She is My Dea (Mengejar Istri Gila)

She is My Dea (Mengejar Istri Gila)
surprise dari murungnya Retha


__ADS_3

#silahkan menikmati episode ini kembali ya readers..


Sidang kembali di gelar untuk siang ini. Sagita dan Dea kembali masuk dan mengikuti persidangan ini dengan tertib. seperti biasa Sagita dengan lantang dan tegas menolak jika Midea Hasxander bersalah karena ia juga korban dari kesalah pahaman seseorang dan juga orang lain hanya karena wajahnya mirip dengan Jasminka.


suasana hening sejenak. Midea di minta kembali duduk di kursi pesakitan. pada awalnya Midea lancar menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut umum hingga akhirnya Midea merasa ada sesuatu di kepalanya.


Midea lupa akan sesuatu hal yang seharus nya ia sampaikan di pengadilan. Hingga ia keseringan menjawab lupa. Bahkan apa yang telah ia jawab di satu hari sebelumnya ia pun melupakannya.


"Saudara Dea. Bagaimana anda bisa lupa tentang hal yang anda katakan kemarin. Masa bisa lupa". Keluh Jaksa penuntut hukum.


hingga hakim turun tangan untuk mengingatkan kata kata Midea yang telah di catatnya kemarin.


"saudara Midea. Disini saya mencatat bahwa anda datang dari JKT ke Pdg lima tahun lalu. kenapa barusan dari jakarta ke Mdn. Yang betul yang mana?".


"maaf saya lupa". Sahut Midea linglung.


Sagita Mengernyitkan dahinya melihat Midea yang bingung. Begitu pun Arjun, Reza dan Retha yang menonton dari layar monitor kantornya Reza melalui cctv.


"bang. Kenapa bisa begini kak Deanya?". Tanya Retha pelan.


"ga tau abang dek. Kita liat aja sampai akhir ya. Kita tunggu hasil akhir ini". Sahut Reza yang ikutan resah melihat sikap Midea yang mulai plin plan dan linglung.


Sementara Jaksa penuntut hukum mulai tersenyum miring melihat terdakwa yang tidak menunjukkan sikap kejujurannya. Yang berarti bisa mempengaruhi keputusan hakim nantinya. Dengan begitu ia pun yakin bahwa sidang tidak akan di laksanakan lama lama karena kesalahan dari terdakwa itu sendiri.


Sidang di tunda hingga hingga lusa. Sagita melihat sikap Midea hari ini terasa lemas dan tak bergairah. Tetapi ia harus menepis semua beban yang tiba tiba terasa sesak baginya.


"Dea. Ayok". Ajak Sagita yang melihat Midea bingung.


Sagita mengetikkan pesan pada asistennya untuk membuat jadwal terapi untuk Midea di percepat dari jadwal yang sudah di tetapkan.


Sagita hanya bisa menemani Midea hingga ia masuk ke mobil tahanan yang membawa wanita malang itu untuk kembali ke lapas. Ada rasa sesak menyeruak melihat kepergian Midea saat ini. Sementara Midea hanya bisa menatap Gita dari balik jendela kaca berjeruji besi. berbagai pertanyaan muncul di kepala nya saat ini.


"apa yang terjadi padaku. Kenapa aku bisa tiba tiba lupa".bathin Dea.


Sedangkan Retha hanya bisa bergeming menatap sendu bundanya Dee itu melalui kaca jendela ruangan kantor abangnya.


"dek. Yok kita pulang. Udah sore. Nanti lakikmu nanyak nanyak ke abang kenapa biniknya belum di antar pulang". Ajak Reza.


Retha pun mengikuti ajakan abang kandungnya itu. Sementara Arjun yang sedari tadi menatap punggung Sagita yang berdiri di halaman parkir kantor pengadilan itu.


"kamu mau sekalian aku antar pulang kak?". Tanya Arjun basa basi meskipun ia tau jika Gita selalu membawa mobilnya.


Sagita menoleh ke arah suara laki laki yang kini sedikit mengusik hatinya. Sagita menggeleng pelan seraya berkata.


"aku bawa mobil"


"oke". Sahut Arjun sambil berlalu di hadapannya.


Arjun menatap Sagita sejenak melalui kaca spionnya sebelum ia membawa pergi mobil nya kembali ke kafe.


