She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
si kecil


__ADS_3

kring..


ponsel Andra berdering pelan dengan getar yang kuat di atas meja kerjanya sehingga membuyarkan konsentrasi Andra yang sedang fokus pada laptopnya. Ia mengusap tombol hijau untuk menerima panggilan masuk dari supirnya.


"ya Jang". sapanya.


"motornya udah di parkiran apartemen bapak. bapak jadi nyuruh saya isi bensin? ". tanya Ujang.


"jadi. kamu kesini aja ya". titah Andra.


"baik pak".sahut Ujang.


Andra bergegas keluar dari ruang kerjanya untuk menyerahkan kunci mobilnya. saat melewati ruang TV Andra melihat Cindy yang tampak terlelap di atas sofa. ia mendekati dan berniat membangunkan Cindy serta memberitahukan jika motornya sudah selesai di perbaiki.


tetapi baru juga ia akan membungkukkan badannya dengkuran halus karena kelelahan terdengar dari nafas Cindy.


"cyah". Andra berdecak seraya tersenyum miring.


baginya, ini adalah pertama kalinya melihat gadis cantik tidur mendengkur seperti ini. suara bel menghentikan aksinya yang menatap heran pada makhluk perempuan yang pertama kali ia undang ke apartemen nya.


Andra membuka pintu dan menemui supirnya untuk menyerahkan kunci mobilnya serta menerima kunci motor Cindy.


setelahnya Andra kembali ke sofa dimana Cindy tertidur di sana dan berniat untuk memindahkannya ke kamar pribadi miliknya.


saat Andra mengangkat tubuh Cindy, kembali ia di suguhi pemandangan yang membuat otaknya traveling kemana mana karena melihat dua kuncup milik Cindy yang tercetak jelas di kaos putih miliknya.


"jadi karena ini yang sedari tadi ia tutupi dengan lengannya". bathin Andra berbisik.


Andra berusaha mengontrol dirinya dan memfokuskan pada langkahnya menuju kamar miliknya.


Andra merebahkan tubuh sintal itu di atas ranjang king sizenya. lalu menyelimuti tubuh gadis yang secara tak langsung menjadi tanggung jawabnya karena amanah dari salah satu koleganya.


segera setelahnya Andra mengambil selimut dan bantal lain dari wardrobenya. ia lebih memilih tidur di sofa ruang tamu dari pada harus satu kamar dengan gadis yang mulai menggoyahkan imannya.


...----------------...


di pagi hari.


saat Andra telah menuntaskan salah satu lima waktunya ia menyegerakan dirinya untuk bersiap ke kantor. hujan masih betah menyirami kota yang terkenal dingin ini.


waktu menunjukkan pukul enam pagi. ia memang sengaja tak membangunkan Cindy yang masih betah berselimut di atas ranjang yang biasa Andra tiduri. karena semalam tanpa sengaja ia membaca Chat Cindy dengan Didit yang terbuka.


Andra pun langsung masuk ke wardrobenya untuk bersiap ke kantor perusahaan bapaknya hari ini. setelah dirasanya rapi ia pun keluar dari sana. dan kembali lagi ia di suguhi pemandangan yang membuat jantungnya berdegup kencang.

__ADS_1


Andra terpaku saat Cindy menggeliat dalam tidurnya. dua tonjolan di balik kaos putihnya semakin jelas tercetak bersamaan dengan paha putih nan mulus yang terkuak karena selimut Cindy yang kini berantakan.


"astafirullah". gumamnya seraya menghembus kasar nafasnya. ia pun buru buru keluar dari sana seraya merapikan Andra Kecil yang mulai menunjukkan taringnya.


...----------------...


satu bulan kemudian


Rendy yang baru saja mencicipi buah mangga yang di kupas oleh Arjun untuk membuat beberapa gelas jus untuk para koki yang masih tinggal di Restoran karena harus membereskan pekerjaan mereka sebelum pulang.


sedari tadi ia memperhatikan Dea yang banyak melamun seperti memikirkan sesuatu. ia menghampiri karibnya itu dan berniat untuk mengkeponya lebih jauh.


"kenapa Jasmine? ". tanya Rendy seraya mengambil tempat duduk di samping Dea dan menyodorkan sebuah piring yang terdapat beberapa potongan mangga di dalamnya.


