal di hatinya.


"kau tak memiliki bukti lain dek yang bisa mendukung sagita di persidangannya". Ujar Reza yang tiba tiba membuka percakapan di suasana hening dalam mobil itu.


"maksud abang?". Sahut Retha seraya mengernyitkan dahinya dan menatap abang kandungnya itu.


"seminggu sebelum persidangan si Gita pernah tanya tanya soal kau dan Jasmine sama abang. Dia tanya apa si Jasmine ini punya saudara atau memang anak tunggal. Karena wajahnya si Dea sama si Jasmine itu mirip kali". Ujar Reza yang terus saja fokus menyetir.


"ga ada. memang si Jasmine anak tunggal. Kalau ada saudaranya pasti kan aku tau bang". Sahut Retha yakin.


"mmm.. Ya sudah. Cuman ada satu permintaan si Gita yang menurut aku aneh kali. Dan ga masuk di akal lah". Ujar Reza.


"apa itu bang?". Tanya Retha penasaran.


"masa si Gita mau minta barang barang pribadi si Jasmine yang dulunya sering di pakai si Jasmine. Katanya buat tes DNA. Mau dia bandingkan hasilnya antara tes DNA si Jasmine dengan si Dea. Kan gilak kali tu perempuan". Ujar Reza mengandung cibiran.


"Mana ada lah lagi kecuali kalau kita bongkar kuburan si Jasmine buat kita ambil salah satu anggota tubuhnya untuk di jadikan sampel tes DNA ya kan Tha?". lanjutnya.

__ADS_1


Sementara di dalam benak Retha mulai memikirkan sesuatu apa yang di bicarakan oleh abang kandungnya itu.


"masalanya mayat si Jasmine kan ga di temukan dan para korban yang jenazahnya ga di temukan sudah dinyatakan hilang bersama bangkai pesawat yang ada di lautan sana. ya kan dek. Betul kan abang ngomong?". Tanya Reza yang sedari tadi ocehannya tidak di gubris oleh adiknya itu.


"dek". Panggil Reza melihat adek kandungnya yang masih bengong itu.


"dek. Oi dek". Panggil Reza lebih keras karena panggilan pertamanya tak di gubris.


"bang. aku mau pulang ke rumah mama sekarang". sahut Retha.


"hah. Tumben biasa minta langsung di antar ke tempat laki kau". cibir Reza.


"udah cau aja lah. Banyak kali tanyak pun abang ini". Sahut Retha


...----------------...


Next chap


Retha menemukan sesuatu yang berhubungan dengan Jasminka. kira kira apa ya???


stay terus ya di sini. Jangan lupa untuk di baca dan di like trus di komen trus di vote deh.


Terimakasih


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop

__ADS_1


Terima kasih.


"


__ADS_2