She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
sambutan hangat


__ADS_3

# selamat menikmati episode ini


Dengan di temani Alma dan batita tampannya akhirnya Dea pun tiba di kota Mdn. kota yang hanya sekali ia kunjungi saat menjadi model plus plus dulu. karena Dea lebih sering di ajak ke luar negri oleh para big bossnya. sehingga Dea tak banyak tau tentang kota ini.


sepulang dinas Arjun langsung ke bandara untuk menjemput karibnya itu. setibanya disana, tak lama ia menunggu kedatangan pesawat dari kota Pdg. akhirnya Arjun melihat tante Alma dan Dea beserta si kecil yang tampan.


Arjun melambaikan tangannya dan menyambut hangat ketiganya.


"hey boy. how are you? ". baru juga sebulan om tinggal om udah kangen lagi sama kamu". sapa Arjun seraya menggendong batita tersebut.


"pa....?. mmuuach". sapa Dean seraya menangkup kedua pipi Arjun dan menciumnya.


"wuish.. anak pinter". balas Arjun.


lalu ia mencium pipi gembul tersebut. Alma dan Dea tersenyum geli melihat aksi dua lelaki yang berbeda generasi itu.


sementara di rumah Satria. nyonya rumah tersebut masih sibuk membereskan paviliunnya.


"dek. tante Alma sama Jasmine udah nyampe belum? ". tanya Satria yang baru saja tiba di rumah.


"seharusnya udah sih. bentar ya adek telpon Arjun dulu.


Retha pun menelpon sahabatnya.


"hallo Jun. tante Alma sama Jasmine udah nyampe belum? ".


"udah ni. barusan aja. ini juga mau on the way. kamu tunggu aja ya". sahut Arjun.


"oke". balas Retha.


mereka pun menutup teleponnya. lalu memberitahukan kepada suaminya.


"bang. merekanya lagi on the way".


"oke. adek udah selesai belum beres beresnya? ". tanya Satria.


"udah ni. yuk kita ke dapur siapin cemilan". ajak Retha.


"iya sayang. mari menyambut tamu kita dengan hangat". sahut Satria.


lalu ia pun meraih pinggang istrinya memasuki dapur.


...----------------...

__ADS_1


Andra menjemput Cindy di perkebunan Didit. semenjak kisah hujan yang terjadi dua bulan yang lalu di apartemennya. ada sesuatu yang lain di hatinya.


Flashback


bunyi pesan masuk ke ponsel Andra. di mana isinya yang mengharuskan ia melakukan meeting sore ini di kantor cabang KBC. yang berarti Andra harus ke Mdn pagi ini juga. tetapi karena Andra belum memiliki persiapan mau tak mau Andra harus kembali ke apartemennya.


setiba di Apartemennya, Andra melihat motor maticnya Cindy masih terparkir di apartemen nya.


"udah jam segini, dia belum pulang juga". gumamnya seraya melirik jam tangannya. yang menunjukkan pukul sepuluh.


Andra turun dari mobilnya, dan langsung memasuki lift menuju lantai teratas dari apartemen tersebut.


Andra memasuki ruang Apartemennya. suasana tampak lengang. ia memasuki kamarnya dan tertegun melihat Cindy yang masih terlelap dalam dekapan gulingnya.


Andra mendekati Cindy. ia merapikan anak rambut Cindy yang berantakan dan menyelip kannya di belakang telinganya. ia akui jika Cindy memang sangat Cantik dalam situasi apapun. terlebih jika Cindy tidur seperti pagi ini.


Andra tersenyum geli mengingat kenangan tahun lalu, dimana gadis yang di hadapannya kini menyamar dengan wajah yang sengaja di buat buruk. Andra ingin sekali bertanya mengenai hal itu. tetapi karena rasa marah terhadap gadis itu lebih mendominasinya dulu. maka ia pun mengurungkan niatnya.


Andra masih tertegun melihat wajah cantik Cindy.


Cup. sebuah kecupan mendarat di kening Cindy. entah dorongan dari mana yang membuat Andra nekat mengecup kening gadis yang menggoyahkan hatinya dalam sekejap. sekilas nama tentang Jasmine pun lenyap di fikirannya.


dering ponselnya membuyarkan tatapannya ke gadis itu bersamaan netra biru Cindy yang terbuka. Andra terhenyak begitupun Cindy yang melihat makhluk tampan saat matanya terbuka. mereka berdua saling menatap sesaat sebelum dering ke dua dari ponsel Andra berbunyi.