Dea menggeleng seraya menghela nafasnya. baru juga ia akan memulai ceritanya. suara si kecilnya tiba tiba datang dan memanggil Rendy dengan sebutan.


"Yah.. Yah..". ucap Dean yang masih belum lancar pengucapannya. lalu menarik tangan Rendy agar mengikutinya.


"ya.. nak.. kenapa? ". tanya Rendy seraya berjongkok agar bisa mensejajarkan wajahnya dengan wajah batita tampan tersebut.


"ada apa sayang? ". tanya Dea seraya berlutut.


tetapi Dean tak menggubris. ia masih fokus dalam usaha menarik narik lengan Rendy.


"iya...kenapa ?". tanya Rendy lembut lalu mengikuti permintaan Dean.


Rendy dan Dea mengikuti langkah Dean ke arah luar restoran. hingga langkah Dean berhenti dan menunjukkan ke suatu selokan kering yang kecil nan sempit.


"kenapa nak? ". tanya Dea kembali.


"tu.. tu.. tu.. " jawab Dean seraya menunjukkan pada mobil mainannya yang tersangkut di selokan tersebut.


"oh.. nyangkut ya nak..hahaha.. sebentar ya". kekeh Rendy.


lalu ia membungkukkan tubuhnya dan mengambil mobil mainan yang tersangkut.


"nah ini dia". ucap Rendy seraya memberikan kepada Dean.


"bilang apa sama om Rendy". ujar Dea.


Dean mengulurkan tangannya dan segera di sambut oleh Rendy dan meletakkan tangannya ke kening batita itu dan berkata


"anak pinter. ayok main lagi ya ".

__ADS_1


batita itu pun pergi seraya memainkan mobil remotenya. sementara Dea dan Rendy tersenyum lucu melihat langkah si kecil Dean


"oh ya tadi ada yang mau kamu sampaikan. ada apa Jasmine? ". tanya Rendy yang kembali pada pembicaraan yang tertunda sebelumnya.


"tante Alma meminta aku untuk kuliah".ucap Dea.


"ya bagus dong. kan memang udah seharus nya. lagian Dean kan udah mulai gede". sahut Rendy.


"meskipun begitu aku ga mungkin ninggalin Dean di sini Ren". Dea mengungkapkan keberatannya.


"kalo cuma tentang Dean yang kamu khawatirkan. kamu bawa aja dia ke Mdn. nanti aku sama Retha gantian buat jagain Dean". timpal Arjun tiba tiba.


beberapa menit yang lalu. tanpa mereka tau Arjun telah mendengar pembicaraan mereka ketika Arjun hendak mendekati karibnya itu untuk menawarkan jus mangga buatannya.


"tapi kata tante Alma. untuk sementara Dean bersama tante Alma dulu di sini. kalau Jasmine punya waktu libur. tante Alma akan bawa Dean ke Mdn". ujar Rendy keberatan.


"kalau Dean di sana. itu bakalan menyita waktu Jasmine untuk menyelesaikan kuliahnya". lanjutnya.


"nanti kita bicarakan ini lagi sama tante Alma dan Juga Retha. nih minum. biar fresh". ujar Arjun.


...----------------...


satu bulan pun berlalu


akhirnya dengan nasehat dan dukungan dari semua orang orang terdekat Jasmine. Dea pun mengikuti apa yang di pinta Alma. meskipun dengan berat hati ia harus meninggalkan si kecilnya.


dengan di bantu oleh Alma. Dea membereskan barang barang yang akan di bawa ke Mdn. Begitupun perlengkapan sementara milik si kecilnya.


"nanti di sano sebelum awak aktif kuliah. si Dean bisa tinggal sementara sama awak. tadi malam Retha sudah kompromi sama Satria dan keluarganyo". ujar Alma menenangkan Dea yang mulai terlihat sedih karena harus meninggalkan kota yang membuat dirinya nyaman selama ini.


"nanti kalau sudah awak sibuk kuliah. ambo akan jemput Dean atau Arjun yang akan membawa pulang kemari yo". lanjutnya kembali.


Dea hanya bergeming pasrah. lalu Alma mengelus punggung Dea dan berkata


"tak usah risau Jasmine. ambo dan semua yang ada di sini sangat sayang sama si kecil". ujar Alma menenangkan Dea.


Dea tersenyum simpul.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai Readers yang caem.


tetap di like, vote, komen, rate, fav dan poin ya..

__ADS_1


__ADS_2