
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Sidang pengadilan banding Midea kembali di gelar. kali ini Sagita memberikan bukti dan saksi baru untuk meyakinkan para hakim bahwa Midea tak sepenuhnya bersalah.
Sagita juga meminta agar kasus Midea di bebaskan dari segala tuntutan hukum mengingat terdakwa sedang mengalami penyakit kronis yang menyebabkan terdakwa tidak bisa berfikir jernih di pengadilan sebelumnya.
apa lagi tindakan yang di lakukan selama ini adalah murni bukan dari kesalahan Midea melainkan kesalahpahaman yang terjadi di awal Midea tiba di pulau Sumatera seraya ia memberikan berkas riwayat penyakitnya Midea dari keterangan medis rumah sakit di mana Dea pernah melakukan pengobatan sebelumnya.
"jadi yang ingin saya utarakan yang mulia bahwa kasus ini adalah murni kasus praduga tak bersalah atas nama Midea Hasxander". cetus Sagita tegas dan lugas.
Para hakim menerima berkas yang berlogo dari salah satu rumah sakit di mana Dea pernah berobat di sana. hakim ketua membaca berkas riwayat medis milik Midea.
Sementara jaksa penuntut hukum menentang keras akan hal yang di utarakan oleh Sagita yang menurut hukum jauh dari kata masuk akal. Karena menurut jaksa penuntut hukum jika itu adalah akal akalan Sagia saja untuk menghindari hukum.
Kembali Sagita dan Jaksa penuntut hukum berdebat. Bahkan kali ini situasi nya kembali memanas seperti sebelumnya. hingga Hakim memutuskan untuk beristirahat sejenak.
...----------------...
saat Mona mendengar tentang naik bandingnya kasus Midea ke pengadilan segera Mona menanyakan kepada Justin mengenai kabar naik bandingnya Midea dalam pengadilan yang tentu saja membuat Justin terhenyak kaget mendengar pernyataan dari mamanya itu
"yang bener ma?". Tanya Justin kurang yakin.
"iya. tante Hana yang ngasih tau melalui Satria. Malah Retha sendiri yang ikut menyaksikan jalannya pengadilan melalui layar monitor cctv yang teehubung di ruangan kerja abangnya si Retha". Jelas Mona.
"kenapa dia harus banding segala. Apa yang mau dia buktikan?". Justin bergumam pelan dengan niat hanya cukup untuk di dengarnya sendiri.
"iya mama pun heran. Memangnya apa yang mau ia buktikan". Timpal Mona yang mendengar gumaman putranya itu.
Justin menatap Mona sejenak lalu berkata
"nanti aku coba cari tau". sahut Justin seraya beranjak dari hadapan sang mama.
Lalu Justin pun menelpon Alan segera menanyakan perihal tentang kasusnya Midea.
__ADS_1
"ya pak. Sudah dua minggu ini kasus Midea di buka kembali". sahut Alan.
"lalu kenapa kamu ga kasih tau saya Alan?". Tanya Justin.
"saya juga baru tau pak saat saya mencuri dengar percakapan pak Satria dengan istrinya di telpon barusan. ibu Retha merencanakan untuk pengujian tes Dna kembali terhadap almh Jasmine dengan sample darah milik nyonya Dea pak". Jelas Alan.
Beberapa saat lalu..
Alan baru tiba di ruang kantor pribadi nya Justin yang berada di cabang Mdn. di mana kinilah Satria yang menempati sementara selain menjadi penanggung jawab pabrik KBC.
Alan berniat meminta tanda tangan Satria untuk pengesahan peluncuran iklan online atas produk yang telah memilki brand ambasaddor dari seorang model yang memiliki citra baik di mata masyarakat setelah ia menikah.
Satria memperhatikan berkas tersebut dengan seksama sebelum melakukan tandatangan di atas kertas kertas tersebut.
"yang ini sudah mendapatkan persetujuan kan sama bang Justin?". Tunjuk Satria pada berkas yang berisikan biodata seorang model bernama nyonya Celindra pratama.
