
# semoga happy tuk membaca kembali ya readers 😘
"papa???! ". Justin mendesis pelan.
tanpa sadar ia di tinggalkan oleh Indra begitu saja ketika sahabatnya itu mencapai pintu masuk ke dalam kafe saat tubuhnya berbalik ke arah suara anak kecil yang memanggil papa.
Justin melihat kemesraan Dean dengan laki laki yang berkulit coklat gelap dengan wajah tampan ala khas asia selatan tersebut.
"papa". pekik Dean seraya berlari kecil memegang mini paperbag.
"Dee... jangan lari sayang. nanti jatuh". kedua lelaki tampan itu secara spontan dan bersamaan melarang Dean untuk berlari ke arah Arjun.
Justin melihat dengan hati yang bercampur aduk. satu sisi ia bahagia melihat Dean begitu bahagia bersama dengan dua lelaki tampan tersebut. akan tetapi entah kenapa ia merasa cemburu karena Justin tidak bisa mengambil hati anak itu.
"Justin". Indra memanggil
beberapa menit lalu
ternyata sesampainya di dalam kafe Indra baru menyadari jika ia meninggalkan Justin di luar kafe setelah Andra menanyakan keberadaan Indra. maka itu ia pun kembali ke luar menyusul Justin yang masih mematung menatap pemandangan yang membuat hati Justin tak menentu.
"Tin". Indra pun memanggilnya untuk kedua kali.
Justin menoleh ke arah suara pria yang memanggilnya.
"ayok masuk. lu ngapain di sini bro. liat apaan? ". ujar Indra.
dengan netranya Indra pun menelisik di setiap sudut halaman dan parkiran hingga netranya tertuju pada dua lelaki tampan dan satu anak kecil. ia melirik Justin sesaat sebelum berfokus pada anak kecil yang kini dalam gendongan pria tampan ala khas asia selatan tersebut.
"lu kepingin ya? ". tanya Indra yang seolah mengerti kemana tatapan sahabatnya itu.
Justin melirik Indra dan tersenyum. sedangkan Indra tau arti senyuman tersebut dan spontan berkata.
"carilah ibu pengganti yang baik hati buat Keyra. mana tau lu dapat yang kayak gitu". saran Indra seraya menunjuk ke arah Dean dengan dagunya.
Justin melirik Indra sejenak lalu berbalik ke arah pintu masuk kafe seraya berkata
"ayok masuk".
dan Indra pun segera menyusul Justin untuk bergabung dengan mereka yang memiliki jabatan penting di kehl Bio Company.
sementara masih di area parkiran. Arjun menggendong Dean masuk ke dalam kafe dengan sisi memutar dari arah samping kiri kafe dimana keberadaan dapur terletak di sana.
Rendy meletakkan tiga paperbag yang berisi beberapa jumlah toples cookies buatan Dea.
__ADS_1
seorang pelayan kafe datang membereskan paperbag yang Rendy bawa.
"nanti tolong kamu sajikan Cookiesnya ke meja yang di sudut sana ya? ". titah Arjun pada anak buahnya.
"baik pak". sahut pelayan kafe yang ber tag name Andi itu.
kemudian pelayan kafe tersebut membawa pesanan yang di minta ke meja di mana Justin and the gank berada. ia menata kopi dan cookies secara teratur dan rapi. Dan mempersilahkan para pelanggan untuk menikmati.
Justin melirik ke arah cookies buatan Dea tersebut seraya menyeruput kopinya. lalu ia mengambil satu untuk di cobanya. Begitu pun yang lain nya.
saat satu gigitan mengenai di lidah mereka. sensasi gurih dan manis dari rasa coklat yang di tawarkan begitu pas di lidah Justin dan yang lainnya.
Justin mengunyah lembut cookiesnya seraya mengernyitkan dahinya karena rasa cookies ini seperti yang pernah ia makan sebelum nya.
"rasa cookies ini. rasanya tidak asing". bathinnya.
mereka berempat menikmati sensasi kopi dan cookies yang di sajikan siang hari tetapi matahari di selimuti awan tebal yang mulai terasa hawa sejuk karena gerimis mulai turun di kota itu.
sementara Dean dan Rendy menikmati roti cane dengan sajian kari kambing khas ala asia selatan itu.
Rendy dan Arjun yang melihat Dean makan dengan lahapnya semakin gemas melihat sang batita itu. bukan hanya Rendy dan Arjun tetapi Justin pun diam diam melirik Dean dari mejanya yang berjarak beberapa meter darinya.
tentu saja hal ini membuat Justin tidak bisa melepaskan pandangannya dari Dean yang terlihat gemas di mata Justin. sayang nya Justin belum bisa mengambil hati anak itu.