Sementara Retha hanya terdiam dengan seribu tanya tentang keadaan Dea hingga. Reza pun tidak bisa berbuat apa apa pada kemurungan adiknya kali ini. Karena bagaimana pun kebingungan Midea kali ini bisa mempengaruhi keputusan para hakim.


ting sebuah pesan masuk dari Satria. Retha membuka ponselnya dan membaca pesan tersebut.


Satria


"abang pulang telat malam ini ya dek. Ada kerjaan banyak di kantor.


Retha


"lama bang. Adek ke tempat mama aja ya?".

__ADS_1


Satria


"iya. Nanti kalau udah siap abang ke situ".


Retha


"ok".


Satria


"gimana sidangnya hari ini?".


Retha


"mmm..ya gitulah".


Satria


"gitu gimana?".


Retha


"nanti aja kita bahas".


Satria


"oh..oke. adek suntuk ga?". Kalau suntuk temanin abang di kantornya bang Justin. Mau ga?".


Retha tersenyum simpul lalu mengetikkan pesan untuk membalas dari suaminya.


"temanin kerja atau nemenin yang lain?"


Satria yang masih berkutat pada file di laptopnya pun melirik pesan sang istri seraya tersenyum. Lalu ia membalas pesan tersebut kembali


Retha


😱


Satria


😊


Retha


"next time. Entar ga khusu'. Males jadinya kentang.


Satria


😄😂. Ya udah adek istirahat aja deh.


Retha


ya


Pasutri itu mengakhiri chatingannya dengan senyum simpul.


"bang aku pulang ke rumah mama ya?". Pinta Retha tiba tiba.


"memangnya Satria kemana?". lembur lagi?". Tanya Reza.


"ya". Sahut Retha.

__ADS_1


beberapa menit kemudian mobil mewah itu tiba di kediaman Syahrul ramadhan lubis. Reza dan Retha segera turun segera memarkirkan mobilnya di garasi mobil.


seperti biasa Retha masuk ke kamar pribadinya yang sering di singgahinya jika Dirinya dan Satria menginap di rumah ini.


Setelah melakukan ritual makan malam bersama dan juga kumpul bersama.


"Dee. Apa kabar ya kak?". Tanya Tama tiba tiba.


Seluruh anggota keluarga tersebut pun terdiam sejenak memikirkan pertanyaan dari remaja tersebut.


"katanya baik dan makin pintar". Sahut Retha yang menurut cerita dari suaminya saat bervideo call dengan Justin.


"kangen aku kak". Celetuk Tama.


"sama dek". Sahut Retha.


Suara ponsel Retha berbunyi nyaring. Ia pamit pada keluar untuk menerima telpon dari suaminya. pasutri itu saling melepas rindu di kamar Retha selama hampir satu jam lamanya.


"udahan dulu ya. Adek udah nguap nguap tu. Pigi bobo sana". Titah Satria lembut.


"iya".sahut Retha.


Retha meletakkan ponsel di nakasnya. Ia langsung ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Retha keluar dari kamar mandi lalu membuka ikatan rambutnya dan menyimpan nya di laci laci kecil di meja riasnya.


"mmm.. Ga kerasa udah full gini". Gumam Retha seraya terus membuka buka laci kecil untuk ia tempatkan karet pita rambutnya.


Saat ia membuka laci rak kecil yang paling bawah Tiba tiba netra Retha menangkap pada satu pot obat yang biasa di gunakan untuk menampung air seni jika ingin memeriksakan kehamilan di rumah sakit yang kini terselip di antara laci laci kecil yang biasanya ia menyimpan pita rambutnya.


Retha mengambil pot obat tersebut dan membukanya. pupil netranya melebar saat melihat isi dalam pot obat tersebut. Hatinya terkejut luar biasa saat memandang isi dalam pot tersebut.


"ya Allah bagaimana bisa ini masih tersimpan setelah sekian lama bahkan bertahun tahun ya rabb". ucapnya pelan dengan hati yang penuh rasa senang dan merasa penuh kejutan.


"makasih ya Allah untuk surprisenya malam ini". Ucap Retha dengan matanya yang berkaca kaca senang plus haru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author


"duh itu apaan ya?"


Retha


"ada deh. Mau tahu?". Tunggu di next chap ya?. nulis yang bagus thor.


Author


"mmmm...ga tau apa kalau authornya udah puyeng mikirin ide apa lagi buat besok. 😔


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keduaku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.


Dan jangan lupa ya buat mem Follow akun ku ya readers


Di ig Hazhilka


Di NT Hazhilka279


#Hazhilka


ig Zhil olshop

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2