Andra pun menghentikan aksinya dan langsung mengangkat telponnya. hanya hitungan menit Andra menerima teloon tersebut yang mengharuskan Andra segera berangkat.


sementara Cindy masih duduk di tepi ranjang. ia masih tampak santai meskipun ia tahu jam di dinding kamar telah menunjukkan angka sepuluh lewat. tetapi Cindy masih termenung seraya menatap lelaki tampan yang mondar mandir di hadapannya.


"bapak mau pergi ke luar kota ya? ". tanya Cindy.


"kok tau? ". tanya Andra.


"kebiasaan para pria jika mendadak meeting ke luar kota". sahut Cindy santai.


Andra tak heran dengan jawaban Cindy. memang seperti itulah kebiasaan para pengusaha jika harus berhadapan dengan orang penting dan mendadak.


lalu ia mendekati Andra yang duduk di sofa sedang menggunakan kaos kaki barunya. Cindy mendekati Andra dan berdiri dengan kedua lututnya lalu mengulurkan kedua tangannya. tetapi di tahan oleh Andra yang sedari tadi mencurigai pergerakan Cindy yang membuat hatinya tak karuan.


"mau ngapain kamu? ". tanya Andra seraya memicingkan matanya.


Cindy menatap Andra dan berkata perlahan


"mau benerin ini". tunjuk Cindy dengan jarinya ke leher Andra yang di pasangi dasi yang masih berantakan.

__ADS_1


Andra bergeming dan melepaskan tangan Cindy. ia membiarkan Cindy merapikan dasinya yang ia pasangi sendiri tanpa melihat cermin.


"sudah rapi pak. maaf kalau saya bikin pak Andra kaget". ujar Cindy.


"terimakasih". ucap Andra tulus seraya menatap netra indah itu.


Cindy tersenyum lembut.


"aishh.. senyumnya kenapa manis banget. busyet dah". bathinnya.


Andra tak mau berlama lama di sana. satu ruangan dan sedekat ini dengan gadis cantik itu membuat setan di kepalanya semakin merajalela. Andra segera berdiri dan beranjak keluar di ikuti Cindy di belakangnya.


Andra berlagak cuek dan sok cool. ia hanya berpesan ke Cindy jika sarapannya di atas meja dan motornya di parkiran. lalu ia pamit pergi pada Cindy. tetapi Cindy menghalangi nya dengan menarik lengan Andra.


"ada apa? ". tanya Andra seraya membalikkan tubuhnya menghadap Cindy.


"makasih ya pak untuk pertolongannya semalam". ucap Cindy tulus.


Andra tersenyum lalu berbalik membuka pintu dan segera keluar memasuki lift turun ke parkiran.


di sepanjang perjalanan menuju Mdn. ia selalu terngiang kecupan yang ia berikan untuk pertama kalinya ke seorang gadis. dan bukan itu saja perlakuan Cindy yang mungkin biasa ia lakukan terhadap pacar pacarnya dulu tampak istimewa bagi seorang Andra.


karena ini adalah pengalaman pertamanya bisa sedekat itu dengan seorang gadis dan Andra tak menyadari bisa senekat itu mengundang seorang gadis dan menginap di kamar pribadinya.


...----------------...


di sepanjang penantiannya menunggu Cindy yang masih membasuh tangan dan kakinya di kamar mandi dekat ruang santai perkebunan Andra tak henti hentinya mengingat kisah manis itu. hinga suara ketukan pintu mobil membuyarkan lamunannya.


Andra menekan tombol kunci dan terbuka lah pintu mobil di sisi kirinya. ia menyambut hangat gadis yang kini mencuri perhatiannya dengan tersenyum manis.


"maaf ya pak kalau udah nunggu lama. tanahnya lengket jadi agak susah di bersihinnya". ujar Cindy seraya memasang safebealtnya.


"its okey". sahut Andra


"my dear". di bathinnya.


Andra pun mengendarai mobilnya mengantar pulang gadis cantik itu ke Villanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai readers


mohon dukungannya untuk novel ini ya denhan memberikan like, vote, komen, rate, fav dan poin.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2