
# selamat membaca episode ini
beberapa saat yang lalu...
Midea sebenarnya mulai gelisah lantaran janji yang telah ia buat pada putranya beberapa menit lagi akan tiba. sementara mata kuliah tambahan yang telah di jadwalkan belum juga berakhir.
"time up". ujar sang asisten dosen yang memegang mata kuliah praktikum kimia lainnya.
"bereskan semuanya ya. bagi yang punya jadwal pengajuan skripsi silahkan ke ruangan pak Yuda" ujar sang asisten Dosen.
"iya pak". sahut mahasiswa.
mendengar hal itu, Midea pun dengan segera membereskan alat alat praktikum yang beberapa diantaranya sudah biasa ia temui di mini lab pada apartemen rahasianya.
setelahnya Midea pun segera menjumpai dosen yang di maksud oleh asisten dosen tadi. tetapi sayang nya sebuah catatan tertera di depan pintu ruangan dosen tersebut yang menyatakan jika sang dosen sedang keluar karena jadwal isoma telah tiba. Midea pun Berjalan gontai ke sebuah bangku tunggu di dekat pintu. ia pikir rencana yang telah ia susun semalam akan berjalan lancar.
Midea membuka ponselnya berniat menelpon Retha untuk menanyakan kabar putranya.
"Hallo Jasmine". sahut Retha dari seberang telpon.
"Dee gimana?". tanyanya pada sahabatnya Jasmine itu.
"nih lagi main sama Keyra. kami lagi di apartemen nya Keyra sekarang ini. baru juga siap makan. oiya bentar lagi kami mau shopping ke mall sekalian bawa mereka jalan jalan bentar. ga apa ya Jasmine? ". sahut Retha.
"oh ya udah ga apa. aku ingin video call bentar sama Dee nya". pinta Dea.
"oke". sahut Retha. lalu keduanya memindahkam saluran telpon biasa ke mode video call.
"Dee. ini bunda sini dulu". sapa Retha ke Dean dan menyuruh anak angkatnya itu menyapa bundanya melalui video call.
"bunda.... ". panggil Dean tersenyum.
"hai Dee. anak bunda udah makan? ". tanya Dea.
"dah unda.. pakek ayam goleng sama ciput". ujar Dean polos.
"seafood?". tanya Dea membenarkan pengucapan putranya.
"iya unda.. ada umi, udang, iting, itan, anyak unda.. unda udah mamam? ". ujar Dean.
"udah sayang". sahut Dea.
__ADS_1
"Dee mau alan alan nanti. naik odong odong kata ummi". sahut Dean.
"oh iya??. hati hati ya". sahut Dea tersenyum senang melihat kulucuan putranya.
setelah cukup bervideo call dengan putranya. Retha mengarahkan kamera ponselnya ke Dea.
"kamu masih lama Jasmine? ". kalau udah selesai kamu bisa susul kita kok. jadi kita bisa jalan bareng sama anak anak". sahut Retha sumringah
"aku usahain ya Tha". sahut Dea.
"kamu masih nunggu di ruangan dosen? ". tanya Retha yang memperhatikan bentuk ruangan di belakang Dea.
"iya". sahut Dea.
"udah lama? ". tanya Retha.
"lumayan". sahut Dea seraya melirik angka digital pada layar ponselnya yang tertera di sudut kanan atas.
"kamu ke kantin aja dulu. biasanya kalau jam segini mereka lebih memilih keluar kampus atau pulang kerumah bagi yang dekat dekat situ rumahnya". saran Retha.
"iya. bentar lagi aku ke kantin". sahut Dea.
"Jasmine". panggil Retha merona.
"iya aku tau. ya udah kamu tutup aja telponnya. aku mau ke kantin dulu". ujar Dea.