"sudah pak. Sebelum saya kesini saya sudah membuat rangkap dari keseluruhan berkas ini untuk di pelajari pak Justin di sana". Jelas Alan.
"bang Justin setuju?". Soalnya beliau kan paling anti sama perempuan yang...". Satria tidak melanjutkan kata kata nya lagi karena menyebut profesi wanita yang di benci abang sepupunya itu seketika ia teringat tentang Midea yang kini mendekam di penjara.
Suara ponsel Satria yang berdering nyaring mengundang perhatian siapa saja yang mendengarnya. Karena berkas yang harus ia baca masih banyak maka ia putuskan untuk menerima panggilan masuk di ponselnya dahulu.
"kamu buru buru ga?". Tanya Satria seraya menatap Alan dengan tangan yang masih memegang ballpoint dan kertas.
"enggak pak. Santai aja. Karena pekerjaan saya sudah selesai sebelum datang kesini". Sahut Alan santai.
"ya sudah kamu silahkan duduk dulu. Saya terima telpon sebentar ya?". titah Satria sopan dengan mempersilahkan Alan duduk di sofa tamu yang ada di ruangan tersebut.
"iya pak". Sahut Alan lalu menempatkan bokongnya di atas sofa dengan sopan.
Satria menerima panggilan masuk dari sang istri di ponselnya yang mana di dengar juga oleh Alan saat Satria menyebut nama Retha di awal percakapan mereka.
Alan tak sengaja mencuri dengar tentang kata kata pengadilan, naik banding serta tes Dna untuk Dea dan Jasmine. Suami istri terdengar berdebat soal kata kata tes Dna yang di lakukan Retha terhadap almh Jasmine.
__ADS_1
Alan membuat praduga untuk dirinya sendiri jika sepertinya Satria kurang setuju jika istrinya terlalu jauh melibatkan dirinya dalam kasus bandingnya Midea. Apa lagi Retha harus membuat perbandingan tes Dna segala diantara keduanya.
Alan masih menunggu seraya berpura pura memainkan ponselnya agar Satria tidak merasa curiga jika dirinya sedang mencuri dengar percakapan ponsel mereka.
Akhirnya percakapan pasutri itu berakhir dengan bujukan Satria agar tidak terlalu jauh bertindak dan juga mentitahkan pada istrinya agar jangan keseringan hadir di pengadilan Midea meskipun Retha menonton dari ruang kantor abang kandungnya.
percakapan ponsel itu selesai dengan senyum senang di bibir Satria atas kepatuhan sang istri yang mendengar kata katanya barusan.
Lalu Satria memeriksa berkas kembali dan membubuhi tanda tangannya di ataa kertas tersebut hingga di berkas terakhir.
tanpa membahas apa yang di bicarakan di ponselnya tadi. Satria menyerahkan berkas tersebut ke Alan.
"ini semua sudah saya tanda tangani. Semoga berjalan lancar ya. Saya tunggu kabar baiknya". Ujar Satria seraya tersenyum.
"baik pak. Terima kasih akan saya realisasikan segera pak. Dan launching iklan onlinenya di perkirakan minggu depan pak. kemungkinan pak Justin meminta kita untuk membuat acara penyambutannya". sahut Alan sekaligus menjelaskan.
"baik Alan. Kita akan melakukan zoom meeting nantinya". Sahut Satria.
Lalu Alan pun pamit dengan membawa tumpukan berkas yang sudah di tanda tangani oleh Satria dan para timnya yang sebagai pencetus ide dari produk susu khusus wanita yang di hasilkan untuk perusahaan naungan mereka bersama apa lagi kalau Kehl Bio Company
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
Mohon dukungannya untuk novel keduaku ya readers dengan memberikan like, vote, komen dan favoritnya. dan share linknya ya readers yang caem
terimakasih
Follow my ig
Hazhilka279
#Hazhilka
__ADS_1