She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
koper


__ADS_3

#Hai readers selamat menikmati episode kali ini ya....


Sesampainya di rumah orang tuanya Retha. Retha langsung masuk ke kamar pribadinya yang dulu saat dirinya masih berkuliah. Ia mencoba mencari sesuatu yang di maksud oleh kakak letingnya itu.


"barang pribadi??". Gumamnya pelan seraya menelisik ke suatu boxware yang tersusun rapi di antara rak rak buku di kamarnya yang kini telah di jadikan ruang pustaka mini untuk keluarga syahrul Ramadhan lubis itu yang memang memiliki hobi membaca.


"apa ya??". Gumamnya kembali seraya memikirkan sesuatu.


Lalu memorinya menerawang jauh ke masa lalu hingga akhirnya ia pun teringat akan sesuatu.


Retha berjalan ke arah keluar menuju kamar pribadinya sekarang. Kini ia teringat pada koper Jasmine yang dulunya ia harus bawa pulang ke rumah orang tuanya saat itu dan untuk sementara menyimpannya di kamar ini saat Jasmine buru buru pulang untuk menjenguk almh mama lNaminka yang kritis saat itu juga.


Yah dia ingat betul jika barang barang milik Jasmine yang ia susun di koper milik Jasmine itu belum sempat ia bawa pulang ke rumahnya yang berada di pdg karena saat itu Retha sudah terlalu shock dan sedih saat mendengar berita kecelakaan pesawat yang di tumpangi Jasmine.


Retha mencari koper itu di kamar pribadi nya yang sekarang. Ia mencoba menelisik di setiap sudut wardrobe. Ia mencoba untuk mengingat saat saat terakhir ia melepaskan masa lajangnya. Saat ia harus berbenah wardrobe miliknya untuk bisa berbagi dengan suaminya yang akan tiba di rumah ini tak lama lagi.


" duh dimana ya?". Kopernya si Jasmine dulu.perasaan aku susun di sinilah kopernya waktu itu. Kok ga ada pulak sekarang" sungutnya seraya mencari cari koper Yang berwarna navy itu.


setelah bergelut cukup lama dengan kain dan baju baju yang menumpuk di ruangan wardrobe tersebut. Akhirnya netra Retha menangkap pada sesuatu tumpukan koper di antara koper yang berwarna sama.


Retha mencoba menurunkan koper koper itu dari tumpukannya. Hingga terlihatlah satu koper yang berwarna navy yang sedikit kusam di antara koper koper yang berwarna senada dengan koper lainnya.


Yah inilah dia koper milik Jasmine yang ia bawa pulang dulunya. Koper yang masih


lengkap dengan label pesawat yang Retha tumpangi saat pulang kembali ke kota Mdn.


Retha mencoba membuka kode koper tersebut. Ia mencoba mengingat kode koper yang passkode nya memang ia sendiri yang membuatnya lantaran saat check out dari hotel dulunya. Baju baju Jasmine masih berada di dalam lemari hotel yang dulunya mereka singgahi saat pengadaan acara seminar perusahaan.


Klik. Retha tersenyum senang karna Kode koper pun terbuka. ia pun dengan segera membuka koper tersebut untuk memeriksa kan isi nya. Mungkin saja ada beberapa barang pribadi milik Jasmine yang bisa di jadikan petunjuk di pengadilan nantinya.


Ia teringat pada percakapannya dengan kakak letingnya tempo lalu. mereka menyinggung soal Dea dan Jasmine. Apa lagi kak Gita tentang silsilah keluarga Jasmine yang sebenarnya.


"Jasmine itu anak tunggal kak. Almh Mamanya juga yang memberitahukan jika Jasmine adalah putri mama Inka satu satunya". Sahut Retha.


"memang ada apa ya kak?". Tanya Retha penasaran saat melihat kakak letingnya itu terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"entah lah dek. Mengenai mereka yang kakak maksud. Kakak lebih suka mencari tau dan membuktikan teorinya dari pada menerka nerka.

__ADS_1


Retha mengeluarkan satu persatu barang milik sahabatnya itu. Kali ini ia mencoba untuk mencari tau lebih dalam mengenai misteri aneh ini.


"seharusnya dari dulu kau lakukan cem gini Tha". Gumamnya pelan seraya menyemangati diri sendiri lantaran barang yang di cari tidaklah ketemu.


"kalau yang ini bisa ga ya?". Ia bertanya di hatinya lalu mengambil ponselnya untuk ia videokan barang barang milik Jasmine berupa pakaian, rok, celana, dan beberapa set underwear serta beberapa helai hijabnya.


Ia segera mengirimkan video tersebut ke Sagita dan menanyakan tentang barang barang yang ia videokan .


"kak barang barang yang ini apakah masih bisa di gunakan untuk tes DNA.?".


ia melihat tanda pesan di ponselnya yang belum sempat di buka Gita.


"hmm..apa kak Gita masih sibuk ya?". Bathinnya.


akhirnya ia membawa satu set underwear milik Jasmine dulu. Rencananya Retha akan mencoba untuk memeriksakan sendiri tes DNA milik Jasmine dan Dea.


beberapa jam kemudian...


Suara pesan masuk dari Gita yang memberitahukan bahwa barang barang yang Retha tunjukkan kurang begitu akurat untuk di jadikan sample tes DNA. Apa lagi barang yang Retha tunjukkan barang yang masih pernah di cuci.


Retha


Gita


"kalau bisa sih?". Kita coba cari di rumahnya yang di kota pdg.


Retha


"tante Alma. Kita coba tanyakan pada tante Alma. Mungkin tante Alma punya sample darah mama Inka saat pemeriksaan rutin di rumah sakit dulu".


Gita


"apa kamu yakin barang barang begituan masih ada Tha?". Almh meninggalkan udah cukup lama. Tapi di coba saja dulu. Semoga saja masih ada sisa sisanya"


Retha


"ya kak. Ni aku coba hubungi tante Alma dulu".

__ADS_1


Sementara Reza dan anggota keluarga yang lain memperhatikan Retha yang tampak sibuk dengan ponselnya tanpa memperdulikan makanan kesukaannya yang terhidang di atas meja makan.


"Tha. Di makan dulu lah itu. tak baik makanan kau anggurin macam gitu?". Tegur sang mama.


"iya ma". sahut Retha seraya tersenyum.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Retha buru buru menghubungi tante Alma dan menceritakan semuanya mengenai permintaan Sagita yang ingin menguji tes DNA Jasmine


"tes Dna nyo Jasmine. Buat apo Tha?". Tanya Alma.


"Kak Gita mencurigai masa lalunya Midea tante?". Karena menurut Dokter yang sering Kak Gita mintai konsultasi mengenai riwayat penyakit nya kak Dea. Apa lagi menurut Dokter ahli ingatan kak Dea menghilang di tahun yang sama saat Jasmine menghilang juga". Ujar Retha.


Duarrrr...seperti petir yang menyambar di siang terik. Alma mendengar penjelasan Retha langsung berdegup kencang jantungnya.


"ya Allah..ya tuhanku. benarkah kejadiannyo seperti itu. Jika memang benar. Berarti selamo ini ambo memang benar benar merawat Jasmine dalam karakter yang lain". Bathinnya bergemuruh.


"Retha. Benarkah apo yang di katakan Gita?". Tanya Alma saat tersadar jika Retha telah memanggilnya beberapa kali dalam komunikasi ponselnya.


"iya tante. Itu menurut Dokter terakhir yang menangani kak Dea saat ia kritis di penjara". sahut Retha.


"ya Allah". Gumam nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan menshare link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2