"oke". sahut Retha.
akhirnya Midea di hadapkan pada ponsel yang terpasang wallpaper foto putranya. ia tersenyum lama menatap foto yang baru tadi pagi ia Ambil sendiri saat Dean masih tidur.
hampir setengah jam Midea menunggu di depan pintu ruangan dosen tersebut dengan perut yang mulai keroncongan. Midea enggan ke kantin dia lebih suka membawa bekalnya sendiri dan menikmatinya sendiri. jika pun ia bisa berbagi hanya dengan beberapa kucing yang mendekati dirinya.
karena selama di kampus ia tidak memiliki teman khusus seperti Retha atau yang lainnya. ia lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan. teman di kampus hanyalah untuk sekedar basa basi saja. meskipun banyak juga yang mengajaknya untuk belajar bersama.
tetapi bagi seorang Midea. menutup diri lebih baik dari pada nantinya mereka mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
satu jam pun terlewati. pak Yuda menghampiri Dea dan mengajaknya masuk ke ruangannnya untuk membahas tentang judul skripsinya.
cukup lama Dosen dan mahasiswi itu membahas tentang judul skripsi yang nantinya akan lebih banyak menganalisa di lapangan dari pada di ruangan lab.
"memangnya kamu sanggup Jasmine. jika harus stay di lapangan terus. ini ga main main lho. kamu juga harus ikut presentasi ke sana Jasmine". ujar pak Yuda.
__ADS_1
"saya tau kamu memiliki bakat di bidang ini. tapi ini juga bakalan memakan waktu Jasmine. kalau kamu mau cepat selesai mulai dari sekarang lakukan analisa kamu di lapangan". saran sang dosen.
"gimana kamu sanggup tidak Jasmine? tanya sang Dosen.
Midea masih bergeming ia belum bisa memutuskan sanggup atau tidaknya jika harus lebih banyak menyita waktunya di luar rumah, sementara ia ingin selalu dekat dengan putranya.
"Jasmine? ". panggil sang Dosen yang melihat mahasiswi nya yang terlihat bengong itu.
"iya pak". sahut Dea linglung.
"pikirkan dulu. judul kamu yang ini saya Acc dengan yah seperti saya jelaskan tadi. kalau kamu berhasil skripsi kamu termasuk kategori terbaik asalkan semua nya benar". ujar pak Yuda.
"akan saya coba pak". ujar Dea seraya tersenyum simpul.
"bagus. saya dukung". ujar pak Yuda mantap.
"terimakasih pak". sahut Dea.
akhirnya Midea pun pamit pulang. ia berjalan kaki menuju halte yang berada di depan kampusnya. Midea menanti bis kota tersebut seraya memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang di jalanan. hingga netranya terpaku pada satu jalanan yang mengarah pada sebuah bis kota yang melaju dengan kecepatan sedang mengarah ke padanya.
hingga akhirnya bis kota tersebut pun berhenti tepat di hadapannya. beberapa manusia yang menunggu di halte tersebut berebut masuk, seolah olah mereka takut tidak kebagian tempat duduk.
Midea masih menanti dengan sabar hingga gilirannya yang terakhir. dua bangku kosong tersisa untuknya di sebelah kanan di mana ia bebas melihat ke seberang jalanan.
Dari kaca jendela bus ia melihat seorang wanita cantik menyebrang dengan sembarangan. lalu lintas pun menjadi amburadul karenanya. bunyi klakson menjadi riuh dan berisik bahkan decitan rem mobil pun terdengar.
"alah mak hampir aja. kalau ga udah pastilah itu perempuan jadi hantu besoknya". ucap salah seorang penumpang.
Midea melihat wanita cantik itu sedang di peluk oleh seorang pria tampan yang tengah pasang badan untuk melindungi wanita tersebut dari mobil yang akan menghantam tubuh indahnya.
bis kota pun melaju meninggalkan lokasi. pasangan di tengah jalan itu masih menarik perhatian Dea. netra nya belum bisa lepas dari pemandangan mesra itu.
"beruntung sekali wanita itu bisa mendapatkan pria yang melindunginya". bathinnya.
tentu saja hal ini sangat berbeda dengan dirinya. malah suaminya sendiri yang mencelakakan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mohon dukungannya untuk novel ini dengan memberikan rate, vote, komen dan share linknya please ya readers.
terimakasih
__ADS_1