
# selamat menikmati episode ini..
Andra baru saja tiba di kost kost an nya Ningsih. dengan menggunakan kunci cadangan dari pemilik kost, Andra membuka kamar kost nya Ningsih.
ia memperhatikan seluruh bagian kamar dengan tampilan yang feminim dan elegant tersebut. kamar yang di dekorasi modern. sangat jauh berbeda dengan penampilan Ningsih yang tertinggal. dan jauh dari kesan elegant.
"apa gue ga salah masuk kamar ya?". bathin Andra.
tetapi ia melihat sebuah bingkai foto yang terletak di atas nakas. ia memperhatikan dengan seksama foto tersebut, yaitu foto Ningsih di antara karyawan pabrik dan juga terdapat bapak dan abang iparnya di antara garis terdepan di depan para staf perusahaan lainnya.
lalu netra nya tertuju pada laci kedua yang di katakan Ningsih. tapi yang ia temukan hanyalah beberapa produk kecantikan seperti dua kotak soflents yang kesemuanya berwarna hitam pekat. serta dua buah sachet pewarna rambut yang juga berwarna hitam. bahkan yang lebih menarik perhatian Andra adalah beberapa botol lotion yang kesemuanya untuk proses tanning.
"untuk apa Ningsih melakukan tanning. toh kulit dia juga udah gadel beleketek gitu". gumam Andra heran.
"ada ada aja ni cewek. orang di mana mana mutihin kulit biar kelihatan glowing. ini malah pake tanning tanningan. sok sok an bule lu". cibir Andra ke foto Ningsih yang terletak di dinding kamar.
"laci kedua. laci kedua yang mana sih Ning. kok ga ada yang istimewa". gumam Andra seraya mencari cari laci lainnya.
hingga akhirnya netranya tertuju pada sebuah nakas yang terletak di sudut kaki ranjang. ia pun menggeserkan bokongnya ke arah nakas yang terletak dekat kamar mandi tersebut.
lalu ia menarik keluar dari laci tersebut. dan terlihat lah dua buah amplop berwarna putih polos. ia mengambil dua amplop tersebut dan terbaca olehnya sebuah nama dari Darmawan Harahap dan Cassandra Allesia tertera di masing masing amplop.
seketika itu juga Andra mengerutkan keningnya. terpaku menatap heran pada dua amplop tersebut.
"Darmawan Harahap?". gumamnya pelan.
"apa hubungannya dengan Ningsih? ". pikirnya.
lalu ia mengambil dan membawa pergi dua buah amplop yang bersegel tersebut. ia meletakkan amplop tersebut di dashboard mobilnya. sebenarnya besar keinginan nya untuk mengetahui isi dalam amplop tersebut. Andra meyakini jika itu adalah sebuah surat yang di tujukan pada seorang pengusaha sukses yang memiliki beberapa Hotel dan Villa mewah di sumatera utara tersebut.
"apa hubungannya dengan pak Darmawan?" pikirnya.
di sepanjang jalan. segala macam fikiran negatif tentang Ningsih muncul.
"apa Ningsih seorang anak tiri yang di rahasiakan? ".
"apakah Ningsih dulunnya seorang simpanan dari pak Darmawan? ".
"atau jangan jangan.... ".
ciiiiit......
Andra menghentikan mobilnya secara mendadak di tengah jalan yang tidak terlalu ramai, tetapi juga tidak di hitung sepi. karena barusan saja seorang pengendara motor menggedor kaca jendela mobilnya.
Andra menurunkan kaca mobilnya. berniat hati untuk meminta maaf atas kelalaian yang di lakukannya barusan. tetapi yah namanya pengguna jalan bukan dirinya seorang. tentu saja Andra langsung di serang dengan kata kata kasar oleh beberapa pengendara di belakangnya.
__ADS_1
"iya pak. bang. maaf ya maaf". mohon Andra seraya mengatupkan kedua tangannya memohon untuk di maafkan.
tetapi bukan maaf yang ia dapatkan. malah suasana lebih riuh dari sebelumnya. Andra mengalah dan memilih melajukan mobilnya tanpa harus peduli dengan orang orang yang masih kesal karena ulahnya.
beberapa menit berkendara. Andra menepikan mobilnya di daerah persawahan yang tak berada jauh dari tempat kejadian perkara semalam.
dari kejauhan ia melihat sebuah mobil polisi mendekati mobilnya. dua orang turun dari mobil tersebut dan menghampiri nya.
