
# Selamat menikmati episode ini kembali ya readers.
Justin mengurut pelan keningnya seraya masih mendengar cerita tentang Jasmine. fikirannya mulai terasa penat dan semrawut tatkala mengingat kelicikan Midea yang memanfaatkan kebaikan Satria.
Justin bingung harus memulai dari mana untuk mengungkapkan kebenaran tentang Jasmine dan juga siapa Midea yang sebenar nya yang mereka anggap Jasmine.
sementara Satria telah selesai menceritakan kisah hidup mahasiswinya itu. ia menatap Justin dengan pengharapan agar mengabulkan permintaan nya.
"jadi cuma itu aja bang yang bisa aku sampai kan mengenai Jasmine. aku harap abang ngerti dan ga melanjut kan rencana abang lagi". ujar Satria menutup pembicaraan nya.
...----------------...
beberapa hari kemudian...
semenjak Satria menceritakan kisah hidup Jasmine di masa lalu, Justin pun membiar kan Dea melakukan tugas nya sebagai mahasiswi jadi jadian itu. walaupun ia sendiri masih mengawasi Dea secara diam diam.
sedangkan Midea mengajukan bab terakhir nya untuk di periksa oleh dospingnya.ia tersenyum sumringah saat dosping nya mengarahkan kesalahan kecil yang terjadi pada skripsi nya. itu berarti dia hanya perlu merevisi sedikit tanpa harus mengulang penelitian nya.
"mmm... oke.. ini udah beres. yang ini juga... jumlah datanya sudah akurat. bagus Jasmine. mantap hasil kerja kamu. jadi revisi sedikit ya yang saya coret dan yang saya tandai". ujar dosping satu nya.
"iya baik pak. jadi cuma segini kan kesalahan nya?". tanya Dea meyakinkan hatinya.
"iya". sahut dosping satu nya manggut manggut.
"nanti kalau udah revisi bawa lagi ke sini tunjukkan lagi ya sama pak dosping kamu satu lagi. biar di cek ulang kali aja ada yang terlewati dari saya". saran dosping satu tersebut.
"iya pak. makasih pak". sahut Midea tersenyum.
lalu ia pun pamit dengan membawa berkas skripsi nya. Midea tak langsung pulang ke rumah tetapi singgah ke kafe nya Arjun di mana Dean juga sudah menunggu di sana bersama papa angkat nya itu sedangkan Rendy telah kembali ke Pdg.
dalam perjalanan menuju kafe tanpa Dea tau ada dua pasang mata yang mengikuti Midea sedari ia keluar dari kampus menuju halte bus. seorang laki laki juga ikut masuk ke dalam bus dan duduk dengan jarak bersebrangan dari bangku Dea duduk di belakang supir bus.
sementara satu pasang mata dengan bulu mata yang di pasang selentik mungkin mengikuti Midea dari dalam mobil mewahnya.
"jalan pak" titah wanita cantik yang hampir memasuki empat puluhan tersebut.
__ADS_1
sang supir pun mengikuti bus kota yang di tumpangi oleh Midea. hingga akhirnya bis kota itu pun berhenti di salah satu halte bus yang berjarak dekat dari kafenya Arjun.
Midea turun dari bis kota tanpa ia tau jika di belakang ada seorang pria berpakaian santai mengikuti nya. Midea berjalan tanpa beban mungkin kegirangan karena kabar baik dari kampusnya.
sementara mobil mewah dengan wanita cantik yang berada di dalam nya juga mengikuti nya. hingga Midea masuk ke kafe nya Arjun ia pun langsung mencari Dean sang putra yang berada di dapur restonya Arjun.
"Midea. rupanya kamu berada di sini". gumamnya dengan menyeringai licik.
wanita cantik yang mengikuti nya menelpon seseorang untuk mengawasi Midea dari kafe yang Dea singgahi saat ini.
