She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
kisah Hujannya 2


__ADS_3

"pak Andra?". tanya Cindy heran.


"masuk! ". titah Andra dengan datar.


"ga usah pak. udah mau nyampe tuh". tolak Cindy seraya menunjukkan ke sebuah bengkel yang tak jauh dari hadapannya saat ini.


"masuk". titah Andra sedikit tegas.


"tapi pak saya udah terlanjur basah. nanti mobilnya juga ikutan basah". Cindy mencari alasan.


sebenarnya ia memang malu melihat dirinya yang berantakan. apa lagi harus satu mobil dengan orang yang dia suka.


"saya bilang masuk. sekarang Cindy!!". titah Andra lebih tegas.


"i.. iya.. ". sahut Cindy pelan.


berbekal muka yang di tembokin, akhirnya Cindy pun memasuki mobil mewah Andra. dan otomatis membasahi lantai mobil Andra yang telah di pasangi karpet tersebut.


sementara supirnya Andra mendorong motor matic miliknya ke bengkel depan. Andra keluar dari mobil untuk bertukar posisi menjadi supir. ia pun melajukan mobilnya dan menghidupkan penghangat mobil.


"kamu tinggal di mana? ". di apartemen atau di villanya?". tanya Andra datar.


"villa". sahut Cindy.


"jauh amat Cin. kenapa ga di apartemen aja?". tanya Andra.


"unit aku lagi di renov sama papa".jawab Cindy.


"ohh". sahut Andra datar.


baru setengah perjalanan mobil Andra mendapatkan peringatan berupa lampu indikator penunjuk bensin yang menyala.


"aish.. baru juga di bawa jalan". desis Andra kesal.


lalu Andra menggunakan headsetnya untuk menelpon supirnya. tak lama kemudian sapaan dari seberang telpon terdengar.


"Jang. tadi ga isi bensin ya? ". tanya Andra.


"maaf pak. saya belum sempat ngantri ke SPBU karena saya pikir bapak buru buru mau pulang karena mau hujan. apa bapak mogok di jalan ya? ". tanya sang supir was was.


"belum. ya udah saya singgah ke apartemen saya aja. nanti tolong kamu isi bensin di mobil ini ya?". sahut Andra.


"baik pak". jawab supirnya.


"kamu masih lama di bengkel itu? ". tanya Andra.


"belum tau pak. karena banyak motor lainnya yang juga bocor bannya". sahut si supir.


"oh ya sudah. nanti kamu antar motornya ke apartemen saya aja". titah Andra.


"iya pak". sahut Ujang.


Andra menutup telponnya. sementara Cindy menggigit bibir bawahnya seraya memikirkan percakapan Andra barusan dengan supirnya.


Andra membelokkan setirnya memasuki sebuah gedung elit dan memakirkan mobilnya di sana.

__ADS_1


"ayok turun". ajak Andra.


Cindy ragu ragu untuk turun. dan masih terdiam di dalam mobil. Andra yang melihat tingkah Cindy pun membuka pintu mobil dan menyuruhnya turun.


"kamu mau disini terus? "tanya Andra.


"saya tunggu motor saya aja pak disini". ucap Cindy.


"masih lama Cin. banyak motor yang mengalami masalah yang sama malam ini. kamu mau tunggu disini sampai kapan?". sahut Andra.


"ayok ke apartemen saya sebentar setidaknya kamu bisa ngeringin baju kamu di sana". saran Andra.


lalu Cindy pun menuruti ajakan Andra. ia turun dari mobil dan mengikuti langkah Andra hingga masuk ke salah satu unit elit tersebut yang berada di lantai teratas.


"kamu langsung aja ke kamar mandi yang di ujung situ. sekalian kalau mau laundry juga bisa". ucap Andra.


"iya pak makasih". sahut Cindy.


Cindy pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. setelahnya dengan masih berbalut handuk besar yang menutupi hingga lututnya. Cindy menggunakan mesin cuci untuk membersihkan satu set pakaiannya. setelah beres dengan laundrynya ia menjemurnya di tempat penjemuran.


Andra yang baru saja membersihkan dirinya di kamar pribadinya lalu keluar dengan membawa kaos dan celana santai miliknya.


ia berniat mengetuk pintu kamar mandi untuk menyerahkan pakaian ganti tersebut. baru juga ia memasuki ruang laundry. ia di suguhi pemandangan yang bisa membuat lelaki mana saja bisa menegang di bawah sana. Andra menelan kasar salivanya.


"gilak ni cewek". desisnya.


Andra segera membalikkan tubuhnya dan meletakkan pakaian tersebut di atas mesin cuci. lalu ia menuju dapur menyiapkan makanan dan minuman yang hangat.