Andra keluar dan berniat menyapa mereka.
"selamat sore pak". sapa mereka duluan.
"sore". sahut Andra.
"kami baru saja mau menghubungi bapak". sapa salah satu dari mereka.
"ya. ada apa ya? ". tanya Andra.
"mengenai kejadian semalam kami minta bapak untuk ke kantor besok. untuk menjadi saksi agar kami bisa memproses BAPnya.
"iya. insya Allah saya usahakan datang tepat waktu". sahut Andra.
"kalau begitu kami permisi pak". pamit kedua polisi tersebut pada Andra.
"ya". sahut Andra.
"tolong kamu cari tau tentang keluarganya pak Darmawan Harahap. usahakan secepatnya!". titah Andra.
"baik pak". sahut sang sekretaris.
lalu Andra melajukan mobilnya ke rumah Indri.
setiba dirumah Indri. Andra melihat baby sitternya Angie menggendong keponakannya yang baru saja di mandikan. Andra menyapa keponakan nya yang masih berusia di bawah dua tahun itu, dan mengajak nya bermain sejenak.
"ibu mana? ". tanya Andra ke baby sitter tersebut.
"'lagi di kamar mandi mas". sahut baby sitter tersebut.
tak lama kemudian. Indri keluar dari kamarnya.
"eh dek. kapan nyampe? ". sapa Indri.
"barusan aja mbak". sahut Andra lalu menyerahkan Angie ke baby sitternya.
"siapa yang di rumah sakit mbak?". tanya Andra.
__ADS_1
"mbak minta tolong sama perawat jaga. nanti malam mbak balik ke rumah sakit. kebetulan dinas malam. jadi bisa sekalian liat liat Ningsih ". sahut Indri.
"awalnya tadi ibu yang mau jagain Ningsih. tapi mbak larang. takut ibu kecapekan". lanjut Indri.
"kamu mau ikut ke rumah sakit lagi ga? ". bareng aja sama mbak". tapi tunggu mas angga pulang". ucap Indri.
"ya boleh". sahut Andra.
"mbak". panggil Andra pelan.
"ya. ada apa? ". sahut Indri.
Andra menghela nafasnya sejenak. lalu bertanya perlahan ke Indri.
"waktu pertama kali Ningsih di temukan. kondisinya gimana? ". maksud aku tampilannya?". tanya Andra penasaran.
Indri mengernyitkan dahinya.
"ibu yang lebih tau. kan ibu yang bawa pulang kerumah". sahut Indri.
"mbak ga tau riwayat hidup Ningsih sebelumnya gitu? ". tanya Andra.
"ya mana mbak tau. karena kan waktu itu mbak dapatin pasien darurat yang bernama Ningsih ketika udah pergantian shift". sahut Indri.
"yang bawa kerumah sakit pun ibu. yang ngasih data datanya ke admin rumah sakit ya ibu juga". lanjutnya.
"jadi riwayat hidupnya Ningsih ya ibu lah yang lebih tau. wong itu calon mantu kesayangan ibu toh". canda Indri.
Andra melirik tajam ke kakak nya. sementara Indri senyam senyum melihat adik semata wayangnya itu.
"masa kamu ga ada rasa gitu sama Ningsih setelah kejadian ini. minimal kasian. terus bisa timbul rasa sayang lalu cintrong deh". canda Indri.
"mbak sih enak sama sama saling cinta dan saling perjuangkan. lha aku. boro boro cinta. ngelirik aja aku masih ogah. kalau bukan karna balas budi ya aku juga ogah di jodohin". dumel Andra.
"jadi dah mau nih. nikah sama Ningsih ciiiieee". goda sang kakak.
"ya ga gitu juga lah. aku perlu waktu. ah udahlah. mbak masak apa?. aku laperrr".Andra berujar sewot. lalu pergi ke ruang makan demi menghindari godaan sang kakak.
sementara si kakak senyam senyum melihat tingkah adiknya.
NB :
udah di tambahin ya. jadi lebih dari seribu kata.
jangan lupa tetap di like, komen, rate, vote, fav.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
yok.. di like, vote, komen, fav ys