She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
putusan hakim yang tertunda


__ADS_3

# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Setelah mengetahui semua tentang Midea. Istri yang selama ini ia abaikan. Ia sakiti bakan ia sendiri yang menghancurkan masa depannya. dengan di temani Alan menaiki heli Justin berangkat ke Mdn saat itu juga. Ingin rasanya ia merengkuh tubuh itu dalam pelukannya.


Selama dalam perjalanan menuju Mdn. Justin terus memikirkan Midea. Ia menyesali perbuatannya selama ini. Saat heli mendarat di rooftop kantor cabangnya dengan segera ia turun ke parkiran dan langsung melajukan mobilnya begitu ia duduk di jok driver.


sidang lanjutan kembali di gelar. Saat ini adalah putusan para hakim untuk sidang banding kasus pemalsuan identitas yang di lakukan oleh terdakwa napi Midea Hasxander.


Kini para hakim masuk dan duduk di tempat yang semestinya. Salah satu hakim memanggil terdakwa agar duduk di kursi pesakitan. lalu meminta jaksa penuntut umum membacakan surat tuntutannya terhadap terdakwa melebihi dari yang telah di putuskan hakim sebelumnya.


Sagita dan juga Ridwan yang hadir serta tim yang lainnya ikut terhenyak. begitu pun saksi dari pihak Midea yang hadir saat Jaksa penuntut hukum menuntut Midea dengan hukuman yang lebih berat dari hukuman yang sudah di putuskan hakim sebelumnya.


"ini gila". Desis Sagita geram.


Sementara Ridwan menangkap ada sinyal aneh dalam persidangan ini mungkin pada jaksa penuntut tak ada yang aneh dan sesuai berdasarkan prosedur hukum. Hanya saja Ridwan menilai ada sedikit rasa emosional yang berpengaruh pada putusan jaksa di surat tuntutannya.


Terlebih saat sebelumnya ia meminta tolong pada Reza, anak didiknya untuk memutar rekaman cctv pada sidang Midea sebelum sebelumnya. Ridwan memperhatikan keseluruhan saksi yang hadir yang terus terusan memojokkan Midea dan juga memprovokasi jaksa.


"sabar Git". Ujar Ridwan menenangkan juniornya itu.


Setelah jaksa penuntut umum selesai membacakan surat tuntutannya maka giliran di berikan hak kepada terdakwa dan atau penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan (pledoi) hal ini tertuang pada pasal 182 KUHAP).


seluruh peserta sidang yang hadir di ruangan tersebut mendengarkan surat pembelaan yang di bacakan oleh Midea sendiri.


Lalu Di lanjutkan dengan replik dari jaksa


"Replik diajukan penggugat untuk meneguhkan gugatannya, dengan mematahkan alasan-alasan penolakan yang dikemukakan tergugat dalam jawabannya. Replik merupakan lanjutan dari pemeriksaan perkara perdata di pengadilan negeri setelah tergugat mengajukan jawaban."


Jaksa penuntut umum harus menginventarisir inti (materi pokok) pembelaan yang diajukan terdakwa atau penasehat hukumnya dalam repliknya sebagai bantahan/sanggahan atas pembelaan terdakwa atau penasehat hukumnya"


Sementara di luar kantor persidangan Retha dengan buru buru memarkirkan mobilnya untuk segera masuk ke ruang sidang dan menyerahkan bukti tes Dna yang terbaru kepada Sagita.


Justin tiba tepat di saat hakim akan membacakan putusan hakim untuk Midea kembali, begitu pun Retha yang baru saja tiba dengan nafas terengah engah. Mereka sama sama tiba di depan pintu masuk kantor pengadilan negri Mdn


"Retha". Panggil Justin saat melihat Retha.

__ADS_1


"bang Justin??". Pekik Retha heran.


"kamu mau ke dalam juga Tha?". Tanya Justin


"iya bang. Duluan ya aku mau ngantar ini ke dalam". Ujar Retha buru buru sambil lalu meninggalkan Justin di teras kantor.


Justin pun segera menyusul Retha untuk mencari tau ruang sidang tersebut. setibanya di depan pintu mereka di halangi masuk oleh petugas karena dapat mengganggu persidangan dan berpengaruh pada pembacaan keputusan hakim saat ini.


Samar dari dalam majelis hakim membaca kan keputusan hukum untuk Midea berdasarkan bukti dan saksi saksi.


"berdasarkan bukti bukti dan juga saksi saksi yang memberatkan terdakwa maka kasus banding dari pemalsuan identitas atas nama Jasminka orchidea yang dilakukan terdakwa napi Midea Hasxander dengan ini di nyatakan tetap bersalah dan tetap melanjutkan hukuman yang telah di putuskan sebelumnya selama empat tahun penjara. di potong masa tahanan dua bulan empat belas hari".


