
# wellcome back readers. Selamat menikmati kembali episode kali ini ya???.
Dua hari berlalu semenjak Midea sadar dari pingsannnya. Ia masih diam membisu meskipun Dokter dan suster menanyakan keadaan dirinya. Ia hanya menjawab dengan anggukan dan gelengan kepala.
pagi ini Midea di bolehkan untuk duduk di taman meskipun dalam pengawasan ketat dari pihak perawat lapas dan petugas jaga.
tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut Dea. bahkan saat kemarin sore Retha datang kembali untuk menjenguknya Midea tak merespon apa pun.
Meskipun Midea tau siapa yang datang?. Ia tak ingin berbicara pada siapapun untuk saat ini. Karena baginya percuma pun mencurah kan isi hatinya pada setiap orang tak akan ada yang mengerti dan tak akan ada yang membantunya.
Baginya saat ini, orang orang hanya ingin tau permasalahan hidupnya tanpa mau untuk menolongnya termasuk Retha, yang tak pernah sekalipun datang melihatnya semenjak ia di pindahkan ke sel tahanan di kantor kejaksaan. Begitu pun teman teman nya Retha yang lain.
Jika pun ada yang menjenguknya hanyalah Arjun yang datang sekali sekedar memberi nya makan karena iba. Lalu ada tante Alma yang memarahi dirinya tanpa mau tau penjelasan dari dirinya mengapa ia berbuat demikian.
Lamunan Dea terhenti saat ada anak gadis kecil sebaya dengan Keyra bersembunyi di belakang bangku taman yang ia duduki sekarang ini.
Midea menatap gadis kecil itu saat seorang perempuan yang Dea mengira pasti ibu dari anak gadis kecil yang sekarang berada di belakangnya tengah memanggilnya.
Sementara sang gadis kecil membuat isyarat dengan jarinya agar Midea menutup mulut nya. Midea menarik kecil sudut bibirnya.
Saat Si ibu berjalan ke arahnya dan bertanya mengenai anak gadisnya. Midea hanya menjawab dengan gelengan kepala dan membiarkan ibu itu pergi berlalu dari hadapannya.
Setelah ibu itu pergi barulah gadis itu keluar dari persembunyiannya dan berdiri di hadapan Dea.
"terima kasih tante". Ucapnya dengan menggunakan jarinya.
Midea tersenyum mengangguk. ia pikir gadis itu akan berlalu begitu saja setelah mengucapkan terima kasih. tetapi ia salah perkiraan gadis itu malah duduk di sampingnya dan mengeluarkan satu bungkus biskuit dari kantong jumpsuitnya.
"nih buat tante". gadis itu menyerahkan satu bungkus biskuit ke padanya.
Midea menatap biskuit tersebut sebelum mengambilnya. Gadis kecil tersebut memintanya untuk segera memakannya. Saat Dea membuka dan memakan biskuit tersebut bersamaan dengan gadis kecil itu. Gadis kecil itu tersenyum begitu pun Dea.
"Melati". Panggil seorang perempuan yang tadi mencarinya.
"ya ampun ibu cariin ternyata kamu ada di sini". Omel si ibu.
__ADS_1
Lalu si ibu berbicara pada anaknya dengan menggerakkan jari jarinya. Midea memperhatikan keseluruhan gerakan tangan dan jari dari keduanya.
"maaf ya mbak. Kalau anak saya mengganggu istirahatnya mbak". Ucap ibu tersebut seraya menggamit lengan sang anak.
midea hanya bisa tersenyum kecil. Lalu ibu dan anak itu pun pergi meninggalkan Midea yang menatap kepergian mereka. Tanpa tau sang ibu jika gadis kecil tersebut berpaling ke belakang seraya tersenyum ke pada Dea dan mengucapkan sampai jumpa lagi melalui jarinya.
Midea mengikuti pergerakan jemari gadis itu dengan jarinya sendiri dengan sedikit senyum. Gadis itu semakin melebarkan senyumnya tatkala Midea membalas salamnya.
Dan tanpa Midea dan gadis itu tau bahwa ada seorang Sagita yang sedang memperhati kan tingkah Midea pagi ini. Sagita mencoba mendekati Midea kali ini dengan duduk di samping wanita itu.