"Dea ada di kafe dan Resto "Arjun". aku akan menshare lokasinya sekarang. kamu awasi dia dari sini hingga kamu tau dia tinggal di mana sekarang ". titahnya pada salah satu bodyguard nya.
wanita itu menunggu di dalam mobilnya hingga seorang bodyguard nya datang dan menjalankan titah dari majikannya. setelah nya wanita itu pun pergi untuk menghadiri sebuah acara bergengsi untuk mencari bibit bibit baru yang akan ia kumpulkan sebagai aset di agency nya yang di selenggarakan pada sebuah hotel mewah di kota ini.
sementara pria yang mengikuti Midea tadi mengambil tempat duduk di sudut kafe yang mengarah pada pintu masuk dapur kafe. dari posisi ini ia bisa leluasa merekam kegiatan Midea dengan ponselnya dan melaporkan nya pada atasannya.
pada waktu yang bersamaan pula Mona singgah ke kafenya Arjun untuk memesan kari dan roti canai kesukaan suaminya serta kebab kesukaan cucunya.
saat Mona masuk ke kafe dan berdiri di meja pesanan. Arjun bersama dengan Dean keluar dari dapur membawa sekantong pesanan untuk di antarkan pada pelanggan yang membeli secara online.
"bu Mona ". panggilnya.
"eh nak Arjun". sahut Mona yang segera menoleh tatkala namanya di sebut oleh seseorang.
"ibu pesan apa? ". tanya Arjun yang ingin menyegerakan pesanan oma cantik tersebut.
"udah ibu pesanin barusan aja. tinggal nunggu di siapin aja kok". ujar Mona seraya melirik ke arah Dean.
lalu Arjun mengkodekan pada anak buahnya agar mempercepat pesanan Mona.
"idiiiihh.... sama papanya ya Dee???". sapa Mona ramah pada Dean.
Dean mengangguk dengan senyum manisnya yang membuat Mona semakin gemas dengan batita tampan tersebut.
"mana mamanya sayang? ". tanya Mona berbasa basi pada Dean.
__ADS_1
"siapa pa? ". tanya Dean bingung seraya menatap Arjun karena belum mengerti dengan sebutan mama.
"ohh. mama itu sama dengan bunda nak". arjun menjelaskan pada bocah polos itu.
"ooohhhh.... bunda ya?. tuuuuuuuu". ucap Dean seraya memonyongkan bibir mungilnya yang menunjuk ke arah dapur.
"oohhh bantuin papa nya ya? ". tanya Mona
"iya". sahut Dean lincah.
tak lama kemudian pesanan Mona pun datang. setelah membayar mona pun pamit pulang pada dua pria beda generasi itu. tetapi baru juga ia kembali ke mobilnya suara notifikasi pesan memberitahukan jika sang cucu juga menginginkan es krim di kafe tersebut.
"mmm. untung belum pergi". gumam Mona.
akhirnya ia pun kembali ke dalam untuk melakukan pemesanan ulang. seketika itu juga Mona melihat punggung Midea dari balik jendela kaca dapur yang sedang bercanda dengan Dean dan Arjun yang terkadang ia mencium Dean yang berada di sampingnya.
samar terdengar Dean menyebut kata bunda. Mona memperhatikan wajah natural Dea yang di balut hijab tersebut. dan ia pun semakin mengernyitkan dahinya saat Dea bangkit dari duduknya dan berjalan menghadap ke arah kaca jendela di mana Mona memperhatikan nya.
"wajah itu". desisnya.
setelah selesai dengan pemesanan nya netra Mona tetap memandang ke arah dalam kaca jendela dapur. semakin ia pandangi wajah itu semakin ia penasaran akhirnya ia mencoba bertanya pada salah satu anak buahnya Arjun mengenai wanita berhijab yang sedang bercengkerama dengan boss mereka.
"oh itu. kak Jasmine bu bundanya Dean". sahut anak buah nya Arjun dengan terburu buru lalu permisi lantaran para pelanggan mulai berdatangan orderan.
akhirnya Mona pun pergi dari situ dengan membawa rasa penasaran di hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
__ADS_1
#Hazhilka