Seketika air mata Sagita luruh juga jika sedari tadi sudah di tahan tahannya saat hakim membaca putusan hukuman untuk kliennya itu. Sungguh ia sudah pesimis mengingat bukti yang ia bawa tidak cukup kuat jika klien nya itu juga korban. Sagita merasa telah gagal kali ini.


Sementara dari ruang kantor Reza melalui layar monitor. Arjun dapat melihat kesedihan di wajah Sagita. Begitu pun Reza yang mulai terlihat murung saat mengikuti persidangan dari awal hingga akhir.


Baru juga Hakim ketua mengetuk palu sebanyak tiga kali seorang pria paruh baya masuk secara tiba tiba saat Justin dan Retha bergelut dengan petugas jaga di luar pintu ruang sidang yang tertutup untuk umum itu.


"tunggu pak hakim". Suara khas pria terdengar dari arah pintu masuk ruang sidang tersebut.


Sagita dan Ridwan memandang heran pada sosok tersebut. Sementara pria tersebut memandang sendu ke arah Midea yang juga menatap pria paruh baya tersebut dengan memutar lehernya untuk melihat suara siapa yang ada di belakangnya.


"tunggu pak hakim yang mulia. Saya mau menunjukkan ini ke pak hakim yang mulia". Ucap pria tersebut seraya mendekat dan menatap hakim.


"anda tau kesalahan anda apa?". Lalu anda siapa? datang datang mengganggu persidangan yang sudah mau selesai". Ujar hakim ketua.


"iya pak. Saya tau saya salah. Tapi saya ingin meluruskan sesuatu di sini pak. Ijinkan saya menolong terdakwa yang tak lain adalah putri kandung saya sendiri". Ucap pria tersebut dengan tenggorokan yang tercekat.


Yang tentu saja semua yang mendengarnya jadi ikutan terkejut terlebih Sagita. Ia tak menyangka jika sidang banding kali ini memang penuh drama.


Sagita menatap pria itu dan Midea. Yang Keduanya kini sedang saling menatap.


"ayahnya Midea??". Bagaimana bisa?". Gumamnya seraya mengkodekan pada tim nya untuk mencari tau masa lalu nya Midea


lalu pria tersebut memberikan beberapa lembar berkas. sebagai bukti bahwa apa yang di sampaikan barusan olehnya adalah benar adanya.

__ADS_1


Sementara Justin dan Retha berusaha menerobos masuk ke ruangan sidang hingga akhirnya seorang kepala Jaksa mendengar kegaduhan saat ia keluar dari ruangannya.


Kepala Jaksa tersebut menegur ke semuanya yang terlibat dalam kegaduhan tersebut. Hingga akhirnya Justin dan Retha menjelas kan pada Jaksa bahwa mereka membawa bukti baru dan memohon agar di ijin kan masuk ke ruangan sidang tersebut.


"jadi ngapain pulak kalian halang halangin mereka masuk ke sana". Tegur kepala Jaksa tersebut kepada anak buahnya.


"karena mereka datang saat hakim lagi membaca putusan pak". ujar salah satu petugas membela dirinya.


"kan belum ketuk palu. suruh masuk. Nanti kita pula yang di perkarain". Tegur kepala jaksa itu kembali.


"eh kalian berdua kali ini kalian ku maafkan. Besok besok kalau udah ketuk palu tak boleh lagi kalian memprotes putusan hakim. Kalian dengar itu?". Tegur kepala jaksa.


Lalu kepala jaksa tersebut mengintip dari celah pintu dan melihat seorang pria sedang berdiri di hadapan hakim dan memberikan berkas kepada hakim.


"sekarang kalian berdua masuk ke sana. Tampaknya dewi fortuna masih berpihak kepada kalian. Ini kalian sudah ku tolong. Tapi kalau para hakim sudah memutuskan saudara kalian itu bersalah. Ya sudah. Saudara kalian itu tak bisa mengelak lagi. Mengerti kalian!!". Tegur kepala Jaksa tersebut.


"ya pak kita mengerti". Sahut keduanya.


Akhirnya berkat bantuan kepala Jaksa tersebut mereka berdua di ijinkan masuk. Sesampainya di dalam Retha memberikan bukti hasil tes Dna ke pada Gita sedangkan Justin terdiam di tempat saat melihat seorang yang sangat ia kenal berada di ruangan yang sama saat ini.


Sementara di telinga nya kini terdengar suara seorang pria yang sangat ia kenal selama ini.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Hazhilka279

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2