"boleh aku duduk di sini mbak?". Tanya Sagita berbasa basi.
Midea hanya mengagguk ringan.
"yang anak kecil tadi anaknya ya mbak?". Tanya Sagita membuka percakapannya dengan Midea pagi ini.
Midea menggeleng pelan.
"oh. ponakannya?". Tanya Sagita kembali.
"mbak udah berapa hari di rawat di sini?". Tanya Sagita kembali berbasa basi.
Midea menunjukkan dua jarinya sebagai jawaban atas pertanyaan dari wanita yang baru saja duduk di sampingnya. Sementara Sagita tersenyum garing saat Midea memberi nya jawaban atas pertanyaannya dengan hanya menggunakan jarinya saja.
lalu Sagita mencoba berbasa basi kembali dengan Midea berharap ia mendapatkan informasi dari Midea tentang hidupnya yang dulu. Sagita percaya dalam setiap keburukan manusia pasti ada terselip kebaikan.
Contohnya yang seperti ia lihat barusan antara Midea dan gadis kecil tuna wicara tadi. Sagita bisa melihat bagaimana nyamannya gadis tuna wicara itu saat duduk bersama Midea.
Jika Midea adalah orang yang jahat sudah pasti anak kecil tuna wicara tadi pastilah tidak merasa nyaman saat pertama kali ketemu dengan Midea. Tetapi ini berbanding terbalik.
Karena itulah Sagita mencoba mengorek informasi mengenai kehidupan pribadi Midea kali ini. Mungkin ada sesuatu hal yang tersembunyi dari diamnya Midea sedari pertama ia sadar dari pingsannya.
Sementara di belahan bumi yang lain seorang Justin sedang melihat foto Midea saat pertama kali masuk rumah sakit. ia memikir kan kata kata adik sepupunya yang hingga kini Midea lebih memilih diam semenjak sadar dari pingsannya.
bahka adik sepupunya itu menganjurkan agar sekali saja Dean di bawa pulang untuk di pertemukan dengan ibu kandungnya itu. Tetapi dalam hati Justin menolak keras akan ide Satria. Apa lagi kondisi Dean yang tidak mungkin di bawa dalam perjalanan yang jauh.
__ADS_1
Justin berdecak kesal karena seharusnya ia sudah hidup tenang di negara ini karena adanya putra putrinya yang berada dalam asuhannya, kini harus terbebani dengan berita berita tentang Midea selama di sana.
"aku tau kamu memilih diam karena mengharapkan aku mempertemukan kamu dengan Dee kan Dea". Gumam Justin.
"but I am sorry. I can't bring him home to meet you now". Gumamnya kembali.
"aku lebih mementingkan kesehatan anak kita dari pada memperdulikan tindakan kamu yang kekanak kanakan itu Dea". Gumamnya mulai kesal tat kala mengingat kejadian yang sebenarnya penyebab Midea bisa masuk rumah sakit.
"puff.. Benar benar bikin pusing memiliki istri seperti kamu Dea". Omel Justin kesal.
Akhirnya Justin memilih mendiamkan permasalahan yang terjadi di sumatera. Ia lebih memilih untuk berkonsentrasi membahagiakan putra dan putrinya di sini sekligus untuk mengembangkan cabang kerajaan bisnisnya yang baru ia jalani.
Diamnya Midea tak menjadi soal baginya. Mungkin Justin pikir itu lebih baik dari pada Midea harus berkoar koar memaksakan diri untuk bertemu dengan Dee
...----------------...
Wah wah bang Justin keterlaluan bingit ya. Hati hati bang diamnya Midea bakalan jadi senjata untuk menyerang balik dirimu bang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo readers khususnya yang baru singgah ni. aku mohon di baca ya hingga tuntas. Jangan di boom like. Karena bisa menurunkan performa karyaku. Jadi aku mohon readers yang baik. Di baca hingga akhir. Bukan di like tanpa di baca . Oke readers. Terima kasih ya buat dukungannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers
Di ig Hazhilka
Di NT Hazhilka279
#Hazhilka
ig Zhil olshop
__ADS_1
Terima kasih.