Cindy kembali ke mesin cuci untuk membersihkan sisa detergen yang menempel di mesin cuci. ia melihat satu stel pakaian yang terletak rapi di atas mesin cuci tersebut. Cindy berfikir Andra yang meletakkan pakaian tersebut untuk ia gunakan sebagai pakaian ganti. Cindy pun menggunakannya.


semenra di dapurnya Andra masih di sibukkan dengan mie instan tumis dengan cincangan daging dan udang yang menggunakan bumbu dasar mie khas Aceh tersebut. serta seduhan teh manis panas.


setelah selesai dengan makanan nya. Andra menyusul Cindy ke ruang laundry. dan mendapati Cindy yang masih memperhatikan tubuhnya di Cermin.


"Cin. udah siap? ". tanya Andra.


"u... dah pak". jawab Cindy gelagapan karena malu.


"ayok makan dulu". ajak Satria.


lalu ia pergi meninggalkan ruang Laundry menuju meja makan. di susul Cindy yang di belakangnya.


"ayo duduk". tunjuk Satria pada kursi yang telah terdapat peralatan makan di depannya.


Cindy pun menarik kursi yang di tunjukan oleh Satria. ia melihat makanan dan minuman yang di sajikan secara apik di atas meja makan tersebut.


"ini bapak yang masak? ". tanya Cindy seraya menutupi kedua tonjolannya dengan lengan kirinya.


"mmm". sahut Satria dingin.


ia mengambil satu centong nasi dan mengambil satu telur rebus yang telah di kupas dan juga beberapa sendok mia aceh tumis yang ia sajikan dalam mangkok besar.


begitupun Cindy yang mengikuti apa yang di lakukan Andra.


mereka menyantap makanan hangat tersebut dalam suasana yang kaku. terlebih Andra yang sesekali melirik ke arah Cindy yang terlihat aneh dan merasa tidak nyaman. tetapi Andra malas bertanya. ia hanya berspekulasi jika Cindy hanya malu hati. jadi Andra membiarkan Cindy dengan tingkahnya.

__ADS_1


selesai makan. Andra membereskan piringnya ke wastafel dan mencucinya di sana. sementara Cindy dengan satu tangannya membersihkan meja dan menyusun botol kecap dan saus ke tempatnya.


Andra melirik Cindy yang mengapit satu lengannya ke ketiaknya. ia mengernyitkan dahinya dan bertanya dalam hati


"sedari tadi ia terus melakukannya. kenapa?".


setelah selesai Andra menyarankan Cindy untuk bersantai di sofa ruang tv. sementara Andra ke ruang kerja membereskan file yang masuk ke emailnya. dan meninggalkan Cindy sendirian di ruang Tv.


di ruang kerja


sudah satu jam Andra menghabiskan waktunya disini tanpa memperdulikan Cindy. baginya melindungi dari sesuatu yang kejam di luar sana itu lebih penting. karena ia masih teringat pesan dari salah satu koleganya yaitu papanya Cindy.


...----------------...


Flashback


Andra dan Darmawan baru saja menandatangani kerjasama baru. yaitu pemakaian pewangi ruangan dari produk KBC khusus pada hotel hotel milik pengusaha tersebut. baru juga Andra mau beranjak pergi Darmawan memanggilnya.


"nak Andra saya boleh minta tolong? ". tanya Darmawan.


"ya pak. tentang apa ya? ". tanya Andra penasaran.


"saya tau ini mungkin merepotkan. tetapi dia anak gadis saya yang terakhir yang sulit di atur tetapi saya sangat menyayanginya". Ucap Darma.


"maaf pak saya ga ngerti". dusta Andra yang sebenarnya ia tau kemana arah pembicaraan koleganya itu jika bukan mengenai Cindy yang pernah menyamar di rumah keluarganya yang di Jgj.


"tolong liat liat dia di brstgi jika nak Andra sedang ngantor disana. tolong dia jika suatu saat dia mengalami kesulitan. saya sangat Berterimakasih pada nak Andra dan keluarga nak Andra selama ini yang telah membantu nya". pinta Darmawan.


Andra tersenyum simpul. dan berkata


"insya Allah". sahut Andra.


"terimakasih nak". balas Darmawan.


...----------------...


di ruang Tv


di atas sofa Cindy termenung memikirkan kisah hujannya malam ini. ia sama sekali tidak fokus menonton acara tv yang ia putar.


hingga pesan masuk berbunyi di ponselnya. ia membaca pesan dari Didit


Didit


"besok kalau masih hujan. kau tak usah masuk ya. sudah ada yang menyirami tanaman kita. hehehe".


Cindy


"oke"


chatingan itu berakhir singkat. Cindy merasa bosan lalu membuka aplikasi membaca novel online. ia terkadang tersenyum sendiri dan tertawa kecil mengikuti alur cerita dari novel yang di bacanya. rasa lelah dan mengantuk mulai menyerangnya tanpa ampun. sehingga Cindy pun tertidur dengan ponsel yang masih terbuka seluruh aplikasi yang ia buka tadinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk novel ini fengan memberikan like, bote, komen, rate, fav, dan poin.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2