"ada Dee tuh". sahut Justin yang menunjuk ke arah Meja di mana Dean duduk yang hanya bisa di lihat oleh Justin dari tempat duduknya.
"oh ya?. mana bang? ". tanya Satria penasaran seraya mencodongkan lehernya ke arah Justin.
Dan benar saja dari tempat duduknya Justin terlihatlah Dean yang sedang duduk menikmati makanannya. Satria tersenyum lebar. pastilah ia tau dengan siapa ia kemari jika bukan Rendy yang mengajaknya ke sini. mengingat bundanya Dean masih sibuk di kampusnya di saat jam segini.
"aduh lucunya anak abi kalau lagi makannya lahap begitu". gumam Satria berdecak gemas.
"apa dia suka makan di sini ya?". tanya Justin penasaran.
"ga juga bang. dia mau makan lahap seperti itu mungkin lagi senang hatinya bisa ketemu sama ayah dan papanya". ujar Satria.
"apakah lelaki yang di panggil ayah apakah itu ayahnya atau lelaki yang di panggil papa adalah memang papanya?". tanya Justin.
Satria tersenyum dan menggeleng pelan.
"lalu kenapa Dee memanggil mereka begitu?".tanya Justin mulai kepo.
"mmmm... ntahlah berawal ketika kami merayakan ulang tahunnya yang ke dua tahun tiba tiba Dee memanggil dua oom nya dengan sebutan ayah dan papa. mungkin karena terinspirasi aku dan Retha yang meminta Dee untuk memanggil kami berdua dengan sebutan ummi dan abi". jelas Satria sedikit mendetail.
__ADS_1
"lalu apa orang tuanya Dee keturunan eropa ya? ". tanya Justin yang mulai kepo.
karena selama ini dia belum tau pasti siapa orang tuanya Dean yang sebenar nya. jangan ia tau dari Satria bahkan bertemu dengan kedua orang tuanya Dee saja ia belum pernah. Justin penasaran kepada batita tampan itu karena melihat netranya Dee memiliki warna yang sama dengan dirinya.
cukup lama Satria terdiam untuk memikirkan sebuah jawaban yang tepat mengenai sosok ayah biologis dari Dean. karena hingga sekarang kisah masa lalu Jasmine dan juga mengenai siapa ayah biologis dari putranya itu, salah satu dari mereka belum ada yang mengetahui nya.
"mmm.. mungkin ya bang". sahut Satria kikuk.
"mungkin??". tanya Justin kurang yakin akan jawaban dari adik sepupu nya itu.
"iya.. mungkin dari keluarga ayahnya. bisa jadi kan kakek atau nenek nya Dean yang keturunan eropa". dalih Satria mencoba meyakinkan abang sepupunya itu.
sementara Andra dan Indra yang sedari tadi berbincang ringan akhirnya ikut menimpali perbincangan antara dua saudara itu.
"kalian berdua sedari tadi bahas masalah apaan sih?. serius amat. ". tanya Indra kepo.
"ga ada bang. cuma silsilah keluarga". cetus Satria tiba tiba.
sementara Justin hanya diam dan sesekali menatap Dean dari kejauhan.
"ohhhh... silsilah keluarga Kehl ni ceritanya. ga jadi nimbrung lah. takut mengangggu reuni keluarga nya". celetuk Indra.
"ga lah bang. kita cuma bahas silsilah keluarga kecil kita aja kok. lagian juga ga penting. yang penting tuh bang Andra yang mau nikahan dua hari lagi. udah siap mental belum bang. luar dalam loh bang harus kuat". seloroh Satria.
"insya Allah". sahut Andra mantap.
"mantap bang. ingat ya apa yang di kasih Allah itu yang terbaik. ya ga abang abang". ujar Satria.
"wesss... udah pinter pulak dia ber pepatah. ngalah ngalahin para pujangga ni kayaknya". timpal Indra seraya tertawa kecil.
"kan dia di kenal pasangan paling romantis menurut versi para mahasiswa nya". timpal Andra.
"ahh abang bisa aja lah bang. siapa yang ngomong gitu sih? ". tanya Satria penasaran.
"yah mahasiswa mahasiswa kamu. kalau saya bahas soal kamu pasti mereka nyebutin kalau kamu orang pasangan yang romantis". sahut Andra dengan kekehan.
Satria tersipu malu. sedangkan Justin tersenyum simpul. jika mengingat sesuatu yang romantis ia pasti teringat Namira.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon dukungannya untuk Novel ini dengan memberikan like, vote, komen, favoritnya dan juga share link nya ya readers yang caem
terimakasih
__ADS_1