She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kesepakatan


__ADS_3

# selamat menikmati episode kali ini ya readers....


Seminggu kemudian...


Di sebuah pengadilan Negeri kota Mdn.


Midea kini duduk di kursi pesakitan yang akan mendengarkan hasil putusan hakim hari ini. Dimana Saat ini jaksa penuntut hukum sedang membacakan naskah persidangan nya di depan persidangan.


Setelah melihat sebuah kronologi singkat yang telah di sampaikan kepada kami maka ada beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh saudara terdakwa Midea Hasxaner yang telah mencantumkan nama almarhumah yang memiliki nama lengkap Jasminka tanpa izin:"


"Orang tersebut dapat dipidana berdasarkan Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), yang menerangkan sebagai berikut:


“Barang siapa dengan maksud menguntung kan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menggerak kan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.”


Setelah pembacaan tuntutan Midea harus mendengar keterangan keterangan saksi dan juga bukti yang mungkin memberatkannya di masa hukumannya nanti.


Dengan mempertimbangkan bukti dan saksi akhirnya Hakim memutuskan masa hukuman untuk terdakwa sebagai pemalsu Identitas dan membuat keonaran yang menjadi buronan selama bertahun tahun dalam masa pencarian tersangka. Maka dengan ini hakim memutuskan masa tahanan percobaan kota selama satu tahun dan masa tahanan pidana penjara selama empat tahun.


Tok..tok..tok... Palu hakim telah di ketuk sebanyak tiga kali pertanda bahwa selesailah persidangan dari seorang Midea Hasxander dengan hukuman kurungan penjara empat tahun dan masa tahanan percobaan kota selama satu tahun. Dan juga denda yang harus di bayar sebanyak kerugian yang telah di timbulkan oleh terdakwa sebesar


seluruh persendian Dea melemah. Hukuman empat tahun penjara adalah waktu yang sangat lama baginya. dua bulan lebih ia tidak melihat putranya rasanya rindunya tak terbilang apa lagi selama empat tahun.


Midea di bawa langsung ke lembaga pemasyarakatan khusus perempuan yang ada di kota Mdn. Ia memperhatikan ke seluruh ruangan persidangan tak ada satu pun yang ia kenal. Itu berarti semua yang ia kenal selama ini telah membencinya karena perbuatannya.


kini Midea telah sah menjadi seorang tahanan pidana di Lapas kota ini. Kota yang sempat memberinya sebuah harapan tetapi yang sekaligus juga membuatnya pupus harapan.


kini ia meringkuk pasrah merenungi nasibnya saat ini dalam jeruji besi. Satu satunya harapan yang ia miliki saat ini adalah di pertemukan oleh putranya sendiri meskipun hanya seminggu sekali. Setelah ia terpaksa menandatangani perjanjian hitam di atas putih yang Justin tawarkan yaitu memberikan hak asuh sepenuhnya kepada Justin, ayah kandung dari putranya itu.


jika pun setelah bebas nanti adalah Dea akan menemui Justin untuk menagih janjinya yang telah di sepakati bersama sebelumnya.


Karena memang ia sendiri pun tidak tau harus kemana lagi menjalani tujuan hidupnya setelah di bebaskan nanti selain mengikuti saran Justin yakni menjalani hukumannya dengan baik dan memberikan hak asuh anak kepada Justin.

__ADS_1


Dea masih berharap pada janji Justin yaitu setiap seminggu sekali dirinya di pertemukan oleh putranya sendiri.


...----------------...


Di kediaman Syahrul Ramadhan Lubis..


Dengan berderai air mata Retha menyusun baju baju milik Dean ke dalam koper. Hari ini Dean telah resmi menjadi salah satu bagian dari pewaris Kehl Bio Company. Itu berarti Dean akan di ambil dan di asuh oleh ayah kandungnya sendiri.


Retha masih mengingat dengan jelas seminggu yang lalu saat seluruh keluarga Ardiansyah menemui keluarga Syahrul dengan maksud mengambil Dean dari mereka dengan menunjukkan bukti hasil DNA jika Dean adalah darah daging mereka.


Tentu saja hal ini membuat satu keluarga Syahrul menjadi terkejut mendengarnya. terlebih Retha, karena ia pikir selama bunda nya Dean dalam penjara ia bisa dengan leluasa mengasuh Dean dan meminta tolong pada abang kandungnya untuk mengurus surat adopsi atas nama dirinya dan suami yang tentu saja hal ini Satria mendukung penuh niat tulus Retha.


Akan tetapi selama seminggu ini perasaan Retha hancur karena akan kehilangan Dean yang ia harapkan dapat menjadi putra angkatnya itu.


Satria melihat sang istri terisak di kamar sedang memasukkan barang barang Dean itu pun menghampiri dan memeluknya dari belakang. Lalu ia memutar tubuh sang istri dan mendekapnya erat dalam pelukannya.


"udah ya sayang. Jangan nangis lagi. Dee itu masih bagian dari kita. Seharusnya kita bersyukur jika Dee adalah anaknya bang Justin dari pada dia anak orang lain. Belum tentu kan kita bakalan ketemu lagi". Ujar Satria menenangkan sang istri.


"kamu jangan sedih lagi ya?". Nanti kita bisa kerumah bang Justin kalau kangen sama Dee". lanjut Satria.


"sekarang pun aku masih kangen bang..hua..hua ..hua...". Ucap Retha dalam tangisannya yang semakin deras.


"iya...iya...abang tau..nanti abang buat kesepakatan soal Dee ya?". Tawar Satria.


"kesepakatan gimana?". ucap Retha masih terisak seraya mendongakkan kepalanya menatap sang suami.


"yah kesepakatan dalam mengasuh Dee. Jadi Dee bisa bersama kita beberapa hari dan sama keluarganya juga beberapa hari". Sahut Satria.


"hah. Memang bisa begitu bang?". Emang mereka mau?". Tanya Retha kurang yakin.


"yah kita coba dulu. kan kita ga tau gimana endingnya kalau belum coba. Ya ga yang?". Sahut Satria seraya mengusap usap ubun ubun sang istri.

__ADS_1


"udah ya. Jangan nangis lagi ya. Nanti di liat sama Dee ntar abang lagi di salahin. Karena di pikirnya abang yang buat kamu nangis. Ga taunya uminya nangis karena anaknya". Omel Satria seraya memanyunkan bibirnya.


Retha yang melihat bibir sang suami maju lima centi itu pun tersenyum geli seraya menepuk dada bidang sang suami.


"awww....sakit yang. Mending di elus yang biar enak dari pada di pukul". Celoteh Satria bernada canda.


"biarin. Punya suami mesum mulu. Istri lagi sedih juga di ajak begituan". Dumel Retha yang beranjak menjauh dari pelukan Satria.


"eits mau kemana?". Tanya Satria seraya menangkap lengan sang istri.


"beresin baju Dee lah. Bantuin adek sini cepet. Nanti bang Justin datang bentar lagi". Titah Retha bernada canda.


"iya sayang. Tapi jangan semua di masukkin ke kopernya. Kan nanti kalau bang Justin datang kita mau ngomong dulu soal kesepakatan kita yang tadi. Ya ga?". Ujar Satria.


"oh iya. Bener juga sih". Sahut Retha tersenyum sumringah.


"nah gitu dong. Tersenyum ceria kayak gini kan cantik yang". Ucap Satria tulus.


Retha semakin melebarkan senyumannya mendengar pujian dari suami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem


terimakasih


Follow my ig


Hazhilka279


#Hazhilka

__ADS_1


 


__ADS_2